أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ
Apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang ada sebelum mereka? Mereka dahulu lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi daripada mereka; lalu, Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka, dan tidak ada bagi mereka pelindung dari Allah.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِa-wa-lam yasiiruu fii l-ardhiapakah mereka tidak berjalan di bumi
- فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْfa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu lladziina kaanuu min qablihimlalu, memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang ada sebelum mereka
- كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِkaanuu hum asyadda minhum quwwatan wa-aatsaaran fii l-ardhimereka dahulu lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi daripada mereka
- فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْfa-akhadzahumu llaahu bi-dzunuubihimlalu, Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka
- وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍwa-maa kaana lahum mina llaahi min waaqindan tidak ada bagi mereka pelindung dari Allah
Terjemahan per kata (30 kata)
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- يَسِيرُواyasiiruumereka berjalan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- فَيَنْظُرُواfa-yanzhuruumaka mereka memperhatikan
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَانُواkaanuumereka adalah
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- هُمْhummereka
- أَشَدَّasyaddalebih keras
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- قُوَّةًquwwatankekuatan
- وَآثَارًاwa-aatsaarandan bekas-bekas
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- فَأَخَذَهُمُfa-akhadzahumumaka menimpa mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- بِذُنُوبِهِمْbi-dzunuubihimkarena dosa-dosa mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- مِنْmindari
- وَاقٍwaaqinpelindung
Inti bacaan
Rangkaian (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ, fa-akhadzahumu llaahu bi-dzunuubihim) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:11, 8:52, dan 40:21.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-wa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "apakah mereka tidak berjalan di bumi". Awalan a- di depan menandai pertanyaan, dan (يَسِيرُوا, yasiiruu) yang berarti "mereka berjalan" berakar س-ي-ر. Susunan pembuka itu ada di tiga ayat, yaitu 30:9, 35:44, dan 40:21. Variannya dengan huruf fa, (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-fa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "apakah mereka tidak berjalan di bumi", ada di empat ayat, yaitu 12:109, 22:46, 40:82, dan 47:10. Surah ini memuat kedua varian itu, satu di 40:21 dan satu di 40:82.
Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "kesudahan" muncul dalam rangkaian (فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "lalu memperhatikan bagaimana kesudahan", yang ada di enam ayat, yaitu 12:109, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Di lima ayat lain orang-orang yang dibicarakan ditulis (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang yang sebelum mereka". Di 40:21 ada tambahan kata kerja di tengahnya, yaitu (الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina kaanuu min qablihim) yang berarti "orang-orang yang ada sebelum mereka", dan susunan itu tidak ada di ayat lain mana pun. Terjemahan membawa kata kerja tambahan itu lewat "yang ada".
Pembandingan kekuatan ditulis (كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, kaanuu hum asyadda minhum quwwatan) yang berarti "mereka dahulu lebih hebat daripada mereka dalam kekuatan". Rangkaian (أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, asyadda minhum quwwatan) yang berarti "lebih hebat daripada mereka dalam kekuatan" ada di tiga ayat, yaitu 30:9, 35:44, dan 40:21. Kata ganti (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" ditulis sendiri sesudah kaanuu di antara ketiga ayat itu hanya di 40:21, sehingga "mereka dahulu" terbaca menunjuk orang-orang terdahulu dan "daripada mereka" menunjuk yang diajak bicara di awal ayat. Kata (أَشَدَّ, asyadda) yang berarti "lebih hebat" juga dipakai di 41:15 dalam (مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, man asyaddu minnaa quwwatan) yang berarti "siapakah yang lebih hebat daripada kami dalam kekuatan".
Kata (وَآثَارًا, wa-aatsaaran) yang berarti "dan peninggalan" berakar أ-ث-ر. Bentuk persis ini ada dua kali, yaitu di 40:21 dan 40:82. Akar yang sama dipakai di 30:50 dalam (إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ, ilaa aatsaari rahmati llaahi) yang berarti "kepada jejak-jejak rahmat Allah", dan di 36:12 dalam (وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ, wa-naktubu maa qaddamuu wa-aatsaarahum) yang berarti "dan Kami mencatat apa yang mereka dahulukan dan bekas-bekas mereka". Di kedua ayat itu kata tersebut menunjuk yang tertinggal dari sebuah perbuatan atau pelaku, dan terjemahan 40:21 memakai "peninggalan" untuk yang tertinggal itu. Kata bumi muncul dua kali di ayat ini dan tempatnya sama: (فِي الْأَرْضِ, fii l-ardhi) yang berarti "di bumi" untuk tempat berjalan, dan (فِي الْأَرْضِ, fii l-ardhi) yang berarti "di bumi" untuk tempat peninggalan.
Bagian akhir dibuka dengan (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ, fa-akhadzahumu llaahu bi-dzunuubihim) yang berarti "lalu Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka". Rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 3:11, 8:52, dan 40:21. Akar أ-خ-ذ muncul dua kali di 40:5 dalam arah yang berlawanan: (لِيَأْخُذُوهُ, li-ya'khudzuuhu) yang berarti "untuk menangkapnya" menunjuk maksud setiap umat terhadap rasulnya, dan (فَأَخَذْتُهُمْ, fa-akhadztuhum) yang berarti "maka Aku menyiksa mereka" menunjuk Allah terhadap mereka. Di 40:21 pelakunya Allah dan alasannya disebut dengan huruf bi-, yaitu (بِذُنُوبِهِمْ, bi-dzunuubihim) yang berarti "karena dosa-dosa mereka". Ayat ini tidak merinci dosa-dosa itu.
