قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu. Maka, tidak mencukupkan mereka apa yang selalu mereka usahakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْqad qaalahaa lladziina min qablihimsungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu
  2. فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَfa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuunamaka, tidak mencukupkan mereka apa yang selalu mereka usahakan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قَدْqadsungguh
  2. قَالَهَاqaalahaamengatakannya
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. مِنْmindari
  5. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  6. فَمَاfa-maamaka tidak
  7. أَغْنَىٰaghnaamencukupkan
  8. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  9. مَاmaaapa yang
  10. كَانُواkaanuumereka selalu
  11. يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan

Inti bacaan

Rangkaian (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:84, 39:50, dan 40:82.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَدْ قَالَهَا, qad qaalahaa) yang berarti "sungguh telah mengatakan hal itu". Kata (قَدْ, qad) di depan kata kerja berarti "sungguh", dan kata kerja (قَالَهَا, qaalahaa) berbentuk lampau dengan akhiran -haa yang berarti "-nya" untuk benda perempuan. Kata kerja yang sama berakar ق-و-ل dan dipakai di 39:49, (قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ, qaala innamaa uutiituhu) yang berarti "dia berkata, 'Sesungguhnya aku diberikan itu'". Karena ayat sebelumnya memakai kata kerja ini untuk ucapan manusia, "hal itu" di 39:50 menunjuk ucapan tersebut, dan terjemahan memakai "hal itu" tanpa menyebut isinya lagi.

Pelaku kata kerja itu adalah (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang yang sebelum mereka". Dalam surah 39 sebutan ini muncul dua kali, yaitu di 39:25 dan 39:50. Di 39:25 bunyinya (كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, kadzdzaba lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang sebelum mereka telah mendustakan", lalu azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari. Di 39:25 perbuatan mereka mendustakan, sedangkan di 39:50 perbuatan mereka mengucapkan.

Kalimat kedua dibuka dengan (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ, fa-maa aghnaa 'anhum) yang berarti "maka, tidak mencukupkan mereka". Huruf (فَ, fa) berarti "maka", dan kata (مَا, maa) pertama berfungsi sebagai penolak menurut data morfologi. Kata kerja (أَغْنَىٰ, aghnaa) berakar غ-ن-ي dan muncul di sepuluh ayat, yaitu 7:48, 15:84, 26:207, 39:50, 40:82, 46:26, 53:48, 69:28, 93:8, dan 111:2. Bersama (عَنْهُمْ, 'anhum) yang berarti "dari mereka" kata kerja ini ada di lima ayat, yaitu 15:84, 26:207, 39:50, 40:82, dan 46:26, dan terjemahan memakai "mencukupkan" di semuanya. Di 46:26 pendengaran, penglihatan, dan hati tidak mencukupkan mereka, sedangkan di 26:207 kata kerja itu bersambung dengan (مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ, maa kaanuu yumatta'uuna) yang berarti "apa yang selalu mereka nikmati".

Apa yang tidak mencukupkan di 39:50 disebut dengan (مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "apa yang selalu mereka usahakan", dari akar ك-س-ب. Bentuk ini muncul dua belas kali di sebelas surah, yaitu 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 15:84, 36:65, 39:50, 40:82, 41:17, 45:14, dan 83:14. Delapan di antaranya memakai huruf (بِ, bi-) untuk menyebut alasan sebuah balasan, seperti (بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, bi-maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "karena apa yang selalu mereka usahakan" di 6:129 dan 36:65. Tiga lainnya menyebut apa yang tidak mencukupkan, yaitu 15:84, 39:50, dan 40:82, dalam rangkaian yang sama, (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna). Satu lagi, 83:14, menyebut apa yang menutupi hati. Di 111:2 bunyi yang berdekatan ada pada (مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ, maa aghnaa 'anhu maaluhu wa-maa kasaba) yang berarti "tidak mencukupkannya hartanya dan apa yang dia usahakan". Terjemahan 39:50 memakai "mengusahakan" seperti di 15:84 dan 40:82.

Pada ayat ini usaha itu tidak disangkal ada, dan ayat menilai hasilnya: hasil itu tidak mencukupkan mereka.

Tafsiran

Ayat ini mengubah ucapan di 39:49 dari kejadian satu orang menjadi pola yang sudah berulang. Ucapan itu sudah diucapkan generasi sebelumnya, dan akibatnya sudah tercatat: apa yang mereka usahakan tidak mencukupkan mereka. Jawaban 39:49 menamai nikmat itu cobaan, dan 39:50 menambahkan riwayat ucapan itu tanpa mengulang isinya.

