لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Milik-Nyalah kunci-kunci langit dan bumi. Orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, mereka itu orang-orang yang rugi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِlahu maqaaliidu s-samaawaati wa-l-ardhimilik-Nyalah kunci-kunci langit dan bumi
  2. وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-lladziina kafaruu bi-aayaati llaahi ulaa'ika humu l-khaasiruunadan orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, mereka itu orang-orang yang rugi

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. لَهُlahubaginya
  2. مَقَالِيدُmaqaaliidukunci-kunci
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  6. كَفَرُواkafaruukufur
  7. بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  10. هُمُhumumerekalah
  11. الْخَاسِرُونَl-khaasiruunaorang-orang yang rugi

Inti bacaan

Rangkaian (لَهُ مَقَالِيدُ, lahu maqaaliidu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:63 dan 42:12.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَهُ مَقَالِيدُ, lahu maqaaliidu) yang berarti "milik-Nyalah kunci-kunci". Kata (لَهُ, lahu) terdiri dari huruf li yang berarti "milik" dan -hu yang berarti "-Nya", dan karena diletakkan di depan, terjemahan menambahkan penegasan "-lah" pada "milik-Nya". Rangkaian (لَهُ مَقَالِيدُ, lahu maqaaliidu) muncul dua kali di dua surah, yaitu di 39:63 dan 42:12. Kata (مَقَالِيدُ, maqaaliidu) berakar ق-ل-د dan hanya muncul di dua ayat itu, sehingga tidak ada ayat ketiga yang dapat menentukan artinya dari pemakaian. Di 42:12 kata ini disusul (يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ, yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u wa-yaqdiru) yang berarti "Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya". Rangkaian rezeki itu muncul enam kali di enam surah, yaitu 13:26, 17:30, 30:37, 34:36, 39:52, dan 42:12, dan salah satunya, 39:52, ada di surah yang sama dengan 39:63.

Terjemahan memakai "kunci-kunci" dan tidak "perbendaharaan". Kata (خَزَائِنُ, khazaa'inu) yang berarti "perbendaharaan" dipakai di 6:50, 11:31, 15:21, 38:9, 52:37, dan 63:7, dan di 63:7 kalimatnya mirip, yaitu (وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, wa-li-llaahi khazaa'inu s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "dan milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi". Jika (مَقَالِيدُ, maqaaliidu) juga ditulis "perbendaharaan", dua kata Arab itu akan tampak sama dalam bahasa Indonesia. Padanan yang tersisa adalah "kunci-kunci", dan padanan itu juga dipakai untuk kata Arab lain yang berarti kunci, yaitu (مَفَاتِحُ, mafaatihu) di 6:59 dan bentuk yang berdekatan dengannya di 28:76. Dengan begitu "kunci-kunci" di sini berbagi padanan dengan satu kata Arab lain.

Bagian kedua dibuka dengan (وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ, wa-lladziina kafaruu bi-aayaati llaahi) yang berarti "dan orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah". Rangkaian (كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ, kafaruu bi-aayaati llaahi) muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:4, 8:52, 29:23, dan 39:63, dan akibat yang disebut sesudahnya berbeda-beda. Di 3:4 akibatnya azab yang keras, di 8:52 Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka, di 29:23 mereka berputus asa dari rahmat dan mendapat azab yang pedih, dan di 39:63 mereka disebut orang-orang yang rugi. Kata (بِآيَاتِ, bi-aayaati) memakai huruf bi- seperti (بِهَا, bihaa) di 39:59, tetapi di 39:59 pemiliknya "tanda-tanda-Ku" dengan kata ganti pertama, dan di sini "tanda-tanda Allah" dengan nama Allah.

Kata (الْخَاسِرُونَ, l-khaasiruuna) yang berarti "orang-orang yang rugi" berakar خ-س-ر. Rangkaian (أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ, ulaa'ika humu l-khaasiruuna) yang berarti "mereka itu, merekalah orang-orang yang rugi" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:27, 2:121, 7:178, 8:37, 9:69, 29:52, 39:63, dan 63:9. Sebabnya berbeda di tiap ayat: melanggar ikrar di 2:27, kufur kepada Kitab di 2:121, orang yang disesatkan di 7:178, hal yang buruk yang ditumpuk di 8:37, menikmati bagian lalu ikut terlibat di 9:69, memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah di 29:52, dilalaikan harta dan anak dari mengingat Allah di 63:9, dan di 39:63 kufur terhadap tanda-tanda Allah. Partikel (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) berarti "mereka itu", dan kata (هُمُ, humu) yang berarti "mereka" di depan kata "rugi" menegaskan siapa yang dimaksud.

Surah yang sama memberi batasan bagi kata rugi di 39:15, yaitu (الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ, l-khaasiriina lladziina khasiruu anfusahum wa-ahliihim) yang berarti "orang-orang yang rugi, yaitu orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka". Rangkaian (خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ, khasiruu anfusahum wa-ahliihim) hanya muncul dua kali, yaitu di 39:15 dan 42:45. Kata rugi muncul juga di 39:65 pada (الْخَاسِرِينَ, l-khaasiriina), jadi tiga ayat dalam surah ini, yaitu 39:15, 39:63, dan 39:65, memakai akar yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian yang dibuka di 39:59 dengan dua bagian yang tampak berjauhan: pemilikan kunci langit dan bumi, lalu penggolongan orang-orang yang kufur sebagai orang-orang yang rugi. Bagian pertama melanjutkan 39:62, yang menyebut Allah pencipta dan wakil atas segala sesuatu. Kunci menambahkan gambaran akses: yang memegangnya menentukan pintu mana yang terbuka. Bagian kedua mengikat kerugian pada satu sikap, yaitu kufur terhadap tanda-tanda Allah, sehingga ayat ini menghubungkan kepemilikan atas pintu dengan sikap terhadap tanda-tanda.

