كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan; dan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya; dan mereka membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengannya. Maka, Aku menyiksa mereka; maka, bagaimana hukuman-Ku?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْkadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa-l-ahzaabu min ba'dihimsebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan
- وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُwa-hammat kullu ummatin bi-rasuulihim li-ya'khudzuuhudan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya
- وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّwa-jaadaluu bi-l-baathili li-yudhidhuu bihi l-haqqadan mereka membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengannya
- فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِfa-akhadztuhum fa-kayfa kaana 'iqaabimaka, Aku menyiksa mereka; maka, bagaimana hukuman-Ku
Terjemahan per kata (21 kata)
- كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- قَوْمُqawmukaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- وَالْأَحْزَابُwa-l-ahzaabudan golongan-golongan
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- وَهَمَّتْwa-hammatdan ia bertekad
- كُلُّkullusetiap
- أُمَّةٍummatinumat
- بِرَسُولِهِمْbi-rasuulihimterhadap rasul mereka
- لِيَأْخُذُوهُli-ya'khudzuuhuuntuk mengambilnya
- وَجَادَلُواwa-jaadaluudan mereka membantah
- بِالْبَاطِلِbi-l-baathilidengan kebatilan
- لِيُدْحِضُواli-yudhidhuuagar mereka membatalkan
- بِهِbihidengannya
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- فَأَخَذْتُهُمْfa-akhadztuhummaka Aku menimpakan kepada mereka
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عِقَابِ'iqaabihukuman-Ku
Inti bacaan
Rangkaian (بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ, bi-l-baathili li-yudhidhuu bihi l-haqqa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:56 dan 40:5.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ, kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin) yang berarti "sebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan". Kata kerja (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) berakar ك-ذ-ب dan muncul empat belas kali di delapan surah. Pelakunya selalu sebuah kaum, misalnya kaum Nuh di 26:105, Ad di 26:123, dan Tsamud di 26:141. Rangkaian lengkap dengan (قَبْلَهُمْ, qablahum) dan (قَوْمُ نُوحٍ, qawmu nuuhin) muncul lima kali, yaitu di 22:42, 38:12, 40:5, 50:12, dan 54:9. Di 22:42, 38:12, dan 50:12 daftar itu dilanjutkan dengan kaum lain yang disebut namanya, dan di 54:9 dengan kalimat tentang hamba Kami. Di 40:5 daftar itu dilanjutkan dengan sebutan umum yang berkontras dengan keempat ayat itu, (وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ, wa-l-ahzaabu min ba'dihim) yang berarti "dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka". Kata ganti -hum pada (قَبْلَهُمْ, qablahum) menunjuk orang-orang yang kufur di 40:4, sedangkan -hum pada (بَعْدِهِمْ, ba'dihim) menunjuk kaum Nuh.
Kata (الْأَحْزَابُ, al-ahzaabu) berakar ح-ز-ب dan berarti golongan. Bentuk jamak kata ini muncul sebelas kali di sepuluh ayat dari tujuh surah, dan bentuk (الْأَحْزَابُ, al-ahzaabu) dengan akhiran seperti di ayat ini ada lima, yaitu di 19:37, 33:20, 38:13, 40:5, dan 43:65. Terjemahan menambahkan "yang bersekutu" ketika golongan-golongan itu digambarkan menghadapi rasul bersama-sama, yaitu di 38:13, 40:5, dan 40:30. Di 19:37 dan 43:65, (فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ, fa-khtalafa l-ahzaabu min bayni-him) yang berarti "maka golongan-golongan di antara mereka berselisih", golongan-golongan itu berselisih satu sama lain, sehingga terjemahannya "golongan-golongan" saja.
