قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Dikatakan, “Masuklah pintu-pintu Jahanam, kekal di dalamnya!” Maka, seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَاqiila dkhuluu abwaaba jahannama khaalidiina fiihaadikatakan, masuklah pintu-pintu Jahanam, kekal di dalamnya
- فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَfa-bi'sa matswaa l-mutakabbiriinamaka, seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur
Terjemahan per kata (9 kata)
- قِيلَqiiladikatakan
- ادْخُلُواdkhuluumasuklah kalian
- أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
- مَثْوَىmatswaatempat tinggal
- الْمُتَكَبِّرِينَl-mutakabbiriinaorang-orang yang sombong
Inti bacaan
Instruksi tegas 'masuklah pintu-pintu Jahanam untuk tinggal selama-lamanya', konsekuensi permanen bagi kesombongan yang telah dipilih secara sadar sepanjang hidup.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kepada mereka)', '(neraka)' (2×), dan '(untuk tinggal)' semuanya dihapus. Kata 'itu' pada 'neraka Jahanam itu' juga dihapus: tidak ada morfem demonstrativa dalam struktur Arab.
Tafsiran
Ayat ini menutup dialog dengan perintah tegas memasuki neraka secara kekal, disertai penegasan bahwa tempat itu seburuk-buruk tempat bagi kesombongan.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai bentuk pintu-pintu, bukan satu pintu. Masuknya berkelompok. Tempatnya bertingkat.
- Perintahnya sama bentuknya dengan perintah masuk surga. Kalimatnya sejajar. Isinya berlawanan.
- Yang disebut di ujung kesombongan, bukan dosa lain. Allah menamai pangkalnya. Takabur yang mengantar ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan.; contr. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.