كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan; dan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya; dan mereka membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengannya. Maka, Aku menyiksa mereka; maka, bagaimana hukuman-Ku?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْkadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa-l-ahzaabu min ba'dihimsebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan
- وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُwa-hammat kullu ummatin bi-rasuulihim li-ya'khudzuuhudan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya
- وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّwa-jaadaluu bi-l-baathili li-yudhidhuu bihi l-haqqadan mereka membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengannya
- فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِfa-akhadztuhum fa-kayfa kaana 'iqaabimaka, Aku menyiksa mereka; maka, bagaimana hukuman-Ku
Terjemahan per kata (21 kata)
- كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- قَوْمُqawmukaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- وَالْأَحْزَابُwa-l-ahzaabudan golongan-golongan
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- وَهَمَّتْwa-hammatdan ia bertekad
- كُلُّkullusetiap
- أُمَّةٍummatinumat
- بِرَسُولِهِمْbi-rasuulihimterhadap rasul mereka
- لِيَأْخُذُوهُli-ya'khudzuuhuuntuk mengambilnya
- وَجَادَلُواwa-jaadaluudan mereka membantah
- بِالْبَاطِلِbi-l-baathilidengan kebatilan
- لِيُدْحِضُواli-yudhidhuuagar mereka membatalkan
- بِهِbihidengannya
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- فَأَخَذْتُهُمْfa-akhadztuhummaka Aku menimpakan kepada mereka
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عِقَابِ'iqaabihukuman-Ku
Inti bacaan
Pola historis berulang 'setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya', permusuhan terhadap pembawa kebenaran sebagai fenomena lintas zaman, bukan pengecualian satu era tertentu saja.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(dahsyat)' tidak dipakai: 'fa-kayfa kaana iqaabi' dibiarkan sebagai pertanyaan retoris tanpa kata sifat tambahan yang tidak eksplisit di teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini memperingatkan dengan acuan sejarah: pola pendustaan dan hukuman yang berulang lintas generasi sejak kaum Nuh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menderetkan pola permusuhan lintas zaman. Sejak kaum Nuh. Yang berulang bukan satu kaum.
- Yang direncanakan menangkap rasulnya, bukan membantah ajarannya. Sasarannya orang. Bukan gagasan.
- Pertanyaan penutupnya dibiarkan Allah tanpa jawaban. Bagaimana hukuman-Ku. Yang membaca sudah tahu dari kisahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, q-b-l, q-w-m, h-z-b, b-'-d, h-m-m, k-l-l, a-m-m, r-s-l, a-kh-dz, j-d-l, b-t-l, d-h-d, h-q-q, k-y-f, k-w-n, '-q-b): jaadaluu bi-l-baatil li-yudhiduu bihi l-haqq diterjemahkan 'membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran' (akar j-d-l + akar b-t-l + akar d-h-d + akar h-q-q, ketidakjujuran-intelektual yang dilawan metode terjemahan ini); hammat diterjemahkan 'berniat' (akar h-m-m); li-ya'khudhuuhu diterjemahkan 'untuk menangkapnya' (akar '-kh-dz). gloss '(rasul)/(tipu daya)/(alasan)' dibuang.