وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ ۚ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Lindungilah mereka dari keburukan. Siapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya. Itu kemenangan yang agung.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِwa-qihimu s-sayyi'aatilindungilah mereka dari keburukan
  2. وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُwa-man taqi s-sayyi'aati yawma'idzin fa-qad rahimtahusiapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya
  3. وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُwa-dzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimuitu kemenangan yang agung

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَقِهِمُwa-qihimudan peliharalah mereka
  2. السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
  3. وَمَنْwa-mandan orang yang
  4. تَقِtaqiEngkau pelihara
  5. السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
  6. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  7. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  8. رَحِمْتَهُrahimtahuEngkau merahmatinya
  9. وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
  10. هُوَhuwaitulah
  11. الْفَوْزُl-fawzukemenangan
  12. الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung

Inti bacaan

Susunan (وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, wa-dzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:111 dan 40:9.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ, wa-qihimu s-sayyi'aati) yang berarti "dan lindungilah mereka dari keburukan". Kata (قِ, qi) berakar و-ق-ي dan berbentuk perintah untuk satu pihak yang diajak bicara. Kata kerja ini langsung diikuti benda yang dihindarkan, tanpa kata min, seperti (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) di 40:7. Akar و-ق-ي muncul di empat ayat dalam surah ini, yaitu 40:7, 40:9, 40:21, dan 40:45, dan 40:9 memuatnya dua kali, sekali sebagai perintah dan sekali dalam (تَقِ, taqi). Karena itu terjemahan memakai satu padanan, "lindungi", di 40:7 dan di sini.

Benda yang dihindarkan disebut dengan (السَّيِّئَاتِ, s-sayyi'aati) yang berarti "keburukan", berakar س-و-أ dan berbentuk jamak. Bentuk bersandang ini muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu di 4:18, 7:153, 7:168, 10:27, 11:78, 11:114, 16:45, 28:84, 29:4, 35:10, 40:9, 42:25, dan 45:21. Di beberapa ayat itu keburukan adalah sesuatu yang dikerjakan manusia, misalnya (يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ, ya'maluuna s-sayyi'aati) yang berarti "mengerjakan keburukan" di 4:18, dan di 11:114 keburukan itu dihapus oleh kebaikan. Di 40:45, (فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا, fa-waqaahu llaahu sayyi'aati maa makaruu) yang berarti "maka Allah melindunginya dari keburukan makar mereka", keburukan itu berupa bahaya dari perbuatan orang lain. Ayat 40:9 tidak memilih salah satu pemakaian itu, dan terjemahan memakai kata yang cukup luas untuk keduanya, "keburukan".

Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu" menunjuk sebuah hari tertentu. Hari itu tidak diberi nama di 40:7 sampai 40:9. Susunan (يَوْمَئِذٍ فَقَدْ, yawma'idzin fa-qad) muncul dua kali, yaitu di 6:16 dan 40:9. Di 6:16 hari itu diperkenalkan lebih dulu oleh 6:15, (عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaaba yawmin 'azhiimin) yang berarti "azab hari yang besar". Bunyi 6:16 sangat dekat dengan 40:9: (مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ, man yushraf 'anhu yawma'idzin fa-qad rahimahu) yang berarti "siapa yang dijauhkan darinya pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya". Perbedaannya ada di dua tempat: 6:16 memakai kata kerja pasif dari akar lain, (يُصْرَفْ, yushraf), dan menyebut pelaku rahmat dengan "Dia", sedangkan 40:9 memakai taqi dan "Engkau".

Kata (رَحِمْتَهُ, rahimtahu) yang berarti "Engkau telah merahmatinya" berakar ر-ح-م, berbentuk lampau, dan berpelaku "Engkau" lewat akhiran -ta. Bentuk persis ini muncul sekali, di 40:9. Huruf (قَدْ, qad) di depannya menegaskan bahwa hal itu sudah terjadi, sehingga terjemahan memakai "telah". Frasa "menganugerahkan rahmat kepadanya" dipakai sebagai padanan "merahmatinya" agar kalimatnya wajar dalam bahasa Indonesia. Akar yang sama dipakai di 40:7 sebagai benda, (رَحْمَةً, rahmatan) yang berarti "rahmat", jadi dalam satu ucapan rahmat disebut sebagai sifat di awal dan sebagai perbuatan di akhir.

