رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam taman-taman 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka serta orang yang saleh di antara bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْrabbanaa wa-adkhilhum jannaati 'adnin allatii wa'adtahumwahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam taman-taman 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka
- وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْwa-man shalaha min aabaa'ihim wa-azwaajihim wa-dzurriyyaatihimserta orang yang saleh di antara bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka
- إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُinnaka anta l-'aziizu l-hakiimusesungguhnya Engkaulah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (16 kata)
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- وَأَدْخِلْهُمْwa-adkhilhumdan masukkanlah mereka
- جَنَّاتِjannaatitaman-taman
- عَدْنٍ'adninAdn
- الَّتِيallatiiyang
- وَعَدْتَهُمْwa'adtahumEngkau janjikan kepada mereka
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- صَلَحَshalahasaleh
- مِنْmindari
- آبَائِهِمْaabaa'ihimbapak-bapak mereka
- وَأَزْوَاجِهِمْwa-azwaajihimdan istri-istri mereka
- وَذُرِّيَّاتِهِمْwa-dzurriyyaatihimdan keturunan mereka
- إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
- أَنْتَantaEngkau
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Susunan (وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ, wa-man shalaha min aabaa'ihim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:23 dan 40:8.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ, rabbanaa wa-adkhilhum) yang berarti "wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka". Seruan (رَبَّنَا, rabbanaa) di sini adalah panggilan kedua dalam ucapan yang dimulai di 40:7. Dalam surah ini bentuk itu muncul tiga kali, yaitu di 40:7, 40:8, dan 40:11. Kata kerja (وَأَدْخِلْهُمْ, wa-adkhilhum) berakar د-خ-ل dan berbentuk perintah. Bentuk persis ini muncul sekali, di 40:8, dan akhiran -hum menunjuk orang-orang yang disebut di 40:7.
Tempat yang diminta ialah (جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ, jannaati 'adnin allatii wa'adtahum) yang berarti "taman-taman 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka". Kata (عَدْنٍ, 'adnin) muncul sebelas kali di sebelas surah, selalu sesudah kata jannaat: (جَنَّاتِ عَدْنٍ, jannaati 'adnin) di 9:72, 19:61, 38:50, 40:8, dan 61:12, serta (جَنَّاتُ عَدْنٍ, jannaatu 'adnin) di 13:23, 16:31, 18:31, 20:76, 35:33, dan 98:8. Terjemahan menulisnya dengan huruf besar, 'Adn, karena kata itu dipakai sebagai nama. Rangkaian (جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي, jannaati 'adnin allatii) hanya ada di 19:61 dan 40:8. Di 19:61 kata kerja janjinya diberi pelaku, (الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ, allatii wa'ada r-rahmaanu 'ibaadahu bi-l-ghaybi) yang berarti "yang telah dijanjikan Ar-Rahman kepada hamba-hamba-Nya secara gaib", dan di 9:72 pelakunya Allah. Di 40:8 janji itu disebut oleh pemohon sendiri dengan kata kerja berpelaku "Engkau", (وَعَدْتَهُمْ, wa'adtahum), yang muncul sekali di korpus.
Rincian orang yang diminta ikut masuk berbunyi (وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ, wa-man shalaha min aabaa'ihim wa-azwaajihim wa-dzurriyyaatihim) yang berarti "serta orang yang saleh di antara bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka". Susunan utuh ini muncul dua kali, yaitu di 13:23 dan 40:8. Kata kerja (صَلَحَ, shalaha) berakar ص-ل-ح dan berbentuk lampau untuk satu pelaku. Bentuk persis ini juga hanya ada di dua ayat tersebut. Huruf (مِنْ, min) yang berarti "di antara" membuat yang disebut hanya sebagian dari tiga kelompok itu, yaitu mereka yang bersifat saleh, dan tidak seluruh bapak, istri, dan keturunan.
