وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya dan mewariskan bumi kepada kami sehingga dapat menempati taman sesuai dengan kehendak kami.” Sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُwa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii shadaqanaa wa'dahumereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya
- وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَwa-awratsanaa l-ardhadan mewariskan bumi kepada kami
- نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُnatabawwa'u mina l-jannati haytsu nasyaa'usehingga dapat menempati taman sesuai dengan kehendak kami
- فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَfa-ni'ma ajru l-'aamiliinasebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- الْحَمْدُl-hamdusegala puji
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الَّذِيlladziiyang
- صَدَقَنَاshadaqanaamemenuhi kepada kami
- وَعْدَهُwa'dahujanji-Nya
- وَأَوْرَثَنَاwa-awratsanaadan Dia mewariskan kepada kami
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- نَتَبَوَّأُnatabawwa'ukami menempati
- مِنَminadari
- الْجَنَّةِl-jannatitaman
- حَيْثُhaytsudi mana saja
- نَشَاءُnasyaa'ukami kehendaki
- فَنِعْمَfa-ni'mamaka sebaik-baik
- أَجْرُajrupahala
- الْعَامِلِينَl-'aamiliinaorang-orang yang beramal
Inti bacaan
Rangkaian (نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, ni'ma ajru l-'aamiliina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:136, 29:58, dan 39:74, dan hanya di 39:74 huruf fa- mendahuluinya.
Penjelasan pilihan kata
Ucapan dibuka dengan (وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ, wa-qaaluu l-hamdu li-llaahi) yang berarti "dan mereka berkata, segala puji bagi Allah". Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 7:43, 35:34, dan 39:74. Susunan (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي, l-hamdu li-llaahi lladzii) muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu di 6:1, 7:43, 14:39, 17:111, 18:1, 23:28, 27:15, 34:1, 35:34, dan 39:74. Di enam di antaranya kata kerja sesudah lladzii memuat kata ganti pembicara sebagai penerima: (هَدَانَا, hadaanaa) di 7:43, (وَهَبَ لِي, wahaba lii) di 14:39, (نَجَّانَا, najjaanaa) di 23:28, (فَضَّلَنَا, fadhdhalanaa) di 27:15, (أَذْهَبَ عَنَّا, adzhaba 'annaa) di 35:34, dan (صَدَقَنَا, shadaqanaa) di 39:74. Dengan begitu pujian di ayat ini diikat pada apa yang diterima para pembicara.
Kata kerja (صَدَقَنَا, shadaqanaa) yang berarti "memenuhi kepada kami" berakar ص-د-ق, dan disusul (وَعْدَهُ, wa'dahu) yang berarti "janji-Nya". Kata kerja shadaqa yang disusul dua objek, yaitu pihak penerima dan hal yang dibuktikan, muncul empat kali: (صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ, shadaqakumu llaahu wa'dahu) di 3:152, (صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ, shadaqnaahumu l-wa'da) di 21:9, (صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا, shadaqa llaahu rasuulahu r-ru'yaa) di 48:27, dan shadaqanaa wa'dahu di 39:74. Terjemahan memakai "membuktikan" di 3:152 dan 48:27, serta "menepati" di 21:9. Ayat ini memakai "memenuhi", yang sejalan dengan "menepati" di 21:9 karena menyatakan bahwa janji itu sampai pada isinya.
Kata (وَأَوْرَثَنَا, wa-awratsanaa) yang berarti "dan mewariskan kepada kami" berakar و-ر-ث dan hanya ada di 39:74. Kata kerja awratsa yang menyatakan perbuatan mewariskan telah terjadi, dengan Allah atau "Kami" sebagai pelaku, muncul tujuh kali: 7:137, 26:59, 33:27, 35:32, 39:74, 40:53, dan 44:28. Dua di antaranya, selain ayat ini, memuat bumi atau tanah: (وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ, wa-awratsakum ardhahum) di 33:27 yang berarti "dan Dia mewariskan kepada kalian tanah mereka", dan (مَشَارِقَ الْأَرْضِ, masyaariqa l-ardhi) di 7:137 yang berarti "belahan timur bumi". Di 21:105, (أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ, anna l-ardha yaritsuhaa 'ibaadiya sh-shaalihuuna) yang berarti "bahwa bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh", kata kerja dari akar yang sama dipakai untuk bumi. Akar itu dipakai untuk taman di 43:72, (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) yang berarti "diwariskan kepada kalian". Di ayat ini bumi menjadi benda yang diwariskan, dan taman menjadi tempat para pembicara menempati.
