رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ

Sang Tinggi derajat-Nya, Pemilik Arasy; Dia menurunkan Ruh dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar ia memperingatkan hari pertemuan,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِrafii'u d-darajaati dzuu l-'arsyiSang Tinggi derajat-Nya, Pemilik Arasy
  2. يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِyulqii r-ruuha min amrihi 'alaa man yasyaa'u min 'ibaadihiDia menurunkan Ruh dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya
  3. لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِli-yundzira yawma t-talaaqiagar ia memperingatkan hari pertemuan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. رَفِيعُrafii'uYang Mahatinggi
  2. الدَّرَجَاتِd-darajaatiderajat
  3. ذُوdzuupemilik
  4. الْعَرْشِl-'arsyiArasy
  5. يُلْقِيyulqiimelemparkan
  6. الرُّوحَr-ruuharuh
  7. مِنْmindari
  8. أَمْرِهِamrihiurusan-Nya
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. مَنْmanorang yang
  11. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  12. مِنْmindari
  13. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  14. لِيُنْذِرَli-yundziraagar memperingatkan
  15. يَوْمَyawmahari
  16. التَّلَاقِt-talaaqipertemuan

Inti bacaan

Bentuk (يُلْقِي, yulqii) muncul tiga kali di Al-Qur'an (22:52, 22:53, 40:15), dua kali dengan setan sebagai pelaku dan sekali, di 40:15, dengan Allah sebagai pelaku.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ, rafii'u d-darajaati) yang berarti "Sang Tinggi derajat-Nya". Kata (رَفِيعُ, rafii'u) berakar ر-ف-ع dan berbentuk sifat, dan kata kerja seakar tidak dipakai di sini. Bentuk ini muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 40:15. Kata (الدَّرَجَاتِ, d-darajaati) yang berarti "derajat" muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu 2:253, 3:163, 4:96, 6:83, 6:132, 6:165, 8:4, 12:76, 17:21, 20:75, 40:15, 43:32, 46:19, dan 58:11. Di beberapa ayat itu derajat menjadi objek kata kerja rafa'a: (نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ, narfa'u darajaatin man nasyaa'u) yang berarti "Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki" di 6:83 dan 12:76, serta (وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ, wa-rafa'a ba'dhakum fawqa ba'dhin darajaatin) di 6:165. Kata kerja itu tidak ada di 40:15, sehingga terjemahan memakai "Sang Tinggi" dan tidak memakai "Yang Mengangkat derajat".

Sebutan kedua adalah (ذُو الْعَرْشِ, dzuu l-'arsyi) yang berarti "Pemilik Arasy". Kata (ذُو, dzuu) berarti "pemilik", dan (الْعَرْشِ, l-'arsyi) berakar ع-ر-ش. Susunan dzuu atau dzii l-'arsyi muncul empat kali, yaitu 17:42, 40:15, 81:20, dan 85:15. Terjemahan memakai "Arasy" untuk milik Allah, dan "singgasana" untuk tempat duduk manusia, seperti (وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ, wa-lahaa 'arsyun 'azhiimun) yang berarti "dan memiliki singgasana yang agung" di 27:23, serta (وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ, wa-rafa'a abawayhi 'alaa l-'arsyi) yang berarti "dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana" di 12:100.

Kata kerja inti ayat ini adalah (يُلْقِي, yulqii) yang berarti "menurunkan", berakar ل-ق-ي dan berbentuk keempat. Bentuk ini muncul tiga kali di dua surah, yaitu 22:52, 22:53, dan 40:15. Di 22:52, (مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ, maa yulqii sy-syaythaanu) berarti "apa yang dilontarkan setan", jadi pelakunya setan dan terjemahannya "melontarkan". Di 40:15 pelakunya Allah dan objeknya Ruh. Padanan "menurunkan" untuk akar ini sejalan dengan (سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا, sa-nulqii 'alayka qawlan tsaqiilan) yang berarti "Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat" di 73:5. Kata kerja di 40:13 untuk rezeki berbeda, yaitu akar ن-ز-ل, meskipun terjemahannya sama. Akar ل-ق-ي juga ada pada kata terakhir ayat ini, (التَّلَاقِ, t-talaaqi) yang berarti "pertemuan", dan bentuk itu muncul sekali, di 40:15.