Kata (وَاقٍ, waaqin) yang berarti "pelindung" berakar و-ق-ي. Rangkaian (مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ, mina llaahi min waaqin) yang berarti "dari Allah seorang pelindung" ada di dua ayat, yaitu 13:34 dan 40:21. Ayat ini memakai kata "dari Allah" dan tidak menjelaskan apakah pelindung itu berasal dari-Nya atau melindungi dari-Nya.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan rangkaian dari adegan ke sejarah. Ayat 40:16 sampai 40:20 berisi hari penampakan, balasan, pengetahuan, dan keputusan, sedangkan 40:21 membuka pertanyaan tentang berjalan di bumi dan memperhatikan kesudahan orang-orang terdahulu. Kata mereka di awal ayat dapat dibaca melanjutkan mereka di 40:18, yang diperintahkan untuk diberi peringatan, tetapi teks tidak menyebut siapa mereka itu.
Pertanyaan di surah ini sudah punya wajah lain di 40:5, tempat Allah menyatakan telah menyiksa umat-umat terdahulu dan bertanya, (فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ, fa-kayfa kaana 'iqaabi) yang berarti "maka bagaimana hukuman-Ku". Ayat 40:21 mengajukan pertanyaan sejenis dengan kata kesudahan, dan jawabannya ditaruh di ayat yang sama: Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka, dan tidak ada pelindung dari Allah. Pertanyaan yang sama kembali di 40:82, dan jawabannya di sana berbeda: (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "maka apa yang dahulu mereka usahakan tidak mencukupkan mereka". Dua ayat itu memberi dua jawaban untuk satu pertanyaan, yaitu pelaku dan sebab di 40:21, dan hasil dari usaha mereka di 40:82.
Perbandingan kekuatan di 40:21 menempatkan orang-orang terdahulu lebih unggul daripada yang diajak bicara, dalam kekuatan dan peninggalan. Ayat meminta pembaca memperhatikan kesudahan mereka. Ayat berikutnya, 40:22, memuat kalimat sebab yang dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) yang berarti "yang demikian itu karena mereka", sehingga sebab yang lebih rinci diserahkan ke sana.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyusun dua kata kerja berurutan, berjalan di bumi lalu memperhatikan. Ayat tidak merinci ke mana berjalan dan seberapa jauh. Pembaca yang mengenal masa lalu lewat ringkasan dapat memperhatikan urutan itu: berjalan lebih dulu, baru memperhatikan. Tempat mana yang pernah didatanginya dan di sana tersisa bekas sebuah kekuatan yang sudah berlalu? Apa yang diperhatikannya ketika berdiri di sana, kekuatan yang dahulu atau kesudahannya?
- Kekuatan dan peninggalan adalah dua ukuran yang dapat diukur, dan ayat ini menyatakan orang-orang terdahulu lebih unggul dalam keduanya. Sebab kesudahan mereka disebut sebagai dosa-dosa mereka, tanpa menyebut kekurangan kekuatan atau kekurangan peninggalan. Pembaca yang menimbang sebuah bangsa, perusahaan, atau dirinya sendiri dengan dua ukuran itu dapat bertanya, ukuran apa yang tidak ikut ditimbang? Ayat ini menyebut sebab yang tidak dapat dihitung dengan dua ukuran itu.
- Di 41:15 kaum Ad berkata, (مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, man asyaddu minnaa quwwatan) yang berarti "siapakah yang lebih hebat daripada kami dalam kekuatan", lalu ayat itu bertanya apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka. Pembandingnya berbeda dari 40:21, sebab 41:15 membandingkan Allah dengan Ad, sedangkan 40:21 membandingkan orang-orang terdahulu dengan yang kemudian. Pembaca yang pernah merasa tidak ada yang lebih kuat darinya dapat bertanya, kalimat itu diucapkan dengan membandingkan diri kepada siapa?
- Ayat ini ditutup dengan tidak adanya pelindung dari Allah bagi mereka, dan tidak menjelaskan apakah pelindung itu berasal dari-Nya atau melindungi dari-Nya. Ayat juga tidak menyatakan bahwa mereka tanpa penyangga sama sekali; yang disebutnya hanya pelindung dari Allah. Pembaca yang memiliki banyak penyangga hidup, seperti jabatan, harta, dan nama, dapat menanyakan pada tiap penyangga itu: pelindung dari apa? Penyangga mana yang masih berdiri bila pertanyaan itu diajukan dalam bunyi ayat ini?
- Ayat ini menyebut pelaku dan alasannya dalam satu kalimat: Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. Penjelasan lain tentang kesudahan mereka, seperti kekurangan sumber daya atau salah strategi, tidak ada di ayat ini. Pembaca yang biasa menerangkan jatuhnya sebuah kekuatan lewat sumber daya dan strategi dapat memperhatikan susunan sebab yang dipilih ayat ini. Apakah penjelasan yang biasa dipakainya tentang jatuhnya sebuah kekuatan memuat sebab yang disebut di sini?
- Ayat ini memakai kata mereka dan tidak memakai kalian, sehingga pertanyaan di awalnya terbaca dari samping oleh pembaca. Pembaca dapat memperhatikan apakah dirinya sendiri berjalan di bumi dan memperhatikan, atau membaca tentang mereka yang berjalan atau tidak berjalan. Ayat tidak mengatakan bahwa pembaca termasuk atau tidak termasuk di antara mereka. Bila pertanyaan itu dipindahkan dari mereka kepada pembaca, jawaban apa yang tersedia dari jalan yang pernah ditempuhnya?