يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

Dia mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan dada.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِya'lamu khaa'inata l-a'yuniDia mengetahui pengkhianatan mata
  2. وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُwa-maa tukhfii sh-shuduurudan apa yang disembunyikan dada

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  2. خَائِنَةَkhaa'inatapengkhianatan
  3. الْأَعْيُنِl-a'yunimata
  4. وَمَاwa-maadan apa yang
  5. تُخْفِيtukhfiidisembunyikan
  6. الصُّدُورُsh-shuduurudada

Inti bacaan

Kata (خَائِنَةَ, khaa'inata), dengan akhiran apa pun, muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:13 dan 40:19.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui". Pelakunya tidak disebut dengan nama di ayat ini, sehingga terjemahan menuliskan "Dia". Nama Allah ada di kedua sisinya, yaitu di 40:17 dalam (إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ, inna llaaha sarii'u l-hisaabi) yang berarti "sesungguhnya Allah cepat perhitungan-Nya", dan di 40:20 dalam (وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ, wa-llaahu yaqdhii bi-l-haqqi) yang berarti "dan Allah memutuskan dengan hak". Rangkaian (يَعْلَمُ خَائِنَةَ, ya'lamu khaa'inata) yang berarti "mengetahui pengkhianatan" muncul satu kali di Al-Qur'an.

Kata (خَائِنَةَ, khaa'inata) yang berarti "pengkhianatan" berakar خ-و-ن. Akar ini dipakai di sebelas ayat, yaitu 2:187, 4:105, 4:107, 5:13, 8:27, 8:58, 8:71, 12:52, 22:38, 40:19, dan 66:10. Kata ini dengan akhiran apa pun hanya ada di dua ayat, yaitu 5:13 dan 40:19. Di 5:13, (عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ, 'alaa khaa'inatin minhum) yang berarti "atas pengkhianatan dari mereka" memuat kata yang sama dengan akhiran lain, dan terjemahan memakai "pengkhianatan" di kedua tempat. Ayat-ayat lain dari akar ini memakai kata kerja, sebutan pelaku, atau kata benda lain seperti di 8:58 dan 8:71, misalnya (لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ, laa takhuunuu llaaha wa-r-rasuula) yang berarti "janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul". Di 8:27 pihak yang dikhianati disebut, sedangkan di 40:19 ayat tidak menyebutnya.

Terjemahan memakai "pengkhianatan mata". Urutan Arabnya menaruh (خَائِنَةَ, khaa'inata) di depan sebagai inti, lalu (الْأَعْيُنِ, l-a'yuni) yang berarti "mata" menyusul sebagai pemiliknya, dengan akhiran -i di ujung kata yang menandai pemilik itu. Susunan Indonesia "mata yang khianat" akan menjadikan mata sebagai inti dan khianat sebagai sifatnya, padahal ayat ini menaruh pengkhianatan di depan dan mata sebagai pemiliknya.

Kata (الْأَعْيُنِ, l-a'yuni) adalah jamak dari kata untuk satu mata, kata yang dalam Al-Qur'an berarti mata dan juga mata air. Jamak yang dipakai di sini menunjuk mata sebagai bagian tubuh. Jamak lain, yang bunyinya berawal dengan huruf ain dan berakhir dengan -uyuun, menunjuk mata air dan ada di sepuluh ayat, yaitu 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 36:34, 44:25, 44:52, 51:15, 54:12, dan 77:41, misalnya (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "kebun-kebun dan mata air-mata air" di 15:45. Kata (الْأَعْيُنِ, l-a'yuni) dengan kata sandang muncul dua kali, yaitu di 40:19 dan 43:71. Di 43:71, (وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ, wa-taladzdzu l-a'yunu) yang berarti "dan mata menikmati" menyebut mata sebagai pihak yang menikmati sesuatu, sedangkan di 40:19 mata disebut sebagai pemilik pengkhianatan.

Kata kerja (تُخْفِي, tukhfii) yang berarti "menyembunyikan" berakar خ-ف-ي, dan pelakunya adalah (الصُّدُورُ, sh-shuduuru) yang berarti "dada". Kata kerja itu berbentuk perempuan tunggal mengikuti kata dada. Rangkaian (وَمَا تُخْفِي, wa-maa tukhfii) yang berarti "dan apa yang disembunyikan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:118 dan 40:19, dan di keduanya dada menjadi pelaku penyembunyian. Di 3:118, (وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ, wa-maa tukhfii shuduuruhum) yang berarti "dan apa yang disembunyikan dada mereka" menyebut pemilik dada itu, yaitu "mereka".

Terjemahan memakai "disembunyikan dada" dan tidak memakai "tersembunyi di dalam dada", sebab ayat ini tidak memuat kata depan fii yang berarti "di dalam". Bila yang dimaksud tempatnya, Al-Qur'an menuliskan fii, seperti di 3:29 dalam (إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ, in tukhfuu maa fii shuduurikum) yang berarti "jika kalian menyembunyikan apa yang ada dalam dada kalian".

Akar خ-ف-ي dipakai juga tiga ayat sebelumnya. Di 40:16, (لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ, laa yakhfaa 'alaa llaahi minhum syay'un) yang berarti "tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dari Allah" menyatakan sesuatu menjadi tersembunyi, sedangkan di 40:19 ada dada yang menyembunyikan. Ayat ini tidak menyebut siapa pemilik mata dan dada, dan tidak merinci apa yang dikhianati atau disembunyikan.

