وَكَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ

Dan demikianlah, telah pasti kalimat Tuhanmu atas orang-orang yang kufur, bahwa mereka adalah penghuni api.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُواwa-ka-dzaalika haqqat kalimatu rabbika 'alaa lladziina kafaruudan demikianlah, telah pasti kalimat Tuhanmu atas orang-orang yang kufur
  2. أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِannahum ash-haabu n-naaribahwa mereka adalah penghuni api

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  2. حَقَّتْhaqqattelah pasti
  3. كَلِمَتُkalimatukalimat
  4. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  5. عَلَى'alaaatas
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. كَفَرُواkafaruukufur
  8. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  9. أَصْحَابُash-haabupenghuni
  10. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Rangkaian (أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ, annahum ash-haabu n-naari) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَكَذَٰلِكَ, wa-ka-dzaalika) yang berarti "dan demikianlah", gabungan wa- yang berarti "dan", ka- yang berarti "seperti", dan dzaalika yang berarti "itu". Rangkaian (كَذَٰلِكَ حَقَّتْ, ka-dzaalika haqqat) muncul dua kali, yaitu di 10:33 dan 40:6, dan di keduanya disambung dengan (كَلِمَتُ رَبِّكَ, kalimatu rabbika) yang berarti "kalimat Tuhanmu". Kedua ayat itu memakai kerangka yang sama dengan isi yang berbeda. Di 10:33 kalimat itu berlaku (عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا, 'alaa lladziina fasaquu) yang berarti "atas orang-orang yang berbuat fasik", dan isinya (أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ, annahum laa yu'minuuna) yang berarti "bahwa sesungguhnya mereka tidak beriman". Di 40:6 kalimat itu berlaku atas orang-orang yang kufur, dan isinya (أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ, annahum ash-haabu n-naari) yang berarti "bahwa mereka penghuni api". Bentuk (عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا, 'alaa lladziina kafaruu) muncul dua kali, yaitu di 2:89 dan 40:6, dan di 2:89 rangkaian itu memuat kalimat yang berbeda sama sekali, yaitu laknat Allah.

Kata kerja (حَقَّتْ, haqqat) berakar ح-ق-ق dan bentuk kata kerjanya (حَقَّ, haqqa) muncul dua puluh kali di dua puluh ayat dari enam belas surah. Lima di antaranya memakai kalimat sebagai pelaku, yaitu 10:33, 10:96, 39:19, 39:71, dan 40:6, dan delapan memakai (الْقَوْلُ, al-qawlu) yang berarti "perkataan", yaitu 17:16, 28:63, 32:13, 36:7, 36:70, 37:31, 41:25, dan 46:18. Pelaku yang lain adalah kesesatan di 7:30 dan 16:36, azab di 22:18, hukuman di 38:14, ancaman di 50:14, serta langit di 84:2 dan bumi di 84:5. Terjemahan memakai "telah pasti" untuk (حَقَّتْ, haqqat) di 10:33, 10:96, dan 40:6.

Kata (كَلِمَتُ, kalimatu) berakar ك-ل-م. Rangkaian (كَلِمَتُ رَبِّكَ, kalimatu rabbika) muncul lima kali, yaitu di 6:115, 7:137, 10:33, 10:96, dan 40:6, dan bentuk yang sedikit berbeda, (كَلِمَةُ رَبِّكَ, kalimatu rabbika), muncul di 11:119. Tiga dari enam ayat itu memakai kata kerja (تَمَّتْ, tammat) yang berarti "telah sempurna", yaitu 6:115, 7:137, dan 11:119, dan tiga memakai (حَقَّتْ, haqqat), yaitu 10:33, 10:96, dan 40:6. Terjemahan kelima ayat yang lain memakai "kalimat Tuhanmu", sedangkan "perkataan" dipakai untuk (الْقَوْلُ, al-qawlu) di 32:13, 36:7, 37:31, dan 46:18. Terjemahan 40:6 mengikuti pemakaian itu, sehingga kalimat dan perkataan tidak bertukar padanan.

Kata (أَصْحَابُ, ash-haabu) berakar ص-ح-ب dan (النَّارِ, n-naari) diterjemahkan "api". Rangkaian (أَصْحَابُ النَّارِ, ash-haabu n-naari) muncul lima belas kali di sembilan surah, yaitu 2:39, 2:81, 2:217, 2:257, 2:275, 3:116, 7:36, 7:50, 10:27, 13:5, 40:6, 40:43, 58:17, 59:20, dan 64:10. Dengan (أَنَّهُمْ, annahum) di depannya, rangkaian itu muncul satu kali, yaitu di 40:6. Di 10:27, (أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ, ulaa'ika ash-haabu n-naari) disusul bagian kalimat terpisah (هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ, hum fiihaa khaaliduuna) yang berarti "mereka kekal di dalamnya", dan bagian kalimat seperti itu muncul tujuh belas kali di delapan surah. Di 40:6 bagian itu tidak ada. Terjemahan memakai "penghuni api" seperti di 10:27 dan 40:43, tanpa menambahkan keterangan lamanya, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 40:4 sampai 40:6 dengan kalimat Tuhanmu yang berlaku atas orang-orang yang kufur. Ayat 40:4 memuat larangan agar tidak tertipu, 40:5 memuat riwayat kaum-kaum terdahulu, dan 40:6 memuat kalimat yang berlaku. Sapaan "engkau" yang dibuka di 40:4 terputus di 40:5, yang tidak memuat kata ganti untuk yang disapa, dan tersambung lagi lewat akhiran -mu pada Tuhanmu.

