وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan tampaklah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan, dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka olok-olokkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُواwa-badaa lahum sayyi'aatu maa kasabuudan tampaklah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan
- وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَwa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunadan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka olok-olokkan
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَبَدَاwa-badaadan tampaklah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- سَيِّئَاتُsayyi'aatukeburukan
- مَاmaaapa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
- بِهِمْbihimpada mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِهِbihipadanya
- يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok
Inti bacaan
Rangkaian (وَحَاقَ بِهِمْ, wa-haaqa bihim) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:8, 16:34, 39:48, 40:83, 45:33, dan 46:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا, wa-badaa lahum sayyi'aatu maa kasabuu) yang berarti "dan tampaklah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan". Kata (سَيِّئَاتُ, sayyi'aatu) berakar س-و-ء dan berbentuk jamak, sehingga terjemahan memakai "keburukan-keburukan". Rangkaian (سَيِّئَاتُ مَا, sayyi'aatu maa) ada di empat ayat, yaitu 16:34, 39:48, 39:51 (dua kali), dan 45:33. Di dua ayat keburukan itu datang dengan kata kerja (فَأَصَابَهُمْ, fa-ashaabahum) yang berarti "maka menimpa mereka", yaitu di 16:34 dan 39:51, dan di dua ayat lain dengan (وَبَدَا لَهُمْ, wa-badaa lahum) yang berarti "dan tampaklah bagi mereka", yaitu di 39:48 dan 45:33. Ayat 45:33 sama dengan 39:48 kata demi kata, kecuali satu kata kerja: 39:48 memakai kasabuu, sedangkan 45:33 memakai (وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا, wa-badaa lahum sayyi'aatu maa 'amiluu) dengan 'amiluu. Kedua kata kerja itu berbeda akar dan diterjemahkan "mereka kerjakan", karena objeknya sama, yaitu keburukan-keburukan.
Kata kerja berikutnya adalah (حَاقَ, haaqa) dalam (وَحَاقَ بِهِمْ, wa-haaqa bihim) yang berarti "dan mereka diliputi". Akar ح-ي-ق muncul di sepuluh ayat, yaitu 6:10, 11:8, 16:34, 21:41, 35:43, 39:48, 40:45, 40:83, 45:33, dan 46:26, dan di sembilan ayat dengan bentuk lampau kata kerjanya disusul huruf (بِ, bi-) yang menunjuk pihak yang terkena. Di semua ayat itu sesuatu yang buruk meliputi pihak yang terkena. Di delapan ayat, termasuk 39:48, itu adalah (مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka olok-olokkan". Di 40:45 itu adalah (سُوءُ الْعَذَابِ, suu'u l-'adzaabi) yang berarti "seburuk-buruk azab", dalam (وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ, wa-haaqa bi-aali fir'awna suu'u l-'adzaabi). Di 35:43 itu adalah makar jahat, (وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ, wa-laa yahiiqu l-makru s-sayyi'u illaa bi-ahlihi) yang berarti "dan makar jahat itu tidak menimpa kecuali orang yang merencanakannya". Terjemahan memakai "diliputi" di 39:48, seperti di 40:45 dan 45:33, dengan "mereka" sebagai pokok kalimat.
Kata (يَسْتَهْزِئُونَ, yastahzi'uuna) berakar ه-ز-ء. Rangkaian (مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 6:5, 6:10, 11:8, 16:34, 21:41, 26:6, 39:48, 40:83, 45:33, dan 46:26. Delapan ayat memasangkannya dengan haaqa. Dua ayat lain, 6:5 dan 26:6, memasangkannya dengan (أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, anbaa'u maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "berita-berita tentang apa yang dahulu mereka olok-olokkan", dan dengan kata kerja yang menunjuk waktu yang belum tiba, (فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ, fa-sawfa ya'tiihim) yang berarti "maka kelak akan datang kepada mereka". Di 6:10 dan 21:41 pelaku olok-olok disebut dengan dua akar dalam satu ayat: (فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ, fa-haaqa bi-lladziina sakhiruu minhum) yang berarti "maka menimpa orang-orang yang mencemooh mereka", dengan akar س-خ-ر untuk mencemooh dan ه-ز-ء untuk apa yang kemudian meliputi mereka. Di 39:48 apa yang diolok-olokkan tidak disebut namanya.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua peristiwa yang berbeda arah. Pada peristiwa pertama, sesuatu yang sudah ada menjadi tampak, yaitu keburukan perbuatan mereka sendiri. Pada peristiwa kedua, sesuatu meliputi mereka, yaitu apa yang dahulu mereka olok-olokkan. Peristiwa pertama menyingkap milik pelakunya, dan peristiwa kedua menyebut sesuatu yang berada di sekeliling mereka.
Kabar tentang apa yang diolok-olokkan itu diumumkan lebih dulu di tempat lain sebagai sesuatu yang akan tiba: 6:5 dan 26:6 menyebut berita-berita tentangnya akan datang kepada mereka. Ayat 39:48 menuturkannya sesudah tiba, dengan kata kerja lampau. Di 11:8 orang-orang yang bertanya (مَا يَحْبِسُهُ, maa yahbisuhu) yang berarti "apa yang menahannya", ketika azab ditangguhkan sampai waktu tertentu, mendapat jawaban dengan kata kerja yang sama dengan ayat ini, (وَحَاقَ بِهِمْ, wa-haaqa bihim). Tiga ayat itu dapat dibaca sebagai tahap-tahap: kabar yang akan datang, pertanyaan di masa penangguhan, lalu peliputan. Teksnya tidak menyatakan bahwa ketiganya satu urutan.
