أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

atau berkata, “Seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa,”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَaw taquula law anna llaaha hadaanii la-kuntu mina l-muttaqiinaatau berkata, seandainya Allah memberiku petunjuk, tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. أَوْawatau
  2. تَقُولَtaquulaengkau berkata
  3. لَوْlawsekiranya
  4. أَنَّannabahwa
  5. اللَّهَllaahaAllah
  6. هَدَانِيhadaaniimemberiku petunjuk
  7. لَكُنْتُla-kuntusungguh aku adalah
  8. مِنَminadari
  9. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa

Inti bacaan

Bunyi (لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي, law anna llaaha hadaanii) muncul 1 kali di Al-Qur'an (39:57), dan kata (هَدَانِي, hadaanii) muncul 2 kali (6:161, 39:57).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوْ تَقُولَ, aw taquula) yang berarti "atau berkata". Kata (أَوْ, aw) berarti "atau" dan menambahkan ucapan kedua di samping ucapan di 39:56. Kata kerja (تَقُولَ, taquula) berbentuk sama dengan kata kerja di 39:56, yaitu bentuk tunggal untuk jiwa yang disebut di sana, sehingga ayat ini tidak memperkenalkan pembicara baru. Bunyi aw taquula muncul 2 kali, yaitu di 39:57 dan 39:58. Terjemahan memakai "atau berkata" dan tidak mengulang "agar tidak ada jiwa yang", karena kalimat tujuan itu sudah tertulis di 39:56 dan tidak diulang oleh teks Arab di ayat ini.

Kalimat andaiannya, (لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي, law anna llaaha hadaanii), berarti "seandainya Allah memberiku petunjuk". Bunyi utuh ini muncul 1 kali, yaitu di 39:57. Kata (هَدَانِي, hadaanii) berakar ه-د-ي dan memuat akhiran (نِي, -nii) yang berarti "-ku". Kata ini muncul 2 kali, yaitu di 6:161 dan 39:57. Di 6:161, (إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي, innanii hadaanii rabbii) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku" memakai kata kerja dan akhiran yang sama untuk menyatakan petunjuk sebagai kenyataan, sedangkan 39:57 mengandaikannya. Kata kerja yang sama dengan akhiran "kami" juga muncul dalam bentuk (هَدَانَا اللَّهُ, hadaanaa llaahu) sebanyak 3 kali, yaitu 6:71, 7:43, dan 14:21.

Dua dari tiga ayat itu memuat andaian. Di 14:21, (لَوْ هَدَانَا اللَّهُ, law hadaanaa llaahu) yang berarti "sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami" diucapkan orang-orang yang menjawab pertanyaan orang-orang lemah, dan di 7:43, (لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ, lawlaa an hadaanaa llaahu) yang berarti "sekiranya Allah tidak menunjuki kami" diucapkan sebagai pujian. Bentuk dengan lawlaa membalik arah andaian itu: di 7:43 petunjuk disebut sudah terjadi, sedangkan di 14:21 dan 39:57 petunjuk diandaikan tidak terjadi. Terjemahan 39:57 memakai "memberiku petunjuk", sejalan dengan "memberi petunjuk" di 14:21 dan 6:71.

Bagian hasilnya, (لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ, la-kuntu mina l-muttaqiina), berarti "tentu aku termasuk orang-orang yang bertakwa". Gabungan (لَكُنْتُ مِنَ, la-kuntu mina) muncul 2 kali, yaitu di 37:57 dan 39:57. Di 37:57, (وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ, wa-lawlaa ni'matu rabbii la-kuntu mina l-muhdhariina) yang berarti "dan sekiranya nikmat Tuhanku tidak ada, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan" juga menyebut penyebab di luar penuturnya, tetapi di 37:57 penyebab itu dialami penuturnya sebagai nikmat. Sebutan (مِنَ الْمُتَّقِينَ, mina l-muttaqiina) muncul 2 kali, yaitu di 5:27 dan 39:57. Akar و-ق-ي pada muttaqiina diterjemahkan "bertakwa", sama dengan perintah (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ittaquu rabbakum) yang berarti "bertakwalah kepada Tuhan kalian" di 39:10 dalam surah ini. Di 39:33, (أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ, ulaa'ika humu l-muttaquuna) menyebut orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya dengan nama yang sama.

Tafsiran

Ucapan kedua dalam rangkaian ini memindahkan sebab dari penuturnya ke Allah. Di 39:56 kata kerja penentunya adalah (فَرَّطْتُ, farrathtu), dengan penutur sebagai pelaku, dan di 39:57 kata kerja penentunya adalah (هَدَانِي, hadaanii), dengan Allah sebagai pelaku. Penutur baru muncul sebagai pelaku lagi pada kata (كُنْتُ, kuntu) di bagian hasil, yaitu sesuatu yang akan terjadi pada dirinya bila Allah memberinya petunjuk.

Bentuk andaian ini punya padanan di 6:157. Di sana tertulis, "atau agar kalian tidak berkata, 'Sekiranya Kitab itu diturunkan kepada kami, tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka'", dengan (لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ, law annaa unzila 'alaynaa l-kitaabu la-kunnaa ahdaa minhum). Jawabannya tertulis pada ayat yang sama, (فَقَدْ جَاءَكُمْ, fa-qad jaa'akum) yang berarti "sungguh, telah datang kepada kalian", disusul penjelasan, petunjuk, dan rahmat. Bunyi fa-qad jaa'akum yang menjawab ucapan semacam itu muncul di 5:19 dan 6:157. Ayat 39:59 memakai struktur yang sama, yaitu menyebut apa yang sudah datang kepada penuturnya, dan bunyinya (قَدْ جَاءَتْكَ, qad jaa'atka) yang berarti "telah datang kepadamu" ditujukan kepada satu orang.

