وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka digiring ke taman secara berombongan, hingga, apabila mereka sampai kepadanya dan pintu-pintunya dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, “Salam sejahtera atas kalian, kalian telah menjadi baik; maka, masuklah ke dalamnya, kekal.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًاwa-siiqa lladziina ttaqaw rabbahum ilaa l-jannati zumarandan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka digiring ke taman secara berombongan
  2. حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَاhattaa idzaa jaa'uuhaa wa-futihat abwaabuhaahingga, apabila mereka sampai kepadanya dan pintu-pintunya dibuka
  3. وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَاwa-qaala lahum khazanatuhaapara penjaganya berkata kepada mereka
  4. سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْsalaamun 'alaykum thibtumsalam sejahtera atas kalian, kalian telah menjadi baik
  5. فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَfa-dkhuluuhaa khaalidiinamaka, masuklah ke dalamnya, kekal

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَسِيقَwa-siiqadan dihalau
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اتَّقَوْاttaqawbertakwa
  4. رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
  5. إِلَىilaakepada
  6. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  7. زُمَرًاzumaranberombongan
  8. حَتَّىٰhattaasampai
  9. إِذَاidzaaapabila
  10. جَاءُوهَاjaa'uuhaamereka mendatanginya
  11. وَفُتِحَتْwa-futihatdan dibukalah
  12. أَبْوَابُهَاabwaabuhaapintu-pintunya
  13. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  14. لَهُمْlahumkepada mereka
  15. خَزَنَتُهَاkhazanatuhaapara penjaganya
  16. سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
  17. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  18. طِبْتُمْthibtumkalian telah menjadi baik
  19. فَادْخُلُوهَاfa-dkhuluuhaamaka masukilah ia
  20. خَالِدِينَkhaalidiinakekal

Inti bacaan

Kata kerja thaaba, bentuk dasar (طِبْتُمْ, thibtum), muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:3, 4:4, dan 39:73, dan hanya di 39:73 ia tidak disusul lakum.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَسِيقَ, wa-siiqa) yang berarti "dan digiring", kata kerja berakar س-و-ق yang muncul dalam bentuk pasif ini dua kali, yaitu di 39:71 dan 39:73. Di 39:71 kata kerja itu membawa orang-orang yang kufur ke Jahanam, dan di 19:86 bentuk aktifnya (وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ, wa-nasuuqu l-mujrimiina ilaa jahannama) diterjemahkan "dan Kami giring para pendurhaka ke Jahanam". Terjemahan ayat ini memakai "digiring" juga, karena kata Arabnya sama dan tidak ada kata lain yang melahirkan "diantar". Susunan (إِلَى الْجَنَّةِ, ilaa l-jannati) yang berarti "ke taman" muncul dua kali, yaitu di 2:221 dan 39:73. Di 2:221 kata kerjanya lain, (يَدْعُو, yad'uu) yang berarti "mengajak", dalam kalimat (وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ, wa-llaahu yad'uu ilaa l-jannati) yang berarti "dan Allah mengajak ke taman". Kata (الْجَنَّةِ, l-jannati) diterjemahkan "taman" seperti di ayat-ayat lain.

Pihak yang bergerak ditunjuk dengan (الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ, lladziina ttaqaw rabbahum) yang berarti "orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka". Rangkaian (اتَّقَوْا رَبَّهُمْ, ttaqaw rabbahum) muncul tiga kali, yaitu di 3:198, 39:20, dan 39:73. Di 3:198 dan 39:20 rangkaian itu dibuka dengan kata penghubung "tetapi" dan disusul (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", lalu apa yang disediakan: taman-taman di 3:198 dan kamar-kamar di 39:20. Di ayat ini rangkaian itu menjadi pangkal kalimat yang berisi perjalanan, tanpa kata "tetapi" dan tanpa lahum. Kata (زُمَرًا, zumaran) yang berarti "berombongan" muncul dua kali, di 39:71 dan 39:73.

