وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
Dan berilah mereka peringatan akan hari yang makin dekat, ketika hati sampai di kerongkongan sambil menahan; tidak ada bagi orang-orang zalim seorang teman akrab, dan tidak seorang pemberi syafaat yang ditaati.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِwa-andzirhum yawma l-aazifatidan berilah mereka peringatan akan hari yang makin dekat
- إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَidzi l-quluubu ladaa l-hanaajiri kaazhimiinaketika hati sampai di kerongkongan sambil menahan
- مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُmaa li-zh-zhaalimiina min hamiimin wa-laa syafii'in yuthaa'utidak ada bagi orang-orang zalim seorang teman akrab, dan tidak seorang pemberi syafaat yang ditaati
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَأَنْذِرْهُمْwa-andzirhumdan berilah mereka peringatan
- يَوْمَyawmahari
- الْآزِفَةِl-aazifatihari yang dekat
- إِذِidziketika
- الْقُلُوبُl-quluubuhati
- لَدَىladaadi sisi
- الْحَنَاجِرِl-hanaajirikerongkongan
- كَاظِمِينَkaazhimiinamenahan kesedihan
- مَاmaatidaklah
- لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
- مِنْmindari
- حَمِيمٍhamiiminteman akrab
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- شَفِيعٍsyafii'inpemberi syafaat
- يُطَاعُyuthaa'uditaati
Inti bacaan
Gambaran fisik ketakutan ekstrem 'hati sampai di kerongkongan', deskripsi visceral yang menekankan keseriusan momen tersebut, disertai peringatan bahwa orang zalim tidak akan memiliki pembela sejati.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kesedihan)' dan '(pula)' tidak dipakai: 'kaazhimiina' ('menahan') dibiarkan tanpa objek tambahan, sesuai bentuk absolutnya dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan momen kritis menjelang kematian atau kiamat: kondisi mencekam tanpa perlindungan bagi orang-orang zalim.
Renungan dan Hikmah
- Harinya disebut makin dekat, bukan sekadar pasti. Yang ditekankan jaraknya. Allah menyebut ia sedang mendekat.
- Gambarannya memakai tubuh: hati di kerongkongan. Bukan istilah. Yang membaca bisa merasakannya.
- Dua penolong disebut Allah tidak ada: teman akrab dan pemberi syafaat. Yang dekat dan yang berkuasa. Dua-duanya kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-dz-r, y-w-m, a-z-f, q-l-b, h-n-j-r, k-zh-m, zh-l-m, h-m-m, sh-f-', t-w-'): yawm al-aazifah diterjemahkan 'hari yang makin dekat' (akar '-z-f); quluub ladaa l-hanaajir diterjemahkan 'hati di kerongkongan' (akar q-l-b + akar h-n-j-r); kaazhimiin diterjemahkan 'menahan' (akar k-zh-m); hamiim diterjemahkan 'teman akrab' (akar h-m-m); shafii' yutaa' diterjemahkan 'pemberi syafaat yang ditaati' (akar sh-f-' + akar t-w-', tak ada syafaat mandiri, cf. 39:44). gloss '(hari Kiamat, yaitu)/(kesedihan)' dibuang.