وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Dan ikutilah yang terbaik dari apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian, sebelum azab datang kepada kalian secara tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari,”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْwa-ttabi'uu ahsana maa unzila ilaykum min rabbikumdan ikutilah yang terbaik dari apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian
- مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَmin qabli an ya'tiyakumu l-'adzaabu baghtatan wa-antum laa tasy'uruunasebelum azab datang kepada kalian secara tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَاتَّبِعُواwa-ttabi'uudan ikutilah kalian
- أَحْسَنَahsanalebih baik
- مَاmaaapa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- مِنْmindari
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- أَنْanbahwa
- يَأْتِيَكُمُya'tiyakumudatang kepada kalian
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
- وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
- لَاlaatidak
- تَشْعُرُونَtasy'uruunakalian menyadari
Inti bacaan
Bunyi (بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ, baghtatan wa-antum laa tasy'uruuna) muncul 1 kali di Al-Qur'an (39:55), sedangkan (بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, baghtatan wa-hum laa yasy'uruuna) muncul 5 kali (7:95, 12:107, 26:202, 29:53, 43:66).
Penjelasan pilihan kata
Perintah pembuka (وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ, wa-ttabi'uu ahsana maa unzila ilaykum min rabbikum) berarti "dan ikutilah yang terbaik dari apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian". Kata (اتَّبِعُوا, ittabi'uu) berakar ت-ب-ع dan merupakan perintah untuk beberapa orang. Susunan (مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ, maa unzila ilaykum min rabbikum) yang berarti "apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 5:68, 7:3, dan 39:55. Di 7:3 susunan itu mengikuti kata kerja perintah dengan bunyi (اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ, ittabi'uu maa unzila ilaykum min rabbikum) yang berarti "ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian". Ayat 7:3 dan 39:55 berbeda pada satu kata, yaitu (أَحْسَنَ, ahsana), yang membuat 39:55 menyebut tingkatan di dalam apa yang diturunkan. Di 5:68 susunan itu muncul di antara yang harus ditegakkan bersama Taurat dan Injil, tanpa perintah mengikuti.
Kata ahsana berakar ح-س-ن dan diterjemahkan "yang terbaik dari", mengikuti padanan untuk (بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-ahsani lladzii kaanuu ya'maluuna) yang berarti "menurut yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan" di 39:35. Dalam surah yang sama bentuk ahsan muncul pula di 39:18, 39:23, dan 39:35. Di 39:18, (فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ, fa-yattabi'uuna ahsanahu) yang berarti "lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya" memakai akar ت-ب-ع dan ح-س-ن berdampingan seperti di 39:55, dengan "perkataan" yang didengar sebagai asalnya. Di 39:23, (أَحْسَنَ الْحَدِيثِ, ahsana l-hadiitsi) yang berarti "sebaik-baik tuturan" menyebut apa yang diturunkan Allah sebagai tuturan yang terbaik. Dua ayat itu menimbulkan dua bacaan atas ahsana di 39:55: bagian terbaik dari yang diturunkan, seperti pola "di antaranya" di 39:18, atau seluruh yang diturunkan yang disebut terbaik, seperti 39:23. Kata Arab itu diletakkan langsung di depan maa unzila tanpa kata penghubung, dan ayat ini tidak menyebut bagian mana yang dimaksud. Terjemahan mengikuti bacaan pertama karena sejalan dengan 39:18 dan 39:35, dan tidak menambahkan keterangan tentang bagian itu.
Kata (أُنْزِلَ, unzila) berakar ن-ز-ل dan berbentuk yang dikenai, sehingga yang menurunkan tidak disebut oleh kata kerjanya sendiri. Asalnya disebut sesudahnya oleh (مِنْ رَبِّكُمْ, min rabbikum) yang berarti "dari Tuhan kalian". Terjemahan memakai "diturunkan" tanpa menamai penurunnya, sesuai teks Arab, dan tanpa menambahkan "(Al-Qur'an)" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya di ayat ini.
Penutupnya (بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ, baghtatan wa-antum laa tasy'uruuna) berarti "secara tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari". Kata (بَغْتَةً, baghtatan) berakar ب-غ-ت dan muncul 13 kali di 10 surah, yaitu 6:31, 6:44, 6:47, 7:95, 7:187, 12:107, 21:40, 22:55, 26:202, 29:53, 39:55, 43:66, dan 47:18. Surah 6 memuatnya tiga kali dan surah 7 dua kali, jadi angka 13 dan 10 sama-sama benar. Lima dari ketiga belas disusul (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "sedang mereka tidak menyadari", yaitu 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66. Bunyi dengan kata ganti "kalian", (وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ, wa-antum laa tasy'uruuna), muncul dua kali, yaitu 39:55 dan 49:2, dan baghtatan dipasangkan dengan bunyi itu di 39:55 saja. Di 49:2 pendengar tidak menyadari terhapusnya amal-amal, dan peristiwa yang dimaksud berlainan dengan datangnya azab. Huruf wa di depan antum menandai keadaan yang berlangsung bersamaan, sehingga terjemahan memakai "sedang". Akar ش-ع-ر pada tasy'uruuna diterjemahkan "menyadari", seperti di 7:95, 12:107, 29:53, dan 43:66.
