وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

Pada hari kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berdusta kepada Allah, wajahnya menghitam. Bukankah di Jahanam ada tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌwa-yawma l-qiyaamati taraa lladziina kadzabuu 'alaa llaahi wujuuhuhum muswaddatunpada hari kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berdusta kepada Allah, wajahnya menghitam
  2. أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَa-laysa fii jahannama matswan li-l-mutakabbiriinabukankah di Jahanam ada tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  3. تَرَىtaraaengkau melihat
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. كَذَبُواkadzabuumereka berdusta
  6. عَلَى'alaaatas
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وُجُوهُهُمْwujuuhuhumwajah mereka
  9. مُسْوَدَّةٌmuswaddatunyang menghitam
  10. أَلَيْسَa-laysabukankah
  11. فِيfiidi
  12. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  13. مَثْوًىmatswantempat tinggal
  14. لِلْمُتَكَبِّرِينَli-l-mutakabbiriinabagi orang-orang yang sombong

Inti bacaan

Konsekuensi visual 'wajahnya menghitam' bagi pendusta, gambaran nyata yang menegaskan bahwa kebohongan terhadap Allah membawa akibat yang termanifestasi secara terlihat, bukan sekadar konsep abstrak.

Penjelasan pilihan kata

'Hari Kiamat' dinormalisasi jadi huruf kecil. Tambahan '(neraka)' dan kata 'itu' tidak dipakai: struktur kalimat diterjemahkan sejajar persis dengan 39:32.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian dengan gambaran hari kiamat: kebohongan atas nama Allah tampak jelas di wajah, disertai penegasan tempat yang layak bagi kesombongan tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh akibatnya di wajah, tempat yang paling dilihat orang. Bukan di catatan tersembunyi. Di bagian yang tak bisa ditutupi.
  • Yang didustakan bukan sesama, melainkan Allah. Kebohongan itu punya alamat. Alamat itulah yang menentukan beratnya.
  • Pertanyaan penutupnya tidak menunggu jawaban. Bukankah di Jahanam ada tempat tinggal. Allah menyodorkannya sebagai hal yang sudah diketahui.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.