أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

atau berkata ketika melihat azab, “Seandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَaw taquula hiina taraa l-'adzaabaatau berkata ketika melihat azab
  2. لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَlaw anna lii karratan fa-akuuna mina l-muhsiniinaseandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَوْawatau
  2. تَقُولَtaquulaengkau berkata
  3. حِينَhiinaketika
  4. تَرَىtaraaengkau melihat
  5. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  6. لَوْlawsekiranya
  7. أَنَّannabahwa
  8. لِيliibagiku
  9. كَرَّةًkarratankesempatan kembali
  10. فَأَكُونَfa-akuunamaka aku menjadi
  11. مِنَminadari
  12. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Bentuk (رَأَوُا الْعَذَابَ, ra'awu l-'adzaaba) muncul 5 kali di Al-Qur'an (2:166, 10:54, 28:64, 34:33, 42:44), dan 39:58 memakai bentuk tunggal (حِينَ تَرَى الْعَذَابَ, hiina taraa l-'adzaaba).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ, aw taquula hiina taraa l-'adzaaba) yang berarti "atau berkata ketika melihat azab". Kata (حِينَ, hiina) berarti "ketika" dan memberi waktu pada ucapan ketiga, sedangkan dua ucapan sebelumnya di 39:56 dan 39:57 tidak memuat penanda waktu. Kata kerja (تَرَى, taraa) berakar ر-أ-ي dan berbentuk sama dengan kata kerja untuk jiwa di ayat sebelumnya. Bentuk lain, (رَأَوُا الْعَذَابَ, ra'awu l-'adzaaba) yang berarti "mereka melihat azab", muncul 5 kali di 5 surah, yaitu 2:166, 10:54, 28:64, 34:33, dan 42:44. Di 10:54 dan 34:33, melihat azab dikaitkan dengan (وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ, wa-asarruu n-nadaamata) yang berarti "dan mereka menyembunyikan penyesalan". Di 42:44, (لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ, lammaa ra'awu l-'adzaaba yaquuluuna) yang berarti "ketika melihat azab, mereka berkata" disusul (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali". Di 28:64, melihat azab disusul (لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ, law annahum kaanuu yahtaduuna) yang berarti "seandainya mereka dahulu mau menerima petunjuk".

Permintaannya, (لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً, law anna lii karratan), berarti "seandainya aku dapat kembali". Kata (كَرَّةً, karratan) berakar ك-ر-ر dan muncul 3 kali dengan bentuk ini, yaitu 2:167, 26:102, dan 39:58. Di 2:167 dan 26:102 bunyinya dengan kata ganti "kami", (لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً, law anna lanaa karratan), dan keduanya diterjemahkan dengan kata "kembali" seperti 39:58. Akar yang sama bermakna pengulangan di tempat lain: (كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ, karratun khaasiratun) yang berarti "pengembalian yang merugikan" di 79:12. Terjemahan 39:58 memakai "dapat kembali" tanpa menambahkan "ke dunia", karena tidak ada kata Arab yang menyebut tempat tujuan kembali itu.

Hasil yang diharapkan, (فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ, fa-akuuna mina l-muhsiniina), berarti "tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan". Kata (فَ, fa) menyambung permintaan dengan hasilnya. Dua tempat lain memakai cara sambung yang sama sesudah karratan, tetapi hasilnya berbeda: (فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ, fa-nakuuna mina l-mu'miniina) yang berarti "maka kami menjadi orang-orang yang beriman" di 26:102, dan (فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ, fa-natabarra'a minhum) yang berarti "maka kami berlepas diri dari mereka" di 2:167. Kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) berakar ح-س-ن, sama dengan (أَحْسَنَ, ahsana) di 39:55. Sebutan (مِنَ الْمُحْسِنِينَ, mina l-muhsiniina) muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 7:56, 12:36, 12:78, dan 39:58. Surah 12 memuatnya dua kali, jadi angka empat dan tiga sama-sama benar. Di surah yang sama, 39:34 menyebut (جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ, jazaa'u l-muhsiniina) yang berarti "balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan". Terjemahan memakai "berbuat kebaikan" untuk muhsiniina di 39:34 dan 39:58.

Tafsiran

Ucapan ketiga ini mengubah arah rangkaian. Kata kerja penentu ucapan pertama, (فَرَّطْتُ, farrathtu), berbentuk lampau, kata kerja penentu ucapan kedua, (هَدَانِي, hadaanii), berbentuk lampau di dalam andaian, dan kata kerja penentu ucapan ketiga, (فَأَكُونَ, fa-akuuna), menunjuk ke depan. Penyesalan menghadap ke belakang, dalih menghadap ke atas, dan permintaan di 39:58 menghadap ke depan. Penutur meminta sesuatu terjadi.

Di antara tiga ucapan itu hanya yang ketiga menyebut waktunya, yaitu ketika azab terlihat. Ayat 39:55 menyebut azab datang tiba-tiba sementara pendengar tidak menyadari, dan 39:58 menyebut penutur melihatnya. Permintaan untuk kembali muncul tepat sesudah keadaan tidak menyadari berganti menjadi melihat.

