وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan engkau akan melihat malaikat melingkar di sekeliling Arasy. Mereka bertasbih sambil memuji Tuhannya. Diputuskan di antara mereka dengan hak. Dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِwa-taraa l-malaa'ikata haaffiina min hawli l-'arsyidan engkau akan melihat malaikat melingkar di sekeliling Arasy
  2. يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْyusabbihuuna bi-hamdi rabbihimmereka bertasbih sambil memuji Tuhannya
  3. وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّwa-qudhiya baynahum bi-l-haqqidiputuskan di antara mereka dengan hak
  4. وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَwa-qiila l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiinadan dikatakan, segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَتَرَىwa-taraadan engkau melihat
  2. الْمَلَائِكَةَl-malaa'ikatapara malaikat
  3. حَافِّينَhaaffiinayang mengelilingi
  4. مِنْmindari
  5. حَوْلِhawlisekitar
  6. الْعَرْشِl-'arsyiArasy
  7. يُسَبِّحُونَyusabbihuunamereka bertasbih
  8. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  9. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  10. وَقُضِيَwa-qudhiyadan diputuskan
  11. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  12. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  13. وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
  14. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  15. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  16. رَبِّrabbiTuhan
  17. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Akar ح-ف-ف muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu pada (حَافِّينَ, haaffiina) di 39:75 dan pada (حَفَفْنَاهُمَا, hafafnaahumaa) di 18:32.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَى, wa-taraa) yang berarti "dan engkau akan melihat". Kata (تَرَى, taraa) tanpa kata ganti yang menempel muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 39:58, 39:60, dan 39:75. Di 39:58 objek penglihatan itu azab, (حِينَ تَرَى الْعَذَابَ, hiina taraa l-'adzaaba) yang berarti "ketika melihat azab", dengan pelaku jiwa yang disebut di 39:56. Di 39:60 objeknya orang-orang yang berdusta, (تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا, taraa lladziina kadzabuu) yang berarti "engkau akan melihat orang-orang yang berdusta". Di ayat ini objeknya malaikat. Ayat tidak menyebut siapa "engkau" itu.

Kata (الْمَلَائِكَةَ, l-malaa'ikata) yang berarti "malaikat" berakar م-ل-ك, dan di antara semua ayat surah ini kata itu hanya ada di 39:75. Sifatnya ditunjuk dengan (حَافِّينَ, haaffiina) yang berarti "melingkar", berakar ح-ف-ف, dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu pada haaffiina di 39:75 dan pada (حَفَفْنَاهُمَا, hafafnaahumaa) di 18:32. Di 18:32 kata kerja itu diterjemahkan "Kami kelilingi keduanya" dengan pohon-pohon kurma yang mengelilingi dua kebun. Tempatnya (مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ, min hawli l-'arsyi) yang berarti "di sekeliling Arasy". Kata (الْعَرْشِ, l-'arsyi) ditulis "Arasy" tanpa apostrof, seperti pada 7:54, 10:3, 13:2, dan 20:5 ketika kata itu menyebut milik Allah. Di 40:7 pihak yang memikul Arasy dan (وَمَنْ حَوْلَهُ, wa-man hawlahu) yang berarti "yang berada di sekelilingnya" bertasbih dengan rangkaian kata yang sama, tetapi ayat itu tidak memakai kata "malaikat".

Kegiatan mereka berbunyi (يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ, yusabbihuuna bi-hamdi rabbihim) yang berarti "mereka bertasbih sambil memuji Tuhannya". Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 39:75, 40:7, dan 42:5. Di 40:7 rangkaian itu diteruskan dengan (وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا, wa-yastaghfiruuna li-lladziina aamanuu) yang berarti "dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman", dan di 42:5 dengan (وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ, wa-yastaghfiruuna li-man fii l-ardhi) yang berarti "dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi". Di 39:75 rangkaian itu berdiri sendiri, tanpa kegiatan lain.

