فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Maka, berdoalah kepada Allah dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَfa-d'uu llaaha mukhlishiina lahu d-diinamaka, berdoalah kepada Allah dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya
- وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَwa-law kariha l-kaafiruunameskipun orang-orang kafir tidak menyukai
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَادْعُواfa-d'uumaka berdoalah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- مُخْلِصِينَmukhlishiinadengan memurnikan
- لَهُlahubaginya
- الدِّينَd-diinapertanggungjawaban
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كَرِهَkarihamembenci
- الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir
Inti bacaan
Rangkaian (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 40:14, 40:65, 98:5), dan enam di antaranya berpasangan dengan kata kerja seru dari akar د-ع-و.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَادْعُوا, fa-d'uu) yang berarti "maka berdoalah". Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menghubungkan perintah ini dengan 40:13, dan kata kerja (ادْعُوا, ud'uu) berakar د-ع-و, berbentuk perintah untuk beberapa orang. Terjemahan memakai "berdoalah" dan tidak memakai "mengabdilah", sebab "mengabdilah" dipakai untuk perintah dari akar ع-ب-د, misalnya (فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ, fa-'budi llaaha mukhlishan lahu d-diina) yang berarti "maka, mengabdilah kepada Allah dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya" di 39:2. Bentuk (فَادْعُوا, fa-d'uu) muncul dua kali, keduanya di Surah 40, yaitu 40:14 dan 40:50. Di 40:50 bunyinya (قَالُوا فَادْعُوا, qaaluu fa-d'uu) yang berarti "mereka berkata, maka berdoalah", dan di 40:60 perintah dari akar yang sama berbunyi (ادْعُونِي, ud'uunii) yang berarti "berdoalah kepada-Ku". Kata (اللَّهَ, llaaha) di 40:14 berdiri langsung sebagai objek tanpa kata penghubung, sama seperti (ادْعُوا اللَّهَ, ud'uu llaaha) yang berarti "serulah Allah" di 17:110. Kata "kepada" dalam "berdoalah kepada Allah" datang dari kebiasaan bahasa Indonesia untuk kata kerja berdoa, seperti pada terjemahan 40:60.
Kata (مُخْلِصِينَ, mukhlishiina) berakar خ-ل-ص dan berbentuk pelaku jamak, diterjemahkan "dengan memurnikan". Akar yang sama ada di 39:3, (الدِّينُ الْخَالِصُ, d-diinu l-khaalishu) yang berarti "pertanggungjawaban yang murni", sehingga "memurnikan" menjaga hubungan kedua kata itu. Kata (الدِّينَ, d-diina) berakar د-ي-ن dan diterjemahkan "pertanggungjawaban". Rangkaian (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 40:14, 40:65, dan 98:5. Di enam dari tujuh ayat itu, yaitu 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 40:14, dan 40:65, kata kerja yang mendampinginya berasal dari akar د-ع-و. Contohnya (وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, wa-d'uuhu mukhlishiina lahu d-diina) di 7:29 dan (دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, da'awu llaaha mukhlishiina lahu d-diina) di 29:65 dan 31:32. Ayat ketujuh, 98:5, memakai (لِيَعْبُدُوا اللَّهَ, li-ya'buduu llaaha) dari akar ع-ب-د. Terjemahan rangkaian ini di ayat-ayat itu berganti-ganti antara "memurnikan", "mengikhlaskan", dan "tulus dalam", dan di 40:14 serta 40:65 dipakai "memurnikan".
Bagian kedua dibuka dengan (وَلَوْ كَرِهَ, wa-law kariha) yang berarti "meskipun ... tidak menyukai". Kata kerja (كَرِهَ, kariha) berakar ك-ر-ه dan (الْكَافِرُونَ, l-kaafiruuna) yang berarti "orang-orang kafir" berakar ك-ف-ر. Rangkaian (وَلَوْ كَرِهَ, wa-law kariha) muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 8:8, 9:32, 9:33, 10:82, 40:14, 61:8, dan 61:9. Di enam ayat di antaranya, yaitu 8:8, 9:32, 9:33, 10:82, 61:8, dan 61:9, kalimat induknya memuat perbuatan Allah: menyempurnakan cahaya-Nya, mengutus, atau menegakkan kebenaran. Di 40:14 kalimat induknya perintah kepada "kalian", sehingga ketidaksukaan orang lain disebut di samping tindakan manusia dan tidak di samping tindakan Allah. Rangkaian (وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ, wa-law kariha l-kaafiruuna) muncul tiga kali, yaitu di 9:32, 40:14, dan 61:8. Terjemahan "tidak menyukai" mengikuti 9:32.
Akar د-ع-و sudah muncul sebelum ayat ini dalam bentuk pasif. Di 40:10, (تُدْعَوْنَ, tud'awna) yang berarti "kalian diseru" dan di 40:12, (دُعِيَ, du'iya) yang berarti "diseru" menyebut seruan yang ditolak. Akar itu muncul di empat belas ayat Surah 40, yaitu 40:10, 40:12, 40:14, 40:20, 40:26, 40:41, 40:42, 40:43, 40:49, 40:50, 40:60, 40:65, 40:66, dan 40:74.
Tafsiran
Ayat ini memerintahkan berdoa kepada Allah dengan dua keterangan. Keterangan pertama menyangkut cara, yaitu memurnikan pertanggungjawaban bagi-Nya. Keterangan kedua menyangkut keadaan, yaitu orang-orang kafir tidak menyukainya. Isi doa dan waktunya tidak disebut, sehingga perintah ini terbaca sebagai arah dan cara, tanpa daftar permintaan.
