وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Padahal, bumi seluruhnya genggaman-Nya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia, dan Dia jauh lebih tinggi daripada apa yang mereka persekutukan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِwa-maa qadaruu llaaha haqqa qadrihimereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya
  2. وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِwa-l-ardhu jamii'an qabdhatuhu yawma l-qiyaamatipadahal, bumi seluruhnya genggaman-Nya pada hari kiamat
  3. وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِwa-s-samaawaatu mathwiyyaatun bi-yamiinihidan langit digulung dengan tangan kanan-Nya
  4. سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَsubhaanahu wa-ta'aalaa 'ammaa yusyrikuunaMahasuci Dia, dan Dia jauh lebih tinggi daripada apa yang mereka persekutukan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. قَدَرُواqadaruumereka mengagungkan
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. حَقَّhaqqabenar
  5. قَدْرِهِqadrihikadar-Nya
  6. وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
  7. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  8. قَبْضَتُهُqabdhatuhugenggaman-Nya
  9. يَوْمَyawmahari
  10. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  11. وَالسَّمَاوَاتُwa-s-samaawaatudan langit
  12. مَطْوِيَّاتٌmathwiyyaatunyang tergulung
  13. بِيَمِينِهِbi-yamiinihidengan tangan kanan-Nya
  14. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  15. وَتَعَالَىٰwa-ta'aalaadan Mahatinggi
  16. عَمَّا'ammaadari apa yang
  17. يُشْرِكُونَyusyrikuunamenyekutukan

Inti bacaan

Kritik mendasar 'mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya', kegagalan mengapresiasi skala kekuasaan sesungguhnya (bumi dalam genggaman, langit digulung) menjadi akar dari kesalahan penilaian yang lebih luas.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan betapa kecilnya penghormatan manusia dibandingkan keagungan Allah yang sesungguhnya: bumi dan langit sepenuhnya dalam genggaman-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kekurangan mereka bukan pada ibadahnya. Yang kurang penghormatannya. Bukan jumlah sujudnya.
  • Gambarannya bumi dalam genggaman, langit digulung. Yang terbesar. Menjadi sekecil itu.
  • Kalimat penutupnya menyucikan diri-Nya dari sekutu. Allah menyambungkan ukuran dengan keesaan. Yang sebesar itu tidak berbagi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.