Tafsiran

Ayat ini berdiri tanpa penyebutan hari, sementara 40:16 sampai 40:18 menyebut hari lima kali: hari ketika mereka tampak jelas, hari ketika tiap jiwa dibalas, dan hari yang mendekat. Di tengah rangkaian itu 40:19 berdiri sebagai satu pernyataan tentang apa yang diketahui Dia, tanpa penanda waktu, sehingga teks tidak mengaitkan pengetahuan itu dengan satu hari saja. Pernyataan umum di 40:16, bahwa tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dari Allah, dapat dibaca mendapat dua contoh di sini: satu pada bagian tubuh yang tampak, dan satu di dalam yang tidak tampak.

Hati di 40:18 dan dada di 40:19 sama-sama menunjuk bagian dalam manusia, dan keduanya berdampingan di 3:154 dalam (وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ, wa-li-yabtaliya llaahu maa fii shuduurikum wa-li-yumahhisha maa fii quluubikum) yang berarti "dan agar Allah menguji apa yang ada dalam dada kalian dan membersihkan apa yang ada dalam hati kalian". Di 40:18 hati dilukiskan berada di kerongkongan, sehingga bagian dalam itu digambarkan lewat keadaannya. Di 40:19 bagian dalam disebut lewat isinya yang disembunyikan. Dua ayat itu sama-sama membicarakan bagian dalam manusia, yang satu lewat keadaannya dan yang lain lewat isinya.

Ayat 40:20 menyambung dengan huruf wa dan berbicara tentang keputusan. Di antara 40:19 dan 40:20 tidak ada kata penghubung sebab seperti "karena" atau "maka". Teks menaruh pengetahuan dan keputusan berdampingan, dan membiarkan hubungan di antara keduanya tidak dinyatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh pengkhianatan pada mata dan tidak menyebut tangan atau lidah, sehingga contohnya jatuh pada pandangan. Ayat tidak menyatakan seberapa besar pengkhianatan itu, dan tidak merinci kepada siapa pengkhianatan itu ditujukan. Pembaca yang menimbang dirinya dari ucapan dan perbuatan yang dapat dilihat orang lain dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menyebut pandangan sebagai sesuatu yang diketahui Dia. Pandangan mana, dalam seminggu terakhir, yang berpindah tanpa pernah ditimbang sebagai sebuah pilihan?
  • Di ayat ini dada yang menyembunyikan, dan pemiliknya tidak digambarkan memutuskan apa pun. Di 11:5 keadaannya berbeda: mereka melipat dada untuk menyembunyikan diri dari-Nya, lalu Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan. Usaha bersembunyi disebut di 11:5, sedangkan isi yang tersimpan disebut di 40:19, dan pengetahuan-Nya meliputi keduanya. Pembaca dapat memperhatikan isi apa saja yang tersimpan dalam dirinya tanpa pernah diputuskan untuk disimpan. Dari semua itu, mana yang disangkanya tidak sampai kepada-Nya?
  • Mata menghadap ke luar dan dada menyimpan ke dalam, tetapi ayat ini menaruh keduanya di bawah satu kata kerja, yaitu mengetahui. Pembaca yang memasang wajah tertentu di depan orang lain padahal dadanya menyimpan hal yang berbeda mendapati bahwa kalimat ini tidak membagi keduanya menjadi dua urusan. Dia mengetahui yang tampak sebagai pandangan dan yang tersimpan sebagai isi, dalam satu rangkaian kata. Di hadapan-Nya, apakah jarak antara wajah yang dipasang dan isi dada yang tinggal itu masih memisahkan sesuatu?
  • Di 2:187 akar pengkhianatan yang sama bertemu pengetahuan Allah dalam (عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ, 'alima llaahu annakum kuntum takhtaanuuna anfusakum) yang berarti "Allah mengetahui bahwa kalian dahulu mengkhianati diri kalian sendiri", dan kalimat itu berlanjut dengan Dia menyambut tobat serta memaafkan. Di 40:19 kalimatnya berhenti pada pengetahuan, dan ayat berikutnya berbicara tentang keputusan. Kedua ayat itu berbicara dalam keadaan yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Pembaca yang hanya mendengar ancaman dalam 40:19 dapat membacanya berdampingan dengan 2:187 dan bertanya, apa yang berubah ketika pengetahuan Dia disebut bersama tobat?
  • Surah yang sama memakai kata dada untuk isi yang berbeda-beda. Di 40:56, (إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ, in fii shuduurihim illaa kibrun) yang berarti "tidak ada dalam dada mereka kecuali kesombongan" menyebut kesombongan sebagai isinya, dan di 40:80, (حَاجَةً فِي صُدُورِكُمْ, haajatan fii shuduurikum) yang berarti "suatu keperluan dalam dada kalian" menyebut keperluan. Karena itu apa yang disembunyikan dada di 40:19 tidak dengan sendirinya berarti sesuatu yang buruk, dan ayat tidak merincinya. Pembaca yang menyimpan harapan, rasa takut, atau keperluan yang belum sempat diucapkan dapat membaca ayat ini sebagai kabar bahwa semuanya berada dalam pengetahuan Dia. Apa yang paling lama tersimpan di sana tanpa pernah diucapkan kepada siapa pun?
  • Di 14:38 pembicara berkata kepada Tuhannya, (إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ, innaka ta'lamu maa nukhfii wa-maa nu'linu) yang berarti "sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan". Kalimat itu dapat dibaca bermula dari kenyataan yang sama dengan 40:19, yaitu bahwa yang disembunyikan pun diketahui, lalu dijadikan dasar berbicara kepada-Nya. Pembaca yang berbicara kepada Tuhan dapat memperhatikan apakah kata-katanya disusun seakan ada bagian diri yang perlu disaring lebih dulu. Apakah pengakuan bahwa Dia mengetahui isi dada mengubah cara pembaca menyusun kata-katanya?