وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan bumi bersinar dengan cahaya Tuhannya, dan kitab diletakkan, dan didatangkan para nabi dan para saksi, dan diputuskan di antara mereka dengan benar, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَاwa-asyraqati l-ardhu bi-nuuri rabbihaadan bumi bersinar dengan cahaya Tuhannya
- وَوُضِعَ الْكِتَابُwa-wudhi'a l-kitaabudan kitab diletakkan
- وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِwa-jii'a bi-n-nabiyyiina wa-sy-syuhadaa'idan didatangkan para nabi dan para saksi
- وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَwa-qudhiya baynahum bi-l-haqqi wa-hum laa yuzhlamuunadan diputuskan di antara mereka dengan benar, dan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَأَشْرَقَتِwa-asyraqatidan bersinarlah
- الْأَرْضُl-ardhubumi
- بِنُورِbi-nuuridengan cahaya
- رَبِّهَاrabbihaaTuhannya
- وَوُضِعَwa-wudhi'adan diletakkan
- الْكِتَابُl-kitaabuKitab
- وَجِيءَwa-jii'adan didatangkan
- بِالنَّبِيِّينَbi-n-nabiyyiinadengan para nabi
- وَالشُّهَدَاءِwa-sy-syuhadaa'idan para saksi
- وَقُضِيَwa-qudhiyadan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Rangkaian (وَوُضِعَ الْكِتَابُ, wa-wudhi'a l-kitaabu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:49 dan 39:69, dengan isi kitab hanya dituliskan pada 18:49.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (وَأَشْرَقَتِ, wa-asyraqati) yang berarti "dan bersinar" berakar ش-ر-ق dan berbentuk keempat. Sebagai kata kerja ia muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:69. Bentuk keempat dari akar yang sama muncul tiga kali lagi dalam rupa lain, yaitu (مُشْرِقِينَ, musyriqiina) di 15:73 dan 26:60 dan (وَالْإِشْرَاقِ, wa-l-isyraaqi) di 38:18. Ketiganya menyebut waktu terbitnya matahari atau pagi hari, sedangkan di 39:69 bumi sendiri yang bersinar, dengan (الْأَرْضُ, l-ardhu) sebagai pokok kalimat.
Rangkaian (بِنُورِ رَبِّهَا, bi-nuuri rabbihaa) yang berarti "dengan cahaya Tuhannya" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:69. Kata (رَبِّهَا, rabbihaa) yang berarti "Tuhannya" dengan akhiran perempuan tunggal muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 14:25, 39:69, 46:25, 65:8, 66:12, 75:23, 84:2, dan 84:5. Yang dimiliki Tuhan itu berbeda-beda, yaitu pohon di 14:25, angin di 46:25, sebuah negeri di 65:8, Maryam di 66:12, wajah-wajah di 75:23, langit di 84:2, dan bumi di 84:5, di samping 39:69. Pada 84:5 bumi digambarkan patuh kepada Tuhannya, (وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا, wa-adzinat li-rabbihaa) yang berarti "dan patuh kepada Tuhannya". Cahaya yang disebut pemiliknya ada juga di 9:32 dan 61:8, (نُورَ اللَّهِ, nuura llaahi) yang berarti "cahaya Allah", dan di 24:35, (اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, allaahu nuuru s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "Allah cahaya langit dan bumi". Wujud cahaya di 39:69 tidak dijelaskan ayat ini; yang tertulis hanya bahwa cahaya itu milik Tuhan bumi.
Rangkaian (وَوُضِعَ الْكِتَابُ, wa-wudhi'a l-kitaabu) yang berarti "dan kitab diletakkan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:49 dan 39:69. Kata kerja pasif wudhi'a muncul tiga kali, yaitu di 3:96, 18:49, dan 39:69, dengan 3:96 memakainya untuk sebuah rumah. Terjemahan memakai "diletakkan" untuk akar و-ض-ع di sini. Di 18:49 kalimat itu disusul isi kitab, (لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا, laa yughaadiru shaghiiratan wa-laa kabiiratan illaa ahshaahaa) yang berarti "tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar kecuali mencatatnya". Di 39:69 isi kitab tidak ditulis. Terjemahan menulis "kitab" saja dan tidak menambahkan kata "catatan", karena kata itu tidak ada di ayat ini.
