ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Yang demikian itu karena rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, lalu, mereka kufur. Maka, Allah mengazab mereka; sesungguhnya Dia kuat, keras hukuman-Nya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِdzaalika bi-annahum kaanat ta'tiihim rusuluhum bi-l-bayyinaatiyang demikian itu karena rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata
  2. فَكَفَرُواfa-kafaruulalu, mereka kufur
  3. فَأَخَذَهُمُ اللَّهُfa-akhadzahumu llaahumaka, Allah mengazab mereka
  4. إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِinnahu qawiyyun syadiidu l-'iqaabisesungguhnya Dia kuat, keras hukuman-Nya

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
  3. كَانَتْkaanatadalah
  4. تَأْتِيهِمْta'tiihimdatang kepada mereka
  5. رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
  6. بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
  7. فَكَفَرُواfa-kafaruumaka mereka kufur
  8. فَأَخَذَهُمُfa-akhadzahumumaka menimpa mereka
  9. اللَّهُllaahuAllah
  10. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  11. قَوِيٌّqawiyyunMahakuat
  12. شَدِيدُsyadiidukeras
  13. الْعِقَابِl-'iqaabihukuman

Inti bacaan

Rangkaian (قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ, qawiyyun syadiidu l-'iqaabi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:52 dan 40:22.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) yang berarti "yang demikian itu karena mereka". Rangkaian pembuka itu muncul delapan belas kali di sepuluh surah, dan di 40:22 rangkaian itu disusul (كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, kaanat ta'tiihim rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata". Susunan lanjutan itu hanya ada di dua ayat, yaitu 40:22 dan 64:6, dengan satu perbedaan kecil di awalnya: 40:22 memakai (بِأَنَّهُمْ, bi-annahum) yang berarti "karena mereka" dalam bentuk jamak, sedangkan 64:6 memakai (بِأَنَّهُ, bi-annahu) yang berarti "karena sesungguhnya" dalam bentuk tunggal. Akhiran -hum pada (رُسُلُهُمْ, rusuluhum) yang berarti "rasul-rasul mereka" menandai rasul-rasul itu sebagai milik mereka.

Surah ini menuliskan hal yang sama dengan tiga susunan. Di 40:83 bunyinya (فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, fa-lammaa jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "maka ketika rasul-rasul mereka datang dengan bukti-bukti yang nyata", di 40:50 bunyinya (أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, a-wa-lam taku ta'tiikum rusulukum bi-l-bayyinaati) yang berarti "bukankah rasul-rasul kalian datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata", dan di 40:22 bunyinya seperti di atas. Kata (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) yang berarti "bukti-bukti yang nyata" berakar ب-ي-ن dan ada di lima ayat surah ini, yaitu 40:22, 40:28, 40:34, 40:50, dan 40:83. Terjemahan memakai "datang" tanpa "telah", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan kata itu.

Kata kerja (فَكَفَرُوا, fa-kafaruu) yang berarti "lalu mereka kufur" muncul dalam bentuk yang persis sama tiga kali, yaitu di 37:170, 40:22, dan 64:6. Di 37:170, (فَكَفَرُوا بِهِ, fa-kafaruu bihi) yang berarti "lalu mereka kufur terhadapnya" menyebut sesuatu yang dikufuri, sedangkan di 40:22 dan 64:6 tidak ada yang disebut. Sesudah itu 64:6 menyusulkan (وَتَوَلَّوْا, wa-tawallaw) yang berarti "dan berpaling" serta (وَاسْتَغْنَى اللَّهُ, wa-staghnaa llaahu) yang berarti "dan Allah berkecukupan", sedangkan 40:22 menyusulkan (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ, fa-akhadzahumu llaahu) yang berarti "maka Allah mengazab mereka". Rangkaian itu sama dengan 3:11, 8:52, dan 40:21, tetapi di 40:22 rangkaian itu tidak disusul alasan berupa dosa. Alasannya sudah dinyatakan di awal ayat.

Kata (قَوِيٌّ, qawiyyun) yang berarti "kuat" berakar ق-و-ي, akar yang sama dengan (قُوَّةً, quwwatan) yang berarti "dalam kekuatan" di ayat sebelumnya. Bentuk (قَوِيٌّ, qawiyyun) persis itu muncul tujuh kali, yaitu di 8:52, 22:40, 22:74, 27:39, 40:22, 57:25, dan 58:21. Di empat ayat, yaitu 22:40, 22:74, 57:25, dan 58:21, kata itu berpasangan dengan (عَزِيزٌ, 'aziizun) yang berarti "digdaya". Di 8:52 dan 40:22 pasangannya berbeda, yaitu (إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ, innahu qawiyyun syadiidu l-'iqaabi) yang berarti "sesungguhnya Dia kuat, keras hukuman-Nya". Rangkaian (قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ, qawiyyun syadiidu l-'iqaabi) yang berarti "kuat, keras hukuman" hanya ada di dua ayat itu.

Kata (الْعِقَابِ, l-'iqaabi) yang berarti "hukuman" berakar ع-ق-ب, akar yang sama dengan (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "kesudahan" di ayat sebelumnya. Di 40:3, (شَدِيدِ الْعِقَابِ, syadiidi l-'iqaabi) yang berarti "keras hukuman" berdampingan dengan (غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ, ghaafiri dz-dzanbi wa-qaabili t-tawbi) yang berarti "pengampun dosa dan penerima tobat", sedangkan di 40:22 sebutan yang sama berdampingan dengan "kuat".