Kalimat (وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ, wa-qudhiya baynahum bi-l-haqqi) yang berarti "diputuskan di antara mereka dengan hak" muncul dua kali, yaitu di 39:69 dan 39:75. Kata kerja (قُضِيَ, qudhiya) berakar ق-ض-ي dan tidak menyebut pelaku. Susunan bi-l-haqqi dengan kata kerja yang sama dipakai di 40:78, (قُضِيَ بِالْحَقِّ, qudhiya bi-l-haqqi), dan dengan pelaku Allah di 40:20, (وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ, wa-llaahu yaqdhii bi-l-haqqi) yang berarti "Allah memutuskan dengan hak". Terjemahan memakai "dengan hak" di 40:20, 40:78, dan ayat ini. Kata ganti -hum yang berarti "mereka" di baynahum tidak merujuk pada kata benda mana pun dalam ayat ini selain malaikat, padahal rangkaian 39:69 sampai 39:74 menyebut para nabi dan saksi, rombongan yang kufur, dan rombongan yang bertakwa. Ayat tidak menandai pihak mana yang dimaksud, dan terjemahan mempertahankan kata "mereka".

Kalimat terakhir, (وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, wa-qiila l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) yang berarti "dan dikatakan, segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam", memakai qiila tanpa pembicara, dan bentuk wa-qiila l-hamdu hanya ada di sini. Rangkaian (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) muncul enam kali di enam surah, yaitu di 1:2, 6:45, 10:10, 37:182, 39:75, dan 40:65. Di 10:10 rangkaian itu muncul sebagai (وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ, wa-aakhiru da'waahum) yang berarti "dan doa penutup mereka", di dalam taman. Di 37:182 dan 39:75 rangkaian itu menutup surahnya, karena keduanya ayat terakhir: ayat ke-182 dari 182 ayat dan ayat ke-75 dari 75 ayat. Kata (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) diterjemahkan "seisi alam" seperti di 1:2.

Tafsiran

Ayat penutup Surah Az-Zumar ini berisi empat hal dalam urutan yang tetap: sesuatu yang dilihat, sesuatu yang dilakukan, sesuatu yang diputuskan, dan sesuatu yang dikatakan. Dua yang pertama punya pelaku yang disebut, yaitu engkau dan para malaikat, sedangkan dua yang terakhir memakai bentuk tanpa pelaku, qudhiya dan qiila. Nama yang muncul di bagian terakhir itu adalah nama pihak yang dipuji, yaitu Allah, Tuhan seisi alam.

Kalimat tentang putusan di sini mengulang bagian awal kalimat 39:69 dengan kata yang persis sama. Di 39:69 kalimat itu dibuka oleh bumi yang bersinar, kitab yang diletakkan, serta para nabi dan saksi yang didatangkan, dan ditutup dengan "mereka tidak dizalimi". Di antara dua kemunculan itu, 39:70 sampai 39:74 menuturkan dua rombongan, sehingga putusan di 39:75 terbaca sebagai pernyataan yang menaungi seluruh rangkaian itu. Bagian yang menyatakan mereka tidak dizalimi tidak diulang di 39:75, dan ayat ini langsung berlanjut ke pujian.

Akar ح-م-د muncul empat kali di surah ini, yaitu di 39:29, 39:74, dan dua kali di 39:75: pada (بِحَمْدِ, bi-hamdi) yang berarti "dengan memuji" dan pada (الْحَمْدُ, l-hamdu) yang berarti "segala puji". Di 39:74 pujian diucapkan oleh orang-orang yang menerima sesuatu, dan di 39:75 pujian pertama diucapkan oleh malaikat dan pujian kedua oleh pembicara tanpa nama. Surah yang berisi pertanyaan, peringatan, dan dua adegan dari 39:71 sampai 39:74 berakhir pada pujian yang diucapkan lebih dari satu pihak.

Dua gambaran dengan bentuk taraa, "engkau melihat", muncul di 39:60 dan 39:75. Yang pertama memperlihatkan wajah-wajah yang menghitam dan yang kedua malaikat yang bertasbih. Gambaran kedua tidak memuat apa pun yang buruk. Pandangan dalam surah bergerak dari wajah yang menghitam ke malaikat di sekitar Arasy.

