مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ

Tidak ada yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, kecuali orang-orang yang kufur. Oleh karena itu, janganlah engkau tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُواmaa yujaadilu fii aayaati llaahi illaa lladziina kafaruutidak ada yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, kecuali orang-orang yang kufur
  2. فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِfa-laa yaghrurka taqallubuhum fii l-bilaadioleh karena itu, janganlah engkau tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. يُجَادِلُyujaadiluberdebat
  3. فِيfiitentang
  4. آيَاتِaayaatitanda-tanda
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  8. كَفَرُواkafaruukufur
  9. فَلَاfa-laamaka janganlah
  10. يَغْرُرْكَyaghrurkamemperdayakanmu
  11. تَقَلُّبُهُمْtaqallubuhumpergerakan mereka
  12. فِيfiidi
  13. الْبِلَادِl-bilaadinegeri

Inti bacaan

Rangkaian (فِي آيَاتِ اللَّهِ, fii aayaati llaahi) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:4, 40:35, 40:56, dan 40:69, semuanya dalam satu surah.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ, maa yujaadilu fii aayaati llaahi) yang berarti "tidak ada yang memperdebatkan tanda-tanda Allah". Kata kerja (يُجَادِلُ, yujaadilu) berakar ج-د-ل, akar yang muncul dua puluh sembilan kali di dua puluh tujuh ayat dari enam belas surah, dan lima di antaranya ada di Surah 40, yaitu 40:4, 40:5, 40:35, 40:56, dan 40:69. Rangkaian (فِي آيَاتِ اللَّهِ, fii aayaati llaahi) muncul empat kali di seluruh Al-Qur'an dan keempatnya ada di surah ini. Di 40:4 kata kerjanya tunggal, (يُجَادِلُ, yujaadilu), sedangkan di 40:35, 40:56, dan 40:69 kata kerjanya jamak, (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna). Kata (آيَاتِ, aayaati) berakar أ-ي-ي dan diterjemahkan "tanda-tanda" tanpa tambahan "kebesaran" atau "kekuasaan", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Akar ج-د-ل sendiri tidak selalu dicela dalam Al-Qur'an. Di 16:125, (وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, wa-jaadilhum bi-llatii hiya ahsanu) yang berarti "dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik", perdebatan diperintahkan dengan cara tertentu. Ayat 40:4 menyebut perdebatan tentang tanda-tanda Allah oleh satu golongan dan tidak membicarakan perdebatan secara umum.

Golongan itu disebut dengan (إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا, illaa lladziina kafaruu) yang berarti "kecuali orang-orang yang kufur". Rangkaian dengan partikel pengecualian di depannya ini hanya muncul di 40:4. Kata kerja (كَفَرُوا, kafaruu) berakar ك-ف-ر, dan terjemahan memakai "kufur", sama dengan 3:196 yang memuat (الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ, lladziina kafaruu fii l-bilaadi) yang berarti "orang-orang yang kufur di negeri-negeri". Pembatasan di ayat ini dibangun dari pasangan (مَا, maa) yang berarti "tidak" dan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan terjemahan mempertahankan pasangan itu sebagai "tidak ada yang ... kecuali ...".

Larangan (فَلَا يَغْرُرْكَ, fa-laa yaghrurka) yang berarti "oleh karena itu, janganlah engkau tertipu" memakai kata kerja berakar غ-ر-ر. Larangan dengan kata kerja ini muncul enam kali di empat ayat dari empat surah, yaitu 3:196, 31:33 dua kali, 35:5 dua kali, dan 40:4. Bentuk (يَغْرُرْكَ, yaghrurka) hanya ada di 40:4, sedangkan 3:196 memakai (يَغُرَّنَّكَ, yaghurrannaka). Pelaku pengelabuan berbeda menurut ayatnya. Di 31:33 dan 35:5 larangannya ditujukan kepada kehidupan dunia dan si penipu agar tidak memperdaya, misalnya dalam (وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ, wa-laa yaghurrannakum bi-llaahi l-gharuuru) yang berarti "dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah", sedangkan di 3:196 dan 40:4 pelakunya bolak-balik orang-orang yang kufur. Terjemahan 40:4 menyusun kalimatnya dari sisi yang dikelabui, "janganlah engkau tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka", dan 3:196 menyusunnya dari sisi pelaku, "janganlah bolak-baliknya ... memperdayamu". Pihak yang mengelabui di kedua ayat itu sama.

