وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ
Dan disempurnakan bagi setiap jiwa apa yang telah dikerjakannya, dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْwa-wuffiyat kullu nafsin maa 'amilatdan disempurnakan bagi setiap jiwa apa yang telah dikerjakannya
- وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَwa-huwa a'lamu bi-maa yaf'aluunadan Dia lebih mengetahui apa yang mereka lakukan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَوُفِّيَتْwa-wuffiyatdan disempurnakan
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- مَاmaaapa yang
- عَمِلَتْ'amilatdikerjakan
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
- بِمَاbi-maaapa yang
- يَفْعَلُونَyaf'aluunamelakukan
Inti bacaan
Rangkaian (وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ, wa-wuffiyat kullu nafsin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:25 dan 39:70.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (وَوُفِّيَتْ, wa-wuffiyat) yang berarti "dan disempurnakan" berakar و-ف-ي. Hurufnya yang tengah digandakan, dan bentuknya pasif. Rangkaian (وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ, wa-wuffiyat kullu nafsin) yang berarti "dan disempurnakan bagi setiap jiwa" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:25 dan 39:70. Kata kerja pasif dari bentuk yang sama ada di sembilan ayat, yaitu 2:272, 2:281, 3:25, 3:161, 3:185, 8:60, 16:111, 39:10, dan 39:70, dan di dua di antaranya bentuknya lampau, yaitu 3:25 dan 39:70. Pelaku yang menyempurnakan tidak ditulis di sembilan ayat itu. Dalam bentuk aktif pelakunya ditulis, misalnya (يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ, yuwaffiihimu llaahu diinahumu l-haqqa) yang berarti "Allah menyempurnakan bagi mereka pertanggungjawaban yang sebenarnya" di 24:25, dan (لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَالَهُمْ, la-yuwaffiyannahum rabbuka a'maalahum) yang berarti "Tuhanmu pasti menyempurnakan bagi mereka amal-amal mereka" di 11:111. Terjemahan memakai "disempurnakan" untuk wuffiyat dan tidak menambahkan kata "balasan". Kata untuk balasan adalah kata lain dari akar ج-ز-ي, misalnya (وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, wa-li-tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat) yang berarti "dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang diusahakannya" di 45:22.
Rangkaian (كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ, kullu nafsin maa 'amilat) yang berarti "setiap jiwa apa yang dikerjakannya" muncul 3 kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:30, 16:111, dan 39:70. Kata (نَفْسٍ, nafsin) berbentuk tunggal, dan kata kerja 'amilat berbentuk perempuan tunggal menyesuaikannya, sehingga yang dihitung di sini satu jiwa demi satu jiwa. Ayat 16:111 menuliskan (وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ, wa-tuwaffaa kullu nafsin maa 'amilat) yang berarti "dan disempurnakan bagi setiap jiwa apa yang dikerjakannya", dengan kata kerja yang sedang berlangsung, sedangkan 39:70 memakai kata kerja lampau. Ayat 3:25, 3:161, 16:111, dan 2:281 menaruh jaminan tidak dizalimi sesudah kata kerja itu, tetapi di 39:70 jaminan itu sudah ada di ujung ayat sebelumnya, 39:69.
Kata (وَهُوَ, wa-huwa) yang berarti "dan Dia" menunjuk satu pihak tanpa menulis namanya. Ayat 39:69 menyebut Tuhan bumi dengan akhiran perempuan pada kata Tuhannya, sehingga pembacaan bahwa wa-huwa kembali ke sana mungkin, dan ayat ini tidak menyatakannya secara tertulis. Kata (أَعْلَمُ, a'lamu) berakar ع-ل-م dan berbentuk perbandingan, dengan terjemahan "lebih mengetahui". Pembandingnya tidak ditulis, sehingga ayat ini tidak mengatakan lebih mengetahui daripada siapa.
Bunyi (بِمَا يَفْعَلُونَ, bi-maa yaf'aluuna) yang berarti "apa yang mereka lakukan" muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:36, 24:41, dan 39:70. Di dua ayat pertama pengetahuan itu ditulis dengan kata sifat, (عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ, 'aliimun bi-maa yaf'aluuna) yang berarti "berilmu akan apa yang mereka lakukan", sedangkan di 39:70 pengetahuan itu ditulis dengan bentuk perbandingan, (وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ, wa-huwa a'lamu bi-maa yaf'aluuna) yang berarti "dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka lakukan". Ayat 10:36 menyusul orang-orang yang mengikuti dugaan, sedangkan 24:41 menyusul seluruh yang di langit dan di bumi yang bertasbih. Kata kerja (يَفْعَلُونَ, yaf'aluuna) berakar ف-ع-ل dan berbentuk jamak, berbeda dari 'amilat yang tunggal. Ayat tidak menjelaskan mengapa kata kerjanya berganti dari tunggal ke jamak dan dari akar ع-م-ل ke akar ف-ع-ل, dan terjemahan membedakan keduanya dengan "dikerjakan" dan "lakukan".
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian kejadian yang dimulai di 39:68 dengan dua pernyataan, yaitu setiap jiwa disempurnakan apa yang dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka lakukan. Letaknya tepat sebelum pembagian, karena 39:71 menuturkan (وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا, wa-siiqa lladziina kafaruu ilaa jahannama zumaran) yang berarti "dan orang-orang yang kufur digiring ke Jahanam secara berombongan", dan 39:73 menuturkan (وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا, wa-siiqa lladziina ttaqaw rabbahum ilaa l-jannati zumaran) yang berarti "dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka digiring ke taman secara berombongan". Dengan letak itu, 39:70 berlaku untuk setiap jiwa sebelum jiwa-jiwa itu dibagi menjadi dua rombongan.
