وَقَالَ مُوسَىٰ إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ
Dan Musa berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhan kalian dari setiap orang yang sombong, yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَ مُوسَىٰwa-qaala muusaadan Musa berkata
- إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْinnii 'udztu bi-rabbii wa-rabbikumsesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhan kalian
- مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِmin kulli mutakabbirin laa yu'minu bi-yawmi l-hisaabidari setiap orang yang sombong, yang tidak beriman kepada hari perhitungan
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- عُذْتُ'udztuaku berlindung
- بِرَبِّيbi-rabbiikepada Tuhanku
- وَرَبِّكُمْwa-rabbikumdan Tuhan kalian
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- مُتَكَبِّرٍmutakabbirinyang sombong
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُyu'minuberiman
- بِيَوْمِbi-yawmipada hari
- الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan
Inti bacaan
Bentuk jamak (الْمُتَكَبِّرِينَ, l-mutakabbiriina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:29, 39:72, dan 40:76.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ مُوسَىٰ, wa-qaala muusaa) yang berarti "dan Musa berkata", tanpa menyebut siapa yang diajak bicara. Ucapannya berisi (إِنِّي عُذْتُ, innii 'udztu) yang berarti "sesungguhnya aku berlindung". Kata (عُذْتُ, 'udztu) berakar ع-و-ذ dan berbentuk lampau untuk orang pertama, jadi menyatakan tindakan yang sudah dilakukan. Terjemahan memakai "berlindung" tanpa "telah", sama seperti di 44:20 yang memuat susunan yang sama. Bentuk lampau ini ada di dua ayat itu saja. Bentuk sekarangnya, (إِنِّي أَعُوذُ, innii a'uudzu), muncul di 11:47 dan 19:18, dan di 19:18 bunyinya (إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ, innii a'uudzu bi-r-rahmaani minka) yang berarti "sesungguhnya aku berlindung kepada Ar-Rahman darimu".
Kalimat (بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ, bi-rabbii wa-rabbikum) berarti "kepada Tuhanku dan Tuhan kalian". Akhiran -kum menunjuk beberapa pendengar yang tidak disebut ayat ini. Rangkaian (رَبِّي وَرَبِّكُمْ, rabbii wa-rabbikum) muncul tiga kali, yaitu di 11:56, 40:27, dan 44:20, dan di 11:56 bunyinya (عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ, 'alaa llaahi rabbii wa-rabbikum) yang berarti "kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian". Di lima ayat lain kata kalian berakhiran lain karena kedudukannya dalam kalimat berbeda, yaitu (رَبِّي وَرَبُّكُمْ, rabbii wa-rabbukum) di 3:51, 19:36, dan 43:64, dan (رَبِّي وَرَبَّكُمْ, rabbii wa-rabbakum) di 5:72 dan 5:117. Terjemahan memakai "Tuhanku dan Tuhan kalian" di kedelapan ayat itu.
Kata (مُتَكَبِّرٍ, mutakabbirin) berakar ك-ب-ر dan diterjemahkan "orang yang sombong". Dengan bentuk tak tentu seperti ini kata itu muncul dua kali, yaitu di 40:27 dan 40:35, keduanya di surah yang sama. Di 40:27 bunyinya (مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ, min kulli mutakabbirin) yang berarti "dari setiap orang yang sombong", dan di 40:35 bunyinya (كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ, kulli qalbi mutakabbirin jabbaarin) yang berarti "setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang". Kata (كُلِّ, kulli) diikuti kata tunggal, sehingga terjemahan memakai "setiap" dan tidak "semua". Bentuk jamak (الْمُتَكَبِّرِينَ, l-mutakabbiriina) muncul di 16:29, 39:72, dan 40:76, dan dengan awalan li- di 39:60, dan keempatnya menyebut tempat tinggal di Jahanam. Bentuk tunggal bertakrif (الْمُتَكَبِّرُ, l-mutakabbiru) ada di 59:23 sebagai salah satu sebutan bagi Allah, yang diterjemahkan "Sang Pemilik Kebesaran".
Kalimat (لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ, laa yu'minu bi-yawmi l-hisaabi) berarti "yang tidak beriman kepada hari perhitungan". Kata "yang" menyambung kalimat Indonesia, sedangkan di Arabnya (لَا يُؤْمِنُ, laa yu'minu) langsung mengikuti mutakabbirin. Kata (الْحِسَابِ, l-hisaabi) berakar ح-س-ب dan berarti perhitungan, dan terjemahan menulis "hari perhitungan" dengan huruf kecil. Rangkaian (يَوْمِ الْحِسَابِ, yawmi l-hisaabi) muncul tiga kali, yaitu di 38:16, 38:53, dan 40:27. Di 38:16 bunyinya (قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ, qabla yawmi l-hisaabi) yang berarti "sebelum hari perhitungan", dan di 38:53 bunyinya (لِيَوْمِ الْحِسَابِ, li-yawmi l-hisaabi) yang berarti "untuk hari perhitungan". Hari itu menjadi objek kata kerja beriman, dengan huruf bi-, di 40:27 saja.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 40:26 tanpa menyebut nama Firaun. Ucapan Firaun menamai satu orang yang akan dibunuh, dan jawaban Musa menamai satu golongan, yaitu setiap orang yang sombong dan tidak beriman kepada hari perhitungan, lalu Musa berlindung dari mereka. Nama Firaun tidak disebut dan tidak dikecualikan. Dapat dibaca bahwa kedua ucapan itu tidak berbalas langsung: Firaun menoleh kepada pendengarnya dengan permintaan, sedangkan Musa menoleh kepada Tuhannya dengan perlindungan.