Kata (تَقَلُّبُهُمْ, taqallubuhum) berasal dari akar ق-ل-ب. Kata benda (تَقَلُّب, taqallub) muncul lima kali di lima surah, yaitu 2:144, 3:196, 16:46, 26:219, dan 40:4. Di 2:144 kata itu menyertai wajah, (تَقَلُّبَ وَجْهِكَ, taqalluba wajhika) yang berarti "bolak-balik wajahmu", dan di 26:219 menyertai gerak orang yang diajak bicara, (وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ, wa-taqallubaka fii s-saajidiina). Di 16:46, (فِي تَقَلُّبِهِمْ, fii taqallubihim) diterjemahkan "dalam perjalanan mereka". Terjemahan 40:4 memakai "perjalanan" seperti 16:46, karena ayat ini menyebut gerak itu terjadi di negeri-negeri.

Kata (الْبِلَادِ, l-bilaadi) berakar ب-ل-د, dan rangkaian (فِي الْبِلَادِ, fii l-bilaadi) muncul lima kali, yaitu di 3:196, 40:4, 50:36, 89:8, dan 89:11. Di 50:36, (فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ, fa-naqqabuu fii l-bilaadi) yang berarti "lalu mereka menjelajah ke berbagai negeri" menuturkan generasi yang dibinasakan lebih dulu dan lebih kuat daripada kaum yang disebut ayat itu, dan ayat itu ditutup dengan (هَلْ مِنْ مَحِيصٍ, hal min mahiishin) yang berarti "adakah tempat pelarian?". Terjemahan 40:4 menyatakan bentuk jamak bersandang itu dengan "di seluruh negeri", sedangkan 3:196 dan 89:8 menuliskan "di negeri-negeri". Ketiganya menunjuk negeri secara umum dan tidak menyebut negeri tertentu.

Tafsiran

Ayat ini menggeser surah dari sifat-sifat Allah di 40:3 ke manusia, dan kata ganti "engkau" muncul pertama kali di sini, dalam larangan agar tidak tertipu. Ayat ini memuat dua bagian, yaitu pernyataan bahwa perdebatan tentang tanda-tanda Allah dilakukan oleh orang-orang yang kufur, dan larangan yang bertumpu pada pernyataan itu. Larangan tidak menyuruh membalas perdebatan tersebut. Larangan itu menjaga penilaian orang yang mendengar, supaya gerak bebas orang-orang yang kufur di negeri-negeri tidak dibaca sebagai tanda bahwa mereka benar.

Perdebatan yang disebut singkat di sini dirinci di ayat-ayat sesudahnya. Ayat 40:35 menyebutnya (بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ, bi-ghayri sulthaanin ataahum) yang berarti "tanpa keterangan yang datang kepada mereka", lalu menutup dengan Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang. Ayat 40:56 memuat rumus yang sama dan menambahkan bahwa tidak ada dalam dada mereka kecuali kesombongan yang tidak akan mereka capai. Ayat 40:69 bertanya bagaimana mereka dipalingkan. Susunan itu menjadikan 40:4 pembuka sebuah tema yang diulang tiga kali lagi dalam surah yang sama, dan tiap pengulangan menambah satu rincian, yaitu dasar yang tidak dimiliki, isi dada, dan arah mereka dipalingkan.

