الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Yang memikul 'Arasy dan yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman, “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala,

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُalladziina yahmiluuna l-'arsya wa-man hawlahuyang memikul 'Arasy dan yang berada di sekelilingnya
  2. يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِyusabbihuuna bi-hamdi rabbihim wa-yu'minuuna bihiselalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya
  3. وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُواwa-yastaghfiruuna li-lladziina aamanuudan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman
  4. رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًاrabbanaa wasi'ta kulla syay'in rahmatan wa-'ilmanwahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu
  5. فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَfa-ghfir li-lladziina taabuu wa-ttaba'uu sabiilakamaka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu
  6. وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِwa-qihim 'adzaaba l-jahiimidan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يَحْمِلُونَyahmiluunamereka memikul
  3. الْعَرْشَl-'arsyaArasy
  4. وَمَنْwa-mandan orang yang
  5. حَوْلَهُhawlahusekelilingnya
  6. يُسَبِّحُونَyusabbihuunamereka bertasbih
  7. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  8. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  9. وَيُؤْمِنُونَwa-yu'minuunadan mereka beriman
  10. بِهِbihikepada-Nya
  11. وَيَسْتَغْفِرُونَwa-yastaghfiruunadan mereka memohon ampun
  12. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  13. آمَنُواaamanuuberiman
  14. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  15. وَسِعْتَwasi'taEngkau meliputi
  16. كُلَّkullasetiap
  17. شَيْءٍsyay'insesuatu
  18. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  19. وَعِلْمًاwa-'ilmandan pengetahuan
  20. فَاغْفِرْfa-ghfirmaka ampunilah
  21. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  22. تَابُواtaabuubertobat
  23. وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
  24. سَبِيلَكَsabiilakajalan-Mu
  25. وَقِهِمْwa-qihimdan peliharalah mereka
  26. عَذَابَ'adzaabaazab
  27. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Rangkaian (رَحْمَةً وَعِلْمًا, rahmatan wa-'ilman) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:7.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ, alladziina yahmiluuna l-'arsya) yang berarti "yang memikul 'Arasy". Kata kerja (يَحْمِلُونَ, yahmiluuna) berakar ح-م-ل dan menunjuk banyak pelaku. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 6:31 dan 40:7. Di 6:31 benda yang dipikul berupa beban, (يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ, yahmiluuna awzaarahum) yang berarti "memikul beban-beban mereka", dan terjemahan memakai "memikul" di kedua ayat. Akar yang sama bertemu kata 'Arasy dalam satu ayat hanya di 40:7 dan 69:17. Ayat 69:17 menyebut bilangan pemikulnya, (ثَمَانِيَةٌ, tsamaaniyatun) yang berarti "delapan", sedangkan 40:7 tidak menyebut bilangan.

Kata (الْعَرْشَ, l-'arsya) dengan kata sandang al- muncul dua puluh kali di delapan belas surah, yaitu 7:54, 9:129, 10:3, 12:100, 13:2, 17:42, 20:5, 21:22, 23:86, 23:116, 25:59, 27:26, 32:4, 39:75, 40:7, 40:15, 43:82, 57:4, 81:20, dan 85:15. Satu di antaranya, 12:100, menyebut tempat duduk manusia, sehingga terjemahan memakai "singgasana" di sana dan "'Arasy" di sembilan belas ayat lainnya, termasuk di sini.

Kata (وَمَنْ حَوْلَهُ, wa-man hawlahu) yang berarti "dan yang berada di sekelilingnya" tersusun dari (مَنْ, man), kata untuk pelaku, dan (حَوْلَهُ, hawlahu) yang berarti "sekelilingnya". Susunan (مَنْ حَوْلَهُ, man hawlahu) muncul dua kali, yaitu di 26:25 dan 40:7. Di 26:25, (قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ, qaala li-man hawlahu) yang berarti "dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya", artinya orang-orang yang berdiri di sekitar si pembicara. Akar kata hawl juga ada di 39:75, (حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ, haaffiina min hawli l-'arsyi) yang berarti "melingkar di sekeliling 'Arasy", dan ayat itu menyebut pelakunya dengan kata (الْمَلَائِكَةَ, l-malaa'ikata). Ayat 40:7 memakai kata man dan tidak memuat kata malaikat, sehingga terjemahan 40:7 tidak menambahkannya.

