يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ يَنْصُرُنَا مِنْ بَأْسِ اللَّهِ إِنْ جَاءَنَا ۚ قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

Wahai kaumku, kerajaan ada pada kalian pada hari ini, berkuasa di bumi; maka, siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika ia datang kepada kita?” Firaun berkata, “Aku tidak memperlihatkan kepada kalian kecuali apa yang aku pandang, dan aku tidak menunjukkan kepada kalian kecuali jalan yang benar.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِyaa qawmi lakumu l-mulku l-yawma zhaahiriina fii l-ardhiwahai kaumku, kerajaan ada pada kalian pada hari ini, berkuasa di bumi
  2. فَمَنْ يَنْصُرُنَا مِنْ بَأْسِ اللَّهِ إِنْ جَاءَنَاfa-man yanshurunaa min ba'si llaahi in jaa'anaamaka, siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika ia datang kepada kita
  3. قَالَ فِرْعَوْنُqaala fir'awnuFiraun berkata
  4. مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰmaa uriikum illaa maa araaaku tidak memperlihatkan kepada kalian kecuali apa yang aku pandang
  5. وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِwa-maa ahdiikum illaa sabiila r-rasyaadidan aku tidak menunjukkan kepada kalian kecuali jalan yang benar

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. قَوْمِqawmikaumku
  3. لَكُمُlakumubagi kalian
  4. الْمُلْكُl-mulkukerajaan
  5. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  6. ظَاهِرِينَzhaahiriinaorang-orang yang menang
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  10. يَنْصُرُنَاyanshurunaamenolong kami
  11. مِنْmindari
  12. بَأْسِba'siazab
  13. اللَّهِllaahiAllah
  14. إِنْinjika
  15. جَاءَنَاjaa'anaadatang kepada kami
  16. قَالَqaalaberkata
  17. فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
  18. مَاmaatidaklah
  19. أُرِيكُمْuriikumAku memperlihatkan kepada kalian
  20. إِلَّاillaakecuali
  21. مَاmaaapa yang
  22. أَرَىٰaraaaku melihat
  23. وَمَاwa-maadan tidaklah
  24. أَهْدِيكُمْahdiikumaku menunjukkan kalian
  25. إِلَّاillaakecuali
  26. سَبِيلَsabiilajalan
  27. الرَّشَادِr-rasyaadikebenaran

Inti bacaan

Kata (ظَاهِرِينَ, zhaahiriina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:29 dan 61:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan ucapan lelaki beriman dari 40:28 dengan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku". Seruan itu ada di 47 ayat pada 16 surah, dan enam di antaranya berada dalam rangkaian 40:29 sampai 40:41, yaitu 40:29, 40:30, 40:32, 40:38, 40:39, dan 40:41. Kata (قَوْمِ, qawmi) sesudah seruan diterjemahkan "kaumku".

Kalimat (لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ, lakumu l-mulku l-yawma) berarti "kerajaan ada pada kalian pada hari ini". Huruf (لَ, la-) pada lakum menyatakan kepemilikan, jadi artinya "bagi kalian". Kata (الْمُلْكُ, l-mulku) diterjemahkan "kerajaan", dan susunan (الْمُلْكُ الْيَوْمَ, l-mulku l-yawma) muncul dua kali, yaitu di 40:16 dan 40:29. Di 40:16 bunyinya (لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ, li-mani l-mulku l-yawma) yang berarti "milik siapakah kerajaan pada hari ini", pertanyaan yang dijawab dengan (لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ, li-llaahi l-waahidi l-qahhaari) yang berarti "milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk".

Kata (ظَاهِرِينَ, zhaahiriina) berakar ظ-ه-ر, akar yang di 30:41 muncul dalam (ظَهَرَ الْفَسَادُ, zhahara l-fasaadu) yang berarti "telah tampak kerusakan". Kata itu muncul dua kali, yaitu di 40:29 dan 61:14. Di 61:14 bunyinya (فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ, fa-ashbahuu zhaahiriina) yang berarti "sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang", sesudah orang-orang beriman dikuatkan atas musuh mereka. Di 40:29 tidak ada musuh yang disebut, tetapi ada kata kerajaan di depannya dan (ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ, zhaahiriina fii l-ardhi) yang berarti "berkuasa di bumi" sesudahnya, sehingga terjemahan memakai "berkuasa".

