Ayat 39:56

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

agar tidak ada jiwa yang berkata, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah; dan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَنْ تَقُولَ نَفْسٌan taquula nafsunagar tidak ada jiwa yang berkata
  2. يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِyaa hasrataa 'alaa maa farrathtu fii janbi llaahialangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah
  3. وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَwa-in kuntu la-mina s-saakhiriinadan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَنْanagar tidak
  2. تَقُولَtaquulaengkau berkata
  3. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  4. يَاyaawahai
  5. حَسْرَتَاhasrataaalangkah menyesal
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. مَاmaaapa yang
  8. فَرَّطْتُfarrathtuaku lalai
  9. فِيfiidalam
  10. جَنْبِjanbilambung
  11. اللَّهِllaahiAllah
  12. وَإِنْwa-indan sungguh
  13. كُنْتُkuntuaku adalah
  14. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  15. السَّاخِرِينَs-saakhiriinaorang-orang yang mengolok

Inti bacaan

Kata (جَنْبِ, janbi) muncul 3 kali di Al-Qur'an (4:36, 10:12, 39:56), dan bersambung dengan nama Allah hanya di 39:56.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ, an taquula nafsun) yang berarti "agar tidak ada jiwa yang berkata". Kata (أَنْ, an) dapat dibaca menyambung ayat ini dengan tiga perintah di 39:54 dan 39:55, dan teks Arabnya tidak memuat kata penolak seperti lam atau laa. Kata "tidak" dalam terjemahan datang dari pola yang sama dengan bentuk jamak (أَنْ تَقُولُوا, an taquuluu), yang muncul 7 kali di 5 surah, yaitu 2:169, 2:235, 5:19, 6:156, 7:33, 7:172, dan 61:3. Maknanya berlainan menurut ayatnya, tetapi di 5:19, 6:156, dan 7:172 pola itu menyambung sesuatu yang sudah diberikan dengan pernyataan yang hendak dicegah, dan ketiganya diterjemahkan "agar kalian tidak berkata" atau "agar kalian tidak mengatakan". Terjemahan 39:56 mengikuti ketiga ayat itu. Kata (نَفْسٌ, nafsun) berarti "jiwa" dan berbentuk tak tentu, sehingga terjemahan memakai "tidak ada jiwa yang", bukan "jiwa itu".

Seruan (يَا حَسْرَتَا, yaa hasrataa) yang berarti "alangkah besar penyesalanku" berakar ح-س-ر dan muncul 1 kali, yaitu di 39:56. Bentuk dengan kata ganti "kami", (يَا حَسْرَتَنَا, yaa hasratanaa), muncul 1 kali di 6:31, dan bentuk tanpa kata ganti, (يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ, yaa hasratan 'alaa l-'ibaadi) yang berarti "alangkah besar penyesalan atas para hamba", ada di 36:30. Di 6:31 dan 39:56 seruan itu disusul susunan yang serupa, (عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا, 'alaa maa farrathnaa fiihaa) yang berarti "atas kelalaian kami tentangnya" di 6:31 dan (عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ, 'alaa maa farrathtu) di 39:56. Pelakunya berbeda: "kami" di 6:31 dan "aku" di 39:56.