Rangkaian tiga kata kerja berikutnya menerangkan apa yang dikerjakan mereka. Susunan (يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ, yusabbihuuna bi-hamdi rabbihim) yang berarti "bertasbih dengan memuji Tuhan mereka" muncul tiga kali, yaitu di 39:75, 40:7, dan 42:5, dan dua di antaranya, 39:75 dan 42:5, menyebut pelakunya malaikat. Bagian (بِحَمْدِ رَبِّهِمْ, bi-hamdi rabbihim) muncul empat kali, yaitu di 32:15, 39:75, 40:7, dan 42:5. Di 32:15 pelakunya orang-orang yang tersungkur sujud ketika diingatkan dengan tanda-tanda, jadi pujian kepada Tuhan itu tidak dibatasi pada satu golongan. Kata kerja kedua, (وَيُؤْمِنُونَ بِهِ, wa-yu'minuuna bihi) yang berarti "dan beriman kepada-Nya", memakai akhiran -hi yang kembali kepada Tuhan mereka. Kata kerja ketiga, (وَيَسْتَغْفِرُونَ, wa-yastaghfiruuna) yang berarti "dan memohonkan ampunan", berakar غ-ف-ر. Bentuk lengkap berawalan wa- tanpa akhiran tambahan itu muncul dua kali, yaitu di 40:7 dan 42:5, dan keduanya dilanjutkan huruf li yang menyebut penerima ampunan, yang terjemahannya "untuk".

Pembukaan ucapan, (رَبَّنَا وَسِعْتَ, rabbanaa wasi'ta), berarti "wahai Tuhan kami, Engkau meliputi". Kata kerja (وَسِعْتَ, wasi'ta) berakar و-س-ع dan berpelaku "Engkau" lewat akhiran -ta. Akar ini dipakai enam kali dengan pelaku yang berbeda: wasi'a di 2:255, 6:80, 7:89, dan 20:98, wasi'at di 7:156, dan wasi'ta di 40:7. Di 6:80, 7:89, dan 20:98 bunyinya memuat (كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا, kulla syay'in 'ilman), misalnya di 6:80 (وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا, wasi'a rabbii kulla syay'in 'ilman) yang berarti "ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu". Di 7:156 pokok kalimatnya rahmat, (وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ, wa-rahmatii wasi'at kulla syay'in) yang berarti "dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu". Hanya 40:7 yang menaruh keduanya sekaligus, (رَحْمَةً وَعِلْمًا, rahmatan wa-'ilman). Dua kata itu berakhiran -an seperti 'ilman di tiga ayat tadi, dan terjemahan memakai pola yang sama dengan ayat-ayat itu, yaitu rahmat dan ilmu sebagai pokok kalimat.

Permohonan pertama dimulai dengan (فَاغْفِرْ, fa-ghfir) yang berarti "maka berikanlah ampunan". Bentuk persis ini muncul enam kali, yaitu di 3:16, 3:193, 7:155, 23:109, 28:16, dan 40:7. Lima yang pertama diikuti permohonan untuk diri sendiri atau kelompok pemohon, seperti (فَاغْفِرْ لَنَا, fa-ghfir lanaa) yang berarti "maka ampunilah kami" di empat ayat pertama dan (فَاغْفِرْ لِي, fa-ghfir lii) yang berarti "maka ampunilah aku" di 28:16. Di 40:7 penerimanya pihak lain, (لِلَّذِينَ تَابُوا, li-lladziina taabuu) yang berarti "untuk orang-orang yang bertobat". Bentuk (الَّذِينَ تَابُوا, alladziina taabuu) muncul lima kali lagi, yaitu di 2:160, 3:89, 4:146, 5:34, dan 24:5. Di 2:160 dan 4:146 kata (تَابُوا وَأَصْلَحُوا, taabuu wa-ashlahuu) yang berarti "bertobat dan memperbaiki" menyertainya, sedangkan di 40:7 pasangannya (وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ, wa-ttaba'uu sabiilaka) yang berarti "dan mengikuti jalan-Mu". Bentuk wa-ttaba'uu muncul sepuluh kali, yaitu di 2:102, 3:174, 7:157, 11:59, 19:59, 40:7, 47:14, 47:16, 54:3, dan 71:21, dan sabiilaka hanya ada di 40:7. Di surah yang sama, 40:38 memberi kata jalan itu sifat, (سَبِيلَ الرَّشَادِ, sabiila r-rasyaadi) yang berarti "jalan yang benar", sedangkan di 40:7 jalan itu diberi pemilik lewat akhiran -ka yang berarti "Engkau", yaitu pihak yang diajak bicara.