Kata (الرُّوحَ, r-ruuha) yang berarti "Ruh" muncul dengan kata sandang di tujuh ayat pada tujuh surah, yaitu 16:2, 17:85, 26:193, 40:15, 70:4, 78:38, dan 97:4. Di 16:2, 17:85, dan 40:15 kata itu berpasangan dengan (مِنْ أَمْرِ, min amri) yang berarti "dari urusan" atau "dengan perintah". Di 17:85 bunyinya (الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي, r-ruuhu min amri rabbii) yang berarti "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku", dan ayat itu menambahkan bahwa pengetahuan yang diberikan hanya sedikit. Di 42:52 ada (رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا, ruuhan min amrinaa) yang berarti "ruh dari urusan Kami". Terjemahan keempat ayat itu berganti antara "dengan", "atas", "dari", dan "termasuk" untuk kata min, dan teks tidak memutuskan satu pembacaan. Di 40:15 dipakai "dengan perintah-Nya", tanpa tambahan "wahyu" atau "malaikat".

Penerimanya ditulis (عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, 'alaa man yasyaa'u min 'ibaadihi) yang berarti "kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya". Susunan ini muncul empat kali, yaitu 2:90, 14:11, 16:2, dan 40:15. Isi yang disampaikan berbeda di tiap ayat: karunia di 2:90, karunia lain di 14:11, para malaikat dengan Ruh di 16:2, dan Ruh di 40:15. Ciri penerima tidak ditulis di empat ayat itu. Kata kerja terakhir adalah (لِيُنْذِرَ, li-yundzira) yang berarti "agar memperingatkan". Pelakunya tidak diberi nama, dan terjemahan memakai kata ganti tanpa mengisi nama.

Tafsiran

Ayat ini menguraikan Dia yang diseru di 40:14, tanpa mengulang nama Allah. Dua sebutan mendahului kata kerja: Sang Tinggi derajat-Nya dan Pemilik Arasy. Dapat dibaca bahwa keduanya menerangkan Allah yang disebut di ayat sebelumnya, dan 40:16 yang menyebut Allah dengan namanya mendukung pembacaan itu. Susunannya menaruh ketinggian dan penyampaian dalam satu kalimat: yang disebut tinggi dan memiliki Arasy itu juga yang mengirimkan Ruh kepada hamba.

Ayat 40:13 dan 40:15 memuat dua pemberian dari atas. Rezeki diturunkan dari langit untuk "kalian", tanpa syarat yang tertulis, sedangkan Ruh diturunkan kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Penerima yang pertama jamak dan tidak dibatasi, penerima yang kedua dipilih. Kata kerjanya berbeda, yaitu akar ن-ز-ل di 40:13 dan akar ل-ق-ي di 40:15.

Tujuan penurunan itu ditulis di ujung ayat: agar memperingatkan tentang hari pertemuan. Akar peringatan yang sama muncul di 40:18, (وَأَنْذِرْهُمْ, wa-andzirhum) yang berarti "dan berilah mereka peringatan", sehingga 40:15 menyebut alasan peringatan dan 40:18 menyebut perintahnya. Di antara sebutan hari dalam surah ini ada tiga: hari pertemuan di 40:15, (يَوْمَ الْآزِفَةِ, yawma l-aazifati) yang berarti "hari yang mendekat" di 40:18, dan (يَوْمَ التَّنَادِ, yawma t-tanaadi) yang berarti "hari saling memanggil" di 40:32. Teks tidak menyatakan bahwa ketiganya satu hari.