Tafsiran
Rangkaian perintah di 39:54 berlanjut di 39:55 dengan perintah ketiga, dan ketiganya menunjuk hal yang berbeda. Perintah kembali menunjuk arah, perintah berserah diri menunjuk pihak yang diserahi, dan perintah mengikuti menunjuk isi: apa yang diturunkan dari Tuhan. Rangkaian itu bergerak dari manusia kepada Tuhannya, lalu kepada apa yang datang dari-Nya. Kata (رَبِّكُمْ, rabbikum) yang berarti "Tuhan kalian" ada di kedua ayat: di 39:54 ia menjadi tujuan lewat (إِلَىٰ رَبِّكُمْ, ilaa rabbikum), dan di 39:55 menjadi asal lewat (مِنْ رَبِّكُمْ, min rabbikum). Sebutan untuk yang dituju dan yang menurunkan sama, sehingga perintah untuk bergerak kepada-Nya dan perintah mengikuti apa yang datang dari-Nya ditaruh berdampingan tanpa jarak.
Kalimat tentang tibanya azab di sini disampaikan langsung kepada pendengarnya. Di tempat lain kalimat serupa menyebut "mereka" sebagai pihak yang tidak menyadari, sedangkan di 39:55 pelakunya "kalian", sehingga pendengar ditempatkan sebagai pihak yang dapat mengalami keadaan itu. Ayat 39:55 tidak memuat tanda waktu apa pun sebelum azab datang. Kata tiba-tiba dan keterangan bahwa pendengar tidak menyadari bersama-sama dapat dibaca sebagai penanda bahwa tidak ada tanda yang bisa dipakai untuk mengukur sisa waktu, sehingga perintah mengikuti diletakkan sebelum batas yang tidak terlihat.
Ayat 39:56 yang menyusul menyebut sebuah jiwa yang berkata, dan awalan "agar tidak" di depannya dapat dibaca sebagai tujuan dari tiga perintah di 39:54 dan 39:55.
Renungan dan Hikmah
- Di 39:18 orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya disebut orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan orang-orang yang berpikiran sehat. Di 39:55 perintah mengikuti yang terbaik ditujukan kepada orang yang masih diberi tenggat. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berbeda, satu tentang orang yang sudah melakukannya dan satu tentang perintah, sehingga keduanya tidak disamakan. Keduanya menaruh tingkatan di dalam yang dibaca, sehingga mengikuti berarti memilih. Dari apa yang telah sampai kepada pembaca, bagian mana yang lebih dulu diambilnya, yang paling mudah dijalankan atau yang paling berbobot menurut ayat ini?
- Ayat 12:107 menanyakan apakah mereka merasa aman dari datangnya sesuatu yang menyelubungi dari azab Allah, atau datangnya Saat itu secara tiba-tiba sedang mereka tidak menyadari. Ayat 39:55 memuat kata tiba-tiba dan keadaan tidak menyadari yang sama, tetapi menyampaikannya sebagai peringatan, bukan pertanyaan. Dua ayat itu menuturkan hal yang berbeda, satu berupa pertanyaan tentang rasa aman dan satu berupa batas waktu, sehingga keduanya tidak dilebur. Dapat dibaca bahwa rasa aman yang tidak disadari sebagai rasa aman menjadi bagian dari keadaan tidak menyadari. Dari apa saja pembaca merasa aman hari ini, dan atas dasar apa perasaan itu ditopang?
- Ayat 7:3 menyambung perintah mengikuti apa yang diturunkan dari Tuhan dengan larangan mengikuti wali-wali selain Dia. Ayat 39:55 memuat perintah mengikuti tanpa larangan itu, tetapi kata mengikuti di sini dapat dibaca mengandaikan adanya pilihan lain yang bisa diikuti. Dua ayat itu menempatkan perintah yang sama di surah yang berbeda dan tidak harus dibaca dengan susunan yang sama. Larangan di 7:3 menyebut nama pilihan lain itu, wali-wali, sedangkan 39:55 membiarkannya tanpa nama. Selain apa yang diturunkan dari Tuhannya, suara siapa saja yang diikuti pembaca tanpa pernah disebutnya sebagai suara yang diikuti?
- Di 49:2 kalimat sedang kalian tidak menyadari menutup peringatan tentang amal-amal yang terhapus, dan di 39:55 kalimat itu menutup peringatan tentang azab yang tiba. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, satu tentang amal yang hilang saat sedang dikerjakan dan satu tentang azab yang tiba setelah tenggat, jadi keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa tidak menyadari bisa berlangsung di tengah sebuah tindakan. Pembaca dapat bertanya apa yang sedang berubah dalam perbuatannya hari ini tanpa disadarinya, dan siapa yang bisa mengatakannya selain dirinya sendiri?
- Di 39:35 Allah disebut menghapus yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan dan membalas pahala mereka menurut yang terbaik dari amal itu. Di 39:55 manusia diperintah memilih bagian teratas dari apa yang diturunkan. Kata yang sama berada pada dua pihak yang berbeda, yaitu pilihan manusia dan perhitungan Allah. Ayat 39:35 berbicara tentang orang-orang bertakwa dan 39:55 tentang perintah, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membayangkan seluruh amalnya diurutkan dan yang dihitung adalah yang terbaik saja, lalu bertanya amal mana yang akan berada di urutan teratas, dan apakah amal itu pernah dikerjakan karena Allah?
- Di 14:21 orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami dahulu pengikut kalian", lalu meminta dicukupkan dari azab Allah, dan jawabannya tertulis di ayat yang sama. Kata pengikut di sana berakar sama dengan kata mengikuti di 39:55. Dua ayat itu tidak diperlakukan sebagai jawaban satu atas yang lain, karena 14:21 menuturkan percakapan di hadapan Allah dan 39:55 menuturkan perintah sebelum batas. Perbandingannya hanya menunjukkan bahwa kata mengikuti bisa menunjuk dua arah yang berbeda, satu arah kepada apa yang diturunkan dan satu arah kepada orang yang sombong. Kepada arah mana pembaca lebih sering menyebut dirinya pengikut?