وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ ۖ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Allah memutuskan dengan hak, sedangkan yang mereka seru selain-Nya tidak memutuskan dengan suatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّwa-llaahu yaqdhii bi-l-haqqiAllah memutuskan dengan hak
- وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍwa-lladziina yad'uuna min duunihi laa yaqdhuuna bi-syay'insedangkan yang mereka seru selain-Nya tidak memutuskan dengan suatu apa pun
- إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُinna llaaha huwa s-samii'u l-bashiirusesungguhnya Allah, Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَقْضِيyaqdhiimemutuskan
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- لَاlaatidak
- يَقْضُونَyaqdhuunamereka memutuskan
- بِشَيْءٍbi-syay'indengan sesuatu
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
- الْبَصِيرُl-bashiiruYang Melihat
Inti bacaan
Rangkaian (وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, wa-lladziina yad'uuna min duunihi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:14 dan 40:20.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ, wa-llaahu yaqdhii bi-l-haqqi) yang berarti "dan Allah memutuskan dengan hak". Kata kerja (يَقْضِي, yaqdhii) yang berarti "memutuskan" berakar ق-ض-ي, akar yang dipakai di lima puluh sembilan ayat. Kata kerja yang sama dengan pelaku Tuhan, yang di ketiga ayatnya disapa dengan kata Tuhanmu, ada dalam (يَقْضِي بَيْنَهُمْ, yaqdhii baynahum) yang berarti "memutuskan di antara mereka" di 10:93, 27:78, dan 45:17. Di 40:20 tidak ada pihak yang disebut sebagai tempat keputusan itu jatuh. Ayat menyebut alat keputusannya, yaitu (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan hak". Kata kerja dari akar ق-ض-ي yang disertai bi-l-haqq ada di empat ayat, yaitu 39:69, 39:75, 40:20, dan 40:78, misalnya (قُضِيَ بِالْحَقِّ, qudhiya bi-l-haqqi) yang berarti "diputuskan dengan hak" di 40:78.
Bagian kedua ayat ini adalah (وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ, wa-lladziina yad'uuna min duunihi laa yaqdhuuna bi-syay'in) yang berarti "dan yang mereka seru selain-Nya tidak memutuskan dengan suatu apa pun". Kata kerja (يَدْعُونَ, yad'uuna) yang berarti "mereka menyeru" berakar د-ع-و. Akar yang sama membuka 13:14 dalam (لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ, lahu da'watu l-haqqi) yang berarti "bagi-Nya seruan yang benar", dan 13:14 melanjutkannya dengan (وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, wa-lladziina yad'uuna min duunihi) yang berarti "dan yang mereka seru selain-Nya", susunan yang sama dengan awal bagian kedua 40:20. Rangkaian itu hanya ada di dua ayat, yaitu 13:14 dan 40:20. Bedanya ada di kelanjutannya: 13:14 menyambung dengan (لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ, laa yastajiibuuna lahum bi-syay'in) yang berarti "tidak mengabulkan bagi mereka apa pun", sedangkan 40:20 menyambung dengan (لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ, laa yaqdhuuna bi-syay'in) yang berarti "tidak memutuskan dengan suatu apa pun". Keduanya berakhir pada (بِشَيْءٍ, bi-syay'in) yang berarti "dengan suatu apa pun".
Terjemahan memakai "seru" karena akar untuk menyembah adalah ع-ب-د dan akar itu tidak ada di ayat ini. Surah ini sendiri memisahkan keduanya dalam satu kalimat, di 40:66 pada (أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahi) yang berarti "menyembah apa yang kalian seru selain Allah", tempat (أَعْبُدَ, a'buda) yang berarti "aku menyembah" berdampingan dengan (تَدْعُونَ, tad'uuna) yang berarti "kalian seru". Bentuk (يَقْضُونَ, yaqdhuuna) yang berarti "mereka memutuskan" hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, dan kata kerja yang sama dipakai untuk Allah dalam bentuk tunggal dan untuk yang diseru dalam bentuk jamak. Terjemahan tidak menambahkan "mampu" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya; ayat menafikan terjadinya keputusan itu dan tidak menyebut kemampuan.
Penutup ayat ini adalah (إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, inna llaaha huwa s-samii'u l-bashiiru) yang berarti "sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat". Pasangan (السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, s-samii'u l-bashiiru) yang berarti "Yang Mendengar, Yang Melihat" muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:1, 40:20, 40:56, dan 42:11, dan di keempatnya mendengar disebut sebelum melihat. Di 40:20 saja nama Allah langsung mendahului kata ganti huwa. Di 40:56 bunyinya (إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, innahu huwa s-samii'u l-bashiiru) yang berarti "sesungguhnya Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat", dan di 17:1 serta 42:11 pasangan itu didahului kata ganti saja. Dua dari keempat ayat itu ada di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan satu pihak ke rangkaian 40:16 sampai 40:19, yang berbicara tentang Allah dan mereka. Pihak itu adalah yang diseru selain Dia, dan mereka masuk lewat kata tidak, yaitu tidak memutuskan dengan suatu apa pun. Kata tidak serupa sudah ada di 40:18 untuk teman akrab dan pemberi syafaat yang ditaati, yaitu pihak lain yang juga disebut untuk dinafikan. Teks tidak menyatakan bahwa teman dan pemberi syafaat itu pihak yang sama dengan yang diseru.
