وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

Dan sangkakala ditiup, maka, matilah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi, kecuali yang Allah kehendaki; kemudian, ia ditiup sekali lagi, maka, seketika itu mereka berdiri menunggu.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَنُفِخَ فِي الصُّورِwa-nufikha fii sh-shuuridan sangkakala ditiup
  2. فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِfa-sha'iqa man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhimaka, matilah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi
  3. إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُillaa man syaa'a llaahukecuali yang Allah kehendaki
  4. ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰtsumma nufikha fiihi ukhraakemudian, ia ditiup sekali lagi
  5. فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَfa-idzaa hum qiyaamun yanzhuruunamaka, seketika itu mereka berdiri menunggu

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَنُفِخَwa-nufikhadan ditiup
  2. فِيfiipada
  3. الصُّورِsh-shuurisangkakala
  4. فَصَعِقَfa-sha'iqamaka pingsanlah
  5. مَنْmanorang yang
  6. فِيfiidi
  7. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  8. وَمَنْwa-mandan orang yang
  9. فِيfiidi
  10. الْأَرْضِl-ardhibumi
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. مَنْmanorang yang
  13. شَاءَsyaa'amenghendaki
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. ثُمَّtsummakemudian
  16. نُفِخَnufikhaditiup
  17. فِيهِfiihidi dalamnya
  18. أُخْرَىٰukhraayang lain
  19. فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
  20. هُمْhummereka
  21. قِيَامٌqiyaamunberdiri
  22. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang

Inti bacaan

Dua tiupan sangkakala, kematian massal lalu kebangkitan, proses bertahap yang terstruktur, bukan kekacauan acak tanpa urutan yang jelas.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(mati)' tidak dipakai: 'sa'iqa' diterjemahkan langsung 'matilah' tanpa kata ganda berkurung.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan momen kiamat dengan tiupan sangkakala pertama yang mematikan seluruh makhluk, disusul tiupan kedua yang membangkitkan mereka kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua tiupan, bukan satu. Yang pertama mematikan. Yang kedua membangkitkan.
  • Pengecualian disisipkan di tengah kematian menyeluruh. Semua mati. Kecuali yang dikehendaki.
  • Sesudah tiupan kedua mereka disebut berdiri menunggu. Allah tidak menyebut mereka berlari. Berdiri, menunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-f-kh, s-w-r, s-'-q, s-m-w, a-r-d, sh-y-a, a-l-h, a-kh-r, q-w-m, n-zh-r): nufikha fii s-suur diterjemahkan 'ditiup sangkakala' (akar n-f-kh + akar s-w-r); sa'iqa diterjemahkan 'pingsan (mati)' (akar s-'-q); qiyaam yanzhuruun diterjemahkan 'berdiri menunggu' (akar q-w-m + akar n-zh-r). gloss '(makhluk)/(dari kuburnya dan)/(keputusan Allah)' dibuang.