يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۚ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

pada hari mereka tampak jelas; tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dari Allah. “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” “Milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَyawma hum baarizuunapada hari mereka tampak jelas
  2. لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌlaa yakhfaa 'alaa llaahi minhum syay'untidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dari Allah
  3. لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَli-mani l-mulku l-yawmamilik siapakah kerajaan pada hari ini
  4. لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِli-llaahi l-waahidi l-qahhaarimilik Allah Yang Esa, Sang Penakluk

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. هُمْhummereka
  3. بَارِزُونَbaarizuunaorang-orang yang tampak
  4. لَاlaatidak
  5. يَخْفَىٰyakhfaatersembunyi
  6. عَلَى'alaaatas
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. مِنْهُمْminhumdari mereka
  9. شَيْءٌsyay'unsesuatu
  10. لِمَنِli-manibagi siapa
  11. الْمُلْكُl-mulkukerajaan
  12. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  13. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  14. الْوَاحِدِl-waahidiYang Maha Esa
  15. الْقَهَّارِl-qahhaariYang Mahaperkasa

Inti bacaan

Pasangan (الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ, l-waahidi l-qahhaari) muncul enam kali di enam surah (12:39, 13:16, 14:48, 38:65, 39:4, 40:16), dengan terjemahan yang sama di keenamnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ, yawma hum baarizuuna) yang berarti "pada hari mereka tampak jelas", dengan kata (بَارِزُونَ, baarizuuna) yang berakar ب-ر-ز, berbentuk pelaku jamak, dan muncul sekali di 40:16. Kata kerja seakar, (بَرَزُوا, barazuu), muncul empat kali di tiga surah, yaitu 2:250, 4:81, 14:21, dan 14:48. Di 2:250 kata kerja itu berarti "maju menghadapi", di 4:81 "pergi dari sisimu", dan di 14:48 "tampil menghadap", tempat bunyinya (وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ, wa-barazuu li-llaahi al-waahidi l-qahhaari) yang berarti "dan mereka tampil menghadap Allah, Yang Esa, Sang Penakluk". Ketiga padanan itu sama-sama menggambarkan gerak keluar menuju depan atau tempat terbuka, dan gagasan itu dibawa oleh "tampak jelas". Di 40:16 tidak ada kata (لِلَّهِ, li-llaahi) sesudah baarizuuna, sehingga terjemahan tidak menambahkan "menghadap".

Kalimat kedua berbunyi (لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ, laa yakhfaa 'alaa llaahi minhum syay'un) yang berarti "tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dari Allah", dengan kata kerja (يَخْفَىٰ, yakhfaa) yang berakar خ-ف-ي. Rangkaian (لَا يَخْفَىٰ, laa yakhfaa) muncul dua kali, yaitu di 3:5 dan 40:16. Di 3:5 bunyinya (لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ, laa yakhfaa 'alayhi syay'un fii l-ardhi wa-laa fii s-samaa'i) yang berarti "tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu pun di bumi maupun di langit". Di 14:38 ada (وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa yakhfaa 'alaa llaahi min syay'in) dengan cakupan bumi dan langit yang sama. Di 40:16 cakupannya "dari mereka", sehingga bagian manusia yang sedang tampak itu dinyatakan tidak tersembunyi. Pasangan akar yang sama ada di 69:18, (لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ, laa takhfaa minkum khaafiyatun) yang berarti "tidak ada sesuatu pun dari kalian yang tersembunyi", yang juga menyebut manusia dan hari mereka dihadapkan.

Kalimat ketiga adalah pertanyaan, (لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ, li-mani l-mulku l-yawma) yang berarti "milik siapakah kerajaan pada hari ini". Kata (الْمُلْكُ, l-mulku) berakar م-ل-ك dan (الْيَوْمَ, l-yawma) berarti "hari ini". Rangkaian (الْمُلْكُ الْيَوْمَ, l-mulku l-yawma) muncul dua kali, di 40:16 dan 40:29. Di 40:29 bunyinya (لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ, lakumu l-mulku l-yawma zhaahiriina fii l-ardhi) yang berarti "kerajaan ada pada kalian pada hari ini, berkuasa di bumi", ucapan yang dikutip dari seorang lelaki beriman dalam 40:28 kepada kaumnya. Pertanyaan berbentuk "milik siapa" dengan jawaban "milik Allah" ada juga di 6:12, (قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, qul li-man maa fii s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "Katakanlah, milik siapakah apa yang di langit dan di bumi", dan di 23:84, 23:85. Di sana pertanyaan dan jawabannya ditandai dengan "katakanlah" atau "mereka akan berkata". Di 40:16 tidak ada kata semacam itu, sehingga ayat tidak menyebut siapa yang bertanya dan siapa yang menjawab.

Jawabannya adalah (لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ, li-llaahi l-waahidi l-qahhaari) yang berarti "milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk". Kata (الْوَاحِدِ, l-waahidi) berakar و-ح-د dan (الْقَهَّارِ, l-qahhaari) berakar ق-ه-ر. Pasangan itu muncul enam kali di enam surah, yaitu 12:39, 13:16, 14:48, 38:65, 39:4, dan 40:16, dan terjemahannya sama di keenamnya. Susunan (لِلَّهِ الْوَاحِدِ, li-llaahi l-waahidi) hanya muncul di 14:48 dan 40:16, dan di kedua ayat itu manusia sedang tampil: dengan kata kerja barazuu di 14:48 dan dengan baarizuuna di 40:16.