Perbandingan di ayat ini berpusat pada satu kata kerja. Allah memutuskan, dan yang diseru selain-Nya tidak memutuskan. Ayat tidak membandingkan nama, kedudukan, atau jumlah. Ayat membandingkan terjadi atau tidaknya keputusan. Ayat 40:19 sudah menaruh pengetahuan, dan ayat ini menaruh keputusan.
Surah ini kembali ke yang diseru selain Allah di 40:66 dan 40:74. Di 40:66 pembicara menyatakan dirinya dilarang menyembah apa yang diseru selain Allah sesudah bukti-bukti datang kepadanya. Di 40:74 mereka yang dahulu menyeru berkata, (بَلْ لَمْ نَكُنْ نَدْعُو مِنْ قَبْلُ شَيْئًا, bal lam nakun nad'uu min qablu syay'an) yang berarti "bahkan sebelumnya kami tidak pernah menyeru sesuatu pun". Kata sesuatu ada di kedua sisi: di 40:20 yang diseru tidak memutuskan dengan suatu apa pun, dan di 40:74 yang menyeru berkata tidak pernah menyeru sesuatu pun. Teks tidak mengaitkan kedua ayat itu secara tegas, sehingga keduanya dibaca berdampingan sebagai dua kemunculan topik yang sama dalam surah ini, tanpa menyimpulkan lebih jauh.
Penutup berupa Yang Mendengar dan Yang Melihat dapat dibaca menaruh keputusan yang disebut di awal ayat di bawah dua sifat itu. Ayat tidak merinci apa yang didengar dan apa yang dilihat.
Renungan dan Hikmah
- Perbandingan ayat ini bertumpu pada ukuran yang dapat diperiksa, apakah sesuatu memutuskan atau tidak. Allah disebut memutuskan dengan hak, sedangkan yang diseru selain-Nya tidak memutuskan dengan suatu apa pun. Ayat tidak mengajukan alasan lain untuk membedakan keduanya. Pembaca yang pernah menggantungkan urusan pada sesuatu atau seseorang dapat bertanya, dalam urusan itu, keputusan apa yang sungguh-sungguh lahir dari tempat ia bergantung? Apakah pertanyaan itu pernah diajukannya sebelum urusan menjadi genting?
- Di 13:14 yang diseru selain Dia digambarkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke air agar air itu sampai ke mulutnya, padahal air itu tidak akan sampai. Gambar itu tidak ada di 40:20, tetapi kalimat pembukanya sama, dan 40:20 menyatakan hal serupa dengan kata kerja yang lain, yaitu tidak memutuskan. Pembaca dapat membayangkan arah telapak tangannya sendiri ketika berharap. Ke arah mana telapak itu terbuka, dan adakah air di sana menurut 13:14?
- Ayat ini menaruh sebutan Yang Mendengar, Yang Melihat tepat sesudah pernyataan tentang keputusan. Pembaca yang merasa perkaranya tidak pernah didengar siapa pun dapat memperhatikan urutan itu. Ayat tidak menjanjikan hasil tertentu bagi perkara pembaca, dan tidak merinci perkara apa yang dimaksud. Ayat menyatakan bahwa pihak yang memutuskan juga mendengar dan melihat. Bila perkara dibawa kepada Allah, apa yang berubah pada cara pembaca menceritakannya ketika pemutusnya juga mendengar dan melihat?
- Di 40:74 mereka yang dahulu menyeru berkata bahwa sebelumnya mereka tidak pernah menyeru sesuatu pun, sedangkan di 40:20 yang diseru tidak memutuskan dengan suatu apa pun. Kata sesuatu muncul di kedua ayat dalam kalimat yang menafikan, dan keduanya berbicara dalam keadaan berbeda sehingga tidak disamakan. Pembaca dapat memeriksa apa saja yang pernah diserukannya dengan sungguh-sungguh, lalu bertanya adakah yang kelak akan disebutnya bukan apa-apa. Dibandingkan dengan daftar itu, apa yang dikatakan ayat ini tentang Allah?
- Kata kerja memutuskan dipakai untuk kedua pihak di ayat ini, dan ayat membedakan keduanya dengan terjadi atau tidaknya keputusan itu. Pembaca yang memegang wewenang atas keputusan orang lain, entah sebagai hakim, atasan, atau orang tua, menjumpai kata kerja yang sama dipakai untuk Allah dan disertai sebutan hak. Ayat ini tidak membicarakan wewenang manusia, sehingga tidak ada perintah bagi pemegang wewenang di sini. Pertanyaan yang tersisa milik pembaca sendiri: dengan apa keputusan yang diambilnya disusun, dan adakah sesuatu yang dapat disebut hak di dalamnya?
- Orang yang pernah diputuskan nasibnya oleh pihak yang tidak mengetahui duduk perkaranya dapat membaca bahwa 40:19 dan 40:20 menaruh pengetahuan dan keputusan di sisi yang sama, yaitu Allah. Teks tidak berbicara tentang pengadilan manusia, sehingga bacaan ini tidak menunjuk ketidakadilan tertentu. Ayat itu memberi satu gambaran pembanding, yaitu keputusan yang didahului pengetahuan penuh. Bagaimana pembaca menimbang keputusan yang pernah diterimanya bila pembandingnya adalah gambaran itu, dan apa yang tersisa dari rasa tidak adil tersebut?