قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ

Mereka berkata, “Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali, lalu, kami mengakui dosa-dosa kami; maka, adakah jalan untuk keluar?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِqaaluu rabbanaa amattanaa tsnatayni wa-ahyaytanaa tsnataynimereka berkata, Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali
  2. فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَاfa-'tarafnaa bi-dzunuubinaalalu, kami mengakui dosa-dosa kami
  3. فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍfa-hal ilaa khuruujin min sabiilinmaka, adakah jalan untuk keluar

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  3. أَمَتَّنَاamattanaaEngkau mematikan kami
  4. اثْنَتَيْنِtsnataynidua
  5. وَأَحْيَيْتَنَاwa-ahyaytanaadan Engkau menghidupkan kami
  6. اثْنَتَيْنِtsnataynidua
  7. فَاعْتَرَفْنَاfa-'tarafnaamaka kami mengakui
  8. بِذُنُوبِنَاbi-dzunuubinaakarena dosa-dosa kami
  9. فَهَلْfa-halmaka apakah
  10. إِلَىٰilaauntuk
  11. خُرُوجٍkhuruujinkeluar
  12. مِنْmindari
  13. سَبِيلٍsabiilinjalan

Inti bacaan

Susunan (هَلْ إِلَىٰ, hal ilaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:11 dan 42:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا رَبَّنَا, qaaluu rabbanaa) yang berarti "mereka berkata, Tuhan kami". Susunan ini muncul tiga belas kali di dua belas surah, yaitu di 2:250, 3:147, 4:77, 7:47, 16:86, 18:10, 20:134, 23:106, 33:67, 34:19, 38:16, 38:61, dan 40:11. Pelaku (قَالُوا, qaaluu) hanya berupa kata ganti jamak, dan kata ganti itu terbaca menunjuk orang-orang yang diseru di 40:10, karena ayat ini mengikuti seruan tersebut langsung. Seruan (رَبَّنَا, rabbanaa) muncul tiga kali dalam surah ini, yaitu di 40:7, 40:8, dan 40:11, yang pertama dan kedua diucapkan oleh mereka yang memikul 'Arasy.

Isi ucapannya dimulai dengan (أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ, amattanaa tsnatayni wa-ahyaytanaa tsnatayni) yang berarti "Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali". Kata kerja (أَمَتَّنَا, amattanaa) berakar م-و-ت, dan (وَأَحْيَيْتَنَا, wa-ahyaytanaa) berakar ح-ي-ي; keduanya berbentuk lampau, berpelaku "Engkau" lewat akhiran -ta, berobjek "kami" lewat akhiran -naa, dan masing-masing muncul sekali di korpus. Kata (اثْنَتَيْنِ, tsnatayni) berarti "dua" dalam bentuk perempuan, dan muncul tiga kali, yaitu di 4:11, 4:176, dan 40:11. Di 4:11 dan 4:176 bilangan itu menghitung anak perempuan dan saudara perempuan, sedangkan di 40:11 benda yang dihitung tidak disebut namanya. Terjemahan menambahkan "kali" karena bilangan itu menghitung peristiwa mematikan dan menghidupkan. Ayat ini tidak merinci dua peristiwa itu. Ayat 2:28 memuat urutan (وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ, wa-kuntum amwaatan fa-ahyaakum) yang berarti "padahal kalian dahulu mati, lalu Dia menghidupkan kalian", disusul (ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ, tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum) yang berarti "kemudian Dia mematikan kalian, kemudian Dia menghidupkan kalian lagi", dan urutan itu cocok dengan hitungan dua-dua di sini, tetapi 2:28 sendiri tidak menyebut bilangan "dua".