Kata (نَتَبَوَّأُ, natabawwa'u) yang berarti "kami menempati" berakar ب-و-أ dan hanya ada di 39:74. Kata kerja yang sama, dengan pelaku yang menempati sendiri, muncul empat kali, yaitu di 10:87, 12:56, 39:74, dan 59:9. Rangkaian yang paling dekat ada di 12:56, (يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ, yatabawwa'u minhaa haytsu yasyaa'u) yang berarti "dia menempati di sana di mana saja yang dia kehendaki". Susunan (حَيْثُ نَشَاءُ, haytsu nasyaa'u) yang berarti "di mana saja yang kami kehendaki" hanya ada di 39:74, dan pasangannya haytsu yasyaa'u hanya di 12:56. Di 29:58 akar yang sama memakai bentuk yang menyatakan Allah menempatkan orang, (لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا, la-nubawwi'annahum mina l-jannati ghurafan) yang berarti "pasti akan Kami tempatkan mereka di kamar-kamar taman". Di 39:74 para pembicara sendiri yang menempati, dan pilihan tempatnya mengikuti kehendak mereka.
Penutup ayat adalah (فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, fa-ni'ma ajru l-'aamiliina) yang berarti "maka sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal". Susunan (نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, ni'ma ajru l-'aamiliina) muncul tiga kali, yaitu di 3:136, 29:58, dan 39:74. Kata (أَجْرُ, ajru) diterjemahkan "pahala" di 3:136, 12:56, 39:10, dan 39:35, sedangkan kata lain (جَزَاءُ, jazaa'u) diterjemahkan "balasan" di 39:34, sehingga ayat ini memakai "pahala". Kata (الْعَامِلِينَ, l-'aamiliina) berakar ع-م-ل dan muncul empat kali, yaitu di 3:136, 9:60, 29:58, dan 39:74. Di 9:60 kata itu menyebut para petugas, (وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا, wa-l-'aamiliina 'alayhaa) yang berarti "para amil zakat", sedangkan di tiga yang lain ia menyebut orang yang beramal.
Tafsiran
Ayat ini adalah jawaban rombongan kedua atas sambutan di 39:73, dan jawaban itu berupa pujian. Rombongan pertama di 39:71 menjawab satu kata, balaa, sebagai pengakuan atas sebuah pertanyaan, sedangkan rombongan kedua tidak ditanya dan langsung memuji. Ucapan mereka tersusun dalam tiga langkah: pujian, dua hal yang diterima (janji yang dipenuhi dan bumi yang diwariskan), lalu keadaan sesudahnya, yaitu menempati taman sesuka hati. Pujian ditaruh paling depan, sebelum satu pun dari yang diterima disebut.
Kata "janji" mengikat ayat ini ke 39:20. Di sana (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah" disebut untuk kelompok yang digambarkan dengan kalimat yang sama seperti di 39:73, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak mengingkari janji. Di 39:74 para pembicara menyebut janji itu dipenuhi tanpa menyebut isinya, lalu merinci dua hal sesudahnya, yaitu bumi dan taman. Jarak antara kedua ayat itu lima puluh empat ayat.
Kalimat terakhir, fa-ni'ma ajru l-'aamiliina, dapat dibaca sebagai suara narator atau sebagai kelanjutan ucapan para pembicara, dan ayat tidak menandai batasnya. Terjemahan menutup kutipan sebelum kalimat itu, karena di 3:136 dan 29:58 frasa yang sama keluar dari suara yang menggambarkan para penghuni taman, tidak dari mulut mereka. Pembacaan kedua akan menjadikan mereka menilai pahala mereka sendiri, dan ayat tidak memuat tanda pergantian pembicara.
Penutup ini berpasangan dengan penutup 39:72. Kedua ayat berakhir pada kata fa- yang disusul kata penilai, bi'sa di 39:72 dan ni'ma di sini, tetapi yang dinilai berbeda. Di 39:72 penilaian jatuh pada tempat tinggal (matswaa), dan di 39:74 pada pahala (ajru).
