فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا ۚ وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَٰؤُلَاءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ
Maka, menimpa mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan; dan orang-orang yang zalim di antara mereka ini akan ditimpa keburukan-keburukan yang mereka kerjakan, dan mereka tidak dapat luput.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُواfa-ashaabahum sayyi'aatu maa kasabuumaka, menimpa mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan
- وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَٰؤُلَاءِwa-lladziina zhalamuu min haa'ulaa'idan orang-orang yang zalim di antara mereka ini
- سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُواsa-yushiibuhum sayyi'aatu maa kasabuuakan ditimpa keburukan-keburukan yang mereka kerjakan
- وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَwa-maa hum bi-mu'jiziinadan mereka tidak dapat luput
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَأَصَابَهُمْfa-ashaabahummaka menimpa mereka
- سَيِّئَاتُsayyi'aatukeburukan
- مَاmaaapa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- مِنْmindari
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- سَيُصِيبُهُمْsa-yushiibuhumakan menimpa mereka
- سَيِّئَاتُsayyi'aatukeburukan
- مَاmaaapa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- هُمْhummereka
- بِمُعْجِزِينَbi-mu'jiziinaorang-orang yang melemahkan
Inti bacaan
Kata kerja (سَيُصِيبُ, sa-yushiibu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:124, 9:90, dan 39:51.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا, fa-ashaabahum sayyi'aatu maa kasabuu) yang berarti "maka, menimpa mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan". Kata kerja (أَصَابَ, ashaaba) berakar ص-و-ب dan diterjemahkan "menimpa". Rangkaian (فَأَصَابَهُمْ, fa-ashaabahum) ada di dua ayat, yaitu 16:34 dan 39:51, dan bentuk (أَصَابَهُمْ, ashaabahum) ada di lima ayat, yaitu 3:146, 11:81, 16:34, 22:35, dan 39:51. Di 3:146 dan 22:35 kata kerja itu menunjuk kesulitan yang dihadapi dengan sabar, seperti pada (وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ, wa-sh-shaabiriina 'alaa maa ashaabahum) di 22:35 yang berarti "dan orang-orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka". Kata kerja ini tidak membawa muatan buruk sendiri. Keburukan di 39:51 datang dari kata (سَيِّئَاتُ, sayyi'aatu) yang berarti "keburukan-keburukan", dari akar س-و-ء, akar yang sama dengan kata buruk di 39:47 dan 39:48.
Rangkaian (سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا, sayyi'aatu maa kasabuu) muncul tiga kali di dua ayat, yaitu di 39:48 dan dua kali di 39:51. Kata kerja pembukanya berbeda: di 39:48 keburukan itu tampak, di 39:51 keburukan yang sama menimpa. Rangkaian serupa dengan kata kerja (عَمِلُوا, 'amiluu) memakai satu kata kerja pembuka saja, yaitu "menimpa" di 16:34 dan "tampak" di 45:33. Kata kerja ashaaba dan (كَسَبَتْ, kasabat) berada dalam satu ayat di 42:30, (وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ, wa-maa ashaabakum min mushiibatin fa-bi-maa kasabat aydiikum) yang berarti "dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan tangan kalian". Di 39:51 kata kerja menimpa langsung berobjek keburukan perbuatan itu sendiri.
Kelompok kedua disebut dengan (وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَٰؤُلَاءِ, wa-lladziina zhalamuu min haa'ulaa'i) yang berarti "dan orang-orang yang zalim di antara mereka ini". Kata (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) "mereka ini" menunjuk yang dekat, sedangkan ayat sebelumnya menyebut yang jauh, (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) "orang-orang yang sebelum mereka". Rangkaian (مِنْ هَٰؤُلَاءِ, min haa'ulaa'i) muncul dua kali, yaitu di 29:47 dan 39:51, dan di keduanya memisahkan sebagian dari kelompok: di 29:47 (وَمِنْ هَٰؤُلَاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ, wa-min haa'ulaa'i man yu'minu bihi) yang berarti "dan di antara mereka ini ada yang beriman kepadanya". Kata kerja (سَيُصِيبُهُمْ, sa-yushiibuhum) memakai awalan (سَ, sa) yang berarti "akan", dan terjemahan memakai "akan ditimpa". Bentuk (سَيُصِيبُ, sa-yushiibu) ada di tiga ayat, yaitu 6:124, 9:90, dan 39:51. Pola kelompok di dalam kelompok juga ada di 9:90, (سَيُصِيبُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ, sa-yushiibu lladziina kafaruu minhum) yang berarti "kelak orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa".