Kalimat (فَمَنْ يَنْصُرُنَا, fa-man yanshurunaa) berarti "maka siapakah yang akan menolong kita". Akar ن-ص-ر berarti menolong, dan akhiran -naa menunjuk "kita". Akhiran itu tidak menunjukkan sendiri apakah pendengar ikut termasuk. Terjemahan memakai "kita" karena kalimat sebelumnya menyapa pendengar dengan "kalian" dan kalimat ini menjadikan pembicara bagian dari yang ditolong. Susunan yang sama dengan "aku" ada di 11:63, (فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ, fa-man yanshurunii mina llaahi) yang berarti "maka siapakah yang akan menolongku dari Allah". Kata (بَأْسِ, ba'si) dalam (مِنْ بَأْسِ اللَّهِ, min ba'si llaahi) diterjemahkan "azab", seperti (بَأْسَنَا, ba'sanaa) "azab Kami" di 40:84. Kata (إِنْ, in) yang berarti "jika" di (إِنْ جَاءَنَا, in jaa'anaa) menjadikan kedatangan azab itu sebuah kemungkinan.

Firaun menjawab dengan (مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ, maa uriikum illaa maa araa) yang berarti "aku tidak memperlihatkan kepada kalian kecuali apa yang aku pandang". Dua kata kerja di dalamnya berakar sama, ر-أ-ي, yaitu (أُرِيكُمْ, uriikum) "aku memperlihatkan kepada kalian" dan (أَرَىٰ, araa) "aku pandang". Terjemahan memakai "pandang" supaya terbaca sebagai apa yang dilihat Firaun sekaligus yang dinilainya benar.

Kalimat berikutnya, (وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ, wa-maa ahdiikum illaa sabiila r-rasyaadi), berarti "dan aku tidak menunjukkan kepada kalian kecuali jalan yang benar". Kata (أَهْدِيكُمْ, ahdiikum) berakar ه-د-ي dan berarti menunjukkan jalan, sedangkan (الرَّشَادِ, r-rasyaadi) berakar ر-ش-د dan diterjemahkan "yang benar". Rangkaian (سَبِيلَ الرَّشَادِ, sabiila r-rasyaadi) muncul dua kali, yaitu di 40:29 dan 40:38, dan di 40:38 diucapkan lelaki beriman, (أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ, ahdikum sabiila r-rasyaadi) yang berarti "aku akan menunjukkan kepada kalian jalan yang benar". Akar ر-ش-د ada pula di 11:97, (وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ, wa-maa amru fir'awna bi-rasyiidin) yang berarti "padahal perintah Firaun bukanlah yang benar". Akar ه-د-ي dengan penyangkalan ada di 20:79, (وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ وَمَا هَدَىٰ, wa-adhalla fir'awnu qawmahu wa-maa hadaa) yang berarti "dan Firaun menyesatkan kaumnya, dan tidak memberi petunjuk".

Tafsiran

Ayat ini memuat dua suara yang menjawab pertanyaan dengan cara berbeda. Lelaki beriman meneruskan ucapannya dengan mengakui kedudukan para pendengarnya: kerajaan ada pada mereka dan mereka berkuasa di bumi. Lalu lelaki itu memasukkan dirinya ke dalam bahaya yang sama dengan kata "kita", dan bertanya siapa yang akan menolong bila azab Allah datang. Firaun menjawab, tetapi jawabannya tidak menyebut pertolongan. Firaun berbicara tentang apa yang diperlihatkannya dan apa yang ditunjukkannya.

Kata-kata pembuka lelaki itu bertemu dengan 40:16. Di sana pertanyaan tentang milik siapa kerajaan pada hari ini diajukan kepada hari ketika semua tampak jelas, dan jawabannya milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk. Di 40:29 lelaki itu memakai kata yang sama untuk keadaan sekarang. Dapat dibaca bahwa lelaki itu mengakui kerajaan itu ada pada pendengarnya untuk saat ini, dengan kata yang di 40:16 menjadi pertanyaan bagi hari yang lain.

Pertanyaan lelaki itu tidak dijawab di ayat ini. Surah ini menuturkan saat azab terlihat di 40:84 dan 40:85, ketika orang-orang berkata beriman kepada Allah semata dan iman itu tidak berguna bagi mereka. Kedua ayat itu tidak menyebut Firaun atau para pendengar lelaki ini, jadi ayat-ayat itu dapat dibaca sejajar dengan pertanyaan di 40:29 dan tidak menjawab lelaki itu secara langsung.