Tiga kelompok itu disebut dengan jamak. Kata (آبَائِهِمْ, aabaa'ihim) berarti "bapak-bapak mereka", dan terjemahan memakai "bapak-bapak" juga di 13:23 dan 6:87, tempat (وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ, wa-min aabaa'ihim wa-dzurriyyaatihim wa-ikhwaanihim) berarti "dan sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka". Kata (وَأَزْوَاجِهِمْ, wa-azwaajihim) berarti "dan istri-istri mereka", jamak dari akar ز-و-ج, dan terjemahan memakai bentuk jamak seperti Arabnya. Kata (وَذُرِّيَّاتِهِمْ, wa-dzurriyyaatihim) berarti "dan keturunan mereka", muncul tiga kali, yaitu di 6:87, 13:23, dan 40:8. Saudara disebut di 6:87 dan tidak di dua ayat lainnya, jadi daftar keluarga tidak selalu sama dari ayat ke ayat.
Penutupnya (إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, innaka anta l-'aziizu l-hakiimu) berarti "sesungguhnya Engkaulah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah". Kalimat utuh ini muncul empat kali, yaitu di 2:129, 5:118, 40:8, dan 60:5. Kata (الْعَزِيزُ, l-'aziizu) berakar ع-ز-ز dan berkata sandang al-, sehingga terjemahan memakai "Sang Digdaya"; kata (الْحَكِيمُ, l-hakiimu) berakar ح-ك-م dan diterjemahkan "Sang Penuh Hikmah". Dua kata ganti bertumpuk di awal, (إِنَّكَ, innaka) dan (أَنْتَ, anta), dan terjemahan merangkumnya dalam satu kata, "Engkaulah".
Tafsiran
Ayat ini memperluas siapa yang dimohonkan: dari orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan di 40:7 sampai anggota keluarga mereka yang saleh. Ucapan yang dimulai di 40:7 kini memuat, di antara permintaan lain, dua permintaan yang saling melengkapi. Salah satunya, di 40:7, adalah dilindungi dari azab neraka yang menyala-nyala, dan yang lain, di 40:8, adalah dimasukkan ke taman-taman 'Adn. Kata sambung wa- menyatukan keduanya dalam satu rangkaian tanpa jeda ucapan lain.
Ayat 13:23 memuat daftar keluarga yang sama dengan cara berbeda. Di sana daftar itu berupa pernyataan, taman-taman 'Adn dimasuki bersama orang yang saleh dari bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka, sedangkan di 40:8 daftar yang sama menjadi isi permohonan. Dua ayat itu berbeda konteksnya: yang pertama menggambarkan keadaan, yang kedua mengucapkan permintaan, sehingga keduanya tidak saling menggantikan. Ayat 52:21 juga menyentuh hubungan orang tua dan keturunan, tetapi dengan Allah sebagai pembicara, yaitu (أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ, alhaqnaa bihim dzurriyyatahum) yang berarti "Kami pertemukan keturunan mereka dengan mereka", dan syaratnya di sana keimanan yang diikuti keturunan. Ayat 52:21 tidak menyebut bapak dan istri, jadi ayat itu tidak diperlakukan sebagai padanan penuh.
Doa ini juga mengubah dasar permintaannya. Di 40:7 permohonan bertumpu pada rahmat dan ilmu yang meliputi segala sesuatu, sedangkan di 40:8 pasangan nama yang menutupnya berbeda, yaitu Sang Digdaya dan Sang Penuh Hikmah. Kedua nama itu ditempatkan sesudah permintaan. Di keempat ayat yang memuat kalimat penutup tersebut, kalimat itu menutup ucapan yang ditujukan kepada Tuhan, dan di 40:8 pembicaranya ialah mereka yang memikul 'Arasy.