Kata kerja (فَرَّطْتُ, farrathtu) berakar ف-ر-ط dan berbentuk kedua. Bentuk lampau kata kerja ini muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 6:31, 6:38, 12:80, dan 39:56. Di keempatnya (فِي, fii) yang berarti "dalam" atau "tentang" menyusul langsung: fiihaa di 6:31, (فِي الْكِتَابِ, fii l-kitaabi) di 6:38, (فِي يُوسُفَ, fii yuusufa) di 12:80, dan (فِي جَنْبِ اللَّهِ, fii janbi llaahi) di 39:56. Terjemahan memakai "kelalaian" di 6:31 dan 39:56, dan "menyia-nyiakan" di 12:80 yang objeknya seseorang. Kata (جَنْبِ, janbi) berarti "sisi" dan muncul 3 kali, yaitu 4:36, 10:12, dan 39:56. Di 4:36, (بِالْجَنْبِ, bi-l-janbi) menunjuk teman di samping seseorang, dan di 10:12, (لِجَنْبِهِ, li-janbihi) menunjuk sisi tubuh orang yang berbaring. Ungkapan fii janbi llaahi hanya ada di 39:56 dan tidak diuraikan oleh ayat lain. Terjemahan memakai "terhadap Allah" tanpa kata tambahan seperti "hak" atau "perintah", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Pengakuan kedua, (وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ, wa-in kuntu la-mina s-saakhiriina), berarti "dan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok". Gabungan (إِنْ, in) dan (لَ, la) di sini menegaskan pengakuan itu, sehingga terjemahan memakai "sungguh" dan "benar-benar". Kata (السَّاخِرِينَ, s-saakhiriina) berupa pelaku dari akar س-خ-ر dan muncul 1 kali, yaitu di 39:56. Kata kerja dari akar ini ada antara lain di 9:79, 11:38, 37:12, dan 49:11, dan terjemahan 49:11 memakai "mengolok-olok" seperti di 39:56. Di surah yang sama, 39:48 memuat kata lain untuk olok-olok, (يَسْتَهْزِئُونَ, yastahzi'uuna) yang berarti "mereka olok-olokkan". Ayat 39:48 menyebut apa yang diolok-olokkan itu meliputi mereka, tanpa menyebut apa yang mereka olok-olokkan, dan 39:56 juga tidak menyebut apa yang diolok-olokkan oleh penuturnya.

Tafsiran

Ayat 39:56 membuka tiga ucapan sebuah jiwa. Ucapan pertama di 39:56 berisi penyesalan atas kelalaian dan pengakuan pernah mengolok-olok, lalu 39:57 dan 39:58 menyusul dengan ucapan yang dibuka (أَوْ تَقُولَ, aw taquula) yang berarti "atau berkata". Susunan dengan satu (أَنْ, an) dan satu (أَوْ, aw) ada di dua tempat lain, yaitu 6:156 sampai 6:157 dan 7:172 sampai 7:173, yang masing-masing memuat dua ucapan. Rangkaian di surah 39 memuat tiga ucapan, dengan dua kali aw taquula di 39:57 dan 39:58, sehingga bentuknya paling panjang dari ketiganya.

Pembicara berganti dengan jelas dari ayat sebelumnya. Di 39:54 dan 39:55 pendengarnya "kalian", sebuah kelompok, sedangkan di 39:56 satu jiwa berbicara dengan kata "aku". Di 6:31 penyesalan yang serupa diucapkan "kami", sehingga pergantian ke bentuk tunggal di 39:56 tampak sebagai pilihan teks. Ayat ini tidak menyebut nama atau kelompok jiwa itu, dan tidak menyebut kapan jiwa itu berbicara. Waktunya baru dinyatakan di 39:58.