Ayat 40:16 yang menyusul dibuka dengan kata (يَوْمَ, yawma) yang berarti "pada hari", kata yang sama dengan yang mendahului talaaq di ujung 40:15, sehingga dapat dibaca bahwa 40:16 menerangkan hari pertemuan itu: pada hari itu manusia tampak jelas dan tidak ada yang tersembunyi dari Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyusun tiga hal berturut-turut: derajat yang tinggi, Arasy, lalu kata kerja menurunkan. Ketinggian itu tidak berhenti sebagai jarak, karena langsung disusul sesuatu yang sampai kepada hamba. Pembaca yang membayangkan Allah terutama sebagai yang jauh dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh kata tinggi dan kata menurunkan dalam satu kalimat, tanpa kata sambung yang memisahkannya. Apa yang berubah pada cara pembaca menunggu kabar, bila yang ditunggu datang dari Pemilik Arasy?
  • Penerima Ruh disebut sebagai siapa yang Dia kehendaki, dan ayat tidak menuliskan ciri apa pun bagi mereka. Ayat tidak mencantumkan kepandaian, keturunan, atau amal yang mendahului. Orang yang terbiasa menghitung kelayakan dirinya sebelum menerima sesuatu dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak memberi daftar syarat untuk dibaca. Bila pembaca menerima sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya, ke mana alasannya dicari, ke dalam diri sendiri atau kepada Dia yang menghendaki?
  • Ayat ini menyebut Ruh tanpa menjelaskan apa itu. Di 17:85 Ruh disebut termasuk urusan Tuhan, dan pengetahuan yang diberikan tentangnya sedikit. Pertanyaan tentang Ruh di 17:85 dijawab dengan penyebutan asalnya, dan 40:15 pun berhenti pada penyebutan itu. Pembaca yang terbiasa menunda percaya sampai bisa menerangkan dapat melihat bahwa kalimat ini dibaca utuh tanpa penjelasan tentang isi kata itu. Dalam hal apa pembaca sudah menerima sesuatu yang tidak sanggup diuraikannya, dan pernahkah hal itu dibawanya kepada Tuhan sebagai pertanyaan?
  • Tujuan penurunan di ayat ini ditulis satu, yaitu memperingatkan hari pertemuan. Teks tidak menulis tujuan lain pada kalimat yang sama. Orang yang menerima kabar penting dapat langsung menimbang apa untungnya baginya, padahal ayat ini menuliskan peringatan sebagai tujuan penurunan itu. Peringatan datang sebelum harinya, dan ayat 40:18 menyebut satu hari yang mendekat. Bagaimana pembaca menyambut peringatan yang datang sebelum kejadian, sebagai gangguan yang menunda urusannya atau sebagai pemberian yang tiba pada waktu masih ada yang bisa dikerjakan?
  • Hari itu disebut hari pertemuan, dan ayat tidak menulis siapa bertemu dengan siapa. Kata pertemuan membutuhkan dua pihak, sedangkan ayat menuliskan hari itu dengan satu kata saja. Pembaca yang menyiapkan diri menghadapi pertemuan penting dapat lebih dulu bertanya siapa yang akan ditemuinya. Ayat berikutnya menyebut manusia tampak jelas dan tidak ada yang tersembunyi dari Allah, sehingga pembaca bisa memeriksa dari ayat itu siapa yang disebut. Bila pembaca diminta menyebut dua pihak dalam pertemuan yang diperingatkan di sini, siapa yang ditulisnya sebagai pihak pertama dan siapa sebagai pihak kedua?
  • Di 40:13 rezeki diturunkan untuk kalian, dan di 40:15 Ruh diturunkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Rezeki datang tanpa penyaring yang tertulis, sedangkan Ruh datang kepada yang dipilih. Pembaca dapat menyusun dua daftar dari hidupnya sendiri: pemberian yang dinikmati bersama banyak orang, seperti makanan dan udara, dan pemberian yang sampai kepada sedikit orang, seperti kesempatan tertentu atau pemahaman yang tiba-tiba. Daftar mana yang lebih sering disebut dalam ucapan terima kasih kepada Tuhannya, dan daftar mana yang lebih sering terlewat?