Kata (وَجِيءَ, wa-jii'a) yang berarti "dan didatangkan" berbentuk pasif dan muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:69 dan 89:23, (وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ, wa-jii'a yawma'idzin bi-jahannama) yang berarti "dan pada hari itu didatangkan Jahanam". Bentuk aktif dengan pelaku yang tertulis ada di 4:41, (جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ, ji'naa min kulli ummatin bi-syahiidin) yang berarti "Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi". Kata (بِالنَّبِيِّينَ, bi-n-nabiyyiina) yang berarti "para nabi" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:69. Kata (وَالشُّهَدَاءِ, wa-sy-syuhadaa'i) yang berarti "dan para saksi" muncul dua kali, yaitu di 4:69 dan 39:69. Di 4:69 keduanya disebut bersama orang-orang yang sangat benar dan orang-orang saleh sebagai mereka yang diberi nikmat. Terjemahan memakai "saksi" untuk akar ش-ه-د, sama dengan bentuk tunggalnya di 4:41.
Rangkaian (وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ, wa-qudhiya baynahum bi-l-haqqi) yang berarti "dan diputuskan di antara mereka dengan benar" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:69 dan 39:75. Bunyi qudhiya baynahum muncul sembilan kali di lima surah, yaitu di 10:19, 10:47, 10:54, 11:110, 39:69, 39:75, 41:45, 42:14, dan 42:21. Lima di antaranya, yaitu 10:19, 11:110, 41:45, 42:14, dan 42:21, berupa pengandaian seperti (لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ, la-qudhiya baynahum) yang berarti "tentu telah diputuskan di antara mereka", sehingga putusan itu belum terjadi. Empat lainnya, yaitu 10:47, 10:54, 39:69, dan 39:75, menuturkan putusan yang terjadi. Di 10:47 putusan itu disertai (بِالْقِسْطِ, bi-l-qisthi) yang berarti "dengan adil", sedangkan di 39:69 dan 39:75 disertai bi-l-haqqi.
Rangkaian (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan mereka tidak dizalimi" muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 2:281, 3:25, 3:161, 6:160, 10:47, 10:54, 16:111, 23:62, 39:69, 45:22, dan 46:19. Di 23:62 rangkaian itu menyusul dua hal yang juga ada di 39:69, yaitu kitab dan kebenaran, (وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ, wa-ladaynaa kitaabun yanthiqu bi-l-haqqi) yang berarti "dan pada Kami ada kitab yang berbicara dengan benar". Urutan di 39:69 sama dengan 10:47 dan 10:54, yaitu putusan lebih dulu, lalu jaminan tidak dizalimi.
Tafsiran
Ayat ini menuturkan lima kejadian secara berurutan, yaitu bumi bersinar, kitab diletakkan, para nabi dan saksi didatangkan, putusan dijatuhkan, dan jaminan tidak dizalimi. Pelaku yang tertulis ada pada kejadian pertama saja, yaitu bumi. Empat kejadian lainnya berbentuk pasif, sehingga tangan yang meletakkan, mendatangkan, dan memutuskan tidak tampil. Penunjuk pemilik di ayat ini ada pada kata Tuhannya, yaitu pada bumi dan cahayanya, dan nama Allah tidak ditulis.
Susunan ayat menaruh cahaya, kitab, dan para saksi lebih dulu dan jaminan sesudahnya. Ketiganya muncul sebelum putusan, lalu kalimat terakhir menyatakan bahwa mereka tidak dizalimi. Jaminan datang di ujung rangkaian yang panjang, sehingga ia terbaca sebagai kesimpulan dari semua yang diletakkan dan didatangkan di depannya.
Ayat 39:69 dan 39:75 memuat putusan yang sama, bi-l-haqqi, tetapi diikuti hal berbeda. Di 39:69 putusan disusul jaminan tidak dizalimi, sedangkan di 39:75 disusul (وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, wa-qiila l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) yang berarti "dan dikatakan, segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam". Dua ayat itu menutup dua bagian berbeda dari surah ini dengan kalimat putusan yang sama.
Kata "mereka" pada "di antara mereka" tidak punya acuan yang disebut di ayat ini. Ayat sebelumnya menyebut mereka yang berdiri memandang di 39:68, dan ayat ini sendiri menyebut para nabi dan saksi. Ayat ini tidak menunjuk salah satunya, dan pembacaan bahwa yang diputuskan adalah mereka yang berdiri di 39:68 tetap pembacaan.