Bagian kedua berbunyi (فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا, fa-'tarafnaa bi-dzunuubinaa) yang berarti "lalu kami mengakui dosa-dosa kami". Kata kerja (فَاعْتَرَفْنَا, fa-'tarafnaa) berakar ع-ر-ف, dan akar itu di surah ini hanya muncul di 40:11. Huruf fa-nya berarti "lalu" dan menaruh pengakuan sesudah dua hitungan tadi. Kata (بِذُنُوبِنَا, bi-dzunuubinaa) berarti "dengan dosa-dosa kami" dan bentuk persis ini muncul sekali. Pengakuan serupa muncul di tempat lain dengan kelanjutan berbeda. Di 9:102, (اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ, 'tarafuu bi-dzunuubihim) yang berarti "mengakui dosa-dosa mereka" disusul (عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, 'asaa llaahu an yatuuba 'alayhim) yang berarti "mudah-mudahan Allah menyambut tobat mereka". Di 67:11, (فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ, fa-'tarafuu bi-dzanbihim) yang berarti "maka mereka mengakui dosa mereka" disusul (فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ, fa-suhqan li-ashaabi s-sa'iiri) yang berarti "maka jauhlah bagi para penghuni api yang menyala-nyala". Di 40:11 yang menyusul pengakuan itu pertanyaan.

Pertanyaannya berbunyi (فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ, fa-hal ilaa khuruujin min sabiilin) yang berarti "maka adakah jalan untuk keluar?". Susunan (هَلْ إِلَىٰ, hal ilaa) muncul dua kali, yaitu di 40:11 dan 42:44. Di 42:44 bunyinya (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali?", dengan pola yang sama dan tujuan yang berbeda, yaitu kembali dan keluar. Kata (خُرُوجٍ, khuruujin) berakar خ-ر-ج dan bentuk persis ini muncul sekali. Akar yang sama dipakai sebagai perintah di (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا, rabbanaa akhrijnaa) yang berarti "Tuhan kami, keluarkanlah kami", yang muncul tiga kali, yaitu di 4:75, 23:107, dan 35:37. Di tiga ayat itu permintaannya langsung, sedangkan di 40:11 pemohon bertanya lebih dulu apakah jalan itu ada. Kata (سَبِيلٍ, sabiilin) berakar س-ب-ل dan diterjemahkan "jalan" seperti sabiilaka di 40:7.

Tafsiran

Ayat ini mencatat jawaban orang-orang yang diseru di 40:10, dan jawaban itu tersusun dalam tiga langkah: menyebut apa yang dilakukan Tuhan atas mereka, mengakui dosa, lalu bertanya. Kalimat pembukanya serupa dengan pembuka ucapan di 40:7, karena keduanya dimulai dengan seruan kepada Tuhan dan pernyataan tentang Dia. Perbedaannya ada pada isi pernyataan. Para pemikul 'Arasy di 40:7 menyebut rahmat dan ilmu yang meliputi segala sesuatu, sedangkan orang-orang di sini menyebut perbuatan Tuhan terhadap diri mereka sendiri, yaitu mematikan dan menghidupkan.

Permintaan dua kelompok itu juga berbeda. Di 40:7 pembicara meminta ampunan bagi orang lain, dan di 40:11 pembicara tidak meminta ampunan sama sekali; akar ghafara tidak ada di ayat ini. Mereka mengakui dosa, lalu bertanya apakah ada jalan keluar. Pengakuan itu disambungkan dengan fa kepada hitungan mati dan hidup, tetapi ayat tidak menerangkan bagaimana hitungan itu membawa mereka pada pengakuan.

Ayat sesudahnya, 40:12, dibuka dengan penunjuk dan alasan, (ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ, dzaalikum bi-annahu) yang berarti "yang demikian itu karena", dan di sana jawaban "ada" atau "tidak ada" atas pertanyaan 40:11 tidak tercatat. Pertanyaan itu berhenti sebagai pertanyaan, sama seperti pertanyaan di 42:44 yang juga berakhir tanpa jawaban yang dikutip. Urutan 40:10 dan 40:11 adalah seruan lebih dulu, jawaban kemudian: seruan berisi perbandingan dua kemurkaan, dan jawaban berisi pengakuan serta satu pertanyaan.

