فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ ۚ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
Maka, ketika ia datang kepada mereka dengan kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam kesesatan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَاfa-lammaa jaa'ahum bi-l-haqqi min 'indinaamaka, ketika ia datang kepada mereka dengan kebenaran dari sisi Kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْuqtuluu abnaa'a lladziina aamanuu ma'ahu wa-stahyuu nisaa'ahumbunuhlah anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka
- وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍwa-maa kaydu l-kaafiriina illaa fii dhalaalindan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam kesesatan
Terjemahan per kata (19 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- مِنْmindari
- عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اقْتُلُواuqtuluubunuhlah kalian
- أَبْنَاءَabnaa'aanak-anak
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مَعَهُma'ahubersamanya
- وَاسْتَحْيُواwa-stahyuudan mereka membiarkan hidup
- نِسَاءَهُمْnisaa'ahumperempuan-perempuan mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَيْدُkaydutipu daya
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- إِلَّاillaakecuali
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
Inti bacaan
Kekejaman ekstrem sebagai respons kekuasaan yang terancam: 'bunuhlah anak-anak lelaki', taktik kekerasan sistematis sebagai tanda ketakutan mendalam penguasa terhadap kebenaran yang mengancam posisinya.
Tafsiran
Ayat ini mencatat perintah pembantaian Firaun terhadap keturunan orang-orang beriman, ditutup penegasan bahwa tipu daya semacam itu berujung sia-sia.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam perintah yang memilah menurut jenis kelamin. Yang lelaki dibunuh. Yang perempuan dibiarkan.
- Yang ditakuti bukan yang ada, melainkan yang akan tumbuh. Bukan orang dewasa. Anak-anak.
- Kalimat penutupnya menyebut tipu daya itu sia-sia. Allah menaruh hasilnya di ujung. Sebelum ceritanya berlanjut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-y-a, h-q-q, '-n-d, q-w-l, q-t-l, b-n-y, a-m-n, h-y-y, n-s-w, k-y-d, k-f-r, d-l-l): bi-l-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); iqtuluu abnaa'a diterjemahkan 'bunuhlah anak lelaki' (akar q-t-l + akar b-n-y); istahyuu nisaa'ahum diterjemahkan 'biarkan hidup perempuan' (akar h-y-y + akar n-s-w); kaydu l-kaafiriin illaa fii dalaal diterjemahkan 'tipu daya kafir dalam kesesatan' (akar k-y-d + akar d-l-l). Selaras.