Permohonan kedua, (وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-qihim 'adzaaba l-jahiimi), berarti "dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Kata (قِ, qi) berakar و-ق-ي dan berbentuk perintah. Frasa (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) muncul tiga kali, yaitu di 40:7, 44:56, dan 52:18. Di dua yang terakhir akar و-ق-ي yang sama dipakai untuk melaporkan perlindungan itu sudah terjadi, (وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-waqaahum 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala" di 44:56, dan dengan pelaku disebut, (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) yang berarti "dan Tuhan mereka menjaga mereka", di 52:18. Terjemahan 40:7 memakai "lindungilah", sejalan dengan "melindungi" di 44:56.

Tafsiran

Ayat ini terdiri atas dua bagian, yaitu keterangan tentang siapa yang berbicara dan isi pembicaraannya. Keterangan itu memuat empat perbuatan pembicara: memikul 'Arasy, bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan. Isi pembicaraannya dibuka oleh (رَبَّنَا, rabbanaa) dan berlanjut sampai 40:9, sehingga tiga ayat berurutan merupakan satu ucapan.

Di dalam ucapan itu pernyataan datang lebih dulu, permohonan sesudahnya. Pernyataannya ialah bahwa rahmat dan ilmu meliputi segala sesuatu, lalu huruf fa pada (فَاغْفِرْ, fa-ghfir) menyambung permohonan ampun kepada pernyataan itu. Permohonan kedua, (وَقِهِمْ, wa-qihim), berdiri di atas sambungan yang sama dan menyangkut hal lain: yang pertama berkaitan dengan ampunan bagi orang-orang yang bertobat, yang kedua dengan azab yang dimohonkan agar tidak menimpa mereka.

Letak ayat ini terlihat dari tetangganya. Ayat 40:6 menyebut perkataan Tuhanmu yang berlaku atas orang-orang yang kufur, (أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ, annahum ashhaabu n-naari) yang berarti "bahwa mereka adalah penghuni api". Ayat 40:7 sampai 40:9 kemudian memuat permohonan agar orang-orang yang beriman dilindungi dari azab neraka, dan 40:10 kembali kepada orang-orang yang kufur. Doa itu dengan demikian terletak di antara dua ayat tentang orang-orang yang sama, dan api yang disebut di 40:6 muncul lagi di 40:7 sebagai sesuatu yang dimohonkan agar tidak menimpa golongan lain.

Dibandingkan dengan 42:5, dua ayat itu sama-sama memuat bertasbih dengan memuji dan memohonkan ampunan, tetapi sasarannya berbeda. Ayat 42:5 menyebut (لِمَنْ فِي الْأَرْضِ, li-man fii l-ardhi) yang berarti "untuk orang yang ada di bumi", sedangkan 40:7 menyebut orang-orang yang beriman. Ayat 42:5 menutup dengan (أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ, alaa inna llaaha huwa l-ghafuuru r-rahiimu) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Pengampun, Sang Pengasih", sedangkan 40:7 mengutip isi permohonannya. Kedua ayat berbeda konteksnya dan tidak dianggap sebagai ulangan.