Pengetahuan yang dibanggakan dan generasi-generasi sebelumnya ditaruh berdekatan di tiga tempat. Di 28:78 ucapan "Sesungguhnya aku diberi itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku" ditanggapi dengan pertanyaan tentang generasi-generasi sebelumnya yang telah dibinasakan, yang lebih kuat dan lebih banyak kekayaannya. Di 39:49 sampai 39:50 ucapan yang sama diikuti sebutan orang-orang sebelum mereka dan usaha mereka yang tidak mencukupkan. Di 40:82 sampai 40:83 frasa yang sama dengan 39:50 mengikuti ajakan berjalan di bumi untuk melihat kesudahan orang-orang sebelum mereka yang lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya, lalu 40:83 menyebut mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka, (فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ, farihuu bi-maa 'indahum mina l-'ilmi). Kerangkanya mirip di ketiga tempat, tetapi ayat-ayat itu berbeda konteks dan tidak saling menjelaskan secara langsung.

Di dalam surah 39 sendiri, 39:25 sampai 39:26 menyebut orang-orang sebelum mereka dengan perbuatan yang lain. Di sana mereka mendustakan, azab datang dari arah yang tidak mereka sadari, dan Allah menimpakan kehinaan kepada mereka di dunia. Ayat 39:50 menyebut mereka dari sisi lain, yaitu sebagai pengucap dan sebagai orang yang berusaha. Dua ayat ini menunjukkan dua perbuatan pendahulu, mendustakan dan mengucapkan, dan dua akibat yang berbeda.

Ayat ini juga menjadi jembatan menuju 39:51. Ayat 39:49 memuat klaim, 39:50 memuat catatan bahwa klaim itu sudah dipakai dan usahanya tidak mencukupkan, dan 39:51 menuturkan keburukan perbuatan mereka menimpa mereka dan juga orang-orang zalim di antara mereka yang sekarang. Ayat 39:50 tidak merinci apa yang terjadi pada generasi sebelumnya selain bahwa usaha mereka tidak mencukupkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ucapan "aku diberi itu karena pengetahuan" di ayat sebelumnya ternyata sudah diucapkan orang-orang sebelum mereka. Pembaca yang menyusun kalimat untuk menjelaskan keberhasilannya mungkin menyangka kalimat itu miliknya, padahal ayat ini menyebut kalimat yang sama sudah lebih dulu dipakai. Nikmat yang diceritakan pembicaranya datang dari Dia yang memakai kata Kami, dan kalimat yang dipakai untuk menjelaskannya sudah punya riwayat. Bagaimana rasanya mendengar kalimat sendiri dibacakan sebagai kutipan dari orang yang lebih dulu hidup?
  • Ayat ini tidak menyangkal bahwa orang-orang itu berusaha. Usaha mereka disebut dengan kata kerja yang berulang, dan ayat hanya mencatat bahwa hasilnya tidak mencukupkan mereka. Pembaca yang pernah bekerja lama untuk sesuatu, lalu bertanya apakah hasilnya cukup, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh penilaiannya pada kata kerja yang diterjemahkan "tidak mencukupkan". Cukup untuk apa, dan di hadapan siapa, tidak dirinci. Ukuran apa yang selama ini dipakai pembaca untuk menyatakan usahanya cukup, dan siapa yang menetapkan ukuran itu?
  • Di 40:82, kalimat yang sama dengan ayat ini ditaruh sesudah keterangan bahwa orang-orang sebelum mereka lebih banyak dan lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi. Pembaca yang mengukur dirinya dengan jumlah pencapaian, peninggalan, atau pengikut dapat membaca ayat itu sebagai deretan angka yang disusul tanda tanya. Apa yang sebenarnya dihitung ketika angka-angka itu dikumpulkan, dan angka mana yang kelak akan disebut dengan kata kerja yang sama, tidak mencukupkan?
  • Frasa yang menutup ayat ini muncul tiga kali dengan bunyi yang sama, dan tiga kali itu berada di tiga surah yang berbeda. Pembaca yang membaca ketiganya berturutan bertemu satu kalimat yang dipakai ulang untuk orang yang berlainan. Konteks tiap ayat berbeda, tetapi kalimat penutupnya sama. Bila pengulangan itu adalah cara ayat menaruh catatan, siapa yang ditunjuk pembaca ketika mendengar kalimat itu, orang lain atau dirinya sendiri? Dan kalimat apa yang selama ini lebih nyaman diarahkan kepada orang lain?
  • Di 39:25 orang-orang sebelum mereka disebut mendustakan, lalu di 39:26 Allah menimpakan kehinaan kepada mereka di dunia. Di 39:50 mereka disebut mengucapkan sesuatu, dan akibatnya adalah usaha yang tidak mencukupkan. Dua ayat dalam satu surah menaruh dua perbuatan yang berbeda pada pendahulu yang sama, dan keduanya tidak saling menggantikan. Ucapan apa dalam hari kemarin yang sebetulnya sebuah klaim?
  • Di 40:83, sesudah frasa yang sama dengan ayat ini, orang-orang itu bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka. Di 28:77 orang yang disapa diminta mencari negeri akhirat pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, dan jawaban di 28:78 adalah ucapan yang sama dengan 39:49. Ayat-ayat itu menyebut kegembiraan dan klaim yang dibangun di atasnya. Pembaca yang bangga pada sesuatu yang diketahuinya dapat bertanya, kegembiraan itu mengarah kepada apa yang ada padanya atau kepada Dia yang menganugerahkan apa yang ada padanya?