ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا ۚ فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ
Yang demikian itu karena apabila Allah diseru sendirian, kalian kufur; dan jika Dia dipersekutukan, kalian beriman. Maka, putusan ada pada Allah Sang Tinggi, Sang Besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْdzaalikum bi-annahu idzaa du'iya llaahu wahdahu kafartumyang demikian itu karena apabila Allah diseru sendirian, kalian kufur
- وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُواwa-in yusyrak bihi tu'minuudan jika Dia dipersekutukan, kalian beriman
- فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِfa-l-hukmu li-llaahi l-'aliyyi l-kabiirimaka, putusan ada pada Allah Sang Tinggi, Sang Besar
Terjemahan per kata (15 kata)
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- بِأَنَّهُbi-annahukarena sesungguhnya ia
- إِذَاidzaaapabila
- دُعِيَdu'iyadiseru
- اللَّهُllaahuAllah
- وَحْدَهُwahdahusendirian
- كَفَرْتُمْkafartumkalian kufur
- وَإِنْwa-indan jika
- يُشْرَكْyusyrakdipersekutukan
- بِهِbihidengan-Nya
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- فَالْحُكْمُfa-l-hukmumaka putusan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْعَلِيِّl-'aliyyiYang Mahatinggi
- الْكَبِيرِl-kabiiriyang besar
Inti bacaan
Gabungan (اللَّهُ وَحْدَهُ, llaahu wahdahu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:45 dan 40:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ, dzaalikum bi-annahu) yang berarti "yang demikian itu karena". Kata (ذَٰلِكُمْ, dzaalikum) adalah penunjuk dengan akhiran -kum, sehingga ditujukan kepada banyak orang yang disapa. Dalam surah ini ia muncul dua kali, yaitu di 40:12 dan 40:75. Di 40:75, (ذَٰلِكُمْ بِمَا, dzaalikum bi-maa) yang berarti "yang demikian itu karena" memberi sebab kepada kelompok yang disapa dengan kalian pula. Susunan (ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ, dzaalikum bi-annahu) muncul sekali, di ayat ini.
Sebab yang pertama berbunyi (إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ, idzaa du'iya llaahu wahdahu kafartum) yang berarti "apabila Allah diseru sendirian, kalian kufur". Kata kerja (دُعِيَ, du'iya) berakar د-ع-و, berbentuk pasif, dan muncul sekali; objek seruannya Allah sendiri. Kata (وَحْدَهُ, wahdahu) muncul enam kali, yaitu di 7:70, 17:46, 39:45, 40:12, 40:84, dan 60:4. Gabungan (اللَّهُ وَحْدَهُ, llaahu wahdahu) ada dua kali, yaitu di 39:45 dan 40:12, dan di 39:45 bunyinya (إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ, idzaa dzukira llaahu wahdahu) yang berarti "apabila Allah disebut sendirian". Terjemahan 40:12 memakai "sendirian" seperti di 39:45, karena kedua ayat menaruh nama Allah langsung di depan kata itu. Kata "untuk menyembah" dan "benar-benar" tidak dipakai di sini, sebab tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Di 39:45 sisi kedua pernyataan itu juga berlawanan: (إِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, idzaa dzukira lladziina min duunihi) yang berarti "apabila disebut yang lain selain Dia" disusul rasa gembira, dan di 40:12 sisi kedua adalah penyebutan sekutu disusul iman.
Kata kerja (كَفَرْتُمْ, kafartum) berakar ك-ف-ر, berbentuk lampau untuk "kalian", dan muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 3:106, 9:66, 14:7, 17:69, 40:12, 41:52, 46:10, dan 73:17. Sisi kedua berbunyi (وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا, wa-in yusyrak bihi tu'minuu) yang berarti "dan jika Dia dipersekutukan, kalian beriman". Kata kerja (يُشْرَكْ, yusyrak) berakar ش-ر-ك dan berbentuk pasif, dan akhiran -hi pada (بِهِ, bihi) kembali kepada Allah. Bentuk pasif sejenis, (يُشْرَكَ بِهِ, yusyraka bihi) yang berarti "Dia dipersekutukan", ada di 4:48 dan 4:116. Terjemahan memakai "apabila" untuk idzaa di awal dan "jika" untuk in di sisi kedua, sesuai dua kata Arab yang berbeda. Kata (تُؤْمِنُوا, tu'minuu) berakar أ-م-ن dan muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 3:73, 3:179, 17:107, 40:12, 44:21, 47:36, 48:9, 49:14, 57:8, 58:4, 60:1, dan 60:4. Terjemahan memakai "beriman" di sini, sama dengan "untuk beriman" di 40:10, sehingga pasangan kufur dan iman terbaca sama di dua ayat itu.
