وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka; keburukan tidak menyentuh mereka, dan mereka tidak bersedih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْwa-yunajjii llaahu lladziina ttaqaw bi-mafaazatihimdan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka
- لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَlaa yamassuhumu s-suu'u wa-laa hum yahzanuunakeburukan tidak menyentuh mereka, dan mereka tidak bersedih
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَيُنَجِّيwa-yunajjiidan Dia menyelamatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اتَّقَوْاttaqawbertakwa
- بِمَفَازَتِهِمْbi-mafaazatihimdengan kemenangan mereka
- لَاlaatidak
- يَمَسُّهُمُyamassuhumumenyentuh mereka
- السُّوءُs-suu'ukeburukan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يَحْزَنُونَyahzanuunabersedih
Inti bacaan
Penutup (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) muncul tiga belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 3:170, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, 39:61, dan 46:13, dan hanya 39:61 yang mendahuluinya dengan ketiadaan sentuhan keburukan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيُنَجِّي, wa-yunajjii) yang berarti "dan Dia menyelamatkan". Kata kerja ini berakar ن-ج-و dan berbentuk sedang berlangsung, tanpa penanda waktu. Rangkaian (وَيُنَجِّي, wa-yunajjii) muncul sekali, di 39:61, sedangkan bentuk yunajjii tanpa awalan wa muncul tiga kali di dua surah, yaitu 6:63, 6:64, dan 39:61. Di 6:63 dan 6:64 penerima penyelamatan adalah "kalian", dan keduanya menyebut dari apa penyelamatan itu, yaitu dari kegelapan darat dan laut serta dari setiap kesusahan. Di 39:61 tidak ada kata "dari" sesudah kata kerja itu, sehingga orang-orangnya diselamatkan tanpa disebut dari apa. Terjemahan memakai "menyelamatkan" dan tidak menambahkan "dari azab" atau "dari api".
Pelaku penyelamatan, (اللَّهُ, llaahu) yang berarti "Allah", ditulis sesudah kata kerjanya. Objeknya adalah (الَّذِينَ اتَّقَوْا, lladziina ttaqaw) yang berarti "orang-orang yang bertakwa". Rangkaian ini muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 2:212, 3:198, 7:201, 13:35, 16:128, 19:72, 39:20, 39:61, dan 39:73. Surah 39 memuatnya tiga kali. Di antara sembilan ayat itu, 19:72 sendiri memakai kata kerja berakar ن-ج-و bersama kelompok ini, yaitu (نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا, nunajjii lladziina ttaqaw) yang berarti "Kami selamatkan orang-orang yang bertakwa". Ayat 19:71 mendahuluinya dengan pernyataan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak akan melewati tempat itu, sedangkan 39:61 tidak memuat pernyataan semacam itu.
Kata (اتَّقَوْا, ttaqaw) yang berarti "mereka bertakwa" berakar و-ق-ي. Akar yang sama dipakai di 39:24 pada (يَتَّقِي بِوَجْهِهِ, yattaqii bi-wajhihi) yang berarti "menangkis dengan wajahnya", dan rangkaian itu hanya muncul di 39:24. Keburukan yang ditangkis di sana ditulis (سُوءَ الْعَذَابِ, suu'a l-'adzaabi) yang berarti "azab yang buruk". Kata benda yang sama, (السُّوءُ, s-suu'u) yang berarti "keburukan", muncul di 39:61 sebagai sesuatu yang tidak menyentuh orang-orang yang bertakwa. Ayat 39:24 dan 39:61 memuat akar kata kerja yang sama dan kata keburukan yang sama, dengan hasil yang berlawanan: orang di 39:24 menangkis dengan wajahnya, sedangkan orang di 39:61 tidak disentuh.
Kata (بِمَفَازَتِهِمْ, bi-mafaazatihim) yang berarti "karena kemenangan mereka" tersusun dari awalan bi- yang berarti "dengan" atau "karena", kata mafaazah dari akar ف-و-ز, dan akhiran -him yang berarti "mereka". Bentuk persisnya hanya muncul di 39:61. Kerabat terdekatnya adalah (مَفَازًا, mafaazan) yang berarti "kemenangan" di 78:31, dalam kalimat yang menyandingkannya dengan orang-orang bertakwa juga. Di 3:188 kata (بِمَفَازَةٍ, bi-mafaazatin) disusul "dari azab" dalam larangan untuk mengira mereka demikian, sehingga terjemahan di sana "lolos dari azab". Terjemahan 39:61 memilih "kemenangan", sama dengan 78:31 dan dengan (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, l-fawzu l-'azhiimu) yang berarti "kemenangan yang agung" di 9:72. Awalan bi- diterjemahkan "karena", seperti pada (بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ, bi-maa kaanuu yafsuquuna) yang berarti "karena mereka selalu berbuat fasik" di 6:49. Isi kemenangan itu belum dijabarkan di 39:61.