Penutupnya (وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, wa-dzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimu) berarti "dan itu kemenangan yang agung". Susunan dengan wa- di depannya muncul dua kali, yaitu di 9:111 dan 40:9. Tanpa wa-, (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, dzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimu) ada di 9:72, 10:64, 44:57, dan 57:12. Kata (الْفَوْزُ, l-fawzu) berakar ف-و-ز dan muncul enam belas kali di tiga belas surah, yaitu di 4:13, 5:119, 6:16, 9:72, 9:89, 9:100, 9:111, 10:64, 37:60, 40:9, 44:57, 45:30, 57:12, 61:12, 64:9, dan 85:11. Tiga belas di antaranya digandeng (الْعَظِيمُ, l-'azhiimu). Di 44:56 sampai 44:57 urutannya sama dengan di sini: perlindungan dari azab neraka lebih dulu, lalu "kemenangan yang agung". Tidak ada kata ucapan yang menandai pergantian pembicara sebelum kalimat terakhir ini, sehingga terjemahan menutup kutipan sesudahnya dan menaruhnya di dalam doa.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan yang dimulai di 40:7 dengan mengulang permintaan perlindungan dan memberi alasan bagi permintaan itu. Di 40:7 permintaannya menyangkut azab neraka yang menyala-nyala, dan di sini menyangkut keburukan, kata yang lebih luas. Permintaan yang sama, dibawa oleh akar kata yang sama, muncul tiga kali dalam dua ayat, yaitu 40:7 dan 40:9, dan objeknya melebar dari satu tempat azab ke seluruh keburukan.

Dalam ayat ini sasaran kalimatnya berpindah dari "mereka" ke "siapa". Kalimat pertama masih tentang orang-orang yang dimohonkan di 40:7 dan 40:8, sedangkan kalimat kedua, (وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ, wa-man taqi s-sayyi'aati) yang berarti "dan siapa yang Engkau lindungi dari keburukan", berlaku bagi siapa pun yang dilindungi pada hari itu. Permohonan khusus berubah menjadi pernyataan yang lebih umum, dan isi pernyataan itu adalah bahwa dilindungi dari keburukan sama dengan menerima rahmat. Kalimat itu tidak membedakan keadaan penerimanya, hanya mensyaratkan perlindungan itu terjadi.

Kalimat terakhir menamai semuanya kemenangan yang agung. Kata penunjuk di awal kalimat itu tidak menyatakan apakah yang ditunjuk perlindungan, rahmat, atau keduanya, dan terjemahan membiarkannya terbuka. Di 44:56 dan 44:57 perlindungan dari azab neraka disusul "kemenangan yang agung" dengan urutan yang sama, jadi dua tempat itu memakai kata yang sama untuk keadaan yang serupa, tetapi bentuk ucapannya berbeda: di surah 44 berupa pernyataan tentang keadaan mereka yang dilindungi, dan di 40:9 berupa bagian dari doa.

Letaknya dalam surah terlihat dari ayat sebelum dan sesudahnya. Ayat 40:6 menyebut perkataan Tuhanmu yang berlaku atas orang-orang yang kufur, dan 40:10 kembali kepada mereka. Ayat 40:9 menjadi ujung dari bagian di antara keduanya, dan bagian itu memuat satu kata yang berulang, yaitu perlindungan. Orang-orang yang kufur di 40:6 dan 40:10 tidak dikenai kata itu, sedangkan orang-orang yang beriman di 40:7 sampai 40:9 dikenainya tiga kali.