Ayat 40:12 dan 40:14 memakai akar yang sama dengan arah berlawanan. Di 40:12, (إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ, idzaa du'iya llaahu wahdahu) yang berarti "apabila Allah diseru sendirian" disusul "kalian kufur". Di 40:14 Allah diseru lagi, kali ini lewat perintah dan dengan cara yang memurnikan. Ayat 40:13 berdiri di antara keduanya dengan tanda, rezeki, dan pelajaran bagi orang yang kembali, dan kata sambung fa di 40:14 menaruh perintah itu sesudah apa yang baru disebutkan.
Sapaan di 40:14 ditujukan kepada beberapa orang, sedangkan orang-orang kafir disebut sebagai pihak ketiga. Di 40:12 pihak yang kufur disapa langsung dengan "kalian". Teks tidak menyatakan apakah "kalian" di dua ayat itu kelompok yang sama.
Perintah yang sama berbunyi (فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, fa-d'uuhu mukhlishiina lahu d-diina) di 40:65, dan di sana didahului (هُوَ الْحَيُّ, huwa l-hayyu) yang berarti "Dialah Yang Hidup". Di 40:14 perintah itu didahului tanda dan rezeki. Sesudah 40:14, ayat 40:15 dan 40:16 menyebut siapa yang diseru, yaitu Sang Tinggi derajat-Nya, Pemilik Arasy, dan Yang Esa, Sang Penakluk.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini meminta pertanggungjawaban dimurnikan bagi Allah ketika berdoa. Kata murni mengandaikan ada hal yang bisa bercampur: doa dapat sebagian ditujukan kepada Allah dan sebagian kepada orang yang mendengarnya, atau kepada gambaran tentang diri sendiri. Ayat tidak merinci campuran apa yang dimaksud, sehingga pembaca dapat menimbang campurannya sendiri. Di 29:65 dan 31:32 orang yang naik kapal atau diselimuti ombak berdoa dengan murni, lalu di 29:65 mereka mempersekutukan-Nya setelah sampai di darat, dan di 31:32 ada di antara mereka yang bersikap pertengahan. Bila doa pembaca direkam dan diputar kembali, bagian mana yang terdengar ditujukan kepada Allah dan bagian mana yang terdengar ditujukan kepada pendengar yang dibayangkan?
- Ketidaksukaan orang lain disebut di ujung kalimat, sesudah perintah. Perintah itu tidak digantungkan pada persetujuan mereka, dan ayat tidak menyuruh mereka dilawan atau dihindari. Ayat hanya menyatakan bahwa mereka tidak menyukainya. Orang yang pernah menunda sesuatu karena memperkirakan komentar orang lain dapat melihat urutan di ayat ini: perintah lebih dulu, tanggapan orang menyusul sebagai keterangan. Ayat menaruh urutan itu dalam satu kalimat, dan pembaca dapat memeriksa urusan apa dalam hidupnya yang urutannya terbalik, sehingga komentar orang lain datang lebih dulu dan perintah baru menyusul?
- Kata maka di awal ayat menaruh doa sebagai tanggapan atas apa yang baru dibaca: tanda diperlihatkan, rezeki diturunkan, dan pelajaran bagi orang yang kembali. Dapat dibaca bahwa doa di sini menyusul pemberian. Ayat tidak menyebut kekurangan sama sekali, dan tidak menyebut apa yang harus diucapkan. Doa terakhir yang pernah dibaca pembaca sendiri, didahului oleh sesuatu yang belum ada atau oleh sesuatu yang sudah diberikan Allah kepadanya?
- Ayat ini memurnikan pertanggungjawaban, dan kata itu menunjuk pada pihak yang kepadanya seseorang merasa harus menjawab. Ayat menempatkan Allah sebagai pihak yang bagi-Nya hal itu dimurnikan. Pembaca dapat membuat daftar pihak yang dibayangkannya akan menanyainya tentang hidupnya: atasan, tetangga, keluarga, pasar, atau penilaian orang di dunia maya. Daftar itu memperlihatkan siapa yang selama ini paling menentukan cara pembaca bekerja dan berbicara. Di manakah letak Allah dalam daftar itu pada saat tidak ada orang lain yang melihat?
- Perintah yang bunyinya sama muncul di 40:14 dan 40:65, tetapi didahului hal yang berbeda: tanda dan rezeki di 40:14, dan pernyataan bahwa Dia Yang Hidup serta tidak ada tuhan selain Dia di 40:65. Dua latar ini memperlihatkan dua pintu menuju perintah yang sama. Seseorang dapat berdoa karena menerima sesuatu, dan seseorang dapat berdoa karena mengenal siapa yang diseru. Kedua ayat tidak mengurutkan keduanya, dan tidak menyebut mana yang lebih benar. Pembaca dapat bertanya, pintu mana yang paling sering dilaluinya untuk sampai kepada doa, dan pintu mana yang jarang dibukanya?
- Ayat tidak menyebut apa yang dimintakan. Ayat menuliskan kepada siapa doa ditujukan, bagaimana caranya, dan keadaan di sekelilingnya. Di 40:60 Tuhan berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian. Ayat itu berdiri sendiri dan tidak dibaca sebagai penjelasan 40:14, tetapi keduanya memakai kata kerja yang sama. Pembaca yang biasa memulai doa dari daftar permintaan dapat memperhatikan bahwa 40:14 memulai dari arah dan cara. Apa yang pertama kali muncul di benaknya bila diminta berdoa kepada Allah tanpa meminta apa pun?