وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
kembalilah kepada Tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepada kalian, kemudian kalian tidak akan ditolong.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُwa-aniibuu ilaa rabbikum wa-aslimuu lahukembalilah kepada Tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya
- مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَmin qabli an ya'tiyakumu l-'adzaabu tsumma laa tunsharuunasebelum datang azab kepada kalian, kemudian kalian tidak akan ditolong
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَأَنِيبُواwa-aniibuudan kembalilah kalian
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- وَأَسْلِمُواwa-aslimuudan berserah dirilah kalian
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- أَنْansebelum
- يَأْتِيَكُمُya'tiyakumudatang kepada kalian
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- ثُمَّtsummakemudian
- لَاlaatidak
- تُنْصَرُونَtunsharuunakalian ditolong
Inti bacaan
Susunan (ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ, tsumma laa tunsharuuna) muncul 2 kali di Al-Qur'an (11:113, 39:54).
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pertama ayat ini, (وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ, wa-aniibuu ilaa rabbikum), berarti "dan kembalilah kepada Tuhan kalian". Kata (أَنِيبُوا, aniibuu) adalah perintah untuk beberapa orang dari kata kerja (أَنَابَ, anaaba) yang berakar ن-و-ب, dan bentuk perintah ini hanya muncul di 39:54. Akar yang sama muncul tiga kali di surah 39, yaitu 39:8, 39:17, dan 39:54. Di 39:8, (مُنِيبًا إِلَيْهِ, muniiban ilayhi) yang berarti "dengan kembali kepada-Nya" menggambarkan manusia yang menyeru Tuhannya saat mudarat, dan di ayat yang sama manusia itu melupakan apa yang dahulu diserukannya ketika nikmat diberikan. Di 39:17, (وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ, wa-anaabuu ilaa llaahi) yang berarti "dan kembali kepada Allah" menyebut orang-orang yang menjauhi tagut. Di ketiga tempat kata Arab di belakangnya menyebut arah dengan (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada", maka terjemahan memakai "kembali" dan tidak menambahkan "bertobat" atau "menyesal", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan pengakuan salah.
Perintah kedua, (وَأَسْلِمُوا لَهُ, wa-aslimuu lahu), berarti "dan berserah dirilah kepada-Nya". Kata (أَسْلِمُوا, aslimuu) berakar س-ل-م dan diterjemahkan "berserah diri", seperti di 2:131 dan 22:34. Bentuk perintah untuk beberapa orang ini muncul dua kali, yaitu di 22:34 dan 39:54. Di 22:34, (فَلَهُ أَسْلِمُوا, fa-lahu aslimuu) yang berarti "maka berserah dirilah kepada-Nya" menyusul pernyataan tentang Tuhan yang esa, sedangkan di 39:54 perintah itu menyusul perintah kembali. Bentuk perintah untuk satu orang, (أَسْلِمْ, aslim), ada di 2:131, dan jawabannya di ayat yang sama, (أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, aslamtu li-rabbi l-'aalamiina), berarti "aku berserah diri kepada Tuhan seisi alam". Dua perintah di 39:54 memakai kata depan yang berbeda: aniibuu memakai ilaa untuk arah gerak, aslimuu memakai huruf (لَ, li) pada lahu untuk pihak yang diserahi. Terjemahan memakai "kepada" di kedua tempat, dan perbedaan arah itu terbaca dari kata kerjanya.
Batas waktu (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ, min qabli an ya'tiyakumu l-'adzaabu) berarti "sebelum datang azab kepada kalian". Susunan (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ, min qabli an ya'tiya) yang berarti "sebelum datang" muncul 8 kali di 7 surah, yaitu 2:254, 14:31, 30:43, 39:54, 39:55, 42:47, 63:10, dan 71:1. Surah 39 memuatnya dua kali, jadi angka delapan dan tujuh sama-sama benar. Tempat-tempat itu menyebut hal yang datang secara berbeda: sebuah hari di 2:254, 14:31, 30:43, dan 42:47, kematian di 63:10, azab yang pedih di 71:1, dan azab bersama kata sandang di 39:54 dan 39:55. Bentuk (يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ, ya'tiyakumu l-'adzaabu) dengan kata ganti "kalian" hanya muncul di dua ayat itu, yaitu 39:54 dan 39:55. Terjemahan memakai "azab" dan tidak menambahkan keterangan waktu atau jenisnya, karena tidak ada kata Arab yang menyebutnya di ayat ini.
Ujung ayat, (ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ, tsumma laa tunsharuuna), berarti "kemudian kalian tidak akan ditolong". Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menandai urutan, sehingga ketiadaan pertolongan tertulis sebagai langkah sesudah datangnya azab. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu 11:113 dan 39:54. Bentuk untuk orang ketiga, (ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ, tsumma laa yunsharuuna) yang berarti "kemudian mereka tidak akan ditolong", muncul di 3:111 dan 59:12. Kata kerja tunsharuuna dari akar ن-ص-ر berbentuk yang dikenai, dan pihak yang tidak menolong tidak disebut di 39:54. Di 11:113 kalimat yang sama didahului pernyataan bahwa tidak ada bagi kalian selain Allah satu pelindung pun, sedangkan di 39:54 hubungan semacam itu tidak tertulis. Terjemahan karena itu memakai "ditolong" tanpa menamai penolongnya.
Tafsiran
Ayat 39:54 memuat rangkaian dua perintah dan satu batas waktu, dan batas waktu itu diulang di ayat berikutnya. Kalimat (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ, min qabli an ya'tiyakumu l-'adzaabu) muncul di 39:54 dan 39:55 dengan lanjutan yang berbeda. Di 39:54 kalimat itu disusul keadaan sesudah azab, yakni tidak ada pertolongan, sedangkan di 39:55 disusul cara datangnya. Dua ayat itu membagi satu tenggat menjadi dua keterangan: apa yang terjadi sesudahnya dan bagaimana ia tiba.