Permintaan semacam ini muncul antara lain di 2:167, 26:102, 6:27, dan 42:44, dengan kata yang berbeda-beda. Di 6:27 permintaan dikembalikan disusul 6:28 yang menyebut apa yang akan mereka lakukan bila dikembalikan, yaitu mengulangi apa yang dilarang atas mereka. Ayat 6:28 berbicara tentang "mereka" dan 39:58 tentang satu jiwa, sehingga pernyataan itu tidak dipindahkan ke 39:58. Ayat 39:59 yang menyusul tidak menyebut permintaan untuk kembali. Jawabannya menyebut tanda-tanda yang sudah datang kepada penutur.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah melihat azab, penutur di 39:58 meminta kembali, sedangkan pendengar di 39:55 sebelum melihatnya dikatakan tidak menyadari. Dua keadaan itu dipisahkan oleh melihat, dan peringatan Allah di 39:54 dan 39:55 ditulis untuk keadaan yang pertama. Kedua ayat itu menempati dua titik yang berbeda dari rangkaian yang sama, jadi keduanya tidak dilebur. Permintaan di 39:58 tidak menyebut hal baru yang dipelajari penutur, hanya sesuatu yang kini terlihat. Apa saja yang baru dipercayai pembaca setelah melihat sendiri, dan apakah sesuatu yang sudah tertulis tentang Allah dan azab-Nya bisa dipercayai sebelum terlihat?
  • Hasil yang diminta di 39:58 berbentuk keanggotaan: tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Penutur tidak menyebut satu perbuatan pun yang akan dikerjakannya. Di 63:10 penutur yang meminta penundaan menyebut perbuatan, yaitu bersedekah, di samping keanggotaan sebagai orang saleh. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda, kematian dan azab, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membandingkan dua cara meminta: dengan nama kelompok yang ingin dimasuki dan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Bila ditanya sekarang, kebaikan mana yang bisa disebut dengan kata kerja dan tanggal, selain dengan nama kelompok, ketika membayangkan dirinya di hadapan Allah?
  • Permintaan untuk kembali dicatat tiga kali dengan kata yang sama dan hasil yang berbeda. Di 2:167 orang-orang yang mengikuti ingin kembali agar berlepas diri dari orang-orang yang mereka ikuti, di 26:102 mereka ingin menjadi orang-orang yang beriman, dan di 39:58 penutur ingin menjadi orang yang berbuat kebaikan. Tiga ayat itu berbicara tentang tiga kelompok dan tiga percakapan, jadi tidak digabung. Dapat dibaca bahwa satu kesempatan yang sama bisa dipakai untuk tujuan yang sangat berlainan. Bila pembaca memegang satu kesempatan untuk kembali, mana yang pertama terbayang: membereskan hubungan dengan orang lain, memperbaiki keyakinan, atau memperbaiki perbuatan?
  • Di 6:27 orang-orang yang dihadapkan ke api berkata sekiranya mereka dikembalikan, mereka tidak akan mendustakan tanda-tanda Tuhan mereka, dan 6:28 menyebut bahwa sekiranya mereka dikembalikan, mereka mengulangi apa yang dilarang atas mereka. Ayat 6:28 berbicara tentang kelompok yang lain dan 39:58 tentang satu jiwa, sehingga pernyataan itu tidak dipakai untuk menilai penutur di 39:58. Meski begitu, kedua ayat memperlihatkan bahwa janji yang diucapkan saat melihat akibat tidak otomatis dibuktikan. Pembaca dapat mengingat janji yang pernah diucapkannya ketika sakit atau takut, lalu menghitung berapa yang masih dijalankan. Kepada siapa janji itu dahulu ditujukan, dan apakah Allah disebut di dalamnya?
  • Penutur di 39:58 meminta menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat kebaikan, dan akar kata itu sama dengan perintah mengikuti yang terbaik di 39:55. Ayat 39:34 menyebut balasan bagi kelompok itu di sisi Tuhan mereka. Jalan, nama kelompok, dan balasannya sama-sama tertulis di surah ini, sedangkan permintaan untuk kembali muncul sesudah ketiganya. Dapat dibaca bahwa penutur menginginkan sesuatu yang sudah ditunjukkan caranya. Pembaca dapat menyusun daftar apa saja yang di surah ini disebut sebagai jalan menuju kelompok itu, lalu menandai bagian yang sudah dikerjakan. Berapa yang sudah ditandai, dan siapa yang bisa memeriksa tanda itu selain Allah?
  • Permintaan di 39:58 adalah kesempatan untuk kembali, sedangkan 39:54 dan 39:55 menyebut perintah yang diberikan sebelum batas waktu. Dua ayat itu memegang dua sisi dari kesempatan yang sama: yang satu masih ada, yang lain sudah diminta karena tidak ada lagi. Ayat 39:58 tidak menyebut berapa lama kesempatan itu pernah dimiliki penutur. Dapat dibaca bahwa hari ketika perintah di 39:54 dan 39:55 masih bisa dijalankan adalah hari yang kelak akan diminta kembali oleh penutur di 39:58. Hari ini, bila dilihat dari 39:58, tergolong apa bagi pembaca, dan apakah Tuhan yang dipanggil di 39:54 masih disebut dalam daftar kegiatannya hari ini?