Kata kerja (وَهَمَّتْ, wa-hammat) berakar ه-م-م. Bentuk (هَمَّ, hamma) muncul delapan kali di tujuh ayat dari enam surah, yaitu 3:122, 4:113, 5:11, 9:13, 9:74, 12:24 dua kali, dan 40:5. Dengan huruf bi- yang menyebut sasaran, kata kerja ini ada di 9:13, 9:74, 12:24, dan 40:5. Di 9:13, (وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ, wa-hammuu bi-ikhraaji r-rasuuli) yang berarti "dan berniat mengusir Rasul", sasarannya pengusiran, sedangkan di 40:5 sasarannya rasul itu sendiri dengan maksud (لِيَأْخُذُوهُ, li-ya'khudzuuhu) yang berarti "untuk menangkapnya". Terjemahan memakai "berniat" untuk (هَمَّ, hamma) di 5:11, 9:13, dan 40:5. Kata (كُلُّ أُمَّةٍ, kullu ummatin) yang berarti "setiap umat" muncul dua kali, di 40:5 dan 45:28. Bentuk (بِرَسُولِهِمْ, bi-rasuulihim) menyebut satu rasul untuk tiap umat, dan susunan itu sejalan dengan (كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا, kulli ummatin rasuulan) yang berarti "setiap umat seorang rasul" di 16:36 dan (وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌ, wa-li-kulli ummatin rasuulun) yang berarti "dan bagi setiap umat ada seorang rasul" di 10:47.
Kata (وَجَادَلُوا, wa-jaadaluu) berakar ج-د-ل, akar yang sudah muncul di 40:4. Rangkaian (بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ, bi-l-baathili li-yudhidhuu bihi l-haqqa) yang berarti "dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengannya" muncul dua kali, yaitu di 40:5 dan di 18:56, yang dibuka dengan (وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-yujaadilu lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur membantah". Kata kerja (لِيُدْحِضُوا, li-yudhidhuu) berakar د-ح-ض. Akar ini muncul empat kali, yaitu di 18:56, 37:141, 40:5, dan 42:16, dengan (حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ, hujjatuhum daahidhatun) yang berarti "bantahan mereka sia-sia" di 42:16. Kata (الْبَاطِلِ, l-baathili) berakar ب-ط-ل dan (الْحَقَّ, l-haqqa) berakar ح-ق-ق. Keduanya berada dalam ayat yang sama di lima belas ayat, dua di antaranya ada di surah ini, yaitu 40:5 dan 40:78.
Bagian akhir ayat memakai akar yang sudah muncul di tengah ayat. Kata (لِيَأْخُذُوهُ, li-ya'khudzuuhu) berakar أ-خ-ذ, dan (فَأَخَذْتُهُمْ, fa-akhadztuhum) berakar sama. Kata pertama menyatakan maksud umat terhadap rasulnya, kata kedua menyatakan tindakan Aku terhadap umat itu. Terjemahan memakai "menangkap" untuk yang pertama dan "menyiksa" untuk yang kedua, karena kata sesudahnya menyebut hukuman. Persamaan akar kedua kata itu hanya terlihat di bacaan Arab. Rangkaian (فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ, fa-kayfa kaana 'iqaabi) yang berarti "maka bagaimana hukuman-Ku?" muncul dua kali, yaitu di 13:32 dan 40:5. Kata (عِقَابِ, 'iqaabi) berakar ع-ق-ب dan ditulis tanpa huruf untuk kata ganti Aku, tetapi data morfologi menandainya sebagai "hukuman-Ku". Kerangka (فَكَيْفَ كَانَ, fa-kayfa kaana) sendiri muncul sepuluh kali di tujuh surah, dan di ayat lain diikuti (عَذَابِي, 'adzaabii) di 54:16, 54:18, 54:21, dan 54:30, serta (نَكِيرِ, nakiiri) di 22:44, 34:45, 35:26, dan 67:18. Pertanyaan di 40:5 tidak dijawab di ayatnya sendiri, dan terjemahan tidak menambahkan kata sifat seperti "dahsyat", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab larangan di 40:4 dengan riwayat. Sebelum orang-orang yang kufur itu, kaum Nuh dan golongan-golongan sesudahnya sudah menempuh jalan yang sama dan akhirnya ditindak. Riwayatnya terdiri dari tiga perbuatan yang disusun berurutan, yaitu mendustakan, berniat menangkap rasul, dan membantah dengan yang batil, lalu satu tindakan dan satu pertanyaan sebagai penutup.
Ukuran penuturannya melebar dalam ayat ini. Mula-mula yang disebut kaum Nuh, satu kaum yang bernama. Berikutnya golongan-golongan yang menyusul, lalu setiap umat, dan akhirnya "mereka" tanpa batas. Dengan pelebaran itu, pola di 40:4, yaitu perdebatan tentang tanda-tanda Allah oleh orang-orang yang kufur, terbaca sebagai satu mata rantai dalam kebiasaan yang berulang pada tiap umat. Kebiasaan itu disebut lagi di 40:31, dalam kalimat seorang beriman kepada kaumnya, "seperti kebiasaan kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka".