Renungan dan Hikmah
- Kalimat pertama para penghuni taman adalah pujian kepada Allah, dan pujian itu tiba lebih dulu daripada satu pun dari yang mereka terima. Ayat memperlihatkan urutan: pujian, lalu janji yang dipenuhi, lalu bumi yang diwariskan, lalu tempat yang mereka pilih. Pembaca dapat menandai urutan ucapannya sendiri ketika menerima sesuatu yang lama ditunggu, apakah kata pertamanya menyebut pemberi atau menyebut hasil. Dalam hidup pembaca, kapan terakhir kali kalimat pertama sesudah menerima sesuatu adalah pujian kepada Allah, bukan kabar tentang yang diterima?
- Para pembicara menyebut Allah telah memenuhi janji-Nya, tanpa merinci isi janji itu, dan ayat 39:20 menyebut Allah tidak mengingkari janji untuk kelompok yang digambarkan dengan kalimat yang sama. Pembaca dapat membayangkan jarak serupa antara janji dan pemenuhannya dalam hidupnya: sebuah janji yang dipegang selama bertahun-tahun, dan hari ketika janji itu akhirnya terbukti. Ayat 39:74 mencatat ucapan pada hari itu, dan ucapannya pendek serta memuji. Janji manakah yang sekarang sedang dipegang pembaca tanpa bukti, dan seperti apa kalimat yang akan diucapkan bila janji itu terbukti?
- Dalam satu ayat tertulis dua kata yang berbeda sifatnya: bumi yang diwariskan oleh Dia, dan pahala bagi orang yang beramal. Warisan datang dari pemberi, sedangkan pahala menyebut orang yang bekerja. Ayat tidak menjelaskan hubungan keduanya, dan tidak menyatakan salah satunya yang lebih menentukan. Pembaca dapat membiarkan kedua kata itu berdampingan, tanpa memilih salah satu untuk menjelaskan yang lain. Dalam hal apa pembaca sedang menerima sesuatu yang sebenarnya tidak dapat diupahnya, dan dalam hal apa pembaca sedang menuntut upah atas sesuatu yang sebenarnya diwariskan kepadanya?
- Rombongan ini menyebut diri menempati taman di mana saja yang mereka kehendaki, dan bentuk kata kerjanya menempatkan pelaku sendiri sebagai yang menempati. Di 29:58 Allah yang menempatkan orang di kamar-kamar taman, sedangkan di 39:74 pilihan tempat ada pada para pembicara. Ayat tidak menjelaskan bagaimana dua gambaran itu berpadu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kebebasan yang diceritakan di sini datang di akhir, sesudah janji dipenuhi dan bumi diwariskan. Jika pembaca dapat menempati satu tempat saja sesuka hati, tempat mana yang dipilihnya, dan apa yang dipilihnya itu katakan tentang apa yang selama ini dicarinya?
- Ayat sebelumnya menyebut rombongan yang disambut sebagai orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, sedangkan penutup ayat ini menyebut pihak yang menerima pahala sebagai orang yang beramal. Dua sebutan itu berada pada dua ayat yang bersambung, dan ayat tidak menjelaskan apakah keduanya menunjuk kelompok yang sama. Pembaca dapat menimbang dua kata itu sebagai dua sudut pandang pada orang yang sama: yang satu menunjuk arah hati kepada Tuhan, yang lain menunjuk pekerjaan. Bila pembaca diminta memilih satu sebutan untuk dirinya, takwa atau amal, sebutan mana yang dipilih, dan apakah sebutan lainnya terasa kurang?
- Ayat ini menyebut bumi sebagai warisan, sehingga ada pihak yang memberikannya, yaitu Dia yang janjinya dipenuhi. Di 21:105 bumi diwarisi oleh hamba-hamba yang saleh, dan di 33:27 sekelompok orang diwarisi tanah kaum lain. Ayat 39:74 tidak menjelaskan hubungan bumi yang diwariskan itu dengan taman yang ditempati. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata warisan menyebut pemberi dan penerima sekaligus. Apa yang sekarang dipegang pembaca di bumi ini yang lebih tepat disebut warisan daripada milik, dan siapa pemberinya?