Renungan dan Hikmah
- Taman yang diminta di ayat ini disebut sebagai taman yang telah Engkau janjikan, jadi permintaannya berdiri di atas janji yang sudah diucapkan, tanpa menyebut jasa pemohon. Ayat 19:61 dan 9:72 menunjukkan bahwa janji semacam itu berasal dari Ar-Rahman dan dari Allah. Pembaca yang meminta sesuatu kepada Tuhan dapat memperhatikan dasar yang dipakainya: kelayakannya sendiri, atau apa yang telah dijanjikan kepadanya? Bila yang diminta sudah dijanjikan, apa yang masih tersisa di tangan orang yang meminta?
- Daftar yang diminta ikut masuk menjangkau tiga arah dalam keluarga: bapak-bapak di atas, istri-istri di samping, dan keturunan di bawah. Pemohon menyusuri rumah tangga ke atas, ke samping, dan ke bawah dalam satu kalimat. Pembaca dapat memeriksa luas doanya sendiri: nama siapa saja yang pernah disebutnya kepada Tuhan, dan nama siapa yang selalu terlewat dari kalimat-kalimatnya? Doa yang menyebut istri dan keturunan dengan bentuk jamak mengingatkan bahwa satu rumah terdiri atas banyak orang, dan tiap orang dapat memiliki tempat sendiri dalam permohonan. Siapa yang paling lama tidak disebut oleh pembaca di hadapan Tuhan?
- Permintaan untuk keluarga di ayat ini membawa syaratnya sendiri, yaitu orang yang saleh di antara mereka. Pemohon meminta bagi sebagian dari daftar itu, dan kata kerja saleh memilah siapa yang dimaksud. Hubungan darah dan pernikahan disebut sebagai daftar, sedangkan kata saleh menjadi kata penyaring di dalamnya. Pembaca yang mendoakan keluarganya dapat memperhatikan apakah doanya memuat pembeda semacam itu atau menyebut seluruhnya tanpa kata penyaring. Bila Tuhan yang diserunya mengetahui siapa yang saleh dan siapa yang tidak, apa yang tertambah pada doa pembaca dengan menyebutkan syarat itu?
- Pasangan nama Sang Digdaya dan Sang Penuh Hikmah ditempatkan sesudah permintaan. Di 40:7 pemohon mengawali dengan rahmat dan ilmu, sedangkan di 40:8 mereka menutup dengan kedigdayaan dan hikmah. Doa ini mengakhiri permintaan yang besar dengan menyebut kepada siapa permintaan itu ditujukan: Dia yang digdaya dan Dia yang penuh hikmah. Pembaca yang membawa permintaan yang terasa terlalu besar dapat bertanya nama Tuhan mana yang disebutnya pada saat itu, dan apakah kedigdayaan-Nya atau hikmah-Nya yang pertama terlintas?
- Taman-taman 'Adn di ayat ini diminta untuk sekelompok orang sekaligus. Ayat 13:23 menggambarkan tempat yang sama sebagai tempat yang dimasuki bersama orang yang saleh dari bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka. Tujuan yang dibayangkan dalam dua ayat itu berbentuk rumah tangga yang berkumpul. Pembaca yang membayangkan tujuan akhir hidupnya dapat bertanya apakah gambar itu berisi diri pembaca saja atau juga orang-orang yang bersamanya. Bila taman itu dijanjikan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya seperti di 19:61, siapa dalam keluarga pembaca yang terlintas ketika kata keluarga dibaca di sini?
- Di 40:7 permintaannya agar dijauhkan dari azab neraka yang menyala-nyala, dan di 40:8 permintaannya agar dimasukkan ke taman-taman 'Adn. Dua permintaan itu bersambung lewat kata sambung, sehingga keselamatan yang dimohonkan memuat dua arah: menjauh dari sesuatu dan masuk ke sesuatu. Pembaca dapat memeriksa doa keselamatannya sendiri, apakah berhenti pada permintaan agar terhindar tanpa menyebut ke mana tujuannya. Bila rangkaian ayat ini dibaca berurutan, mana yang lebih sering diucapkan kepada Tuhan, dijauhkan atau dimasukkan?