بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Sebaliknya, sembahlah Allah dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْbali llaaha fa-'budsebaliknya, sembahlah Allah
- وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَwa-kun mina sy-syaakiriinadan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur
Terjemahan per kata (6 kata)
- بَلِbalibahkan
- اللَّهَllaahaAllah
- فَاعْبُدْfa-'budmaka mengabdilah
- وَكُنْwa-kundan jadilah
- مِنَminadari
- الشَّاكِرِينَsy-syaakiriinaorang-orang yang bersyukur
Inti bacaan
Penutup dengan instruksi ganda 'sembahlah Allah dan jadilah termasuk orang-orang yang bersyukur', ibadah dan syukur disatukan sebagai dua sisi dari respons yang tepat terhadap seluruh penjelasan sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup isi wahyu dengan arahan positif, bukan menyekutukan, melainkan menyembah Allah semata disertai rasa syukur.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan dua perintah. Sembahlah. Dan jadilah orang yang bersyukur.
- Kalimatnya membalik dari larangan ke suruhan. Yang tadi jangan menyekutukan. Yang ini sembahlah.
- Syukur disebut Allah sesudah menyembah. Bukan sebelum. Yang beribadah disuruh juga berterima kasih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).