Di 40:26 Firaun menyebut (رَبَّهُ, rabbahu) yang berarti "Tuhannya" dan mempersilakan Musa memohon kepada-Nya. Musa di 40:27 menyebut Tuhan yang sama dengan dua kata ganti sekaligus, "Tuhanku dan Tuhan kalian". Musa memperluas lingkup Tuhan itu hingga mencakup para pendengarnya, dan tidak membahas alasan-alasan Firaun satu per satu.
Golongan yang disebut Musa muncul lagi dalam suara Allah di 40:35, (كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ, kulli qalbi mutakabbirin jabbaarin), tempat Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang. Golongan itu dipandang dari dua arah dalam satu surah: Musa berlindung dari mereka, dan Allah mengunci hati mereka.
Ayat 40:28 membuka dengan pembicara baru, jadi giliran Musa dalam rangkaian ini berhenti pada 40:27, dan reaksi Firaun terhadap ucapan itu tidak tercatat.
Renungan dan Hikmah
- Firaun menyebut satu nama yang akan dibunuh, dan Musa menjawab dengan menyebut satu golongan, (مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ, min kulli mutakabbirin) yang berarti "dari setiap orang yang sombong". Nama Firaun tidak diucapkan Musa dan tidak pula dikecualikan. Perlindungan yang dirumuskan dengan sifat dapat dipakai oleh siapa saja yang berhadapan dengan pihak berkuasa, tanpa perlu menunjuk wajah. Ketika terancam, pembaca dapat memperhatikan kalimat pertama yang keluar dari dirinya. Apakah kalimat itu menyebut nama orang yang mengancam, atau menyebut Tuhan tempat berlindung?
- Kata (عُذْتُ, 'udztu) berbentuk lampau, sehingga ayat melaporkan perlindungan yang sudah dijalani Musa. Bentuk sekarang (أَعُوذُ, a'uudzu) dipakai di 11:47 ketika pembicaranya memohon kepada Tuhannya, misalnya (إِنِّي أَعُوذُ بِكَ, innii a'uudzu bika) yang berarti "sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu". Di 40:27 perlindungan itu terdengar sebagai keadaan yang sudah ada ketika Firaun selesai mengucapkan niatnya. Perlindungan apa yang sudah ditempuh pembaca sebelum ancaman berikutnya datang, dan kepada siapa?
- Di 79:24 Firaun berkata (أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ, anaa rabbukumu l-a'laa) yang berarti "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi". Di 40:27 Musa menyebut (بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ, bi-rabbii wa-rabbikum) yang berarti "kepada Tuhanku dan Tuhan kalian", dan kata Tuhan di sana menunjuk tempat berlindung Musa, tidak menunjuk dirinya sendiri. Teks tidak menyebut kedua ayat itu diucapkan dalam satu pertemuan. Namun pembaca kisah ini mendengar dua suara yang memakai kata "Tuhan kalian" untuk dua tujuan: yang satu menunjuk dirinya sendiri, yang lain menunjuk Allah. Ketika sebuah suara berkata "Tuhan kalian", ke mana telunjuknya mengarah?
- Sombong dan tidak beriman kepada hari perhitungan diletakkan dalam satu kalimat tanpa penghubung sebab dan akibat, sehingga ayat tidak menyatakan mana yang melahirkan mana. Di 38:16 orang-orang meminta bagian mereka dipercepat sebelum hari perhitungan, dan di 38:53 hari itu disebut sebagai hari yang dijanjikan. Pembaca dapat memperhatikan kapan perasaan besar muncul pada dirinya dan kapan perasaan itu mereda, lalu menanyakan apakah keduanya berubah bersama gambaran tentang hari perhitungan. Seberapa sering hari itu hadir ketika pembaca menilai dirinya sendiri?
- Musa berlindung dari golongan orang yang sombong, dan Allah di 40:35 mengunci hati golongan yang sama. Dapat dibaca bahwa golongan itu menjadi keadaan hati, sebab 40:35 menyebut hati yang dikunci. Pembaca dapat menanyakan apakah ada keadaan serupa yang dibiarkan tumbuh di dalam dirinya sendiri, dan kepada siapa perlindungan dari keadaan itu akan diminta.
- Ayat ini tidak mencatat satu kalimat Musa pun yang berbalik mengancam, padahal 40:26 memuat dua kalimat tindakan Firaun: membunuh dan mempersilakan Musa memohon. Dalam ayat ini Musa digambarkan berlindung kepada Tuhannya. Ancaman yang dijawab dengan tempat berlindung membuat tempat berlindung itu menjadi pusat kalimat, yaitu Tuhanku dan Tuhan kalian. Pembaca dapat bertanya apa yang menjadi pusat kalimatnya sendiri ketika diancam. Apakah tempat berlindung, atau balasan?