Renungan dan Hikmah

  • Dari dua gambaran dengan bentuk taraa, "engkau melihat", di 39:60 dan 39:75, yang terakhir menggambarkan malaikat di sekeliling Arasy yang bertasbih sambil memuji Tuhan mereka, dan yang sebelumnya menggambarkan wajah yang menghitam. Ayat tidak menyebut siapa "engkau" itu, sehingga pembaca dapat membayangkan dirinya yang melihat. Urutan itu memperlihatkan pemandangan yang berpindah dari wajah yang menghitam ke apa yang dilakukan di sekitar Arasy. Apa yang sebenarnya ingin pembaca lihat pada akhir segala sesuatu, dan seberapa banyak dari yang ingin dilihatnya itu menyangkut dirinya sendiri?
  • Di 40:7 tasbih pihak yang berada di sekeliling Arasy diteruskan dengan permohonan ampun, dan di 42:5 tasbih para malaikat diteruskan dengan hal yang sama. Di 39:75 tasbih itu berdiri sendiri: para malaikat bertasbih sambil memuji Tuhan mereka, tanpa permintaan yang dicatat. Ketiadaan permohonan itu memberi gambaran tentang pujian yang tidak dibarengi permintaan. Pembaca dapat memeriksa doanya sendiri: berapa banyak dari kalimatnya kepada Tuhan yang berisi permintaan, dan berapa banyak yang berisi pujian saja? Kapan terakhir pembaca memuji tanpa sesudahnya menyebut satu pun keperluan?
  • Putusan di ayat ini ditulis tanpa pelaku, dengan satu keterangan: bi-l-haqqi, "dengan hak". Di 40:20 pelaku kalimat serupa disebut jelas, yaitu Allah yang memutuskan dengan hak, sedangkan yang diseru selain Dia tidak memutuskan dengan suatu apa pun. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa kata "hak" menyertai putusan di kedua ayat, dan bahwa pelakunya hanya disebut di salah satunya. Perkara yang menunggu putusan dalam hidup pembaca mungkin banyak. Perkara apa yang sekarang pembaca serahkan kepada sesuatu yang di 40:20 disebut tidak memutuskan apa pun?
  • Rangkaian "segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam" menjadi ayat kedua Surah Al-Fatihah di 1:2 dan kalimat terakhir Surah Az-Zumar di 39:75. Dua tempat itu memakai kata yang sama, yang satu membuka dan yang lain menutup. Di 10:10 rangkaian itu disebut sebagai doa penutup penghuni taman. Pembaca dapat membayangkan harinya sendiri dengan cara yang sama: kalimat pertama sesudah bangun dan kalimat terakhir sebelum tidur. Kalimat apa yang sekarang membuka dan menutup hari pembaca, dan apakah salah satunya memuat nama Allah?
  • Pujian di ayat ini ditujukan kepada Tuhan seisi alam, kata yang cakupannya lebih luas daripada kedua rombongan di ayat-ayat sebelumnya. Rombongan pertama dan kedua sama-sama berada dalam alam itu, dan ayat tidak membatasi sebutan Tuhan hanya pada salah satunya. Ketika pembaca menyebut Tuhan dalam doanya, yang terbayang mungkin orang-orang yang sejalan dengannya, atau seisi alam. Ayat 39:75 menaruh kata itu di bagian paling akhir surah, sebagai kata terakhir yang didengar pembaca. Siapa saja yang terbayang oleh pembaca ketika kata itu dibaca?
  • Kalimat pujian terakhir diucapkan dengan kata "dikatakan", tanpa nama pembicara. Pujian sebelumnya di 39:74 punya pembicara, yaitu orang-orang yang menerima janji yang dipenuhi, dan pujian para malaikat di 39:75 sendiri punya pembicara. Pujian terakhir ini berdiri tanpa pembicara yang disebut. Pembaca dapat bertanya apakah suaranya termasuk di antara yang mengucapkannya atau hanya mendengarnya. Bila kalimat itu diucapkan tanpa menyebut siapa pun, apakah pembaca bersedia menambahkan suaranya?