Dalam lima ayat dari 39:59 sampai 39:63, pelaku yang berturut-turut dilukiskan dinamai tiga kali dengan tiga kata berbeda. Di 39:59 sasarannya termasuk orang-orang kafir, di 39:60 termasuk orang-orang yang takabur, dan di 39:63 termasuk orang-orang yang rugi. Ketiga sebutan itu mengukur hubungan yang berlainan: hubungan dengan tanda-tanda, hubungan dengan diri sendiri, dan hubungan dengan hasil. Sebutan terakhir bernada penutup, sebab memakai penegasan ganda yang berarti "mereka itu, merekalah".

Perbandingan dengan 39:15 memperjelas bobot kata rugi. Di 39:15 orang-orang yang rugi dirinci sebagai mereka yang merugikan diri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Kata yang sama di 39:63 dengan demikian dapat dibaca membawa isi itu, meskipun 39:63 sendiri tidak merincinya. Ayat 39:65 kemudian memakai kata yang sama bagi peringatan menyekutukan, sehingga kata rugi muncul tiga kali di surah ini dalam bentuk nama golongan, yaitu di 39:15, 39:63, dan 39:65.

Ayat ini berpasangan dengan 39:61. Di sana orang-orang yang bertakwa diselamatkan dan tidak disentuh keburukan, dan di sini orang-orang yang kufur dinamai rugi. Kedua kelompok itu disebut di bawah Allah yang di 39:62 menjadi wakil atas segala sesuatu dan di 39:63 memegang kunci.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut kunci langit dan bumi sebagai milik Allah, dan kunci adalah benda yang menentukan siapa boleh masuk. Pembaca yang berusaha membuka pintu rezeki, jabatan, atau kesempatan dengan tenaganya sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh kuncinya di tangan lain. Ayat 42:12 memakai gambaran yang sama untuk rezeki yang dilapangkan dan disempitkan. Pintu mana yang selama ini coba dibuka dengan paksa, seolah-olah kuncinya ada pada diri sendiri? Apa yang berubah dalam caranya mengetuk bila diingat bahwa kunci itu milik Allah, dan kepada siapa permintaan membukakan itu sebenarnya ditujukan?
  • Kata kunci di ayat ini jamak, maqaaliid, bukan satu. Kata jamak itu mengandung banyak hal yang bisa dibuka, walaupun ayat tidak menyebut apa saja dan kapan. Orang yang sedang berada di depan satu pintu tertutup mudah memperlakukan pintu itu sebagai akhir segalanya. Kata yang dipakai ayat ini menyebut kunci-kunci, dan semuanya disebut milik Allah. Seandainya kunci itu memang banyak dan semuanya di tangan Allah, pintu lain apa yang sebenarnya sedang terbuka tanpa terlihat oleh orang yang menatap satu pintu saja? Pertanyaan itu tidak dijawab ayat ini, tetapi susunan katanya mengizinkannya diajukan.
  • Ayat 39:15 di surah yang sama merinci orang-orang yang rugi sebagai mereka yang merugikan diri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Rincian itu tidak menyebut harta, dan 39:63 memakai kata yang sama bagi orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah. Kerugian yang disebut di 39:15 berpusat pada diri dan keluarga, tidak pada angka. Pembaca yang biasa menghitung kerugian dengan ukuran uang atau waktu dapat membandingkannya dengan ukuran yang dipakai ayat ini. Seandainya yang diperiksa adalah diri dan keluarga, kerugian apa dalam hidupnya yang selama ini tidak masuk hitungan, dan apa yang tersisa dari catatan kerugiannya bila hitungan itu diganti dengan hitungan di ayat ini?
  • Ayat 39:52 menyebut Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki, lalu menyebut tanda-tanda bagi kaum yang beriman. Ayat 39:63 menyebut kunci langit dan bumi milik Allah, lalu menyebut orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah. Dua ayat itu sama-sama menaruh tanda-tanda sesudah gambaran tentang pemberian yang berada di tangan Allah. Pembaca dapat memperhatikan apakah ketika rezekinya lapang atau sempit, keadaan itu disebut sebagai sesuatu yang dibaca atau hanya sebagai keadaan yang dilewati. Dari dua kemungkinan itu, mana yang lebih dekat pada cara berbicara kepada Allah?
  • Dari 39:59 sampai 39:63, tiga sebutan muncul berurutan: kafir, takabur, lalu rugi. Tiga kata itu mengukur tiga hal berbeda: sikap terhadap tanda-tanda, sikap terhadap diri, dan akibat. Satu nama saja tidak cukup untuk menggambarkan orang yang dilukiskan ayat-ayat ini. Pembaca yang pernah menerima satu julukan dari orang lain, misalnya keras kepala atau tidak tahu diri, dapat menimbang apakah julukan itu sebenarnya beberapa hal berbeda yang digabungkan. Kalau Allah yang memberi nama dan memakai tiga kata, kata mana yang paling sulit diterima, dan mengapa kata itu yang terasa paling berat?
  • Ayat 39:53 menyeru hamba-hamba yang melampaui batas atas diri mereka agar tidak berputus asa dari rahmat Allah, dan 39:63 menggolongkan orang yang kufur sebagai orang-orang yang rugi. Dua ayat itu ada di surah yang sama dan tidak saling meniadakan. Yang pertama berisi seruan, yang kedua berisi penggolongan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa surah ini memuat keduanya, dan bahwa gambaran tentang Allah di sini tersusun dari dua jenis ayat itu sekaligus. Bagian mana dari surah ini yang lebih sering dibaca, dan apa yang hilang dari gambaran tentang Tuhan bila bagian yang lain jarang dibuka?