Ucapan di 39:56 memuat dua pengakuan yang berlainan jenis. Pengakuan pertama menyangkut kelalaian yang objeknya (فِي جَنْبِ اللَّهِ, fii janbi llaahi), tanpa rincian perbuatan, dan pengakuan kedua menyangkut keanggotaan dalam kelompok orang yang mengolok-olok. Ayat 39:57 dan 39:58 juga diakhiri dengan keanggotaan dalam suatu kelompok dengan kata (مِنَ, mina) yang berarti "termasuk" ditambah sebutan kelompok. Ucapan pertama menyebut kelompok tempat penuturnya berada, dan dua ucapan berikutnya menyebut kelompok yang diinginkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 6:31 penyesalan yang serupa dituturkan sesudah Saat itu datang kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan di 39:56 kalimat itu ditulis lebih dulu dan diberi tujuan agar tidak ada jiwa yang mengucapkannya. Dua ayat itu menuturkan peristiwa yang berbeda, satu laporan dan satu peringatan, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 39:56 memberi pembaca kalimat itu dalam bentuk jadi, lengkap dengan kata-katanya, termasuk kata kelalaian terhadap Allah. Dapat dibaca bahwa kalimat yang sudah dikenal lebih sulit diabaikan daripada kalimat yang belum ada. Bila kalimat penyesalan itu dihafal sekarang, bagian mana yang paling terasa janggal diucapkan pembaca?
  • Penyesalan di 6:31 memakai kata kami, sedangkan di 39:56 memakai kata aku. Dalam ucapan di 39:56 tidak ada orang lain yang dipersalahkan dan tidak ada nama lain yang disebut. Dua ayat itu menuturkan keadaan yang berbeda, satu kelompok dan satu jiwa, jadi keduanya tidak dilebur. Dapat dibaca bahwa bentuk tunggal membuat kalimat itu tidak punya tempat bersembunyi. Pembaca dapat mencoba mengucapkan, "Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah", lalu mencatat nama yang paling ingin ditambahkannya ke dalam kalimat itu sebagai ikut bersalah. Apakah kalimat itu masih terasa cukup tanpa nama tambahan?
  • Kelalaian di 39:56 disebut tanpa rincian: tidak ada perbuatan yang dicantumkan, hanya objeknya, yaitu terhadap Allah. Di 12:80 kata kerja yang sama dipakai untuk orang-orang yang disebut telah menyia-nyiakan Yusuf, sehingga kelalaian itu punya nama dan peristiwa. Dua ayat itu membicarakan hal yang berlainan, satu kepada manusia dan satu kepada Allah, jadi keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa kelalaian terhadap Allah tidak datang dengan wajah yang mudah dituding. Bila pembaca diminta menuliskan kelalaiannya terhadap Allah dengan nama dan tanggal, seperti kelalaian terhadap seorang manusia, apa yang bisa ditulisnya?
  • Jiwa di 39:56 menyebut dua pengakuan berurutan: kelalaian terhadap Allah, lalu keanggotaan di antara orang-orang yang mengolok-olok. Pengakuan pertama menyangkut sesuatu yang tidak dikerjakan, dan pengakuan kedua menyangkut sikap yang pernah dipegang. Sasaran olok-olok itu tidak dinamai. Pembaca dapat menimbang, di antara hal-hal yang pernah ditertawakannya, adakah yang kemudian dipandang berbeda ketika Allah disebut dalam percakapan? Dan mana yang lebih mudah diakui kepada diri sendiri, lalai atau pernah mengolok-olok?
  • Di 39:48 apa yang dahulu mereka olok-olokkan meliputi mereka, dan di 39:56 jiwa yang mengaku termasuk orang-orang yang mengolok-olok menyesali kelalaiannya terhadap Allah. Dua ayat itu memakai kata olok-olok dari akar yang berbeda dan tidak menyebut sasaran olok-olok itu. Dapat dibaca bahwa sesuatu yang dahulu ditaruh jauh dengan tertawa, menurut 39:48, kemudian meliputi pelakunya. Pembaca dapat bertanya apa yang sudah dijauhkannya dengan tertawa atau dengan sindiran, dan apakah hal-hal itu pernah ditimbang serius sebelum ditertawakan? Adakah di antaranya yang sebenarnya menyangkut Tuhan?
  • Subjek di 39:56 adalah nafsun, jiwa yang tak tentu, tanpa nama dan tanpa kelompok. Ayat itu tidak menyebut jiwa siapa yang berbicara, sehingga kalimat penyesalannya terbuka bagi siapa pun yang membaca. Dapat dibaca bahwa ketiadaan nama itu membuat pembaca ikut berada di dalam kalimat, sebab tidak ada pagar yang menyatakan kalimat itu milik orang lain. Kalau kalimat itu harus diberi nama pengucap, nama siapa yang paling mudah ditulis di sana, dan nama siapa yang paling sulit?

Ayat 39:57

أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

atau berkata, “Seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa,”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَaw taquula law anna llaaha hadaanii la-kuntu mina l-muttaqiinaatau berkata, seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. أَوْawatau
  2. تَقُولَtaquulaengkau berkata
  3. لَوْlawsekiranya
  4. أَنَّannabahwa
  5. اللَّهَllaahaAllah
  6. هَدَانِيhadaaniimemberiku petunjuk
  7. لَكُنْتُla-kuntusungguh aku adalah
  8. مِنَminadari
  9. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa

Inti bacaan

Bunyi (لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي, law anna llaaha hadaanii) muncul 1 kali di Al-Qur'an (39:57), dan kata (هَدَانِي, hadaanii) muncul 2 kali (6:161, 39:57).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوْ تَقُولَ, aw taquula) yang berarti "atau berkata". Kata (أَوْ, aw) berarti "atau" dan menambahkan ucapan kedua di samping ucapan di 39:56. Kata kerja (تَقُولَ, taquula) berbentuk sama dengan kata kerja di 39:56, yaitu bentuk tunggal untuk jiwa yang disebut di sana, sehingga ayat ini tidak memperkenalkan pembicara baru. Bunyi aw taquula muncul 2 kali, yaitu di 39:57 dan 39:58. Terjemahan memakai "atau berkata" dan tidak mengulang "agar tidak ada jiwa yang", karena kalimat tujuan itu sudah tertulis di 39:56 dan tidak diulang oleh teks Arab di ayat ini.

Kalimat andaiannya, (لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي, law anna llaaha hadaanii), berarti "seandainya Allah memberiku petunjuk". Bunyi utuh ini muncul 1 kali, yaitu di 39:57. Kata (هَدَانِي, hadaanii) berakar ه-د-ي dan memuat akhiran (نِي, -nii) yang berarti "-ku". Kata ini muncul 2 kali, yaitu di 6:161 dan 39:57. Di 6:161, (إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي, innanii hadaanii rabbii) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku" memakai kata kerja dan akhiran yang sama untuk menyatakan petunjuk sebagai kenyataan, sedangkan 39:57 mengandaikannya. Kata kerja yang sama dengan akhiran "kami" juga muncul dalam bentuk (هَدَانَا اللَّهُ, hadaanaa llaahu) sebanyak 3 kali, yaitu 6:71, 7:43, dan 14:21.

Dua dari tiga ayat itu memuat andaian. Di 14:21, (لَوْ هَدَانَا اللَّهُ, law hadaanaa llaahu) yang berarti "sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami" diucapkan orang-orang yang menjawab pertanyaan orang-orang lemah, dan di 7:43, (لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ, lawlaa an hadaanaa llaahu) yang berarti "sekiranya Allah tidak menunjuki kami" diucapkan sebagai pujian. Bentuk dengan lawlaa membalik arah andaian itu: di 7:43 petunjuk disebut sudah terjadi, sedangkan di 14:21 dan 39:57 petunjuk diandaikan tidak terjadi. Terjemahan 39:57 memakai "memberiku petunjuk", sejalan dengan "memberi petunjuk" di 14:21 dan 6:71.

Bagian hasilnya, (لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ, la-kuntu mina l-muttaqiina), berarti "tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa". Gabungan (لَكُنْتُ مِنَ, la-kuntu mina) muncul 2 kali, yaitu di 37:57 dan 39:57. Di 37:57, (وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ, wa-lawlaa ni'matu rabbii la-kuntu mina l-muhdhariina) yang berarti "dan sekiranya nikmat Tuhanku tidak ada, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan" juga menyebut penyebab di luar penuturnya, tetapi di 37:57 penyebab itu dialami penuturnya sebagai nikmat. Sebutan (مِنَ الْمُتَّقِينَ, mina l-muttaqiina) muncul 2 kali, yaitu di 5:27 dan 39:57. Akar و-ق-ي pada muttaqiina diterjemahkan "bertakwa", sama dengan perintah (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ittaquu rabbakum) yang berarti "bertakwalah kepada Tuhan kalian" di 39:10 dalam surah ini. Di 39:33, (أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ, ulaa'ika humu l-muttaquuna) menyebut orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya dengan nama yang sama.

Tafsiran

Ucapan kedua dalam rangkaian ini memindahkan sebab dari penuturnya ke Allah. Di 39:56 kata kerja penentunya adalah (فَرَّطْتُ, farrathtu), dengan penutur sebagai pelaku, dan di 39:57 kata kerja penentunya adalah (هَدَانِي, hadaanii), dengan Allah sebagai pelaku. Penutur baru muncul sebagai pelaku lagi pada kata (كُنْتُ, kuntu) di bagian hasil, yaitu sesuatu yang akan terjadi pada dirinya bila Allah memberinya petunjuk.

