أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
atau berkata ketika melihat azab, “Seandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَaw taquula hiina taraa l-'adzaabaatau berkata ketika melihat azab
- لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَlaw anna lii karratan fa-akuuna mina l-muhsiniinaseandainya aku dapat kembali, tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَوْawatau
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- حِينَhiinaketika
- تَرَىtaraaengkau melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- لَوْlawsekiranya
- أَنَّannabahwa
- لِيliibagiku
- كَرَّةًkarratankesempatan kembali
- فَأَكُونَfa-akuunamaka aku menjadi
- مِنَminadari
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Bentuk ketiga: permintaan kesempatan kedua 'seandainya aku dapat kembali' saat melihat azab, permohonan yang datang tepat pada momen paling terlambat untuk bisa dikabulkan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyesalan ketiga: permohonan kesempatan kedua yang muncul justru saat azab telah terlihat, terlambat untuk berguna.
Renungan dan Hikmah
- Permintaan itu ditaruh Allah tepat saat azab terlihat. Bukan sebelumnya. Ketika sudah tampak.
- Yang diminta bukan ampunan, melainkan pengulangan. Bukan maaf. Kesempatan lagi.
- Bentuk seandainya dipakai untuk yang tidak mungkin. Allah merekamnya sebagai pengandaian. Bukan permohonan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-y-n, r-a-y, '-dz-b, k-r-r, k-w-n, h-s-n): karrah diterjemahkan 'kembali' (akar k-r-r); muhsiniin diterjemahkan 'yang berbuat baik' (akar h-s-n). gloss '(pula)/(ke dunia)' dibuang.