Kata (وَفُتِحَتْ, wa-futihat) yang berarti "dan dibukalah" didahului huruf wa- yang berarti "dan", dan bentuk dengan wa- ini hanya ada di 39:73. Di 39:71 kata kerja yang sama, (فُتِحَتْ, futihat), tertulis tanpa wa-. Terjemahan ayat ini memuat "dan" itu dalam "mereka sampai kepadanya dan pintu-pintunya dibuka". Para penjaga ditunjuk dengan (خَزَنَتُهَا, khazanatuhaa) yang berarti "para penjaganya", berakar خ-ز-ن, dan bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 39:71, 39:73, dan 67:8. Di ayat ini akhiran -haa menunjuk taman, sedangkan di 39:71 dan 67:8 akhiran itu menunjuk Jahanam.

Ucapan para penjaga dibuka dengan (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "salam sejahtera atas kalian". Rangkaian ini muncul enam kali di enam surah, yaitu di 6:54, 7:46, 13:24, 16:32, 28:55, dan 39:73, dan 16:32 menulis kata terakhirnya dengan bunyi akhir 'alaykumu. Di 13:24 salam itu disusul alasan, (بِمَا صَبَرْتُمْ, bi-maa shabartum) yang berarti "karena kesabaran kalian", dan di 16:32 disusul (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "karena apa yang telah kalian kerjakan". Di ayat ini salam itu disusul (طِبْتُمْ, thibtum) tanpa bi-maa.

Kata (طِبْتُمْ, thibtum) berakar ط-ي-ب dan berarti "kalian telah menjadi baik". Kata kerja dasarnya, thaaba, muncul tiga kali, yaitu di 4:3, 4:4, dan 39:73. Di 4:3 dan 4:4 kata kerja itu disusul (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" dan diterjemahkan "kalian senangi" serta "merelakan", sedangkan di ayat ini tidak ada lakum dan tidak ada kata kerja perbuatan seperti 'amila. Karena itu terjemahan memakai "telah menjadi baik" dan tidak menambahkan "berbuat". Sifat dari akar yang sama, (طَيِّبِينَ, thayyibiina), ada di 16:32 dan diterjemahkan "dalam keadaan baik".

Perintah terakhir, (فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ, fa-dkhuluuhaa khaalidiina) yang berarti "maka, masuklah ke dalamnya, kekal", hanya ada di 39:73. Huruf fa- yang berarti "maka" menyambungnya dengan thibtum. Kata kerja (ادْخُلُوا, dkhuluu) berakar د-خ-ل dengan akhiran -haa yang menunjuk taman, dan kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) yang berarti "kekal" berakar خ-ل-د.

Tafsiran

Ayat 39:73 mengulang gerak 39:71 untuk rombongan lain, yaitu digiring, sampai, pintu dibuka, lalu penjaga berbicara. Dengan kerangka yang sama, perbedaan kecil menjadi terlihat: pintu dibuka bersamaan dengan kedatangan, penjaga memberi salam, dan tidak ada pertanyaan yang diajukan kepada rombongan ini. Pembeda kedua tujuan itu terletak pada ucapan penjaga.

Ucapan para penjaga di sini terdiri atas tiga bagian: salam, keterangan tentang keadaan, dan perintah masuk. Ketiganya diucapkan oleh pihak yang sama dan tidak diselingi jawaban. Ucapan rombongan baru muncul di ayat berikutnya, dibuka dengan wa-qaaluu, dan isinya pujian, tidak jawaban atas sebuah pertanyaan. Karena itu 39:73 berdiri sebagai sambutan, sedangkan percakapan antara penjaga dan rombongan di 39:71 berbentuk tanya-jawab.

Rangkaian ttaqaw rabbahum memberi ayat ini kaitan dengan 39:20. Di sana kelompok yang digambarkan dengan kalimat yang sama, (الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ, lladziina ttaqaw rabbahum), disebut sebagai penerima kamar-kamar, dan 39:20 diakhiri dengan pernyataan bahwa Allah tidak mengingkari janji. Ayat 39:73 menunjukkan perjalanan kelompok itu menuju sebuah taman, dan sambutan di pintunya. Jarak antara kedua ayat itu lima puluh tiga ayat.