Penutupnya (فَالْحُكْمُ لِلَّهِ, fa-l-hukmu li-llaahi) berarti "maka putusan ada pada Allah". Kata (الْحُكْمُ, l-hukmu) berakar ح-ك-م dan muncul tujuh kali, yaitu di 6:57, 6:62, 12:40, 12:67, 28:70, 28:88, dan 40:12. Di 6:57, 12:40, dan 12:67 bunyinya (إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ, ini l-hukmu illaa li-llaahi) yang berarti "putusan tidak lain kecuali milik Allah", sedangkan di 40:12 kalimatnya tanpa pembatas dan didahului huruf fa. Terjemahan memakai "putusan" untuk hukm di semua tempat itu. Dua nama terakhir, (الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ, l-'aliyyi l-kabiiri), diterjemahkan "Sang Tinggi, Sang Besar". Bentuk dengan akhiran -i ini hanya ada di 40:12, sedangkan (الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ, l-'aliyyu l-kabiiru) ada di 22:62, 31:30, dan 34:23. Di 22:62 dan 31:30 pasangan nama itu menutup kalimat sebab yang diawali (ذَٰلِكَ بِأَنَّ, dzaalika bi-anna) yang berarti "itu karena".
Tafsiran
Ayat ini memberi sebab bagi seruan di 40:10, dan sebab itu dinyatakan lewat dua tanggapan yang berlawanan atas dua cara menyebut Allah. Kalau Allah diseru sendirian, orang-orang yang disapa kufur, dan kalau Dia dipersekutukan, mereka beriman. Pola dua ayat ini sama: di 40:10 mereka diseru untuk beriman lalu kufur, di 40:12 Allah diseru sendirian lalu mereka kufur. Ayat 40:12 menunjuk isi seruan yang mereka tolak, dan penolakannya tampak terkait pada kata sendirian.
Ayat 39:45 membuat perbandingan dua sisi yang serupa, tetapi dengan kata kerja dan akibat yang berbeda. Di sana Allah disebut sendirian lalu hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal, dan yang lain disebut lalu mereka bergembira. Dua ayat itu membicarakan golongan dengan keadaan berbeda, sehingga tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh dua cara menyebut berdampingan dan memperlihatkan dua tanggapan yang berlawanan. Ayat 40:84 memuat urutan terbalik: sesudah melihat azab, orang-orang berkata bahwa mereka beriman kepada Allah semata dan kufur terhadap apa yang dahulu mereka persekutukan. Konteks keduanya berbeda: 40:12 menyebut sebab penolakan, 40:84 menyebut ucapan sesudah melihat azab, dan teks tidak menyatakan bahwa golongannya sama.
Kalimat terakhir menarik kesimpulan dari dua tanggapan itu dengan huruf fa, yang berarti "maka": putusan atas keduanya ada pada Allah. Pasangan nama yang menyertainya, Sang Tinggi dan Sang Besar, dapat dibaca berhadapan dengan sekutu yang disebut di kalimat sebelumnya, karena menjadikan sesuatu sekutu menaruhnya sejajar, sedangkan dua nama itu menaruh Allah di atas dan melampaui. Pembacaan ini tidak dinyatakan ayat, tetapi susunan ayatnya mengizinkannya.