Kata demikianlah menghubungkan ayat ini dengan 40:5. Apa yang terjadi pada kaum-kaum terdahulu dihubungkan dengan kalimat yang berlaku atas orang-orang yang kufur. Isi kalimat itu satu, yaitu bahwa mereka penghuni api. Ayat ini tidak mengatakan bahwa kaum-kaum di 40:5 adalah penghuni api. Ayat ini mengatakan bahwa kalimat itu berlaku atas orang-orang yang kufur, dan kelompok itu sama dengan yang disebut di 40:4 dengan kata yang sama.

Ayat 40:7 memindahkan pandangan surah dari orang-orang yang kufur kepada pihak yang memikul 'Arasy dan yang berada di sekelilingnya, yang bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Kalimat atas orang-orang yang kufur dan permohonan ampunan bagi orang-orang beriman diletakkan berurutan, dan teks tidak menghubungkan keduanya dengan kata penghubung. Dengan susunan itu 40:6 menutup bagian surah yang membicarakan perdebatan, dan 40:7 membuka bagian yang membicarakan doa.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 40:6 memakai kata kerja yang menandai perbuatan selesai, kalimat Tuhanmu telah pasti. Pembaca dapat membedakan kabar yang baru diputuskan dari kabar yang sudah lama pasti dan baru diberitahukan. Cara seseorang menerima hal yang berat dapat berbeda untuk kedua keadaan itu. Bagaimana sebuah kabar yang berat terdengar bila pendengarnya tahu bahwa kabar itu sudah lama pasti, dan tidak sedang diputuskan di hadapannya?
  • Kerangka yang sama membuka dua ayat dengan isi yang berbeda. Di 10:33 kalimat Tuhanmu berisi bahwa mereka tidak beriman, dan di 40:6 berisi bahwa mereka penghuni api. Isi pertama menyebut keadaan batin dan isi kedua menyebut tempat tinggal. Pembaca yang hanya mengingat salah satu dari dua ayat itu membawa gambaran yang berbeda tentang isi kalimat Tuhanmu. Ayat mana yang lebih sering terbayang ketika kalimat itu disebut, dan apa yang tidak terbawa bersamanya?
  • Kata penghuni di ayat ini menyebut kedudukan dan tidak menyebut lamanya. Ayat 10:27 menyebut lamanya dalam bagian kalimat tersendiri, “mereka kekal di dalamnya”, dan menyebut bahwa tidak ada bagi mereka dari Allah seorang pelindung. Pembaca dapat menahan diri dari memindahkan keterangan satu ayat ke ayat lain, karena tiap ayat menyebut hal yang ditulisnya sendiri. Seberapa sering sebuah bacaan tentang satu ayat sebenarnya adalah gabungan keterangan dari beberapa ayat yang tidak pernah dibaca berdampingan?
  • Ayat 40:5 tidak memuat kata ganti untuk yang disapa, dan akhiran -mu pada Tuhanmu di 40:6 menyambungkan kembali sapaan yang dibuka di 40:4. Kalimat yang berat ini disampaikan lewat hubungan pendengar dengan Tuhannya sendiri, sebelum disampaikan sebagai keterangan tentang orang lain. Pembaca yang mengikuti sapaan itu dapat memperhatikan urutannya. Bagaimana sebuah kabar tentang pihak lain terdengar bila lebih dulu diingatkan bahwa kabar itu berasal dari Tuhan si pendengar?
  • Pernyataan di 40:6 datang sesudah riwayat di 40:5, dan kata demikianlah menjadi penghubungnya. Kalimat yang berat itu didahului penuturan tentang kaum-kaum yang mendustakan, berniat menangkap rasul, dan membantah dengan yang batil. Pembaca yang pernah menerima sebuah putusan tanpa penjelasan dapat membandingkannya dengan urutan ini. Apakah sebuah putusan terasa berbeda bila riwayat yang melandasinya sudah dibacakan lebih dulu?
  • Di 39:71 penjaga Jahanam bertanya kepada orang-orang yang digiring ke sana, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan tanda-tanda Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar,” lalu menyebut bahwa ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir. Ayat 39:71 memakai frasa kalimat azab, sedangkan 40:6 memakai kalimat Tuhanmu, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membayangkan dirinya ditanya apakah tanda-tanda Tuhan pernah sampai kepadanya. Jawaban apa yang sudah disiapkan pembaca, dan dari mana jawaban itu berasal?