Renungan dan Hikmah

  • Doa ini menyamakan dua hal dalam satu kalimat: yang Engkau lindungi pada hari itu telah Engkau beri rahmat. Dilindungi dari keburukan tidak digambarkan sebagai ketiadaan apa-apa, tetapi sebagai sesuatu yang diberikan. Pembaca yang menghitung nikmat dapat mulai dari hal yang terlihat: makanan, kesehatan, pekerjaan. Ayat ini menambahkan satu entri yang tidak punya wujud, yaitu keburukan yang tidak pernah sampai kepada pembaca. Bila Tuhan melindungi pembaca dari sesuatu yang tidak pernah diketahuinya akan datang, bagaimana hal itu disebut dalam daftar nikmat yang pembaca ucapkan?
  • Kalimat pertama ayat ini tentang mereka, dan kalimat kedua tentang siapa yang Engkau lindungi. Perpindahan itu membuat permintaan untuk orang tertentu tampil sebagai contoh dari sesuatu yang lebih luas. Pembaca dapat memperhatikan di titik mana kata mereka berganti menjadi siapa, lalu menimbang di bagian mana dari kata siapa pembaca menempatkan dirinya sendiri. Ayat tidak menyebut syarat bagi kata itu selain perlindungan, dan tentang yang melindungi hanya disebut Engkau. Apakah pembaca membaca kata siapa sebagai sesuatu yang berlaku juga atas diri pembaca sendiri, dan apa yang dianggap pembaca sebagai dasarnya?
  • Hari yang disebut di ayat ini tidak diberi nama, sehingga pembaca mengisinya dengan hari yang sudah dibawanya dari ayat lain. Ayat 6:15 menyebut azab hari yang besar sebelum 6:16 menyebut hari itu, sedangkan 40:9 memakai kata pada hari itu tanpa penyebutan lebih dulu. Pembaca yang membaca doa ini dapat mengisi hari itu dengan gambaran sendiri: wajah siapa, tempat apa, kalimat apa yang dibayangkan sedang diucapkan. Gambaran apa yang pembaca bawa ke hari itu, dan dari ayat mana gambaran tersebut berasal?
  • Kemenangan yang agung di ayat ini disebut sesudah perlindungan dan rahmat; kata penaklukan atau perolehan tidak ada di sana. Ukuran menang yang dipakai para pemohon adalah luput dari keburukan dan dirahmati oleh Tuhan mereka. Pembaca dapat menaruh dua daftar berdampingan: hal-hal yang pekan ini pembaca sebut kemenangan, dan hal yang disebut kemenangan oleh ayat ini. Daftar kedua berisi sesuatu yang dihindarkan dari pembaca, sedangkan ayat tidak menyebut apa yang diperoleh. Dengan ukuran ayat ini, peristiwa mana dalam pekan lalu yang layak disebut kemenangan, padahal tidak terasa sebagai kemenangan ketika terjadi?
  • Akar kata perlindungan muncul tiga kali dalam doa ini, di 40:7 dan dua kali di 40:9, dan tiap kali dibawa dengan kalimat yang sedikit berbeda. Isi permintaan pemohon tetap sama, dan luas apa yang dihindarkan bertambah, dari azab neraka ke seluruh keburukan. Pembaca yang memiliki satu permintaan yang diulangnya kepada Tuhan hari demi hari dapat melihat bahwa pengulangan semacam itu juga ada di ucapan para pemikul Arasy. Apa yang bertambah pada permintaan pembaca sejak kali pertama diucapkan, dan apa yang tetap sama?
  • Kata keburukan di ayat ini tidak menyebut milik siapa: apakah perbuatan buruk yang dikerjakan orang-orang itu, atau bahaya yang datang dari luar mereka. Teks membiarkan dua pembacaan itu terbuka, sedangkan 40:45 memakai kata yang sama untuk bahaya dari makar orang lain. Pembaca yang meminta perlindungan kepada Tuhan dapat bertanya keburukan jenis mana yang paling sering dimintakan: perbuatan sendiri yang ditakutkan, atau hal-hal yang dapat menimpa pembaca? Bila keduanya dimohonkan dalam satu kata, apa yang pembaca ketahui tentang bobot masing-masing dalam hidupnya?