Ayat 39:56
أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
agar tidak ada jiwa yang berkata, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah; dan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَنْ تَقُولَ نَفْسٌan taquula nafsunagar tidak ada jiwa yang berkata
- يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِyaa hasrataa 'alaa maa farrathtu fii janbi llaahialangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah
- وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَwa-in kuntu la-mina s-saakhiriinadan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok
Terjemahan per kata (15 kata)
- أَنْanagar tidak
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- نَفْسٌnafsunsatu jiwa
- يَاyaawahai
- حَسْرَتَاhasrataaalangkah menyesal
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- فَرَّطْتُfarrathtuaku lalai
- فِيfiidalam
- جَنْبِjanbilambung
- اللَّهِllaahiAllah
- وَإِنْwa-indan sungguh
- كُنْتُkuntuaku adalah
- لَمِنَla-minasungguh termasuk
- السَّاخِرِينَs-saakhiriinaorang-orang yang mengolok
Inti bacaan
Bentuk pertama penyesalan terlambat: 'kelalaianku dalam hak Allah. termasuk orang-orang yang mengolok-olok', pengakuan pahit yang muncul setelah momen efektif untuk berubah telah berlalu.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(hak)' tidak dipakai: 'fii janbi llaahi' (idiom, 'dalam hal Allah') diterjemahkan 'terhadap Allah' tanpa kata tambahan berkurung.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyesalan pertama dari tiga kemungkinan ucapan penyesalan: seseorang yang menyadari kelalaiannya sekaligus mengakui pernah mengolok-olok kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penyesalan itu sebelum terjadi. Bukan sesudahnya. Diberitahukan supaya tidak sampai terjadi.
- Yang disesali kelalaian, bukan perbuatan besar. Bukan membunuh. Cuma lalai.
- Ia mengaku pernah mengolok, dan pengakuan itu direkam Allah. Bukan dibela. Bukan dihaluskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-f-s, h-s-r, f-r-t, j-n-b, a-l-h, k-w-n, s-kh-r): farrattu fii janb allaah diterjemahkan 'kelalaianku dalam hak (kewajiban) terhadap Allah' (akar f-r-t + akar j-n-b); hasrah diterjemahkan 'penyesalan' (akar h-s-r); saakhiriin diterjemahkan 'yang mengolok' (akar s-kh-r). gloss '(Maksudnya,)/(menunaikan kewajiban)/(agama Allah)' dibuang.
Ayat 39:57
أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
atau berkata, “Seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa,”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَaw taquula law anna llaaha hadaanii la-kuntu mina l-muttaqiinaatau berkata, seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (9 kata)
- أَوْawatau
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- لَوْlawsekiranya
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- هَدَانِيhadaaniimemberiku petunjuk
- لَكُنْتُla-kuntusungguh aku adalah
- مِنَminadari
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Bentuk kedua: menyalahkan Allah atas ketidaktahuan sendiri 'seandainya Allah memberiku petunjuk', dalih yang akan dibantah tegas di ayat berikutnya sebagai alasan kosong tanpa dasar.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyesalan kedua: menyalahkan ketiadaan petunjuk, sebuah alasan yang akan dibantah pada 39:59.
Renungan dan Hikmah
- Dalih kedua direkam Allah dari tiga yang disebut. Yang pertama menyesali kelalaian. Yang ini menyalahkan.
- Yang disalahkan bukan dirinya, melainkan yang di atasnya. Bukan aku lalai. Seandainya Dia memberi.
- Dalih itu dibantah Allah dua ayat kemudian. Tanda-tanda-Ku sudah datang. Engkau yang mendustakannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-l-h, h-d-y, k-w-n, w-q-y): hadaanii diterjemahkan 'memberiku petunjuk' (akar h-d-y HDY); muttaqiin diterjemahkan 'orang bertakwa' (akar w-q-y, dalih kosong menyalahkan Allah, dibantah 39:41: kesesatan urusan diri). gloss '(supaya tidak ada yang berkata,)' dibuang.
Ayat 39:58
أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
atau berkata ketika melihat azab, “Seandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَaw taquula hiina taraa l-'adzaabaatau berkata ketika melihat azab
- لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَlaw anna lii karratan fa-akuuna mina l-muhsiniinaseandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَوْawatau
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- حِينَhiinaketika
- تَرَىtaraaengkau melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- لَوْlawsekiranya
- أَنَّannabahwa
- لِيliibagiku
- كَرَّةًkarratankesempatan kembali
- فَأَكُونَfa-akuunamaka aku menjadi
- مِنَminadari
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Bentuk ketiga: permintaan kesempatan kedua 'seandainya aku dapat kembali' saat melihat azab, permohonan yang datang tepat pada momen paling terlambat untuk bisa dikabulkan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyesalan ketiga: permohonan kesempatan kedua yang muncul justru saat azab telah terlihat, terlambat untuk berguna.
Renungan dan Hikmah
- Permintaan itu ditaruh Allah tepat saat azab terlihat. Bukan sebelumnya. Ketika sudah tampak.
- Yang diminta bukan ampunan, melainkan pengulangan. Bukan maaf. Kesempatan lagi.
- Bentuk seandainya dipakai untuk yang tidak mungkin. Allah merekamnya sebagai pengandaian. Bukan permohonan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-y-n, r-a-y, '-dz-b, k-r-r, k-w-n, h-s-n): karrah diterjemahkan 'kembali' (akar k-r-r); muhsiniin diterjemahkan 'yang berbuat baik' (akar h-s-n). gloss '(pula)/(ke dunia)' dibuang.