إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَ فَقَالُوا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

kepada Firaun, Haman, dan Qarun; lalu, mereka berkata, “Seorang penyihir yang banyak berdusta.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَilaa fir'awna wa-haamaana wa-qaaruunakepada Firaun, Haman, dan Qarun
  2. فَقَالُواfa-qaaluulalu, mereka berkata
  3. سَاحِرٌ كَذَّابٌsaahirun kadzdzaabunseorang penyihir yang banyak berdusta

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِلَىٰilaakepada
  2. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  3. وَهَامَانَwa-haamaanadan Haman
  4. وَقَارُونَwa-qaaruunadan Karun
  5. فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
  6. سَاحِرٌsaahirunpenyihir
  7. كَذَّابٌkadzdzaabunpendusta besar

Inti bacaan

Rangkaian (سَاحِرٌ كَذَّابٌ, saahirun kadzdzaabun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:4 dan 40:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَ, ilaa fir'awna wa-haamaana wa-qaaruuna) yang berarti "kepada Firaun, Haman, dan Qarun". Susunan (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, ilaa fir'awna) yang berarti "kepada Firaun" ada di tiga belas ayat, tetapi lanjutan dengan dua nama lain ada di 40:24 saja. Enam ayat lain melanjutkannya dengan (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ, ilaa fir'awna wa-mala'ihi) yang berarti "kepada Firaun dan para pemukanya", yaitu 7:103, 10:75, 11:97, 23:46, 28:32, dan 43:46. Nama (وَهَامَانَ, wa-haamaana) yang berarti "dan Haman" ada di enam ayat, yaitu 28:6, 28:8, 28:38, 29:39, 40:24, dan 40:36. Nama (وَقَارُونَ, wa-qaaruuna) yang berarti "dan Qarun" ada di empat ayat, yaitu 28:76, 28:79, 29:39, dan 40:24. Ketiga nama itu berkumpul dalam satu ayat di dua tempat, yaitu 29:39 dan 40:24, dengan urutan yang berbeda: 29:39 menulis (وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ, wa-qaaruuna wa-fir'awna wa-haamaana) yang berarti "dan Qarun, Firaun, dan Haman", sedangkan 40:24 menaruh Firaun lebih dulu.

Kata kerja (فَقَالُوا, fa-qaaluu) yang berarti "lalu mereka berkata" berbentuk jamak, sehingga ucapan sesudahnya dicatat sebagai ucapan bersama dari ketiga nama itu. Huruf fa di awalnya menyambung ucapan tersebut langsung dengan pengutusan di 40:23, tanpa penanda waktu. Rangkaian (فَقَالُوا سَاحِرٌ, fa-qaaluu saahirun) yang berarti "lalu mereka berkata, seorang penyihir" hanya ada di 40:24.

Kata (سَاحِرٌ, saahirun) yang berarti "seorang penyihir" berakar س-ح-ر. Bentuk persis ini ada di tujuh ayat, yaitu 7:109, 10:2, 26:34, 38:4, 40:24, 51:39, dan 51:52, dan di tiap ayat kata itu berpasangan dengan sebutan lain. Di 7:109 dan 26:34 pasangannya (لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ, la-saahirun 'aliimun) yang berarti "benar-benar penyihir yang berilmu", di 10:2 pasangannya (لَسَاحِرٌ مُبِينٌ, la-saahirun mubiinun) yang berarti "benar-benar penyihir yang nyata", dan di 51:39 serta 51:52 pasangannya (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila". Di 38:4 dan 40:24 pasangannya kata sifat yang berasal dari akar ك-ذ-ب. Sasaran sebutan itu tidak tertulis di ayat ini dan terbaca dari ayat sebelumnya, yaitu Musa.

Kata (كَذَّابٌ, kadzdzaabun) yang berarti "yang banyak berdusta" berakar ك-ذ-ب. Bentuk persis ini ada di empat ayat, yaitu 38:4, 40:24, 40:28, dan 54:25. Terjemahan "yang banyak berdusta" dipakai juga di 38:4 dan 40:28. Di 40:28 kata itu berdekatan dengan kata lain dari akar yang sama dalam (وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا, wa-in yaku kaadziban) yang berarti "dan jika dia seorang pendusta". Dua kata dari akar yang sama dipakai bergantian dalam satu rangkaian ayat itu, dan terjemahan membedakan keduanya lewat kata "banyak".

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dibuka 40:23: pengutusan, sasaran, dan reaksi berada dalam satu rangkaian yang disambung dengan huruf fa. Karena itu reaksi pertama yang dicatat terhadap tanda-tanda dan keterangan di 40:23 adalah dua sebutan bagi pembawanya. Kutipan di 40:24 tidak menyinggung tanda-tanda dan tidak menyinggung keterangan itu. Yang dikomentari adalah orangnya.

Susunan ini menyerupai 40:22. Ayat 40:22 menyatakan rasul-rasul datang dengan bukti yang nyata, lalu mereka kufur, dan 40:23 sampai 40:24 menunjukkan satu kasusnya: Musa datang dengan tanda-tanda dan keterangan, lalu mereka berkata penyihir yang banyak berdusta. Kedua rangkaian memakai fa untuk menyambung kedatangan dengan reaksi. Dapat dibaca bahwa ucapan di 40:24 adalah wujud kufur di 40:22 dalam bentuk kata-kata, meskipun keduanya tidak disebut dengan satu istilah.