Dua kata penutup Firaun, "jalan yang benar", dipakai ulang oleh lelaki itu di 40:38 saat menawarkan jalan yang ditunjukkannya. Dengan pengulangan itu dua tawaran jalan berdiri berdampingan dalam satu surah, satu dari orang yang berkuasa dan satu dari orang yang berbicara dari dalam rumahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Lelaki beriman membuka dengan (لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ, lakumu l-mulku l-yawma) yang berarti "kerajaan ada pada kalian pada hari ini", mengakui keadaan para pendengarnya sebelum memperingatkan. Di 40:16 pertanyaan yang memakai kata sama, (لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ, li-mani l-mulku l-yawma) yang berarti "milik siapakah kerajaan pada hari ini", dijawab dengan milik Allah Yang Esa, Sang Penakluk. Peringatan yang dibuka dengan mengakui apa yang dimiliki pendengar terdengar berbeda dari peringatan yang dibuka dengan menyangkalnya. Pembaca dapat memeriksa bagaimana kalimat pertama sebuah teguran yang pernah diterima pembaca dirumuskan, dengan pengakuan atau dengan penyangkalan. Apa yang berubah pada pendengarnya?
  • Lelaki ini beralih dari "kalian" ke "kita" dalam satu ayat: kerajaan ada pada kalian, lalu siapa yang akan menolong kita dari azab Allah. Perpindahan itu menempatkan pembicara di dalam bahaya yang sama dengan pendengarnya. Di 11:63 Saleh bertanya (فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ, fa-man yanshurunii mina llaahi) yang berarti "maka siapakah yang akan menolongku dari Allah", dengan kata "aku". Dua pertanyaan serupa itu menanyakan pertolongan dari Allah, satu atas nama diri sendiri dan satu atas nama bersama. Pembaca dapat menimbang kapan terakhir pertanyaan itu diajukan pembaca atas nama bersama, dan tidak atas namanya sendiri.
  • Pertanyaan tentang siapa yang menolong dari azab Allah dijawab Firaun dengan pernyataan tentang dirinya: apa yang aku perlihatkan dan apa yang aku tunjukkan. Firaun tidak menyebut pertolongan, tidak menyebut Allah, dan tidak menanggapi kemungkinan azab itu datang. Jawaban yang tidak menyentuh pertanyaan menutup percakapan tanpa membantahnya. Pembaca dapat memeriksa percakapan mana yang pernah diakhirinya dengan cara itu, dan pertanyaan apa yang tertinggal tanpa jawaban. Apakah pertanyaan yang tak dijawab itu hilang, atau menunggu di tempat lain?
  • Firaun menjadikan penglihatannya sendiri ukuran, (مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ, maa uriikum illaa maa araa) yang berarti "aku tidak memperlihatkan kepada kalian kecuali apa yang aku pandang". Lelaki beriman di 40:28 mengajukan ukuran lain, yaitu bukti-bukti yang nyata dari Tuhan para pendengarnya. Di 20:79 Allah menilai Firaun dengan (وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ وَمَا هَدَىٰ, wa-adhalla fir'awnu qawmahu wa-maa hadaa) yang berarti "dan Firaun menyesatkan kaumnya, dan tidak memberi petunjuk", padahal 40:29 menaruh klaim memberi petunjuk di mulutnya. Pembaca dapat bertanya ukuran apa yang dipakainya untuk menyebut sesuatu sebagai jalan yang benar. Apakah pandangannya sendiri, atau sesuatu yang datang dari luar dirinya?
  • Dua kata terakhir Firaun, (سَبِيلَ الرَّشَادِ, sabiila r-rasyaadi) yang berarti "jalan yang benar", diucapkan ulang oleh lelaki beriman di 40:38. Kata yang sama berada di mulut dua orang yang berlawanan, dan pendengar surah ini harus memutuskan siapa yang memakainya dengan hak. Di 11:97 Allah menyebut perintah Firaun dengan (وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ, wa-maa amru fir'awna bi-rasyiidin) yang berarti "padahal perintah Firaun bukanlah yang benar". Ketika kata benar diucapkan dua orang yang berlawanan, apa yang pembaca minta sebagai bukti sebelum mempercayai salah satunya?
  • Lelaki ini menanyakan azab Allah dengan kata (إِنْ, in) yang berarti "jika", sehingga azab itu disebut sebagai kemungkinan yang belum datang. Di 40:84 kata yang berbeda dipakai ketika azab sudah terlihat, (فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا, fa-lammaa ra'aw ba'sanaa) yang berarti "maka, ketika mereka melihat azab Kami", dan 40:85 menulis bahwa iman mereka tidak berguna pada saat itu. Dua ayat itu memegang waktu yang berbeda terhadap hal yang sama: sebelum terlihat, pertanyaan masih dapat diajukan, dan sesudah terlihat, pernyataan iman datang terlambat. Pembaca dapat menimbang di waktu mana pertanyaan tentang pertolongan dari Allah sedang diajukan pembaca. Sebelum azab terlihat, atau sesudahnya?