Kalimat andaian di 39:57 juga menyentuh pernyataan yang ada di surah yang sama. Ayat 39:23 menyebut Kitab yang diturunkan itu petunjuk Allah, yang membimbing dengannya siapa yang Dia kehendaki, dan 39:36 menyebut tidak ada pemberi petunjuk bagi orang yang Allah sesatkan. Ayat 39:59 tidak membahas hubungan antara kedua pernyataan itu dan andaian di 39:57. Jawabannya menyebut apa yang sudah datang dan apa yang dilakukan penuturnya terhadap hal itu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 14:21 kalimat sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami diucapkan oleh orang-orang yang diminta menolong, untuk menjelaskan mengapa mereka tidak bisa menolong, dan di 39:57 kalimat serupa diucapkan satu jiwa untuk menjelaskan mengapa dirinya tidak termasuk orang bertakwa. Dua ayat itu menuturkan dua percakapan yang berlainan, jadi keduanya tidak dilebur. Kalimat yang sama dipakai untuk dua kepentingan yang berbeda: menjelaskan ketidakmampuan menolong orang lain dan menjelaskan keadaan diri sendiri. Pembaca dapat mengingat kapan kalimat seandainya Dia membimbingku terakhir kali muncul dalam penjelasannya tentang dirinya sendiri, dan apakah kalimat itu dipakai untuk menjelaskan atau untuk membela diri?
  • Di 7:43 penghuni taman berkata sekiranya Allah tidak menunjuki mereka, mereka tidak akan mendapat petunjuk, sebagai pujian, dan di 37:57 seorang penutur berkata sekiranya nikmat Tuhannya tidak ada, dirinya akan termasuk orang-orang yang dihadirkan. Di 39:57 sebab yang berada di luar penutur dipakai sebagai alasan atas keadaan yang belum selesai. Ketiga ayat itu berasal dari percakapan yang berbeda, sehingga tidak diperlakukan sebagai satu pernyataan. Dapat dibaca bahwa kalimat yang menunjuk Allah sebagai sebab tampak berbeda nadanya ketika diucapkan setelah menerima dan ketika diucapkan setelah merasa kekurangan. Pembaca dapat menimbang kalimat mana yang lebih sering diucapkannya tentang Allah: yang bersyukur atas yang diterima atau yang menyesali yang belum datang?
  • Di 6:157 andaian bahwa Kitab tidak diturunkan dijawab dengan telah datangnya penjelasan, petunjuk, dan rahmat. Di 39:23 Kitab yang diturunkan Allah disebut membuat kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang saat mengingat Allah. Dua ayat itu berbicara tentang Kitab yang sudah ada, sehingga andaian di 39:57 berhadapan dengan sesuatu yang sudah tersedia. Satu pembacaan dapat dicoba: kalimat andaian bisa terasa jujur sebelum petunjuk terlihat dan terasa goyah sesudahnya. Bagian ayat mana yang pernah membuat kulit atau hati pembaca bergetar, dan ke mana getaran itu dibawa sesudahnya?
  • Di 39:33 orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya disebut orang-orang yang bertakwa, dan di 39:57 sebutan itu diandaikan penutur sebagai hasil dari sesuatu yang diberikan kepadanya. Di surah yang sama, 39:10 memerintahkan bertakwa kepada Tuhan. Dua ayat itu menaruh takwa pada perbuatan yang bisa dikerjakan, dan 39:57 menaruhnya pada pemberian. Kedua cara bicara itu tidak harus bertentangan, sebab 39:57 hanya menuturkan andaian seorang penutur. Pembaca dapat bertanya apa yang dibawanya hari ini sebagai kebenaran dan apa yang dibenarkannya dengan tindakan, dan berapa banyak dari daftar itu yang sudah dikerjakan tanpa menunggu andaian apa pun tentang Allah?
  • Hasil dalam kalimat andaian di 39:57 ditulis dengan kata tentu, la-kuntu, seakan-akan akibatnya tidak diragukan: bila Allah memberinya petunjuk, penutur pasti termasuk orang-orang yang bertakwa. Penutur tidak menyebut apa yang akan dilakukannya untuk membuktikannya. Keyakinan tentang hasil itu datang dari penutur sendiri, dan ayat ini tidak menilainya. Pembaca dapat mencoba membayangkan petunjuk itu datang pagi ini, lalu menuliskan apa saja yang akan berbeda sebelum siang. Apakah daftar itu berisi hal yang sebenarnya sudah dapat dikerjakan sekarang?
  • Urutan dari 39:56 ke 39:57 memperlihatkan pemeriksaan yang mula-mula mengarah ke diri sendiri lalu mengarah ke atas. Di 39:56 penutur masih menyebut kelalaianku, dan di 39:57 sebabnya diletakkan pada tindakan Allah. Dua ucapan itu berasal dari penutur yang sama tetapi menunjuk dua sumber sebab yang berbeda. Dapat dibaca bahwa pergeseran arah itu menyisakan satu ucapan yang tidak lagi menyebut kesalahan penutur. Ketika pembaca menjelaskan kegagalannya sendiri, ke arah mana kalimat sebabnya biasa menunjuk: ke dirinya, ke orang lain, ke keadaan, atau ke Tuhan?