Frasa (لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ, laa yamassuhumu s-suu'u) yang berarti "keburukan tidak menyentuh mereka" memakai kata kerja berakar م-س-س. Bentuk (يَمَسُّهُمُ, yamassuhumu) yang berarti "menyentuh mereka" muncul dua kali, yaitu di 6:49 dan 39:61. Di 6:49 azab menyentuh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami, sedangkan di 39:61 keburukan tidak menyentuh orang-orang yang bertakwa. Bentuk (السُّوءُ, s-suu'u) dengan kata sandang muncul dua kali, di 7:188 dan 39:61. Ayat 3:174 memakai kata kerja yang sama dengan keburukan bentuk tak tentu, yaitu (لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ, lam yamsas-hum suu'un) yang berarti "tidak menyentuh mereka suatu keburukan". Orang-orang yang bertakwa di 7:201 tetap disentuh sesuatu, yaitu (مَسَّهُمْ طَائِفٌ, massahum thaa'ifun) yang berarti "menyentuh mereka bisikan", dan mereka mengingat. Ketiganya berbeda dari 39:61 karena benda yang menyentuh berbeda: keburukan tidak menyentuh mereka, sedangkan bisikan menyentuh dan disusul ingatan.
Penutup (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) yang berarti "dan mereka tidak bersedih" muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 3:170, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, 39:61, dan 46:13. Surah 2 memuatnya enam kali. Pada sebelas dari tiga belas ayat itu, ucapan tersebut didahului (فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ, fa-laa khawfun 'alayhim) yang berarti "maka tidak ada rasa takut atas mereka" atau bentuk yang senada, yakni di 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, dan 46:13. Ayat 3:170 memakai "bahwa tidak ada ketakutan atas mereka". Ayat 39:61 menempatkan keburukan yang tidak menyentuh di tempat rasa takut, sehingga ayat ini mengganti penafian yang pertama, tidak penafian sedihnya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pemandangan 39:60 dengan kelompok yang berlawanan, dan menjawab juga pengandaian di 39:57. Di 39:57 pembicara berandai-andai bahwa seandainya Allah memberinya petunjuk, tentu pembicara itu termasuk orang-orang yang bertakwa. Ayat 39:61 menyebut kelompok yang sama, orang-orang yang bertakwa, lalu menyatakan apa yang terjadi pada mereka. Kelompok yang diinginkan pembicara itu tidak digambarkan lewat ajaran atau amal, tetapi lewat keadaan: diselamatkan, tidak disentuh keburukan, tidak bersedih.
Dua hal tertulis berdampingan di ayat ini: Allah menyelamatkan, dan penyelamatan itu berhubungan dengan "kemenangan mereka". Cara keduanya bertemu tidak diuraikan. Satu pembacaan memandang kemenangan itu sebagai sebab yang dimiliki orang-orang bertakwa, dan pembacaan lain memandangnya sebagai keadaan yang diberikan, tetapi ayat ini tidak memutuskan di antara keduanya. Pelakunya tertulis jelas, yaitu Allah, dan penerimanya juga, yaitu orang-orang yang bertakwa.
Ayat 39:24, 39:60, dan 39:61 berhubungan lewat tiga kata yang sama: wajah, bertakwa, dan keburukan. Di 39:24 seseorang menangkis keburukan azab dengan wajahnya. Di 39:60 wajah itu menghitam. Di 39:61 kata bertakwa kembali, dan keburukan tidak menyentuh pelakunya. Surah ini menaruh gambaran itu di 39:24 dan menyelesaikannya di 39:60 dan 39:61 dengan dua jawaban yang bertolak belakang.
Bagian penutup ayat mengubah rumus yang biasa. Rumus "tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih" memuat dua penafian batin, dan di 39:61 penafian pertama diganti "keburukan tidak menyentuh mereka". Penafian di sini mencakup keburukan dari luar, yaitu yang menyentuh, dan sedih dari dalam. Keburukan yang disebut di ayat ini memakai kata yang sama dengan yang ditangkis di 39:24, sehingga ketiadaan keburukan pada kelompok bertakwa terbaca sebagai jawaban atas gambaran di 39:24 dan 39:60.
Ayat 39:62 dan 39:63 kemudian beralih dari kelompok-kelompok itu ke Allah sebagai pencipta segala sesuatu dan pemilik kunci langit dan bumi.
