فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ ۚ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
Maka, ketika ia datang kepada mereka dengan kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Dan siasat orang-orang kafir itu tidak lain berada dalam kesesatan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَاfa-lammaa jaa'ahum bi-l-haqqi min 'indinaamaka, ketika ia datang kepada mereka dengan kebenaran dari sisi Kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْuqtuluu abnaa'a lladziina aamanuu ma'ahu wa-stahyuu nisaa'ahumbunuhlah anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka
- وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍwa-maa kaydu l-kaafiriina illaa fii dhalaalindan siasat orang-orang kafir itu tidak lain berada dalam kesesatan
Terjemahan per kata (19 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- مِنْmindari
- عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اقْتُلُواuqtuluubunuhlah kalian
- أَبْنَاءَabnaa'aanak-anak
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مَعَهُma'ahubersamanya
- وَاسْتَحْيُواwa-stahyuudan mereka membiarkan hidup
- نِسَاءَهُمْnisaa'ahumperempuan-perempuan mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَيْدُkaydusiasat
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- إِلَّاillaakecuali
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
Inti bacaan
Rangkaian (جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ, jaa'ahum bi-l-haqqi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:70 dan 40:25.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَمَّا جَاءَهُمْ, fa-lammaa jaa'ahum) yang berarti "maka, ketika ia datang kepada mereka". Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung ayat ini dengan 40:24, tempat Musa diutus kepada Firaun, Haman, dan Qarun lalu disebut penyihir. Pelaku "ia" ialah Musa, yang namanya tertulis di 40:23. Kata (جَاءَهُمْ, jaa'ahum) tersusun dari kata kerja jaa'a yang berarti "datang" dan akhiran -hum yang berarti "mereka".
Apa yang dibawa Musa dinyatakan dengan (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan kebenaran". Huruf bi- yang berarti "dengan" membuat kebenaran itu sesuatu yang dibawa oleh seorang pembawa. Rangkaian (جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ, jaa'ahum bi-l-haqqi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:70 dan 40:25. Di 10:76 dan 28:48 susunannya berbeda, yaitu (فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا, fa-lammaa jaa'ahumu l-haqqu min 'indinaa) yang berarti "maka ketika kebenaran datang kepada mereka dari sisi Kami", dan di sana kebenaran sendiri yang menjadi pelaku kata kerja "datang". Frasa (مِنْ عِنْدِنَا, min 'indinaa) yang berarti "dari sisi Kami" memakai akhiran -naa yang berarti "Kami", yaitu Allah yang berbicara dalam ayat. Frasa itu muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 10:76, 18:65, 21:84, 28:48, 40:25, 44:5, dan 54:35, dan tiga di antaranya, yaitu 10:76, 28:48, dan 40:25, memuat kata kebenaran.
Perintah yang dikutip dibuka dengan (اقْتُلُوا أَبْنَاءَ, uqtuluu abnaa'a) yang berarti "bunuhlah anak-anak lelaki". Kata (اقْتُلُوا, uqtuluu) berakar ق-ت-ل dan berbentuk perintah untuk beberapa orang. Kata (أَبْنَاءَ, abnaa'a) adalah bentuk jamak dari ibn yang berarti "putra", dan terjemahan memilih "anak-anak lelaki" karena pasangannya di ujung perintah adalah (نِسَاءَهُمْ, nisaa'ahum) yang berarti "perempuan-perempuan mereka". Kata nisaa' tidak memuat unsur "anak", sehingga terjemahan tidak menulis "anak perempuan". Dalam penuturan pembunuhan anak-anak lelaki dan pembiaran perempuan, dua kata itu berdampingan dalam satu ayat di enam tempat, yaitu 2:49, 7:127, 7:141, 14:6, 28:4, dan 40:25. Di 2:49 bunyinya (يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ, yudzabbihuuna abnaa'akum) yang berarti "mereka menyembelih anak-anak lelaki kalian", dan di 7:127 bunyinya (سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ, sa-nuqattilu abnaa'ahum) yang berarti "kita akan membunuh anak-anak lelaki mereka". Dari keenam ayat itu, bentuk perintah dipakai di 40:25 saja.
Kata kerja (وَاسْتَحْيُوا, wa-stahyuu) yang berarti "dan biarkanlah hidup" berakar ح-ي-ي, akar yang sama dengan kata "hidup". Bentuk kata kerja ini muncul di delapan ayat. Di enam ayat objeknya perempuan dan artinya membiarkan hidup, yaitu 2:49, 7:127, 7:141, 14:6, 28:4, dan 40:25. Di dua ayat lainnya artinya segan atau malu, dan kata kerja itu diikuti kata lain: (لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ, laa yastahyii an yadhriba) yang berarti "tidak segan membuat" di 2:26, dan (فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ, fa-yastahyii minkum) yang berarti "sehingga dia malu kepada kalian" di 33:53. Terjemahan 40:25 memakai "biarkan hidup" seperti di keenam ayat pertama, karena objeknya orang.