Bentuk andaian ini punya padanan di 6:157. Di sana tertulis, "atau agar kalian tidak berkata, 'Sekiranya Kitab itu diturunkan kepada kami, tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka'", dengan (لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ, law annaa unzila 'alaynaa l-kitaabu la-kunnaa ahdaa minhum). Jawabannya tertulis pada ayat yang sama, (فَقَدْ جَاءَكُمْ, fa-qad jaa'akum) yang berarti "sungguh, telah datang kepada kalian", disusul penjelasan, petunjuk, dan rahmat. Bunyi fa-qad jaa'akum yang menjawab ucapan semacam itu muncul di 5:19 dan 6:157. Ayat 39:59 memakai struktur yang sama, yaitu menyebut apa yang sudah datang kepada penuturnya, dan bunyinya (قَدْ جَاءَتْكَ, qad jaa'atka) yang berarti "telah datang kepadamu" ditujukan kepada satu orang.

Kalimat andaian di 39:57 juga menyentuh pernyataan yang ada di surah yang sama. Ayat 39:23 menyebut Kitab yang diturunkan itu petunjuk Allah, yang membimbing dengannya siapa yang Dia kehendaki, dan 39:36 menyebut tidak ada pemberi petunjuk bagi orang yang Allah sesatkan. Ayat 39:59 tidak membahas hubungan antara kedua pernyataan itu dan andaian di 39:57. Jawabannya menyebut apa yang sudah datang dan apa yang dilakukan penuturnya terhadap hal itu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 14:21 kalimat sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami diucapkan oleh orang-orang yang diminta menolong, untuk menjelaskan mengapa mereka tidak bisa menolong, dan di 39:57 kalimat serupa diucapkan satu jiwa untuk menjelaskan mengapa dirinya tidak termasuk orang bertakwa. Dua ayat itu menuturkan dua percakapan yang berlainan, jadi keduanya tidak dilebur. Kalimat yang sama dipakai untuk dua kepentingan yang berbeda: menjelaskan ketidakmampuan menolong orang lain dan menjelaskan keadaan diri sendiri. Pembaca dapat mengingat kapan kalimat seandainya Dia membimbingku terakhir kali muncul dalam penjelasannya tentang dirinya sendiri, dan apakah kalimat itu dipakai untuk menjelaskan atau untuk membela diri?
  • Di 7:43 penghuni taman berkata sekiranya Allah tidak menunjuki mereka, mereka tidak akan mendapat petunjuk, sebagai pujian, dan di 37:57 seorang penutur berkata sekiranya nikmat Tuhannya tidak ada, dirinya akan termasuk orang-orang yang dihadirkan. Di 39:57 sebab yang berada di luar penutur dipakai sebagai alasan atas keadaan yang belum selesai. Ketiga ayat itu berasal dari percakapan yang berbeda, sehingga tidak diperlakukan sebagai satu pernyataan. Dapat dibaca bahwa kalimat yang menunjuk Allah sebagai sebab tampak berbeda nadanya ketika diucapkan setelah menerima dan ketika diucapkan setelah merasa kekurangan. Pembaca dapat menimbang kalimat mana yang lebih sering diucapkannya tentang Allah: yang bersyukur atas yang diterima atau yang menyesali yang belum datang?
  • Di 6:157 andaian bahwa Kitab tidak diturunkan dijawab dengan telah datangnya penjelasan, petunjuk, dan rahmat. Di 39:23 Kitab yang diturunkan Allah disebut membuat kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang saat mengingat Allah. Dua ayat itu berbicara tentang Kitab yang sudah ada, sehingga andaian di 39:57 berhadapan dengan sesuatu yang sudah tersedia. Satu pembacaan dapat dicoba: kalimat andaian bisa terasa jujur sebelum petunjuk terlihat dan terasa goyah sesudahnya. Bagian ayat mana yang pernah membuat kulit atau hati pembaca bergetar, dan ke mana getaran itu dibawa sesudahnya?
  • Di 39:33 orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya disebut orang-orang yang bertakwa, dan di 39:57 sebutan itu diandaikan penutur sebagai hasil dari sesuatu yang diberikan kepadanya. Di surah yang sama, 39:10 memerintahkan bertakwa kepada Tuhan. Dua ayat itu menaruh takwa pada perbuatan yang bisa dikerjakan, dan 39:57 menaruhnya pada pemberian. Kedua cara bicara itu tidak harus bertentangan, sebab 39:57 hanya menuturkan andaian seorang penutur. Pembaca dapat bertanya apa yang dibawanya hari ini sebagai kebenaran dan apa yang dibenarkannya dengan tindakan, dan berapa banyak dari daftar itu yang sudah dikerjakan tanpa menunggu andaian apa pun tentang Allah?
  • Hasil dalam kalimat andaian di 39:57 ditulis dengan kata tentu, la-kuntu, seakan-akan akibatnya tidak diragukan: bila Allah memberinya petunjuk, penutur pasti termasuk orang-orang yang bertakwa. Penutur tidak menyebut apa yang akan dilakukannya untuk membuktikannya. Keyakinan tentang hasil itu datang dari penutur sendiri, dan ayat ini tidak menilainya. Pembaca dapat mencoba membayangkan petunjuk itu datang pagi ini, lalu menuliskan apa saja yang akan berbeda sebelum siang. Apakah daftar itu berisi hal yang sebenarnya sudah dapat dikerjakan sekarang?
  • Urutan dari 39:56 ke 39:57 memperlihatkan pemeriksaan yang mula-mula mengarah ke diri sendiri lalu mengarah ke atas. Di 39:56 penutur masih menyebut kelalaianku, dan di 39:57 sebabnya diletakkan pada tindakan Allah. Dua ucapan itu berasal dari penutur yang sama tetapi menunjuk dua sumber sebab yang berbeda. Dapat dibaca bahwa pergeseran arah itu menyisakan satu ucapan yang tidak lagi menyebut kesalahan penutur. Ketika pembaca menjelaskan kegagalannya sendiri, ke arah mana kalimat sebabnya biasa menunjuk: ke dirinya, ke orang lain, ke keadaan, atau ke Tuhan?