Ayat ditutup dengan (وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa hum bi-mu'jiziina) yang berarti "dan mereka tidak dapat luput". Kata (مُعْجِزِينَ, mu'jiziin) berakar ع-ج-ز. Bentuk (بِمُعْجِزِينَ, bi-mu'jiziina) ada di tujuh ayat, yaitu 6:134, 10:53, 11:33, 16:46, 29:22, 39:51, dan 42:31. Di 6:134, 10:53, 11:33, 29:22, dan 42:31 pokok kalimatnya "kalian" (أَنْتُمْ, antum), sedangkan di 16:46 dan 39:51 "mereka" (هُمْ, hum). Di 29:22 dan 42:31 bunyinya (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ, wa-maa antum bi-mu'jiziina fii l-ardhi) yang berarti "dan kalian tidak dapat luput di bumi", lalu disusul (وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ, wa-maa lakum min duuni llaahi min waliyyin wa-laa nashiirin) yang berarti "dan tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah". Di 39:51 tempat dan penolong tidak disebut. Bentuk ini berobjek Allah di 9:2, (غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ, ghayru mu'jizii llaahi) yang berarti "tidak dapat melemahkan Allah". Di 39:51 tidak ada objek, dan terjemahan memakai "luput" seperti di 29:22 dan 42:31.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian 39:46 sampai 39:51 dengan akibat bagi dua kelompok. Kelompok pertama, orang-orang sebelum mereka, sudah ditimpa keburukan perbuatan mereka. Kelompok kedua, orang-orang zalim di antara mereka yang sekarang, akan ditimpa keburukan yang sama. Frasa yang sama diulang dua kali dalam satu ayat, lalu ditutup dengan pernyataan bahwa mereka tidak dapat luput.
Pengulangan itu menyambungkan 39:51 dengan 39:48. Di 39:48 keburukan perbuatan mereka tampak dan apa yang mereka olok-olokkan meliputi mereka, dan di 39:51 keburukan yang sama menimpa. Dalam surah 39 frasa itu dipasangkan dengan kedua kata kerja, tampak di 39:48 dan menimpa di 39:51, sedangkan frasa serupa di 16:34 dan 45:33 hanya dengan satu. Urutan di surah ini terbaca dari tampak ke menimpa.
Rangkaian ini juga menyebut dua cara menjauh dari akibat. Di 39:47 orang-orang zalim menawarkan tebusan seisi bumi ditambah sebanyak itu lagi, dan ayat itu tidak memuat kalimat yang menyatakan tebusan diterima atau ditolak. Di 39:51 jalan kedua ditutup dengan pernyataan bahwa mereka tidak dapat luput. Dapat dibaca bahwa tebusan dan luput adalah dua jalan keluar yang disebut berdampingan, dan bahwa ayat ini menutup jalan yang kedua.
Pembagian waktunya jelas pada kata kerja. Kata kerja lampau (فَأَصَابَهُمْ, fa-ashaabahum) berlaku bagi kelompok pertama, yang oleh 39:50 disebut sebagai orang-orang sebelum mereka, dan kata kerja dengan awalan "akan" (سَيُصِيبُهُمْ, sa-yushiibuhum) berlaku bagi orang-orang zalim di antara mereka yang sekarang. Kapan "akan" itu berlaku tidak dinyatakan.
Dua ayat sesudahnya membuka arah lain. Ayat 39:52 bertanya (أَوَلَمْ يَعْلَمُوا, a-wa-lam ya'lamuu) yang berarti "tidakkah mereka mengetahui", dan 39:53 menyapa hamba-hamba yang melampaui batas atas diri sendiri, (قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ, qul yaa 'ibaadiya lladziina asrafuu 'alaa anfusihim) yang berarti "katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas atas dirinya sendiri'", dengan seruan agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Dapat dibaca bahwa surah ini tidak berhenti di akibat.
