قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ
Katakanlah, “Maka, apakah selain Allah yang kalian perintahkan aku untuk menyembahnya, wahai orang-orang yang bodoh?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُqul a-fa-ghayra llaahi ta'muruunnii a'budukatakanlah, maka, apakah selain Allah yang kalian perintahkan aku untuk menyembahnya
- أَيُّهَا الْجَاهِلُونَayyuhaa l-jaahiluunawahai orang-orang yang bodoh
Terjemahan per kata (7 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَفَغَيْرَa-fa-ghayramaka apakah selain
- اللَّهِllaahiAllah
- تَأْمُرُونِّيta'muruunniikalian menyuruhku
- أَعْبُدُa'buduaku mengabdi
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الْجَاهِلُونَl-jaahiluunaorang-orang bodoh
Inti bacaan
Tantangan retoris tegas 'apakah selain Allah yang kalian perintahkan aku untuk menyembahnya, wahai orang-orang yang bodoh?', kejelasan sikap yang tidak memberi ruang kompromi terhadap tekanan sosial.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan penolakan tegas Nabi terhadap ajakan menyembah selain Allah, disertai sebutan langsung terhadap kebodohan tuduhan tersebut.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menjawab dengan pertanyaan balik. Bukan membantah. Bertanya.
- Sebutan bodoh dipakai langsung. Bukan disamarkan. Disebut di mukanya.
- Yang dipersoalkan mereka memerintah, bukan sekadar mengajak. Allah merekam kata memerintahkan. Yang menyuruh justru yang tidak berhak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, gh-y-r, a-l-h, a-m-r, '-b-d, j-h-l): a-fa-ghayr allaah ta'muruunnii a'bud diterjemahkan 'apakah selain Allah kalian perintahkan aku menyembah' (akar '-m-r + akar '-b-d, Nabi menolak perintah menyembah selain Allah); jaahiluun diterjemahkan 'orang bodoh' (akar j-h-l). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.