Ayat 3:196 memuat peringatan yang serupa, dan 3:197 menyusulnya dengan (مَتَاعٌ قَلِيلٌ, mataa'un qaliilun) yang berarti "kesenangan yang sedikit", lalu tempat tinggal mereka Jahanam. Ayat 40:4 disusul 40:5, yang menuturkan kaum-kaum terdahulu yang mendustakan dan tidak memuat kata Jahanam.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 16:125 memerintahkan perdebatan dengan cara yang lebih baik, sehingga debat tidak selalu dicela. Ayat 40:4 menyoroti pokok yang diperdebatkan, yaitu tanda-tanda Allah, dan golongan yang memperdebatkannya. Pembaca yang sering berdebat dapat memisahkan dua pertanyaan: bagaimana berdebat, dan tentang apa. Cara yang halus dapat dipakai untuk membela pokok yang keliru, dan cara yang kasar dapat dipakai untuk pokok yang benar. Dalam perdebatan terakhir yang pembaca ikuti, pertanyaan mana dari kedua itu yang lebih sering terlewat?
  • Ayat 40:4 tidak membantah bahwa bolak-balik orang-orang yang kufur di negeri-negeri tampak mengesankan, sebab larangan baru diperlukan bila godaannya ada. Larangannya ditujukan kepada pendengar. Pembaca dapat mengakui kepada diri sendiri kapan kekaguman tumbuh karena melihat seseorang bergerak bebas dan berhasil, sebelum memeriksa apa yang diperdebatkan atau ditolaknya. Siapa yang terakhir kali dikagumi karena kemudahan geraknya, dan apa yang belum diketahui tentang orang itu?
  • Larangan dengan akar kata yang sama menyebut sumber pengelabuan yang berlainan, yaitu kehidupan dunia dan si penipu di 31:33 dan 35:5, serta bolak-balik orang-orang yang kufur di 3:196 dan 40:4. Ayat 31:33 mendahului larangannya dengan pernyataan bahwa janji Allah itu benar, dan memuat si penipu yang memperdaya tentang Allah. Dari ketiga sumber itu, mana yang paling sulit dikenali sebagai pengelabuan karena tampil seperti kenyataan sehari-hari?
  • Ayat 50:36 menuturkan generasi yang lebih kuat daripada kaum yang disebut ayat itu, yang menjelajah ke berbagai negeri, lalu bertanya, “Adakah tempat pelarian?” Di 40:21 Allah mengazab orang-orang sebelum mereka yang lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi, karena dosa-dosa mereka. Dua ayat itu menaruh gerak bebas di negeri-negeri dan akhir yang tidak terhindarkan dalam satu pandangan, tanpa menyatakan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Pembaca dapat bertanya, kekuatan apa yang diandalkannya untuk berpindah dan menjelajah dalam hidupnya, dan apakah kekuatan itu menjawab pertanyaan di 50:36.
  • Larangan di 40:4 menjaga penilaian si pendengar dan tidak menyuruhnya membantah balik. Pembaca yang merasa harus menang setiap kali tanda-tanda Allah dibantah dapat memperhatikan bahwa ayat ini lebih dulu meminta ketenangan dalam menilai. Perdebatan yang diawali dengan memastikan diri tidak tergoda oleh penampilan lawan berjalan berbeda dari perdebatan yang diawali keinginan menang. Apa yang tersisa dari sebuah perdebatan setelah penampilan lawan tidak lagi memengaruhi cara pembaca menimbang?
  • Karena ayat ini menyebut orang-orang yang kufur sebagai pihak yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, pembaca dapat tergoda memakainya sebagai cap bagi setiap lawan bicara yang tidak sependapat. Teks hanya menyebut golongan yang telah kufur, dan tidak menyebut siapa pun secara pribadi. Menempelkan sebutan itu pada orang tertentu adalah langkah yang tidak tertulis di ayat. Kapan sebuah perbedaan pendapat berubah di kepala pembaca menjadi cap, dan siapa yang memutuskan perubahan itu?