Ayat 51:52 menyatakan pola yang lebih luas, yaitu (إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, illaa qaaluu saahirun aw majnuunun) yang berarti "kecuali mereka berkata, penyihir atau orang gila", sebagai jawaban terhadap setiap rasul yang datang kepada orang-orang sebelum mereka. Ayat 40:24 mencatat satu wujud pola itu dengan sebutan kedua yang berbeda, yaitu yang banyak berdusta. Dua ayat itu tidak memakai pasangan sebutan yang sama, sehingga 40:24 tidak dapat dibaca sebagai salinan 51:52.

Ucapan berikutnya yang dicatat sesudah itu ada di 40:25, (فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا, fa-lammaa jaa'ahum bi-l-haqqi min 'indinaa qaaluu uqtuluu) yang berarti "maka ketika ia datang kepada mereka dengan kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, bunuhlah", disusul perintah membunuh anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya. Dua ucapan itu, sebutan di 40:24 dan perintah di 40:25, dicatat berurutan tanpa pernyataan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Untuk peran ketiga nama itu, ayat ini sendiri tidak memberi keterangan. Ayat lain memperlihatkan Firaun memanggil Haman di 40:36 dan Qarun memiliki perbendaharaan di 28:76, tetapi hubungan itu tidak ditulis di sini.

Renungan dan Hikmah

  • Menurut 40:23 Allah mengutus Musa dengan tanda-tanda yang disandarkan-Nya kepada diri-Nya sendiri dan dengan keterangan yang nyata. Reaksi yang dikutip 40:24 berupa dua sebutan bagi orangnya, dan tidak menyinggung tanda-tanda maupun keterangan itu. Pembaca yang pernah menjawab sebuah keterangan dengan komentar tentang pembawanya dapat memperhatikan perbedaan antara kedua jenis jawaban itu. Kalimat apa yang paling cepat terucap ketika sebuah keterangan datang dari orang yang tidak disukai, dan sudahkah keterangannya diperiksa sebelum kalimat itu keluar?
  • Di 28:76 Qarun disebut termasuk kaum Musa, sehingga daftar penerima di 40:24 memuat satu nama yang ayat lain kaitkan dengan kaum Musa sendiri. Ayat 40:24 tidak menjelaskan hubungan itu, dan 28:76 tidak berbicara tentang pengutusan yang sama, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang mengira penolakan pasti datang dari pihak yang jauh dapat memperhatikan bahwa daftar ini memuat nama yang dekat asal-usulnya. Pengutusan yang dinyatakan Allah di 40:23 sampai ke sana juga. Dari siapa penolakan paling tidak diperkirakan, dan sudahkah daftar itu diperiksa ulang bersama nama yang dekat?
  • Sebutan penyihir di 40:24 muncul pula di 51:52, yang menyatakan sebutan itu dipakai terhadap setiap rasul yang datang kepada orang-orang sebelum mereka. Ayat 51:52 menunjukkan sebutan yang sama diulang pada banyak kesempatan, sedangkan 40:24 mencatat satu kali munculnya. Ayat-ayat itu tidak membahas apakah orang yang mengucapkannya mempercayainya. Pembaca yang pernah memberi label kepada pembawa kabar tanpa memeriksa kabarnya dapat bertanya, label itu menjawab pertanyaan apa, dan pertanyaan yang dibawa kabar itu terjawab di mana?
  • Ucapan yang dicatat sesudah dua sebutan di 40:24 adalah perintah membunuh di 40:25. Teks tidak menyatakan sebutan menyebabkan perintah dan hanya mencatat dua ucapan berurutan. Ucapan itu dicatat sesudah Musa datang dengan kebenaran dari sisi Kami, kata ganti yang dipakai Allah untuk diri-Nya di 40:23. Pembaca yang pernah mendengar sebutan buruk mendahului tindakan buruk dapat memperhatikan urutan itu dalam dua ayat ini. Di antara sebutan dan perintah, adakah titik tempat ucapan masih dapat ditarik kembali, dan siapa yang menjaga titik itu agar tidak terlewati?
  • Dua kalimat berurutan membicarakan orang yang sama dari dua sumber. Di 40:23 Allah berkata bahwa Dia mengutus Musa, dan di 40:24 mereka berkata bahwa Musa penyihir yang banyak berdusta. Ayat menaruh keduanya berdampingan tanpa komentar di antaranya. Pembaca yang menimbang sebuah klaim dihadapkan pada dua kalimat dengan sumber yang berbeda. Sumber mana yang ditimbangnya lebih dulu, mengapa sumber itu, dan bagaimana kalau urutannya dibalik?
  • Tiga nama mengucapkan satu kalimat yang sama, sebab kata kerja berkata di ayat ini berbentuk jamak dan ucapannya tidak dipecah menurut pengucapnya. Ayat tidak merinci siapa yang memulai dan siapa yang menirukan. Pembaca yang pernah mendapati satu tuduhan diulang oleh beberapa pihak sekaligus dapat bertanya apa yang bertambah ketika jumlah yang mengucapkannya bertambah. Apakah sebuah tuduhan menjadi lebih benar karena jumlah pengucapnya, atau hanya terdengar lebih keras?