Bagi alur surah, 39:73 adalah bagian kedua dari dua bagian yang sejajar. Bagian pertama, 39:71 dan 39:72, diakhiri dengan penilaian atas tempat, sedangkan bagian kedua diakhiri di 39:74 dengan ucapan orang-orang yang tiba. Urutan itu menaruh sambutan sebelum ucapan, sehingga pembaca mendengar apa yang dikatakan kepada rombongan lebih dulu, baru apa yang dikatakan rombongan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja wa-siiqa dipakai untuk dua rombongan yang menuju dua tempat, dan ayat tidak membedakan cara bergerak keduanya. Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka juga digiring, dan 2:221 memakai kata kerja lain, mengajak, untuk perjalanan ke taman. Kata kerja yang sama untuk dua rombongan memperlihatkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada tujuan dan sambutan, dan cara tiba tidak dibedakan. Pembaca dapat bertanya apakah perjalanan hidupnya selalu terasa seperti pilihan sendiri, atau kadang seperti digiring oleh keadaan. Ke arah mana pembaca sekarang sedang digiring, dan apakah arah itu sama dengan arah yang dipilihnya?
  • Di ayat ini pintu dibuka bersamaan dengan kedatangan, dengan kata "dan" di antara keduanya, sedangkan di 39:71 pintu dibuka sesudah kedatangan tanpa kata itu. Ayat tidak menjelaskan sebab perbedaan tersebut. Pembaca dapat membayangkan dua cara tiba di sebuah pintu: menunggu di luar sampai ada yang membukakan, atau mendapati pintu itu sudah terbuka. Di ayat ini rombongan tidak digambarkan menunggu, mengetuk, atau meminta izin. Kapan terakhir kali pembaca tiba di suatu tempat dan mendapati pintunya sudah terbuka, dan apa yang terasa sebelum pembaca tahu bahwa pintu itu terbuka untuknya?
  • Rombongan ini disambut dengan salam, dan tidak ada pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Di 13:24 dan 16:32 salam yang sama disusul alasan, yaitu kesabaran dan apa yang telah dikerjakan, sedangkan di sini salam disusul keterangan tentang keadaan mereka. Ayat 39:20 menggambarkan sebuah kelompok dengan sebutan yang sama dan menyatakan bahwa Allah tidak mengingkari janji, sedangkan 39:73 memperlihatkan sambutan yang diterima kelompok itu. Pembaca dapat membayangkan perbedaan antara disambut dengan pertanyaan dan disambut dengan salam. Kapan terakhir pembaca disambut tanpa harus lebih dulu menjelaskan diri?
  • Kata thibtum menyebut keadaan, "kalian telah menjadi baik", dan tidak menyebut perbuatan tertentu yang menyebabkannya. Ayat 16:32 menaruh salam yang serupa di samping "apa yang telah kalian kerjakan", sehingga kedua ayat itu menyebut dua hal yang berbeda: keadaan di 39:73 dan perbuatan di 16:32. Ayat 39:73 tidak menjelaskan hubungan antara keduanya. Pembaca dapat bertanya apa bedanya bagi dirinya disebut baik karena keadaannya dan disebut baik karena perbuatannya. Dalam penilaian yang pernah diterimanya, apakah kata "baik" lebih sering menunjuk perbuatan yang tampak atau keadaan yang tidak dilihat orang?
  • Kata kerja bertakwa di ayat ini langsung berobjek "Tuhan mereka", dan rangkaian yang sama membuka 3:198 dan 39:20, tempat apa yang disediakan disebut sesudahnya. Di 39:73 apa yang disebut sesudahnya adalah perjalanan menuju taman dan sambutan di pintunya. Takwa di rangkaian ini tidak diuraikan menjadi daftar perbuatan, dan hanya disebut sebagai sikap kepada Tuhan. Bila pembaca diminta menyebut takwanya dalam satu kalimat tanpa memerinci perbuatan, apa yang akan ditulisnya, dan kepada siapa kalimat itu ditujukannya?
  • Ayat ini tidak menyebut seorang pun secara pribadi, hanya rombongan yang digiring, disambut, dan diperintah masuk. Kata zumaran yang sama dipakai untuk rombongan di 39:71. Kedatangan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka digambarkan sebagai perjalanan bersama dengan banyak orang lain, dan ayat tidak menyebut siapa yang berjalan bersama siapa. Dalam rombongan mana pembaca membayangkan dirinya berjalan, dan siapa saja yang ada di dekatnya ketika pintu itu terbuka?