Tafsiran

Ayat ini menguraikan sebab dalam tiga langkah: rasul-rasul datang dengan bukti yang nyata, mereka kufur, lalu Allah mengambil mereka. Ayat 40:21 sudah menyebut Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka, dan 40:22 menyusul dengan kalimat alasan yang dibuka dengan yang demikian itu karena mereka. Teks tidak menyatakan bahwa dosa-dosa di 40:21 hanya penolakan ini. Ayat 40:22 menuliskan penolakan terhadap bukti sebagai sebab dengan kata yang jelas.

Urutan langkah itu tidak memuat tenggang waktu. Kata kufur dan kata mengazab sama-sama diawali huruf fa, sehingga kedua langkah itu berurutan tanpa penanda lama atau sebentar. Teks tidak menyebut apa yang terjadi di antara kedatangan rasul dan penolakan.

Unsur yang sama muncul lagi dalam dua adegan lain di surah ini. Di 40:50 pertanyaan tentang kedatangan rasul-rasul dengan bukti dijawab dengan satu kata, (بَلَىٰ, balaa) yang berarti "benar". Di 40:83 reaksi mereka tertulis (فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ, farihuu bi-maa 'indahum mina l-'ilmi) yang berarti "mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka". Tiga ayat itu menuturkan kedatangan rasul dengan bukti dalam tiga suasana, yaitu sebab, pengakuan, dan reaksi, dan teks tidak menyatukannya ke dalam satu peristiwa.

Penutup ayat ini menyamai 8:52, yang juga ditutup dengan sebutan kuat dan keras hukuman setelah Allah mengambil orang-orang yang kufur. Perbedaannya ada di alasan: 8:52 menyebut kufur terhadap tanda-tanda Allah dan dosa-dosa mereka, sedangkan 40:22 menyebut kufur sesudah bukti yang nyata datang lewat rasul-rasul mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Urutan di ayat ini ada tiga langkah, dan penolakan ditaruh sesudah bukti: rasul datang dengan bukti yang nyata, mereka kufur, lalu Allah mengambil mereka. Ayat tidak mengatakan apa isi bukti itu dan tidak merinci bagaimana bukti itu sampai kepada mereka. Penolakannya pun ditulis dengan satu kata kerja, kufur, tanpa menyebut apa yang dikufuri. Pembaca yang pernah menolak sesuatu dapat memeriksa apakah buktinya sudah sampai kepadanya sebelum penolakan itu terjadi. Apakah penolakan itu didahului pemeriksaan, atau didahului kebiasaan yang sudah lama dijaga?
  • Di 40:83 kedatangan rasul-rasul dengan bukti yang nyata dijawab dengan bergembira atas pengetahuan yang ada pada mereka, sedangkan di 40:22 dijawab dengan kufur. Kedua catatan itu tidak disatukan oleh teks, sehingga tidak dibaca sebagai satu peristiwa. Pembaca dapat melihat reaksinya sendiri ketika sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah diketahuinya datang disertai bukti. Apakah yang terbit dalam dirinya lebih dulu, kegembiraan atas pengetahuan yang sudah dimilikinya atau keinginan memeriksa bukti itu?
  • Sebutan keras hukuman-Nya di 40:3 berdampingan dengan pengampun dosa dan penerima tobat, sedangkan di 40:22 berdampingan dengan sebutan kuat. Ayat-ayat itu tidak menyusun sebutan-sebutan itu menjadi satu bagan, sehingga tidak ada dasar untuk menyatakan sebutan mana yang mengalahkan yang lain. Pembaca yang membayangkan Allah hanya lewat satu sebutan dapat memperhatikan sebutan yang berdampingan dengannya di ayat lain. Sebutan mana yang paling sering dipanggilnya ketika menyebut Dia, dan di ayat mana sebutan itu berdiri?
  • Hal yang di 40:22 disebut sebagai sebab muncul lagi di 40:50 sebagai pertanyaan yang dijawab dengan satu kata, yaitu benar. Jawaban itu tidak disertai pembelaan, dan ayat tidak mencatat bantahan apa pun dari yang ditanya. Pembaca yang membayangkan dirinya ditanya satu pertanyaan sederhana tentang apa yang pernah sampai kepadanya dapat memperhatikan betapa pendeknya jawaban di 40:50. Pertanyaan apa tentang yang pernah sampai kepadanya yang sudah dapat dijawabnya sekarang?
  • Ayat ini menyebut sikap terhadap bukti sebagai sebab. Ayat tidak menyebut jenis perbuatan tertentu, dan tidak menyatakan bahwa sebab lain tidak ada, sebab 40:21 sudah menyebut dosa-dosa mereka sebagai alasan Allah mengazab. Pembaca yang biasa menghitung kesalahan dari daftar perbuatan yang terlihat dapat memperhatikan bahwa kalimat sebab di ayat ini ditaruh pada penolakan. Dalam daftar yang dipakainya untuk menimbang diri, adakah tempat bagi sikap terhadap bukti yang pernah sampai kepadanya, dan di baris keberapa letaknya?
  • Kekuatan yang dibandingkan di 40:21 dan sebutan kuat bagi Allah di 40:22 berasal dari akar yang sama, dan keduanya berdekatan. Ayat-ayat itu tidak menyusun perbandingan langsung antara keduanya. Pembaca yang menimbang kekuatan dirinya atau kelompoknya dapat memperhatikan bahwa akar yang dipakai untuk kekuatan orang-orang terdahulu dipakai pula untuk Allah pada ayat berikutnya. Kuat dalam arti apa yang sedang ditimbangnya, kuat bagi siapa, dan kuat terhadap siapa?