Renungan dan Hikmah

  • Sebelum mengaku, orang-orang di ayat ini lebih dulu menyebut apa yang dilakukan Tuhan atas mereka, yaitu dua kali mematikan dan dua kali menghidupkan. Pengakuan dosa baru datang sesudah hitungan itu, disambung dengan kata lalu. Urutan tersebut menaruh pengakuan di belakang pernyataan tentang siapa yang memegang hidup dan mati. Pembaca yang pernah menyusun pengakuan kepada Tuhan dapat memperhatikan kalimat apa yang pembaca taruh sebelum pengakuan itu: pernyataan tentang diri sendiri, atau pernyataan tentang Dia? Bila pengakuan dimulai dari apa yang Tuhan lakukan, bagaimana nada pengakuan itu berubah?
  • Sesudah pengakuan, ayat ini mencatat satu pertanyaan tentang jalan keluar, dan kata ampun tidak muncul sama sekali, sedangkan para pemikul 'Arasy di 40:7 meminta ampun bagi orang lain. Pembaca dapat memeriksa apa yang biasanya menyusul sesudah pengakuannya sendiri kepada Tuhan: permintaan, pertanyaan, atau diam. Bila sesudah mengaku pembaca mengajukan pertanyaan, apa yang diperlihatkan pertanyaan itu tentang pandangan pembaca terhadap Tuhan yang dihadapinya?
  • Ayat ini berakhir pada pertanyaan tentang jalan keluar, dan ayat sesudahnya dibuka dengan alasan, tidak dengan jawaban. Pembaca yang melanjutkan dari 40:11 ke 40:12 mendapati pertanyaan itu tidak dijawab di tempat pertanyaan diajukan. Bila ada pertanyaan kepada Tuhan dalam hidup pembaca yang jawabannya belum datang, ayat ini menunjukkan bahwa pertanyaan semacam itu pernah tercatat tanpa jawaban di sampingnya. Pertanyaan mana yang sekarang sedang menunggu, dan apa yang pembaca lakukan selama menunggu?
  • Di 23:107 dan 35:37 orang-orang yang ada di api meminta langsung agar dikeluarkan, sedangkan di 40:11 pemohon bertanya apakah ada jalan keluar. Perbedaan itu halus: yang pertama meminta langsung, yang kedua menanyakan lebih dulu apakah jalannya ada. Pembaca dapat memperhatikan kapan doanya berbentuk permintaan dan kapan berbentuk pertanyaan, karena bentuk itu dapat memperlihatkan seberapa jauh pembaca memandang sesuatu mungkin terjadi. Bila di hadapan Allah pembaca bertanya, apakah pembaca sedang menunggu jawaban atau sedang menenangkan diri sendiri?
  • Orang-orang di ayat ini menyebut bilangan yang tepat untuk perbuatan Tuhan, dua dan dua, sedangkan dosa mereka disebut dengan kata jamak tanpa rincian. Bilangan jatuh pada sisi Tuhan, rincian tidak jatuh pada sisi mereka. Pembaca dapat memeriksa apakah pengakuannya sendiri lebih mirip hitungan yang rinci atau kata jamak yang umum. Dalam pengakuan kepada Allah, bagian mana yang berisi nama dan kejadian, dan bagian mana yang berhenti pada kata dosa-dosa?
  • Para pemikul 'Arasy di 40:7 dan 40:8 membuka ucapan mereka dengan seruan kepada Tuhan kami, dan orang-orang di ayat ini membukanya dengan seruan yang sama. Dua kelompok dengan keadaan yang berbeda memanggil dengan kata yang sama, dan isi sesudahnya yang membedakan keduanya. Pembaca yang berkata Tuhan kami dalam doanya memakai kata yang dipakai kedua kelompok itu. Kalimat apa yang biasanya menyusul sesudah dua kata itu dari mulut pembaca, dan di antara dua ucapan di surah ini, ucapan mana yang lebih dekat dengannya?