الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Pada hari ini, setiap jiwa dibalas dengan apa yang telah ia usahakan; tidak ada kezaliman pada hari ini; sesungguhnya Allah cepat perhitungan-Nya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْal-yawma tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabatpada hari ini, setiap jiwa dibalas dengan apa yang telah ia usahakan
- لَا ظُلْمَ الْيَوْمَlaa zhulma l-yawmatidak ada kezaliman pada hari ini
- إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِinna llaaha sarii'u l-hisaabisesungguhnya Allah cepat perhitungan-Nya
Terjemahan per kata (13 kata)
- الْيَوْمَal-yawmahari ini
- تُجْزَىٰtujzaadibalas
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- لَاlaatidak
- ظُلْمَzhulmakezaliman
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- سَرِيعُsarii'ucepat
- الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan
Inti bacaan
Rangkaian (تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ, tujzaa kullu nafsin) muncul tiga kali di Al-Qur'an (20:15, 40:17, 45:22), dan di dua ayat lain didahului huruf li yang berarti agar.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (الْيَوْمَ, al-yawma) yang berarti "pada hari ini", lalu (تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ, tujzaa kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa dibalas". Kata kerja (تُجْزَىٰ, tujzaa) berakar ج-ز-ي dan berbentuk pasif, sehingga pembalasnya tidak disebut di kalimat ini, sedangkan (نَفْسٍ, nafsin) berakar ن-ف-س dan (كُلُّ, kullu) berarti "setiap". Rangkaian (تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ, tujzaa kullu nafsin) muncul tiga kali, yaitu di 20:15, 40:17, dan 45:22. Di 20:15 bunyinya (لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ, li-tujzaa kullu nafsin bi-maa tas'aa) dan di 45:22 (وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, wa-li-tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat) yang berarti "dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang ia usahakan". Di kedua ayat itu kata kerjanya didahului huruf li yang berarti "agar", sebagai tujuan. Di 40:17 huruf itu tidak ada, dan pembalasan ditulis sebagai kejadian pada hari ini.
Kata kerja (كَسَبَتْ, kasabat) berakar ك-س-ب dan berbentuk lampau untuk pelaku perempuan tunggal. Rangkaian (بِمَا كَسَبَتْ, bi-maa kasabat) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 2:225, 6:70, 13:33, 30:41, 40:17, 42:30, 45:22, dan 74:38. Pelakunya berganti: hati di 2:225, tangan di 30:41 dan 42:30, dan jiwa di 6:70, 13:33, 40:17, 45:22, dan 74:38. Terjemahan memakai "usahakan" untuk kata kerja ini di 2:225, 45:22, 74:38, dan 14:51, tempat bunyinya (لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ, li-yajziya llaahu kulla nafsin maa kasabat) yang berarti "agar Allah membalas setiap jiwa atas apa yang diusahakannya". Di 30:41 terdapat dua akar dalam satu ayat: (بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ, bi-maa kasabat aydii n-naasi) yang berarti "disebabkan perbuatan tangan manusia" dan (بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا, ba'dha lladzii 'amiluu) yang berarti "sebagian dari apa yang mereka kerjakan". Kata "kerjakan" di ayat itu milik akar ع-م-ل, sehingga 40:17 memakai "usahakan" untuk menjaga perbedaan kedua akar.
Kalimat kedua berbunyi (لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ, laa zhulma l-yawma) yang berarti "tidak ada kezaliman pada hari ini", dengan kata (ظُلْمَ, zhulma) berakar ظ-ل-م, dan rangkaian (لَا ظُلْمَ, laa zhulma) hanya muncul di 40:17. Akar yang sama ada di ayat berikutnya, 40:18, pada (لِلظَّالِمِينَ, li-zh-zhaalimiina) yang berarti "bagi orang-orang zalim". Di 45:22, sesudah kalimat pembalasan yang sama, ada (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan mereka tidak dizalimi". Di surah ini, 40:31 memuat (وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ, wa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-'ibaadi) yang berarti "dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba".
Kalimat ketiga berbunyi (إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ, inna llaaha sarii'u l-hisaabi) yang berarti "sesungguhnya Allah cepat perhitungan-Nya". Kata (سَرِيعُ, sarii'u) berakar س-ر-ع dan (الْحِسَابِ, l-hisaabi) berakar ح-س-ب. Kalimat itu muncul lima kali di empat surah, yaitu 3:19, 3:199, 5:4, 14:51, dan 40:17, dan tanpa kata inna, rangkaian sarii'u l-hisaab muncul juga di 2:202, 13:41, dan 24:39, jadi delapan kali di tujuh surah. Di 14:51 dan 40:17 kalimat itu menyusul urutan yang sama: pembalasan bagi setiap jiwa atas apa yang diusahakan. Rangkaian yang berdekatan, (سَرِيعُ الْعِقَابِ, sarii'u l-'iqaabi) yang berarti "cepat hukuman", muncul dua kali di dua surah, yaitu 6:165 dan 7:167, dan di kedua ayat itu subjeknya (رَبَّكَ, rabbaka) yang berarti "Tuhanmu", sedangkan di 40:17 subjeknya Allah.
Tafsiran
Pertanyaan tentang milik siapa kerajaan dijawab oleh 40:16 sendiri, dan 40:17 melanjutkan dengan tiga pernyataan tentang apa yang berlaku pada hari itu: balasan bagi setiap jiwa, tidak ada kezaliman, dan perhitungan yang cepat. Dua pernyataan pertama diikat oleh kata hari ini, sedangkan pernyataan ketiga memakai kata inna dan menyebut sifat Allah tanpa kata waktu.