Ayat 39:58

أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

atau berkata ketika melihat azab, “Seandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَaw taquula hiina taraa l-'adzaabaatau berkata ketika melihat azab
  2. لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَlaw anna lii karratan fa-akuuna mina l-muhsiniinaseandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَوْawatau
  2. تَقُولَtaquulaengkau berkata
  3. حِينَhiinaketika
  4. تَرَىtaraaengkau melihat
  5. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  6. لَوْlawsekiranya
  7. أَنَّannabahwa
  8. لِيliibagiku
  9. كَرَّةًkarratankesempatan kembali
  10. فَأَكُونَfa-akuunamaka aku menjadi
  11. مِنَminadari
  12. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Bentuk (رَأَوُا الْعَذَابَ, ra'awu l-'adzaaba) muncul 5 kali di Al-Qur'an (2:166, 10:54, 28:64, 34:33, 42:44), dan 39:58 memakai bentuk tunggal (حِينَ تَرَى الْعَذَابَ, hiina taraa l-'adzaaba).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ, aw taquula hiina taraa l-'adzaaba) yang berarti "atau berkata ketika melihat azab". Kata (حِينَ, hiina) berarti "ketika" dan memberi waktu pada ucapan ketiga, sedangkan dua ucapan sebelumnya di 39:56 dan 39:57 tidak memuat penanda waktu. Kata kerja (تَرَى, taraa) berakar ر-أ-ي dan berbentuk sama dengan kata kerja untuk jiwa di ayat sebelumnya. Bentuk lain, (رَأَوُا الْعَذَابَ, ra'awu l-'adzaaba) yang berarti "mereka melihat azab", muncul 5 kali di 5 surah, yaitu 2:166, 10:54, 28:64, 34:33, dan 42:44. Di 10:54 dan 34:33, melihat azab dikaitkan dengan (وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ, wa-asarruu n-nadaamata) yang berarti "dan mereka menyembunyikan penyesalan". Di 42:44, (لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ, lammaa ra'awu l-'adzaaba yaquuluuna) yang berarti "ketika melihat azab, mereka berkata" disusul (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali". Di 28:64, melihat azab disusul (لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ, law annahum kaanuu yahtaduuna) yang berarti "seandainya mereka dahulu mau menerima petunjuk".