Susunan perintah, batas waktu, dan ucapan ini punya padanan di 63:10. Di sana tertulis, "infakkanlah sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian, sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata, 'Tuhanku, sekiranya Engkau menunda aku sampai waktu yang dekat'". Perintah dan batas waktu di 39:54 dan 39:55 juga disusul ucapan, yang tertulis di 39:56 sampai 39:58. Kedua tempat itu berbeda: 63:10 memakai kematian sebagai batas dan memuat satu ucapan, sedangkan rangkaian di surah 39 memakai azab sebagai batas dan memuat tiga ucapan.
Ayat 39:53 melarang berputus asa dari rahmat Allah, lalu 39:54 menaruh batas waktu pada perintah kembali. Dua ayat itu bersebelahan tanpa saling membatalkan, sebab yang satu berbicara tentang harapan dan yang lain tentang waktu. Teks tidak menyebut kapan azab datang dan berapa lama waktu yang tersisa.
Renungan dan Hikmah
- Di 39:8 manusia yang ditimpa mudarat menyeru Tuhannya dengan kembali kepada-Nya, lalu ketika Dia memberinya nikmat, manusia itu melupakan apa yang dahulu diserukannya. Akar yang sama dengan (أَنِيبُوا, aniibuu) dipakai di sana untuk kembali yang berakhir begitu keadaan membaik, dan di 39:54 untuk perintah yang tidak menyebut keadaan apa pun sebagai syarat. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, yang satu menggambarkan manusia dan yang lain memerintah, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: perintah di 39:54 berdiri tanpa kondisi, sedangkan kembali di 39:8 bergantung pada kondisi. Pembaca dapat menimbang apakah kembalinya kepada Allah pernah bertahan lebih lama daripada kesusahan yang membawanya ke sana?
- Di 63:10 orang yang didatangi kematian meminta Tuhannya menunda dia sampai waktu yang dekat, dengan janji bersedekah dan menjadi orang saleh. Di 39:54 batasnya azab, dan ayat itu tidak memuat permintaan penundaan. Dua ayat itu berbicara tentang batas yang berbeda, kematian dan azab, jadi keduanya tidak dilebur. Dapat dibaca bahwa permintaan waktu tambahan di 63:10 ditulis sesudah batas terlewati, sedangkan perintah di 39:54 ditulis sebelum batas. Pembaca dapat menaruh daftar hal yang ditundanya di samping janji di 63:10 itu. Bila Allah menambahkan waktu yang pendek saja, hal apa dalam daftar itu yang akan dikerjakannya, dan mengapa hal itu belum dikerjakan sekarang?
- Di 2:131 Tuhan berfirman kepada Ibrahim, "Berserahdirilah!", dan di ayat yang sama tertulis jawabannya, "Aku berserah diri kepada Tuhan seisi alam." Perintah bentuk jamak di 39:54 tidak diikuti jawaban tertulis. Perintah di 2:131 ditujukan kepada satu orang dan perintah di 39:54 kepada banyak orang, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi jawaban di 2:131 tampil sebagai pernyataan yang sudah selesai. Pembaca dapat membayangkan perintah di 39:54 sampai kepadanya dan menimbang bunyi jawabannya, apakah berupa pernyataan yang selesai seperti di 2:131 atau berupa rencana untuk nanti. Kalimat jawaban itu, bila ditulis, berakhir dengan nama siapa?
- Ayat 39:54 memuat dua arah gerak. Pembaca diminta bergerak kepada Tuhannya, dan azab disebut datang kepada pendengar. Gerak pertama berasal dari manusia dan gerak kedua dari sesuatu yang pelakunya tidak disebut. Kata sebelum menaruh gerak manusia lebih dulu. Dapat dibaca bahwa kembali kepada Tuhan adalah gerak yang masih dapat dipilih, sedangkan datangnya azab bukan gerak yang dapat dipilih manusia. Ketika membayangkan perjalanan itu, pertanyaan mana yang lebih dulu muncul pada pembaca: berapa jauh yang harus ditempuh kepada Tuhan, atau berapa dekat sesuatu yang datang kepadanya?
- Ayat 39:53 melarang berputus asa dari rahmat Allah, dan 39:54 menaruh batas waktu. Dua ayat itu berdampingan, dan masing-masing menutup satu sikap yang arahnya berlawanan: merasa sudah terlambat dan merasa masih lama. Dapat dibaca bahwa 39:53 menjawab sikap pertama dengan larangan, dan 39:54 menjawab sikap kedua dengan kata sebelum. Keduanya tidak saling membatalkan karena yang satu berbicara tentang harapan dan yang lain tentang waktu. Pembaca dapat bertanya sikap mana yang lebih sering menahannya, merasa sudah terlalu jauh dari Allah atau merasa masih banyak waktu, dan apa yang membuat salah satunya lebih nyaman?
- Ayat 39:54 menyebut bahwa sesudah azab datang kalian tidak akan ditolong, dan tidak menyebut siapa yang tidak menolong. Karena pelakunya tak bernama, kalimat itu dapat dibaca mencakup siapa pun yang biasa diandalkan pembaca. Pembaca dapat menyebut kepada siapa ia biasa bersandar ketika keadaan genting dan menimbang apakah ayat ini menyentuh sandaran itu. Siapa yang pertama muncul dalam pikirannya, dan di manakah Allah dalam daftar sandaran itu?