Renungan dan Hikmah
- Di 39:69 bumi digambarkan bercahaya karena cahaya Tuhannya, dan di 84:5 bumi digambarkan patuh kepada Tuhannya. Dua ayat itu menaruh bumi sebagai sesuatu yang punya Tuhan dan menjadi bagian dari adegan. Tanah tempat seseorang bekerja, tinggal, dan berselisih dengan orang lain dalam gambaran ini ikut hadir pada hari itu dan bercahaya. Pembaca yang menganggap tempat kerjanya sebagai ruang netral tanpa saksi dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh bumi di tengah adegan. Kalau tanah yang diinjak setiap hari ikut bercahaya, apa dari perbuatan di atasnya yang selama ini diyakini tidak terlihat?
- Ayat 18:49 menuliskan kitab yang diletakkan itu tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar kecuali telah mencatatnya, lalu menutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun. Rangkaian kitab diletakkan di 39:69 berujung pada jaminan bahwa mereka tidak dizalimi, tanpa memuat isi kitab. Pembaca dapat melihat bahwa di 18:49 kelengkapan catatan dan pernyataan tidak menzalimi ditaruh berdekatan. Seseorang yang pernah menyimpan catatan tentang perbuatan orang lain, tentang utang, janji, atau jasa, dapat memeriksa kelengkapan catatan itu. Bagaimana rasanya membayangkan kitab yang tidak meninggalkan yang kecil sebagai dasar perlakuan yang tidak menzalimi?
- Para nabi dan para saksi didatangkan dalam bentuk pasif di 39:69, dan 4:41 menuliskan bentuk aktifnya dengan Kami sebagai pelaku yang mendatangkan seorang saksi dari setiap umat. Ayat menuliskan para saksi sebagai pihak yang didatangkan, dan tidak mengatakan bahwa pihak yang diadili meminta atau memilih mereka. Pembaca yang membayangkan pembelaan dirinya dapat memeriksa apakah rencana pembelaan itu menghitung saksi yang dipilihnya sendiri, padahal ayat ini menyebut saksi sebagai yang didatangkan. Kalau saksi terhadap hari-harinya hadir tanpa dipilih, apa yang akan lebih dulu diperiksa dalam pembelaan itu?
- Putusan dengan kalimat yang sama muncul di 39:69 dan 39:75, yang satu disusul jaminan tidak dizalimi dan yang lain disusul pujian bagi Allah, Tuhan seisi alam. Dua ayat itu menutup dua gambaran yang berlainan dengan putusan yang sama, sehingga putusan itu tampak berdiri tetap ketika adegan di sekitarnya berubah. Pembaca dapat membayangkan dirinya berada di dua adegan itu secara bergantian, bagian yang menyangkut keadilan untuk diri sendiri dan bagian yang menyangkut pujian. Perubahan apa yang terjadi pada hati seseorang ketika kalimat putusan yang sama menjadi dasar bagi jaminan dan sekaligus bagi pujian?
- Jaminan tidak dizalimi diletakkan di ujung rangkaian yang panjang, sesudah cahaya, kitab, saksi, dan putusan. Di 23:62 Kami berkata bahwa Kami tidak membebani satu jiwa pun kecuali menurut kesanggupannya, lalu menyebut kitab yang berbicara dengan benar, dan jaminan itu muncul sesudahnya. Dengan penempatan di ujung, jaminan terbaca sebagai hasil dari semua yang disiapkan di depannya dan tidak sebagai penghiburan pembuka. Pembaca yang pernah diyakinkan bahwa dirinya diperlakukan adil dapat menimbang apakah keyakinan itu datang sebelum bukti atau sesudahnya. Mana yang lebih mudah dipercaya, jaminan yang datang di awal atau yang datang di ujung?
- Dari lima kejadian di ayat ini, pelaku yang tertulis hanya bumi, sedangkan peletak kitab, pendatang saksi, dan pemutus perkara tidak disebut. Pembaca yang terbiasa mengatur jalan sebuah urusan dengan menunjuk siapa yang melakukan apa akan mendapati bahwa adegan terbesar dalam teks ini berjalan tanpa daftar pelaku di depan mata. Nama Allah tidak ditulis, dan kata Tuhannya pada bumi menjadi penunjuk yang tersedia. Ketika sebuah urusan besar berjalan tanpa pelaku yang tampak, ke mana pandangan seseorang mencari pegangan?