Kalimat yang hampir sama dipakai di 45:33 dengan latar yang berbeda. Di surah 45 kalimat itu datang sesudah ucapan "Kami tidak tahu apa hari kiamat itu" di 45:32 dan sebelum ucapan "Pada hari ini Kami melupakan kalian" di 45:34. Di surah 39 kalimat yang sama berada di antara pengandaian tebusan di 39:47 dan manusia yang ditimpa mudarat di 39:49. Satu kalimat dipakai dua kali untuk dua rangkaian cerita, dan dari kalimat itu sendiri tidak tampak bahwa kedua kelompok itu sama.
Surah ini juga memuat ucapan satu jiwa yang menyesal di 39:56, (وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ, wa-in kuntu la-mina s-saakhiriina) yang berarti "dan sungguh aku termasuk orang-orang yang mengolok-olok", dalam kalimat penyesalan atas kelalaian terhadap Allah. Ayat itu memakai akar س-خ-ر, sedangkan 39:48 memakai ه-ز-ء, dan kaitan antara jiwa yang berbicara di sana dan kelompok di 39:48 tidak dinyatakan.
Renungan dan Hikmah
- Perbuatan mereka sendiri tampak di ayat ini, sedangkan ayat sebelumnya menyebut ada sesuatu yang tampak bagi mereka dari Allah. Dua ayat berurutan memakai kata kerja tampak, yang pertama untuk sesuatu yang tidak pernah mereka perkirakan dan yang kedua untuk keburukan yang mereka kerjakan. Pembaca dapat membayangkan catatan lamanya sendiri, entah pesan, kuitansi, atau tulisan tangan, dibuka kembali di depan banyak orang dalam satu waktu. Barang yang dulu terasa wajar kadang tampak lain bila ditaruh bersebelahan dengan yang lain. Bagian mana dari perbuatannya yang akan paling lama dipandanginya bila semuanya tampak sekaligus?
- Apa yang diolok-olokkan di ayat ini tidak diberi nama, dan kata kerja yang dipakai adalah meliputi, seperti sesuatu yang kini berada di sekeliling pelakunya. Pembaca yang pernah tertawa pada sesuatu yang dibicarakan orang dengan sungguh-sungguh dapat memperhatikan letak dirinya ketika tertawa itu terjadi: di luar bahan tertawaannya, atau di dalam lingkaran yang sama? Seberapa dekat sesuatu yang kini ditertawakannya dengan sesuatu yang kelak dibutuhkannya?
- Kata keburukan dari akar yang sama muncul di 40:45 dalam dua kedudukan sekaligus: Allah melindungi pihak yang dimaksud dari keburukan makar orang lain, dan pada ayat yang sama keluarga Firaun diliputi seburuk-buruk azab. Satu kata yang sama bisa berakhir sebagai sesuatu yang dihentikan di tengah jalan atau sebagai sesuatu yang meliputi. Pembaca yang membaca ayat 39:48 sendirian mungkin hanya melihat sisi yang meliputi. Di antara dua keadaan itu, ke sisi mana pembaca membayangkan dirinya, dan atas dasar apa gambaran itu dibuat?
- Di 11:8, ketika azab ditangguhkan sampai waktu tertentu, mereka bertanya, "Apa yang menahannya?", dan ayat itu ditutup dengan kata kerja yang sama dengan ayat ini. Pertanyaan itu terdengar seperti penangguhan adalah kekosongan, sedangkan ayat yang sama menyebut bahwa Kami yang menangguhkannya. Pembaca yang pernah menafsirkan jeda sebagai tanda bahwa tidak ada yang sedang terjadi dapat membaca ulang pertanyaan itu sebagai pertanyaan orang lain. Jeda macam apa dalam hidupnya yang sudah diberi arti "tidak apa-apa" sebelum sempat dipastikan?
- Kalimat ayat ini hampir persis ada di dua surah, dengan satu kata kerja yang berbeda. Pembaca yang membaca 39:48 lalu 45:33 bertemu akhir yang diceritakan dengan kata-kata yang sama bagi dua rangkaian cerita yang berbeda, seakan dua orang dengan jalan hidup berbeda diberi laporan akhir dalam satu bentuk. Bila laporan akhir hidupnya ditulis dengan kalimat yang sudah dipakai untuk orang lain, kalimat mana yang paling diharapkannya tidak dipakai?
- Surah ini memuat satu jiwa yang menyesal di 39:56 atas kelalaiannya terhadap Allah dan mengaku termasuk orang-orang yang mengolok-olok. Pengakuan itu berbentuk penyesalan, dan ayatnya dibuka dengan "agar tidak ada jiwa yang berkata", sehingga ucapan itu disebut supaya tidak ada yang mengucapkannya. Pembaca dapat melihat dua bentuk sekaligus: keburukan yang tampak di 39:48 sebagai laporan, dan penyesalan di 39:56 sebagai kata-kata. Seandainya pengakuan seperti itu ditulis lebih awal, kalimat mana dalam hidupnya yang akan ditulis lebih dulu?