Permintaannya, (لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً, law anna lii karratan), berarti "seandainya aku dapat kembali". Kata (كَرَّةً, karratan) berakar ك-ر-ر dan muncul 3 kali dengan bentuk ini, yaitu 2:167, 26:102, dan 39:58. Di 2:167 dan 26:102 bunyinya dengan kata ganti "kami", (لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً, law anna lanaa karratan), dan keduanya diterjemahkan dengan kata "kembali" seperti 39:58. Akar yang sama bermakna pengulangan di tempat lain: (كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ, karratun khaasiratun) yang berarti "pengembalian yang merugikan" di 79:12. Terjemahan 39:58 memakai "dapat kembali" tanpa menambahkan "ke dunia", karena tidak ada kata Arab yang menyebut tempat tujuan kembali itu.

Hasil yang diharapkan, (فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ, fa-akuuna mina l-muhsiniina), berarti "tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan". Kata (فَ, fa) menyambung permintaan dengan hasilnya. Dua tempat lain memakai cara sambung yang sama sesudah karratan, tetapi hasilnya berbeda: (فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ, fa-nakuuna mina l-mu'miniina) yang berarti "maka kami menjadi orang-orang yang beriman" di 26:102, dan (فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ, fa-natabarra'a minhum) yang berarti "maka kami berlepas diri dari mereka" di 2:167. Kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) berakar ح-س-ن, sama dengan (أَحْسَنَ, ahsana) di 39:55. Sebutan (مِنَ الْمُحْسِنِينَ, mina l-muhsiniina) muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 7:56, 12:36, 12:78, dan 39:58. Surah 12 memuatnya dua kali, jadi angka empat dan tiga sama-sama benar. Di surah yang sama, 39:34 menyebut (جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ, jazaa'u l-muhsiniina) yang berarti "balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan". Terjemahan memakai "berbuat kebaikan" untuk muhsiniina di 39:34 dan 39:58.

Tafsiran

Ucapan ketiga ini mengubah arah rangkaian. Kata kerja penentu ucapan pertama, (فَرَّطْتُ, farrathtu), berbentuk lampau, kata kerja penentu ucapan kedua, (هَدَانِي, hadaanii), berbentuk lampau di dalam andaian, dan kata kerja penentu ucapan ketiga, (فَأَكُونَ, fa-akuuna), menunjuk ke depan. Penyesalan menghadap ke belakang, dalih menghadap ke atas, dan permintaan di 39:58 menghadap ke depan. Penutur meminta sesuatu terjadi.

Di antara tiga ucapan itu hanya yang ketiga menyebut waktunya, yaitu ketika azab terlihat. Ayat 39:55 menyebut azab datang tiba-tiba sementara pendengar tidak menyadari, dan 39:58 menyebut penutur melihatnya. Permintaan untuk kembali muncul tepat sesudah keadaan tidak menyadari berganti menjadi melihat.