Tafsiran

Ayat ini menerangkan hari pertemuan yang disebut di ujung 40:15. Kata yawma tanpa kata sandang yang membuka 40:16 sama dengan kata yang mendahului talaaq di 40:15, sehingga dapat dibaca bahwa ayat ini menggambarkan hari itu dari tiga sisi: keadaan manusia, pengetahuan Allah, dan pertanyaan tentang kerajaan.

Sisi pertama dan kedua memakai kata ganti mereka, sedangkan sisi ketiga berganti ke bentuk pertanyaan dengan kata (الْيَوْمَ, l-yawma) yang berarti "hari ini". Kata itu muncul sekali di 40:16 dan dua kali di 40:17. Pada awal ayat, hari itu disebut dari luar, sebagai hari ketika mereka tampak jelas. Pada pertanyaan, hari itu disebut dari dalam, sebagai hari ini, sehingga pembicara terletak di dalam hari itu. Pergeseran dari yawma ke l-yawma tidak diberi tanda ucapan.

Pertanyaan itu menyatakan kerajaan sebagai pokok, dan 40:29 memberi bandingnya: di dunia ada yang berkata bahwa kerajaan ada pada mereka. Kedua ayat memakai kata yang sama, tetapi kedua adegan berbeda dan keduanya tidak saling menafsirkan. Satu adegan memuat klaim di bumi, dan adegan lain memuat pertanyaan yang jawabannya menyebut satu pihak.

Ayat 40:17 yang menyusul langsung memakai l-yawma untuk dua pernyataan, yaitu balasan bagi setiap jiwa dan tidak adanya kezaliman.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan dan jawabannya ditulis berurutan dalam satu ayat tanpa tanda siapa yang berbicara. Pembaca tidak dapat menempelkan wajah pada kedua suara itu, sehingga isinyalah yang tersisa, yaitu kerajaan dan pemiliknya. Ayat tidak menunggu pengakuan dari pihak lain sebelum jawaban ditulis. Pembaca yang pernah menggantung pertanyaan besar tentang siapa yang sebenarnya berkuasa atas hidupnya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyelesaikan pertanyaan itu dalam satu napas. Jawaban milik Allah di ayat ini ditulis sebelum pembaca sempat menyusun jawabannya sendiri, dan pembaca dapat bertanya, jawaban apa yang selama ini lebih cepat diucapkannya daripada jawaban itu?
  • Ayat ini menyebut sesuatu dari mereka sebagai hal yang tidak tersembunyi dari Allah, tanpa merinci sesuatu itu. Ayat 3:5 dan 14:38 menyebut bumi dan langit sebagai wilayah yang tidak tersembunyi bagi-Nya, sedangkan 40:16 menyebut manusia. Orang dapat menyimpan sesuatu yang disusun agar tidak terlihat: angka di rekening, pesan yang dihapus, kalimat yang tidak jadi diucapkan. Ayat ini tidak menyebut satu pun dari barang simpanan itu, tetapi cakupan kata sesuatu menampung semuanya. Bagian dari hidup pembaca mana yang disusun paling rapi agar tidak terlihat, dan bagaimana bagian itu tampak bila dibaca sebagai sesuatu yang tidak tersembunyi dari Allah?
  • Kata tampak jelas di ayat ini tidak disertai penjelasan tentang siapa yang menampakkan mereka. Mereka disebut tampak, dan pelaku penampakan itu tidak ditulis. Pembaca dapat membandingkannya dengan 14:48, ketika mereka tampil menghadap Allah, yang menambahkan arah. Keseharian pembaca memuat ruang yang tertutup: ruang rapat, pintu rumah, layar yang bisa dikunci. Hari yang disebut di sini tidak menyebut bagian yang tertutup. Bila pembaca diminta menyusun satu hari tanpa satu pun ruang tertutup, bagian mana yang pertama kali membuatnya ragu untuk menjalaninya?
  • Dua kata yang sama, kerajaan dan hari ini, dipakai di 40:29 untuk klaim bahwa kerajaan ada pada kalian, dan di 40:16 untuk pertanyaan tentang siapa pemiliknya. Pembaca dapat melihat bahwa kata yang dipakai manusia untuk menyatakan kekuasaannya dipakai juga untuk pertanyaan yang dijawab dengan nama Allah. Orang yang menyebut sesuatu sebagai miliknya, seperti kantor, rumah, atau nama baik, dapat mencoba mengucapkan pertanyaan itu di depan benda tersebut: milik siapakah ini pada hari ini? Jawaban apa yang keluar lebih dahulu, dan jawaban apa yang menyusul bila pertanyaan itu diulang sekali lagi?
  • Pasangan nama Yang Esa dan Sang Penakluk muncul di enam ayat, dan di dua di antaranya, 14:48 dan 40:16, manusia disebut sedang tampil. Pasangan nama itu sama di keenam ayat dan adegan di sekelilingnya berbeda: di 12:39 pasangan itu menutup pertanyaan tentang tuhan-tuhan yang berpecah. Nama Allah yang mana yang paling sering dipanggil pembaca ketika keadaannya lapang, dan nama mana yang baru diucapkannya ketika tidak ada lagi tempat bersembunyi?
  • Kata hari ini muncul sekali di 40:16 dan dua kali di 40:17, padahal hari yang dibicarakan belum tiba. Ayat berbicara seakan pembicara sudah berada di dalam hari itu. Rencana pembaca dapat menaruh hari itu di tempat jauh, di balik tumpukan urusan dekat. Ayat ini menaruhnya di dalam kalimat dengan kata yang biasa dipakai untuk hari sekarang. Bila pembaca diminta menulis tiga hal yang akan dikerjakannya hari ini seandainya hari ini adalah hari yang ditanyai tentang kerajaan, apa yang dicoretnya dari daftar rencana yang sudah ada?