Renungan dan Hikmah
- Di 39:57 pembicara mengandaikan dirinya termasuk orang-orang yang bertakwa seandainya Allah memberinya petunjuk. Ayat 39:61 menyebut kelompok yang sama dan menggambarkannya dengan tiga keadaan: diselamatkan, tidak disentuh keburukan, tidak bersedih. Gambaran itu tidak memuat satu pun ucapan atau pembelaan dari anggota kelompoknya. Sebutan "orang yang bertakwa" tinggal sebuah nama, sedangkan ayat ini mengisinya dengan keadaan yang dituliskan sebagai perbuatan Allah dan hasil bagi mereka. Pembaca dapat menimbang apakah golongan yang dicita-citakan itu lebih dikenali lewat sebutannya atau lewat keadaan yang dilukiskan di sini. Seandainya sebutan itu dicabut dan yang tersisa hanya keadaannya, apakah pembaca menemukan dirinya di dalam gambaran itu?
- Kata kerja menyelamatkan di 6:63 dan 6:64 diikuti kata "dari" dan benda yang dihindari, sedangkan di 39:61 benda itu tidak disebut. Ayat ini memberi tahu bahwa Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan tidak menunjuk bahaya apa yang mereka lewati. Pembaca yang membayangkan keselamatan sebagai terhindar dari satu peristiwa tertentu mungkin sedang mengisi bagian yang dibiarkan tidak disebut. Pertanyaan yang pantas diajukan adalah apa yang dikiranya sedang menjadi bahaya terbesarnya, dan apakah ayat ini pernah menyebut itu. Seandainya Tuhan menyelamatkan dari sesuatu yang tidak pernah disadari, apa yang tersisa dari daftar ketakutannya?
- Penyelamatan di 39:61 dikaitkan dengan "kemenangan mereka", memakai kata ganti milik. Isi kemenangan itu dan cara kemenangan itu bertemu dengan tindakan Allah dibiarkan terbuka. Dua hal tertulis berdampingan tanpa urutan sebab: Allah menyelamatkan, dan mereka punya kemenangan. Cerita tentang keberhasilan dapat disusun dengan salah satu dari dua kalimat, "aku berhasil" atau "aku ditolong", dan ayat ini memuat keduanya sekaligus. Pembaca dapat mendengarkan cara menyusun ceritanya sendiri dan bertanya kalimat mana yang disembunyikan. Bila Allah disebut sebagai penyelamat dan orangnya disebut sebagai pemilik kemenangan, bagian mana yang selama ini dihilangkan dari ceritanya?
- Di 39:61 keburukan tidak menyentuh orang-orang yang bertakwa, tetapi di 7:201 orang-orang yang bertakwa tetap disentuh sesuatu, yaitu bisikan, lalu mereka mengingat. Benda yang menyentuh di kedua ayat berbeda, yaitu keburukan di satu dan bisikan di yang lain. Ketiadaan keburukan tidak sama dengan ketiadaan segala gangguan. Orang bertakwa di 7:201 tidak digambarkan kebal, tetapi digambarkan kembali ingat. Pembaca yang menganggap takwa berarti hidup tanpa gangguan dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini memberi gambaran lain. Kapan terakhir sesuatu menyentuh pembaca lalu mengingatkannya kepada Allah, dan bagaimana peristiwa itu disebut, sebagai gangguan atau sebagai pengingat?
- Ayat 39:60 menggambarkan nasib satu kelompok dengan wajah, warna, dan tempat tinggal, sedangkan 39:61 menggambarkan kelompok lain lewat ketiadaan: keburukan tidak menyentuh dan mereka tidak bersedih. Tidak ada wajah yang memutih dan tidak ada taman di ayat ini. Hal yang tidak terjadi tidak meninggalkan peristiwa yang bisa ditunjuk. Pembaca dapat mendaftar hal-hal dalam hidupnya yang berjalan tanpa gangguan, seperti kesehatan, rumah yang aman, atau hubungan yang tidak retak, lalu bertanya apakah semuanya pernah dihitung sebagai bagian dari penyelamatan. Seberapa sering terima kasih diucapkan kepada Allah atas sesuatu yang tidak pernah terjadi?
- Ayat ini menuliskan dua ketiadaan terpisah: keburukan yang tidak menyentuh dan kesedihan yang tidak ada. Rumus yang lebih sering muncul di tempat lain menyandingkan ketiadaan rasa takut dengan ketiadaan sedih, sedangkan di sini yang disandingkan adalah ketiadaan keburukan. Susunan seperti itu membuka pertanyaan tentang mana yang lebih dicari dari Tuhan, terhindar dari keburukan di luar atau lepas dari sedih di dalam. Ayat ini tidak memerintahkan memilih, karena kedua-duanya ditulis sebagai keadaan orang-orang yang bertakwa. Pembaca dapat bertanya doa mana yang lebih sering diucapkan, dan seandainya hanya satu yang diberikan, mana yang akan dipilih lebih dulu?