Permintaan semacam ini muncul antara lain di 2:167, 26:102, 6:27, dan 42:44, dengan kata yang berbeda-beda. Di 6:27 permintaan dikembalikan disusul 6:28 yang menyebut apa yang akan mereka lakukan bila dikembalikan, yaitu mengulangi apa yang dilarang atas mereka. Ayat 6:28 berbicara tentang "mereka" dan 39:58 tentang satu jiwa, sehingga pernyataan itu tidak dipindahkan ke 39:58. Ayat 39:59 yang menyusul tidak menyebut permintaan untuk kembali. Jawabannya menyebut tanda-tanda yang sudah datang kepada penutur.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah melihat azab, penutur di 39:58 meminta kembali, sedangkan pendengar di 39:55 sebelum melihatnya dikatakan tidak menyadari. Dua keadaan itu dipisahkan oleh melihat, dan peringatan Allah di 39:54 dan 39:55 ditulis untuk keadaan yang pertama. Kedua ayat itu menempati dua titik yang berbeda dari rangkaian yang sama, jadi keduanya tidak dilebur. Permintaan di 39:58 tidak menyebut hal baru yang dipelajari penutur, hanya sesuatu yang kini terlihat. Apa saja yang baru dipercayai pembaca setelah melihat sendiri, dan apakah sesuatu yang sudah tertulis tentang Allah dan azab-Nya bisa dipercayai sebelum terlihat?
  • Hasil yang diminta di 39:58 berbentuk keanggotaan: tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Penutur tidak menyebut satu perbuatan pun yang akan dikerjakannya. Di 63:10 penutur yang meminta penundaan menyebut perbuatan, yaitu bersedekah, di samping keanggotaan sebagai orang saleh. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda, kematian dan azab, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membandingkan dua cara meminta: dengan nama kelompok yang ingin dimasuki dan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Bila ditanya sekarang, kebaikan mana yang bisa disebut dengan kata kerja dan tanggal, selain dengan nama kelompok, ketika membayangkan dirinya di hadapan Allah?
  • Permintaan untuk kembali dicatat tiga kali dengan kata yang sama dan hasil yang berbeda. Di 2:167 orang-orang yang mengikuti ingin kembali agar berlepas diri dari orang-orang yang mereka ikuti, di 26:102 mereka ingin menjadi orang-orang yang beriman, dan di 39:58 penutur ingin menjadi orang yang berbuat kebaikan. Tiga ayat itu berbicara tentang tiga kelompok dan tiga percakapan, jadi tidak digabung. Dapat dibaca bahwa satu kesempatan yang sama bisa dipakai untuk tujuan yang sangat berlainan. Bila pembaca memegang satu kesempatan untuk kembali, mana yang pertama terbayang: membereskan hubungan dengan orang lain, memperbaiki keyakinan, atau memperbaiki perbuatan?
  • Di 6:27 orang-orang yang dihadapkan ke api berkata sekiranya mereka dikembalikan, mereka tidak akan mendustakan tanda-tanda Tuhan mereka, dan 6:28 menyebut bahwa sekiranya mereka dikembalikan, mereka mengulangi apa yang dilarang atas mereka. Ayat 6:28 berbicara tentang kelompok yang lain dan 39:58 tentang satu jiwa, sehingga pernyataan itu tidak dipakai untuk menilai penutur di 39:58. Meski begitu, kedua ayat memperlihatkan bahwa janji yang diucapkan saat melihat akibat tidak otomatis dibuktikan. Pembaca dapat mengingat janji yang pernah diucapkannya ketika sakit atau takut, lalu menghitung berapa yang masih dijalankan. Kepada siapa janji itu dahulu ditujukan, dan apakah Allah disebut di dalamnya?
  • Penutur di 39:58 meminta menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat kebaikan, dan akar kata itu sama dengan perintah mengikuti yang terbaik di 39:55. Ayat 39:34 menyebut balasan bagi kelompok itu di sisi Tuhan mereka. Jalan, nama kelompok, dan balasannya sama-sama tertulis di surah ini, sedangkan permintaan untuk kembali muncul sesudah ketiganya. Dapat dibaca bahwa penutur menginginkan sesuatu yang sudah ditunjukkan caranya. Pembaca dapat menyusun daftar apa saja yang di surah ini disebut sebagai jalan menuju kelompok itu, lalu menandai bagian yang sudah dikerjakan. Berapa yang sudah ditandai, dan siapa yang bisa memeriksa tanda itu selain Allah?
  • Permintaan di 39:58 adalah kesempatan untuk kembali, sedangkan 39:54 dan 39:55 menyebut perintah yang diberikan sebelum batas waktu. Dua ayat itu memegang dua sisi dari kesempatan yang sama: yang satu masih ada, yang lain sudah diminta karena tidak ada lagi. Ayat 39:58 tidak menyebut berapa lama kesempatan itu pernah dimiliki penutur. Dapat dibaca bahwa hari ketika perintah di 39:54 dan 39:55 masih bisa dijalankan adalah hari yang kelak akan diminta kembali oleh penutur di 39:58. Hari ini, bila dilihat dari 39:58, tergolong apa bagi pembaca, dan apakah Tuhan yang dipanggil di 39:54 masih disebut dalam daftar kegiatannya hari ini?