Frasa (آمَنُوا مَعَهُ, aamanuu ma'ahu) yang berarti "beriman bersamanya" muncul delapan kali di lima surah, yaitu 2:214, 2:249, 9:88, 11:58, 11:66, 11:94, 40:25, dan 66:8. Di setiap ayat itu akhiran -hu menunjuk seorang pemimpin: rasul di 2:214 dan 9:88, Talut di 2:249, Hud, Saleh, dan Syuaib di 11:58, 11:66, dan 11:94, serta nabi di 66:8. Di 40:25 akhiran itu menunjuk Musa, yang namanya disebut dua ayat sebelumnya. Jumlah orang yang beriman bersamanya tidak tertulis.
Kalimat penutup (وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ, wa-maa kaydu l-kaafiriina illaa fii dhalaalin) berarti "dan siasat orang-orang kafir itu tidak lain berada dalam kesesatan". Kata (كَيْدُ, kaydu) berakar ك-ي-د dan diterjemahkan "siasat". Rangkaian (وَمَا كَيْدُ, wa-maa kaydu) muncul dua kali, yaitu di 40:25 dan 40:37, dan di 40:37 bunyinya (وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ, wa-maa kaydu fir'awna illaa fii tabaabin) yang berarti "dan tidaklah siasat Firaun kecuali dalam kebinasaan". Susunan (إِلَّا فِي ضَلَالٍ, illaa fii dhalaalin) muncul lima kali di empat surah, yaitu 13:14, 36:47, 40:25, 40:50, dan 67:9. Di 13:14 dan 40:50 pangkalnya (وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ, wa-maa du'aa'u l-kaafiriina) yang berarti "dan tidaklah seruan orang-orang kafir", sehingga di tiga ayat itu yang dinilai berada dalam kesesatan adalah sesuatu yang dikerjakan orang-orang kafir, yaitu siasat di 40:25 dan seruan di 13:14 dan 40:50. Di 36:47 dan 67:9 susunan yang sama berbentuk (إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ, in antum illaa fii dhalaalin) yang berarti "kalian tidak lain berada dalam kesesatan", ucapan orang-orang yang menolak kepada pihak yang beriman atau pemberi peringatan.
Tafsiran
Ayat ini menyusun tiga hal dalam satu napas: Musa datang dengan kebenaran dari Allah, orang-orang yang didatangi memerintahkan pembunuhan, dan sebuah kalimat penutup menilai siasat mereka. Ayat 40:24 memuat ucapan pertama mereka, yaitu sebutan penyihir yang banyak berdusta, dan 40:25 memuat ucapan kedua yang sudah berupa perintah. Ayat 40:26 sesudahnya memperlihatkan Firaun meminta dibiarkan membunuh Musa sendiri. Tiga ayat berturut-turut itu bergerak dari sebutan, ke perintah kepada banyak orang, ke keinginan satu orang.
Pembuka yang mirip ada di 10:76 dan 28:48, dan jawaban di tiga ayat itu berbeda-beda terhadap kebenaran yang sama asalnya. Di 10:76 jawabannya (قَالُوا إِنَّ هَٰذَا لَسِحْرٌ مُبِينٌ, qaaluu inna haadzaa la-sihrun mubiinun) yang berarti "mereka berkata, 'Sesungguhnya ini benar-benar sihir yang nyata'". Di 28:48 jawabannya tuntutan (لَوْلَا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ مُوسَىٰ, lawlaa uutiya mitsla maa uutiya muusaa) yang berarti "mengapa tidak diberikan kepadanya seperti yang telah diberikan kepada Musa". Di 40:25 jawabannya perintah membunuh. Dari tiga jawaban itu hanya yang terakhir menyangkut nyawa.
Perintah di 40:25 diarahkan kepada anak-anak lelaki dari orang-orang yang beriman bersama Musa, dan Musa sendiri baru menjadi sasaran di 40:26. Ayat ini tidak menyatakan apakah perintah itu mengulang pembunuhan anak-anak lelaki yang dituturkan di 2:49, 7:141, 14:6, dan 28:4, atau perintah baru. Yang tertulis ialah bahwa perintah itu diucapkan sesudah Musa datang, sama seperti rencana di 7:127 yang juga diucapkan sesudah Musa datang.