Pertanyaan penutup tidak dijawab di ayat ini. Surah ini mengajukan pertanyaan serupa dengan kata kesudahan di 40:21 dan 40:82, yaitu (كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "bagaimana kesudahan". Ayat 40:21 menjawabnya dengan menyebut orang-orang sebelum mereka yang lebih hebat kekuatannya, lalu Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. Dengan demikian pertanyaan di 40:5 memiliki jawaban di dalam surah yang sama, tetapi jawaban itu ditaruh beberapa ayat sesudahnya, dan 40:6 lebih dulu menyambung dengan kalimat yang berlaku atas orang-orang yang kufur.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 40:5 menyebut tiga perbuatan berurutan terhadap pembawa pesan, yaitu mendustakan, berniat menangkap, dan membantah dengan yang batil untuk melenyapkan kebenaran. Ketiganya tidak harus terjadi sekaligus pada satu orang. Seseorang yang menolak sebuah ajakan dapat memperhatikan di tahap mana penolakannya berhenti: tidak percaya saja, ingin menyingkirkan pembawanya, atau menyusun argumen untuk melenyapkan isinya. Tahap mana yang paling mudah terlewat ketika penolakan terasa wajar, dan tahap mana yang baru disadari setelah lama berlalu?
- Dua sasaran disebut berurutan di ayat ini. Rasul menjadi sasaran penangkapan, dan kebenaran menjadi sasaran pelenyapan lewat bantahan. Orang yang tidak setuju dengan sebuah pesan sering mengarahkan kekesalan lebih dulu kepada pembawanya, karena pembawa mudah ditunjuk, sedangkan isi pesan menuntut jawaban yang lebih sulit. Kepada siapa kekesalan lebih dulu diarahkan ketika sebuah pesan terasa mengganggu, kepada pembawanya atau kepada isinya?
- Ayat 16:36 berbunyi, “Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul, ‘Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah tagut.’” Dengan ayat itu, rasul yang dimaksudkan 40:5 sebagai milik tiap umat membawa pesan yang sama kepada tiap umat. Ayat 40:5 sendiri tidak menyebut isi pesan itu. Pembaca dapat membayangkan pesan sederhana itu tiba di tempatnya sendiri lewat seseorang yang tidak diundang. Apa yang dilakukannya terhadap pembawa pesan yang datang tanpa diminta, dan seberapa cepat penilaian tentang orangnya mendahului penilaian tentang pesannya?
- Maksud umat terhadap rasulnya dan tindakan Aku terhadap umat itu memakai akar kata yang sama dalam ayat ini, dan di 40:21 tindakan serupa disebut dengan nama pelakunya, yaitu Allah. Teks tidak menyatakan bahwa tindakan itu sepadan dengan maksud tadi, dan hanya memperlihatkan bahwa kedua kata itu berasal dari akar yang satu. Pembaca yang menimbang niatnya terhadap pembawa kabar yang tidak menyenangkan dapat memperhatikan kesejajaran ini sebagai bahan pertanyaan. Seberapa jauh sebuah niat yang tidak pernah terucap sudah bergerak dalam diri seseorang sebelum disadarinya?
- Pembicara di akhir ayat ini bertanya, “bagaimana hukuman-Ku?”, dan ayat itu berhenti tanpa jawaban. Pembaca ditinggalkan dengan rangkaian yang baru saja dibacanya, yaitu kaum yang mendustakan, setiap umat yang berniat menangkap rasulnya, dan bantahan dengan yang batil. Jawaban yang tersedia sebagian berada di 40:21, tempat Allah disebut mengazab orang-orang sebelum mereka, dan baru dibaca beberapa belas ayat kemudian. Jawaban apa yang pembaca siapkan sendiri sebelum membaca ayat berikutnya, dan dari mana jawaban itu berasal?
- Daftar di ayat ini bergerak dari yang bernama ke yang tidak bernama, dari kaum Nuh ke golongan-golongan, setiap umat, dan akhirnya mereka. Bagian yang tidak bernama dapat diisi oleh siapa saja, termasuk pembaca, dan ayat tidak menunjuk siapa pun. Sebutan itu menyisakan tempat kosong yang tidak diisi oleh teks. Di bagian mana dari tiga perbuatan itu pembaca dapat menemukan dirinya sendiri, dan apakah pembaca akan mengenalinya bila perbuatan itu tampil dengan nama lain?