Penyusunannya memperlihatkan jarak antara kejadian dan sifat. Balasan dan ketiadaan zalim ditulis sebagai kejadian pada hari tertentu, sedangkan kecepatan perhitungan ditulis sebagai sifat yang melekat pada Allah. Ayat 14:51 menaruh urutan yang sama dalam satu kalimat, dan 40:17 membaginya menjadi tiga pernyataan pendek.
Pernyataan tentang kezaliman di ayat ini terbatas pada hari ini. Teks tidak memuat pernyataan serupa tentang hari-hari lain. Di 40:31 pernyataan yang mirip diucapkan orang yang beriman di 40:30 kepada kaumnya, bahwa Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba. Dua ayat itu menafikan zalim dari dua arah, yang satu dari kehendak Allah dan yang lain dari keadaan hari itu.
Ayat 40:18 yang menyusul menyebut orang-orang zalim dan tidak adanya teman akrab maupun pemberi syafaat bagi mereka. Akar zalim yang disangkal di 40:17 muncul lagi sebagai nama sekelompok orang di 40:18, sehingga kedua ayat dibaca berdampingan: ketiadaan kezaliman dan ketiadaan penolong bagi pelaku kezaliman disebut dalam dua ayat berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja yang dipakai untuk usaha di ayat ini juga dipakai untuk hati di 2:225 dan untuk tangan di 30:41 serta 42:30. Ayat 40:17 hanya menyebut jiwa dan tidak merinci apa saja yang diusahakannya. Dengan begitu daftar usaha pembaca dapat dibaca dalam dua kolom: yang diusahakan tangannya dan yang diusahakan hatinya. Kolom pertama lebih mudah dilihat dan dicatat. Bila pembaca menyalin kedua kolom itu untuk satu minggu terakhir, kolom mana yang lebih panjang, dan kolom mana yang paling sulit diisi dengan jujur sebagai laporan kepada Allah?
- Kalimat tidak ada kezaliman pada hari ini ditulis tanpa pengecualian dan tanpa penjelasan. Ayat tidak menyebut siapa yang selama ini dizalimi atau bagaimana ketidakadilan diperbaiki, dan hanya menyatakan bahwa pada hari itu tidak ada. Orang yang menyimpan satu peristiwa ketidakadilan paling lama dalam ingatannya dapat membaca peristiwa itu di bawah kalimat ini. Rasa sakitnya tidak dibicarakan oleh kalimat itu, yang hanya menyebut hari ketika kezaliman tidak berlaku. Bagaimana peristiwa itu terdengar bila dibacakan kepada Dia yang diceritakan dalam kalimat berikutnya sebagai cepat perhitungan-Nya?
- Kecepatan di ayat ini melekat pada perhitungan, sedangkan hukuman dan kedatangan hari itu tidak diberi sifat cepat. Tuhan disebut cepat dalam menghitung apa yang telah diusahakan jiwa. Pembaca yang biasa menunda menghitung hidupnya sendiri, seperti uang, janji, dan utang kepada orang lain, dapat memperhatikan perbedaan itu: Allah disebut cepat pada hal yang dapat ditunda manusia. Perhitungan mana dalam hidup pembaca yang paling lama menunggu, dan apa yang terjadi bila kalimat ini dijadikan tenggat?
- Ayat ini menyebut balasan dan ketiadaan zalim lebih dulu, baru kemudian kecepatan. Urutan itu tidak menetapkan mana yang lebih penting. Orang yang menunggu penyelesaian sebuah perkara dapat menuntut kepastian waktunya lebih dulu, padahal kalimat ini menempatkan kecepatan sebagai sifat Allah yang menyusul sesudah pernyataan tentang keadilan. Bila pembaca diminta memilih satu dari dua hal untuk perkaranya yang belum selesai, perkara yang sama diselesaikan cepat atau diselesaikan adil, mana yang pertama kali disebutnya kepada Tuhan dalam doanya?
- Ayat ini mengukur jiwa dengan apa yang diusahakannya sendiri, dan tidak menyebut jumlah harta, kedudukan, atau perbandingan dengan jiwa lain sebagai ukuran. Kata setiap menunjuk jiwa satu per satu. Jiwa yang membaca ayat ini ada di dalam kata setiap, begitu pula jiwa orang yang sering dibicarakannya. Pembaca yang banyak menghitung kekurangan orang lain dapat bertanya, berapa banyak waktu hari ini yang dipakainya untuk menghitung usahanya sendiri dibandingkan waktu untuk menghitung usaha orang lain, dan bagaimana pembagian itu terbaca di bawah kata setiap?
- Kalimat tidak ada kezaliman diikat pada kata hari ini, dan ayat tidak menyatakan hal yang sama tentang hari-hari lain. Batas itu membuat kalimat tidak dapat dibaca sebagai pernyataan tentang dunia sekarang. Pembaca yang sedang memikul ketidakadilan hari ini dapat membaca kalimat itu sebagai janji tentang hari yang akan datang, tanpa memaksanya menjadi penjelasan atas hari ini. Bila ketidakadilan yang dialaminya dibawa kepada Allah sambil memegang batas itu, kalimat apa yang akan diucapkannya lebih dulu?