Kalimat penutup menilai siasat mereka, dan diletakkan tepat sesudah perintah, sebelum ada akibat yang dituturkan. Ayat 40:37 memakai susunan yang sama sesudah rencana Firaun membangun menara, sehingga di surah ini dua rencana penguasa masing-masing ditutup dengan penilaian lebih dulu. Akibat bagi keluarga Firaun baru tertulis di 40:45, ketika Allah melindungi seseorang dari keburukan makar mereka dan keluarga Firaun diliputi azab yang seburuk-buruknya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 40:25 menulis bahwa kebenaran yang dibawa Musa datang (مِنْ عِنْدِنَا, min 'indinaa) yang berarti "dari sisi Kami", dan Kami di sana ialah Allah yang berbicara. Di hadapan orang-orang yang didatangi berdiri manusia pembawa kabar itu, dan perintah pembunuhan yang menyusul jatuh pada manusia di sekitarnya, tidak pada Dia yang mengirimnya. Ketika sebuah berita terasa mengancam sementara sumbernya jauh di atas jangkauan, pembaca dapat memperhatikan ke arah mana reaksinya sendiri bergerak. Apakah reaksi itu mengalir kepada yang membawa kabar, atau kepada yang mengirimnya?
- Di 11:58 Allah berfirman (نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ, najjaynaa huudan wa-lladziina aamanuu ma'ahu) yang berarti "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya", dan 11:66 serta 11:94 menuturkan hal yang sama tentang Saleh dan Syuaib. Di 40:25 frasa yang sama menandai orang-orang yang anak lelakinya diperintahkan untuk dibunuh. Kebersamaan dengan seorang rasul membawa dua akibat dalam dua tempat itu, yaitu penyelamatan dari Allah di satu ayat dan incaran penguasa di ayat lain. Pembaca yang menimbang untuk berdiri di sisi sebuah keyakinan yang dikecam dapat membandingkan kedua tangan itu: tangan penguasa yang mengincar, dan tangan Allah yang menyelamatkan. Pada tangan mana pembaca menaruh harapan keselamatannya?
- Perintah di 40:25 membagi dua: anak-anak lelaki dibunuh dan perempuan-perempuan dibiarkan hidup, tanpa alasan yang ditulis ayat. Di 28:4 Allah menilai Firaun dengan kalimat (إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ, innahu kaana mina l-mufsidiina) yang berarti "sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan", dalam ayat yang sama yang mencatat pemilahan anak-anak lelaki dan perempuan. Penilaian itu menaruh sebuah kebijakan yang rapi dan terukur di samping sebutan yang paling berat bagi pelakunya. Pembaca dapat menimbang kebijakan apa saja yang tampak sebagai ketertiban dari dalam sebuah kekuasaan. Bagaimana Allah menamainya dari luar?
- Kalimat penutup 40:25 menilai siasat orang-orang kafir sebagai berada dalam kesesatan, padahal akibatnya belum dituturkan. Pembaca membaca vonisnya lebih dulu daripada akibat apa pun. Ayat 40:37 meletakkan penilaian dengan cara yang sama sesudah rencana Firaun membangun menara, sebelum diceritakan menara itu berdiri atau tidak. Bila Allah sudah menilai sebuah rencana ketika rencana itu baru diucapkan, apa yang berubah pada cara pembaca menimbang rencananya sendiri, yang hasilnya belum pembaca ketahui?
- Kata (لَمَّا, lammaa) yang berarti "ketika" mengikat perintah pembunuhan pada saat Musa datang, dan kalimat "bunuhlah" langsung mengikuti kalimat "ia datang". Ayat tidak mencatat pemeriksaan bukti, pertanyaan, atau musyawarah di antara keduanya. Ayat 40:22 menuturkan rasul-rasul kaum terdahulu dengan (كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا, kaanat ta'tiihim rusuluhum bi-l-bayyinaati fa-kafaruu) yang berarti "rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, lalu mereka kufur", dan Allah mengazab mereka sesudahnya. Pembaca dapat menimbang jarak antara saat sebuah kabar tiba dan saat pembaca mengambil sikap. Berapa lama jarak itu dibiarkan terbuka, dan apa yang mengisinya?
- Tiga ayat menaruh pekerjaan orang-orang kafir pada titik yang sama, yaitu siasat di 40:25 serta seruan di 13:14 dan 40:50, dan ketiganya berakhir dengan susunan Arab yang sama, (إِلَّا فِي ضَلَالٍ, illaa fii dhalaalin), yang diterjemahkan "kesesatan" di 40:25, "kesia-siaan" di 13:14, dan "sia-sia" di 40:50. Pembaca dapat menimbang kata apa yang ia pakai untuk menilai hasil usahanya terhadap orang lain dan hasil doanya kepada Tuhan.