أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
agar tidak ada jiwa yang berkata, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah; dan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَنْ تَقُولَ نَفْسٌan taquula nafsunagar tidak ada jiwa yang berkata
- يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِyaa hasrataa 'alaa maa farrathtu fii janbi llaahialangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah
- وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَwa-in kuntu la-mina s-saakhiriinadan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok
Terjemahan per kata (15 kata)
- أَنْanagar tidak
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- نَفْسٌnafsunsatu jiwa
- يَاyaawahai
- حَسْرَتَاhasrataaalangkah menyesal
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- فَرَّطْتُfarrathtuaku lalai
- فِيfiidalam
- جَنْبِjanbilambung
- اللَّهِllaahiAllah
- وَإِنْwa-indan sungguh
- كُنْتُkuntuaku adalah
- لَمِنَla-minasungguh termasuk
- السَّاخِرِينَs-saakhiriinaorang-orang yang mengolok
Inti bacaan
Bentuk pertama penyesalan terlambat: 'kelalaianku dalam hak Allah. termasuk orang-orang yang mengolok-olok', pengakuan pahit yang muncul setelah momen efektif untuk berubah telah berlalu.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(hak)' tidak dipakai: 'fii janbi llaahi' (idiom, 'dalam hal Allah') diterjemahkan 'terhadap Allah' tanpa kata tambahan berkurung.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyesalan pertama dari tiga kemungkinan ucapan penyesalan: seseorang yang menyadari kelalaiannya sekaligus mengakui pernah mengolok-olok kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penyesalan itu sebelum terjadi. Bukan sesudahnya. Diberitahukan supaya tidak sampai terjadi.
- Yang disesali kelalaian, bukan perbuatan besar. Bukan membunuh. Cuma lalai.
- Ia mengaku pernah mengolok, dan pengakuan itu direkam Allah. Bukan dibela. Bukan dihaluskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-f-s, h-s-r, f-r-t, j-n-b, a-l-h, k-w-n, s-kh-r): farrattu fii janb allaah diterjemahkan 'kelalaianku dalam hak (kewajiban) terhadap Allah' (akar f-r-t + akar j-n-b); hasrah diterjemahkan 'penyesalan' (akar h-s-r); saakhiriin diterjemahkan 'yang mengolok' (akar s-kh-r). gloss '(Maksudnya,)/(menunaikan kewajiban)/(agama Allah)' dibuang.