Renungan dan Hikmah

  • Permohonan di ayat ini tidak langsung diajukan. Para pemikul 'Arasy lebih dulu mengatakan kepada Tuhan mereka bahwa rahmat dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, lalu huruf fa menyambungkan permintaan ampun kepada pernyataan itu. Urutan tersebut memperlihatkan pemohon yang bertolak dari pengetahuan tentang Dia, sebelum menyebut keinginannya. Pembaca yang menyusun doanya sendiri dapat memperhatikan urutannya: kalimat pertama yang keluar dari mulutnya berupa daftar keperluan, atau pernyataan tentang kepada siapa dia berbicara? Bila rahmat dan ilmu Tuhan memang meliputi segala sesuatu, bagian mana dari permintaannya yang masih berada di luar liputan itu?
  • Orang-orang yang beriman di ayat ini menjadi sasaran doa yang tidak mereka ajukan sendiri. Pengucapnya mereka yang memikul 'Arasy dan yang berada di sekelilingnya, dan ayat tidak mencatat apakah orang-orang beriman itu tahu bahwa mereka sedang disebut. Bila pembaca termasuk yang beriman, ayat ini menyebut kelompoknya sebagai sasaran permohonan ampun yang diucapkan pihak lain di hadapan Tuhannya. Apakah pembaca pernah menghitung berapa banyak kebaikan yang diterimanya tanpa pernah diminta?
  • Penerima ampunan di ayat ini ditandai dengan dua kata kerja lampau, bertobat dan mengikuti jalan. Keduanya perbuatan yang sudah terjadi pada orang-orang itu, tidak perbuatan yang sedang dimintakan. Jalannya disebut dengan akhiran yang berarti Engkau, jadi jalan itu disebut sebagai milik Tuhan yang diajak bicara. Pembaca dapat memisahkan dua hal yang sering menyatu dalam ingatannya: pernah berbalik arah, dan masih berjalan di jalan yang disebut sebagai jalan Tuhan. Bila ditanya hari ini, langkah mana dalam sepekan terakhir yang berada di jalan itu, dan langkah mana yang hanya berada di jalan buatannya sendiri?
  • Dalam daftar perbuatan pembicara, beriman kepada-Nya disebut dengan kata kerja yang sedang berlangsung, sejajar dengan bertasbih dan memohonkan ampunan. Iman di ayat ini tampil sebagai satu baris dalam catatan kegiatan, sejajar dengan perbuatan lain, dan label yang dipasang satu kali tidak tampak di sana. Pembaca yang biasa menjawab pertanyaan tentang imannya dengan satu kata dapat mencoba menuliskan jawabannya sebagai daftar kegiatan, seperti ayat ini menuliskan kegiatan para pemikul 'Arasy. Apa saja isi daftar itu pada hari ini, dan adakah di dalamnya perbuatan yang ditujukan kepada orang lain dan tidak kepada diri sendiri?
  • Ayat 40:6 menyebut api sebagai tempat orang-orang yang kufur, dan ayat 40:7 memuat permintaan agar orang-orang beriman dilindungi dari azab neraka yang menyala-nyala. Dua ayat berurutan itu membicarakan api dari dua arah: sebagai ketetapan yang berlaku atas satu golongan, dan sebagai sesuatu yang dimohonkan agar tidak menimpa golongan lain. Pembaca yang membaca keduanya berurutan berada di antara dua pembicara, yaitu perkataan Tuhanmu di 40:6 dan permohonan para pemikul 'Arasy di 40:7. Ke arah mana pembaca membaca diri sendiri ketika dua ayat itu dibaca bersama, dan dengan dasar apa pembaca memastikan arah itu?
  • Pemohon di ayat ini memohonkan ampun bagi orang lain, dan mereka menyebut ilmu yang meliputi segala sesuatu sebagai dasarnya, tanpa penilaian atas orang-orang itu. Ayat mengemukakan keluasan rahmat dan ilmu yang mereka tujukan kepada Tuhan mereka. Pembaca yang pernah diminta mendoakan orang lain yang isi hatinya tidak diketahuinya dapat melihat cara doa ini bekerja: isi hati yang tak terlihat olehnya terletak dalam ilmu yang meliputi segala sesuatu. Dalam doa semacam itu, siapa yang sebenarnya mengetahui keadaan orang yang didoakan?