غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِghaafiri dz-dzanbi wa-qaabili t-tawbiPengampun dosa, Penerima tobat
- شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِsyadiidi l-'iqaabi dzii th-thawliPemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan selain Dia
- إِلَيْهِ الْمَصِيرُilayhi l-mashiiruhanya kepada-Nyalah kembali
Terjemahan per kata (14 kata)
- غَافِرِghaafiriYang Mengampuni
- الذَّنْبِdz-dzanbidosa
- وَقَابِلِwa-qaabilidan Yang Menerima
- التَّوْبِt-tawbitobat
- شَدِيدِsyadiidiyang keras
- الْعِقَابِl-'iqaabihukuman
- ذِيdziipemilik
- الطَّوْلِth-thawlikemampuan
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali
Inti bacaan
Rangkaian sifat yang seimbang: 'Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia', kombinasi rahmat dan keadilan yang tidak saling meniadakan, keduanya hadir bersamaan dalam satu karakter yang utuh.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Dia)', '(dan)', dan '(semua makhluk)' tidak dipakai: ayat ini apposisi langsung dari 40:2, rangkaian sifat tanpa kata penghubung tambahan yang tidak eksplisit dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini merinci sifat-sifat Allah yang menyeimbangkan ampunan dan hukuman, menegaskan keesaan-Nya sebagai satu-satunya tujuan akhir segala sesuatu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut empat sifat berselang-seling: pengampun, penerima tobat, pemberi hukuman yang keras, pemilik karunia. Berselang. Yang lembut dan yang keras disusun bergantian.
- Yang keras ditaruh di antara yang mengampuni dan yang memberi karunia. Diapit. Letaknya sendiri sudah keterangan.
- Allah menutup dengan hanya kepada-Nyalah kembali. Sesudah daftar sifat. Yang punya keempat sifat itu juga tujuan akhirnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Ayat ini: qaabili t-tawb (akar q-b-l) diterjemahkan "Penerima tobat" DIPERTAHANKAN. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. s end.' Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.