Ayat 40:12 juga menutup bagian 40:10 sampai 40:12 yang dibuka dengan seruan dan dilanjutkan dengan jawaban. Pertanyaan di 40:11 tentang jalan keluar tidak dijawab di sini; ayat ini mencatat sebab, dan sebab itu ditaruh pada tanggapan orang-orang itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh dua cara menyebut Allah berdampingan, dan tanggapan orang-orang yang disapa berlawanan pada keduanya: kufur ketika Allah disebut sendirian, beriman ketika sekutu ikut disebut. Ayat menyebut cara nama itu dipasang sebagai pemisah dua tanggapan, dan isi permintaannya tidak dirinci. Pembaca dapat menguji reaksinya sendiri terhadap dua kalimat: kalimat yang menyebut Allah saja, dan kalimat yang menyebut Allah bersama hal lain yang diagungkan. Pada kalimat mana pembaca lebih mudah mengangguk, dan apa yang tersembunyi dalam kemudahan itu?
- Penentu dalam ayat ini adalah satu kata, sendirian. Allah disebut sendirian, dan tanggapannya kufur; sekutu ikut disebut, dan tanggapannya iman. Ayat menyebut cara menyebut-Nya sebagai pembeda, dan apa yang ditolak dari Allah tidak dirinci. Pembaca yang biasa menyebut Allah dalam doa, pidato, atau percakapan dapat memperhatikan siapa lagi yang ikut disebut di kalimat yang sama, dan apakah kalimatnya masih utuh bila nama-nama itu dilepas. Apa yang tersisa dari kalimat pembaca bila hanya satu nama yang boleh menempati tempatnya?
- Ayat ini menutup dengan kata maka, lalu menyatakan bahwa putusan ada pada Allah. Dua tanggapan yang berlawanan tadi tidak diputuskan oleh yang bertanggapan, dan putusan atas keduanya ditaruh pada Dia. Pembaca yang menilai tanggapannya sendiri terhadap suatu ajakan dapat memperhatikan di mana putusan itu ditaruhnya, misalnya pada perasaan hari itu. Ayat ini memindahkan putusan ke tempat lain. Bila putusan atas tanggapan pembaca terhadap Allah ada pada Allah, apa yang tersisa dari penilaian pembaca atas dirinya sendiri?
- Ayat ini memakai kata karena, dan sebab yang ditunjuk adalah tanggapan orang-orang itu sendiri, kufur dan iman mereka. Ayat tidak menunjuk pihak lain, keadaan, atau pengaruh dari luar sebagai sebab. Pembaca yang mencari penyebab atas keadaannya sendiri dapat memperhatikan ke mana pandangannya mengarah lebih dulu: ke luar diri sendiri, atau ke tanggapannya terhadap hal yang diserukan kepadanya. Bila sebab atas keadaan pembaca dirumuskan dalam kalimat seperti ini, kalimat mana yang paling sulit dibaca dengan jujur?
- Dua nama penutup, Sang Tinggi dan Sang Besar, datang tepat sesudah kalimat tentang sekutu. Menyekutukan berarti menaruh sesuatu sejajar dengan Allah, dan kedua nama itu menaruh Allah di atas dan melampaui. Susunan itu mengizinkan pembacaan bahwa kalimat tentang sekutu dijawab dengan kata-kata yang menunjuk jarak. Pembaca dapat menanyakan apa yang dalam hidupnya sehari-hari ditaruh sejajar dengan Allah tanpa pernah disebut demikian. Bila Allah Sang Tinggi dan Sang Besar, siapa atau apa yang kemudian terlihat kecil di samping-Nya?
- Di 40:84 orang-orang yang melihat azab berkata bahwa mereka beriman kepada Allah semata dan kufur terhadap apa yang dahulu mereka persekutukan, yaitu urutan kebalikan dari tanggapan yang dicatat di 40:12. Kata-kata yang sama muncul di dua sisi, dan ayat 40:84 mengaitkan ucapan itu dengan saat melihat azab, sedangkan 40:12 tidak menyebut saat semacam itu. Pembaca dapat membandingkan kalimat yang diucapkannya sekarang tentang Allah dengan kalimat yang akan diucapkannya bila keadaan berubah. Kalimat tentang Allah yang mana yang hanya terucap bila ada sesuatu di depan matanya, dan yang mana yang terucap tanpa itu?