Susunan ayat ini membalik urutan yang dikenal dari empat ayat lain. Di 2:281, 3:25, 3:161, dan 16:111 kata disempurnakan ada lebih dulu dan jaminan tidak dizalimi menyusul. Di 39:69 jaminan itu sudah ditulis di akhir ayat, dan 39:70 membuka dengan disempurnakan. Dua pernyataan yang tadinya berdampingan dalam satu kalimat terpisah oleh batas ayat, sehingga jaminan lebih dulu dan penyempurnaan sesudahnya.
Bagian kedua ayat berpindah dari perbuatan ke pengetahuan. Setelah kitab, saksi, dan putusan di 39:69, ayat ini menaruh pengetahuan sebagai penutup, dan tidak menambah alat bukti. Pengetahuan itu dipakai dengan cara yang sama di 10:36 dan 24:41, yaitu sebagai pernyataan penutup tentang apa yang dilakukan orang, di tengah pembicaraan tentang dugaan di 10:36 dan tentang tasbih di 24:41.
Satuan hitungannya sudah tertulis di surah yang sama. Ayat 39:7 menyatakan (وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ, wa-laa taziru waaziratun wizra ukhraa) yang berarti "dan seorang pemikul beban tidak memikul beban orang lain", dan 39:70 menyebut setiap jiwa dalam bentuk tunggal. Dua ayat itu sama-sama menaruh perhitungan pada satu jiwa demi satu jiwa.
Renungan dan Hikmah
- Kata disempurnakan di 39:70 dipakai untuk apa yang telah dikerjakan setiap jiwa, dan bentuk aktifnya di 24:25 dan 11:111 menaruh Allah dan Tuhanmu sebagai pelaku. Kata itu menyiratkan bahwa yang disempurnakan sudah ada lebih dulu, dan tinggal digenapi pada tempatnya. Pembaca yang menganggap pekerjaannya yang kecil, tidak pernah dilihat, atau belum selesai sebagai sesuatu yang terputus dapat memeriksa kata itu dengan cermat. Apa yang dikerjakan hari ini dalam gambaran ayat ini sudah ada dan menunggu untuk digenapi. Bagian pekerjaan mana yang dianggap tidak akan sampai ke mana-mana, padahal kata ini menaruhnya di antara yang disempurnakan?
- Di 2:281, 3:25, dan 16:111 jaminan tidak dizalimi datang sesudah disempurnakan, sedangkan di 39:69 sampai 39:70 jaminan itu datang lebih dulu. Dengan urutan yang terbalik, pembaca mendengar kepastian bahwa tidak ada kezaliman sebelum mendengar bahwa apa yang dikerjakan disempurnakan. Seseorang yang sedang menunggu hasil dari pekerjaan yang panjang dapat memperhatikan bahwa kepastian lebih dahulu dari hasil dalam teks ini. Kalau kepastian bahwa seseorang tidak dizalimi datang sebelum hasil pekerjaannya, bagaimana rasanya menunggu hasil itu?
- Kata nafs di ayat ini tunggal dan didahului setiap, dan 39:7 dalam surah yang sama menyatakan bahwa seorang pemikul beban tidak memikul beban orang lain, lalu menyebut bahwa kepada Tuhan kalianlah kembali kalian. Ayat ini berbicara per jiwa. Pembaca yang biasa berlindung di balik kelompok, entah dengan mengatakan semua orang melakukannya atau dengan menunjuk atasan, dapat memeriksa bahwa kalimat ini menyebut seorang demi seorang. Kalau hitungan akhirnya jatuh pada satu jiwa, di mana pembaca biasa menaruh dirinya, di dalam kelompok atau di hadapan satu jiwa itu sendiri?
- Ayat ini ditutup dengan pengetahuan, dan 10:36 serta 24:41 memakai bunyi yang sama untuk Allah yang berilmu akan apa yang mereka lakukan, di tengah pembicaraan tentang dugaan dan tentang tasbih. Sesudah kitab dan saksi di 39:69, penutupnya adalah pernyataan tentang pengetahuan dan tidak tentang tambahan bukti. Pembaca yang sedang menyiapkan pembelaan dapat memperhatikan bahwa daftar bukti yang disusunnya tidak menambah apa pun pada pengetahuan yang sudah ada. Apa yang ingin disampaikan seseorang bila yang menimbangnya lebih mengetahui perbuatannya daripada catatannya sendiri?
- Kata lebih mengetahui di 39:70 tidak disusul pembanding, sehingga ayat tidak menyatakan daripada siapa. Pembaca terdorong mengisi kekosongan itu dengan pengetahuan dirinya sendiri atau pengetahuan orang di sekitarnya, dan pengisian itu merupakan pembacaan yang tidak ditulis ayat. Orang yang merasa paling mengenal motif perbuatannya dapat bertanya apakah ayat ini menempatkan pengetahuannya di bawah pengetahuan lain. Siapa yang akan tampak kalah tahu dalam kalimat itu, bila pembandingnya diisi pembaca dengan caranya sendiri?
- Pernyataan 39:70 tentang setiap jiwa ditaruh sebelum 39:71 dan 39:73 membagi mereka menjadi dua rombongan yang digiring, satu ke Jahanam dan satu ke taman, dengan golongan kedua disebut sebagai orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka. Ayat ini berlaku bagi semua sebelum ada pembagian. Pembaca yang cepat menggolongkan orang lain ke dalam salah satu rombongan itu dapat memperhatikan bahwa ayat ini lebih dulu menyebut mereka sebagai jiwa yang sama-sama sedang disempurnakan. Sebelum pembagian terjadi, bagaimana pembaca memandang orang yang sedang ia golongkan?