ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا ۚ فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ
Yang demikian itu karena kalian benar-benar kufur apabila diseru untuk menyembah Allah semata; dan jika Dia dipersekutukan, kalian percaya. Maka, putusan ada pada Allah Sang Tinggi, Sang Besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْdzaalikum bi-annahu idzaa du'iya llaahu wahdahu kafartumyang demikian itu karena kalian benar-benar kufur apabila diseru untuk menyembah Allah semata
- وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُواwa-in yusyrak bihi tu'minuudan jika Dia dipersekutukan, kalian percaya
- فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِfa-l-hukmu li-llaahi l-'aliyyi l-kabiirimaka, putusan ada pada Allah Sang Tinggi, Sang Besar
Terjemahan per kata (15 kata)
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- بِأَنَّهُbi-annahukarena sesungguhnya ia
- إِذَاidzaaapabila
- دُعِيَdu'iyadiseru
- اللَّهُllaahuAllah
- وَحْدَهُwahdahusendirian
- كَفَرْتُمْkafartumkalian kufur
- وَإِنْwa-indan jika
- يُشْرَكْyusyrakdipersekutukan
- بِهِbihidengan-Nya
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- فَالْحُكْمُfa-l-hukmumaka putusan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْعَلِيِّl-'aliyyiYang Mahatinggi
- الْكَبِيرِl-kabiiriyang besar
Inti bacaan
Diagnosis tajam tentang inkonsistensi kepercayaan: percaya saat berhala disertakan, menolak saat Allah semata diseru, pembongkaran motif sesungguhnya di balik penolakan tauhid murni.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Dikatakan kepada mereka,)' tidak dipakai sekaligus tanda kutip yang menyertainya: tidak ada penanda ucapan sama sekali ('qiila'/'qaala') dalam struktur Arab ayat ini, berbeda dari 40:10 yang memakai 'yunaadawna'; ayat ini murni suara narator. Tambahan '(terjadi)', '(Namun,)', dan '(langsung)' turut dihapus. 'Dzaalikum' (demonstrativa jauh, jamak) benar diterjemahkan 'yang demikian itu'.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan akar penyebab hukuman: kontradiksi antara penolakan terhadap Allah semata namun penerimaan terhadap sekutu bagi-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka kufur bila diseru menyembah-Nya semata, dan percaya bila Dia dipersekutukan. Dua tanggapan berlawanan. Yang menentukan bukan isi ajakannya, melainkan apakah ia menuntut melepaskan sesuatu.
- Yang mereka tolak bukan menyembah Allah, melainkan menyembah-Nya semata. Satu kata membedakannya. Yang berat bukan menerima yang baru, melainkan meninggalkan yang lama.
- Allah menutup dengan menyebut putusan ada pada-Nya, Sang Tinggi lagi Sang Besar. Dua nama tentang ketinggian. Yang memutuskan perkara tentang kesetaraan adalah Yang tak setara dengan apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'.