Renungan dan Hikmah
- Di surah ini keburukan perbuatan mereka lebih dulu tampak, lalu menimpa. Ayat 39:47 menyebut ada sesuatu yang tampak bagi mereka dari Allah, 39:48 menyebut keburukan perbuatan mereka tampak, dan 39:51 menyebut keburukan yang sama menimpa. Pembaca dapat menaruh tiga ayat itu berurutan dan memperhatikan jarak antara melihat dan terkena: jarak yang cukup untuk membaca catatan sendiri, atau jarak yang sudah tidak menyisakan waktu. Seandainya catatan perbuatannya dibuka hari ini, bagian mana yang menurutnya akan paling cepat berpindah dari tampak ke menimpa?
- Ayat ini menyebut "orang-orang yang zalim di antara mereka ini", bukan semua orang dalam kelompok itu. Label kelompok tidak dipakai untuk menjatuhkan akibat kepada setiap anggotanya, sebab ayat 29:47 memakai rangkaian yang sama untuk memisahkan sebagian yang beriman dari sebuah kelompok. Pembaca yang biasa mengatasnamakan sebuah golongan, entah kerja, suku, atau daerah, dapat memperhatikan bahwa ayat membagi di dalamnya. Bila kalimat seperti ini dikenakan pada golongannya, di sisi mana perbuatannya sendiri menaruh dirinya, terlepas dari nama golongannya?
- Di 29:22 dan 42:31, "kalian tidak dapat luput di bumi" disusul pernyataan bahwa tidak ada pelindung dan penolong selain Allah. Di 39:51 kalimat "mereka tidak dapat luput" berdiri tanpa keterangan tempat dan tanpa daftar penolong. Pembaca yang menimbang tempat-tempat untuk menghindar, entah jarak, waktu, jabatan, atau orang yang bersedia membela, dapat membaca kalimat pendek itu sebagai penutup yang tidak menyebut satu tempat pun. Tempat yang manakah yang selama ini dianggap cukup jauh dari urusan dengan Allah?
- Kata kerja menimpa dipakai di 42:30 untuk musibah yang disebut terjadi karena perbuatan tangan kalian, dan kalimat itu ditutup dengan "dan Dia memaafkan banyak". Di 39:51 keburukan perbuatan itu sendiri yang menimpa, dan bagian tentang memaafkan tidak ada. Dua ayat itu tidak disamakan: 42:30 menyapa kalian, 39:51 berbicara tentang orang-orang zalim. Pembaca yang membaca keduanya berdampingan melihat dua sisi dari satu kata kerja, dengan satu sisi disertai pemaafan. Bila musibah datang dalam hidupnya, kalimat mana yang akan lebih dulu terdengar di telinganya, dan dari siapa kalimat itu didengarnya?
- Dalam enam ayat ini dua jalan keluar disebut berdampingan: menebus dengan isi bumi di 39:47, dan luput di 39:51. Ayat 39:47 tidak menuliskan hasil tebusan, sedangkan 39:51 menutup jalan luput. Pembaca yang pernah merancang cara keluar dari akibat sebuah keputusan, dengan membayar atau dengan menghindar, dapat bertanya jalan mana yang paling sering ia susun sebelum bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Dalam rancangan itu, sampai di mana Dia yang disebut sebagai asal dari apa yang tampak, di 39:47, dilibatkan?
- Ayat 39:51 berakhir pada "mereka tidak dapat luput", dan dua ayat sesudahnya membuka arah lain: 39:52 bertanya tentang pengetahuan, 39:53 menyapa hamba-hamba yang melampaui batas atas diri sendiri dengan seruan agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Pembaca yang berhenti di titik penutup yang keras belum membaca dua ayat yang menyusul. Berhenti membaca di sana bisa meninggalkan satu kesan tentang surah ini, dan melanjutkan bisa meninggalkan kesan yang lain. Di ayat yang mana pembaca biasanya berhenti ketika bagian bacaan terasa berat, dan apa yang ada sesudahnya?