وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ
Dan orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku khawatir atas kalian seperti hari golongan-golongan yang bersekutu,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالَ الَّذِي آمَنَwa-qaala lladzii aamanadan orang yang beriman itu berkata
- يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِyaa qawmi innii akhaafu 'alaykum mitsla yawmi l-ahzaabiwahai kaumku, sesungguhnya aku khawatir atas kalian seperti hari golongan-golongan yang bersekutu
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِيlladziiyang
- آمَنَaamanaberiman
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- مِثْلَmitslaseperti
- يَوْمِyawmiHari
- الْأَحْزَابِl-ahzaabigolongan-golongan
Inti bacaan
Kata (الْأَحْزَابِ, l-ahzaabi) dengan berbagai akhiran muncul di sepuluh ayat pada tujuh surah di Al-Qur'an, dan rangkaian (يَوْمِ الْأَحْزَابِ, yawmi l-ahzaabi) hanya ada di 40:30.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana) yang berarti "dan orang yang beriman itu berkata". Kata (الَّذِي, lladzii) yang berarti "yang" dan kata kerja (آمَنَ, aamana) yang berarti "beriman" membentuk sebutan bagi seseorang tanpa nama. Rangkaian (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana) muncul dua kali, yaitu di 40:30 dan 40:38. Kata "itu" dalam terjemahan menunjuk kembali pada lelaki yang di 40:28 diperkenalkan dengan (رَجُلٌ مُؤْمِنٌ, rajulun mu'minun). Di antara 40:28 dan 40:30 tidak ada orang beriman lain yang disebut, sehingga sebutan ini terbaca merujuk lelaki yang sama.
Seruan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku" diikuti (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku khawatir atas kalian". Rangkaian terakhir itu ada di delapan ayat pada lima surah, yaitu 7:59, 11:3, 11:26, 11:84, 26:135, 40:30, 40:32, dan 46:21. Di enam ayat di antaranya, yaitu 7:59, 11:3, 11:26, 11:84, 26:135, dan 46:21, yang dikhawatirkan disebut langsung sebagai azab, misalnya (عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaaba yawmin 'azhiimin) yang berarti "azab hari yang agung" di 7:59 dan 26:135. Di 40:30 dan 40:32 kata azab tidak ada, dan yang dikhawatirkan disebut lewat harinya, yaitu (مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ, mitsla yawmi l-ahzaabi) di 40:30 dan (يَوْمَ التَّنَادِ, yawma t-tanaadi) di 40:32. Kata (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) yang berarti "atas kalian" menaruh para pendengar sebagai pihak yang dikhawatirkan.
Kata (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" membuat yang dikhawatirkan berupa sesuatu yang menyerupai sebuah hari, dan tidak hari itu sendiri. Kata (يَوْمِ الْأَحْزَابِ, yawmi l-ahzaabi) berarti "hari golongan-golongan yang bersekutu", dan rangkaian dua kata itu muncul satu kali. Kata (الْأَحْزَابِ, l-ahzaabi) adalah bentuk jamak dari hizb yang berarti "golongan", berakar ح-ز-ب, dan kata itu dengan berbagai akhiran muncul di sepuluh ayat pada tujuh surah, yaitu 11:17, 13:36, 19:37, 33:20, 33:22, 38:11, 38:13, 40:5, 40:30, dan 43:65.
Dua ayat memberi isi pada sebutan itu dengan nama-nama. Di 40:5 bunyinya (وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ, wa-l-ahzaabu min ba'dihim) yang berarti "dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka", sesudah kaum Nuh disebut. Di 38:12 dan 38:13 daftar nama disebut lebih dulu, yaitu kaum Nuh, Ad, Firaun, Tsamud, kaum Lut, dan penduduk Aikah, lalu daftar itu ditutup (أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ, ulaa'ika l-ahzaabu) yang berarti "mereka itu golongan-golongan yang bersekutu". Terjemahan 40:30 memakai "golongan-golongan yang bersekutu" yang sama dengan terjemahan di ayat-ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan ucapan lelaki beriman sesudah jawaban Firaun di 40:29, dan kelanjutan itu ditandai penanda pembicara yang ditulis ulang, (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana). Firaun menyela di antara 40:29 dan 40:30, dan ayat ini tidak memuat tanggapan terhadap kalimat Firaun. Ucapan lelaki itu berpindah dari pertanyaan tentang pertolongan ke peringatan lewat sejarah. Di 40:28 dasar ucapannya adalah bukti dan hitungan kemungkinan, di 40:29 kekuasaan para pendengar dan azab Allah, dan di 40:30 sebuah contoh dari masa lalu.
Contoh itu sudah dikenal dalam surah ini. Di 40:5 golongan-golongan yang bersekutu disebut, dan di sana tertulis (وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ, wa-hammat kullu ummatin bi-rasuulihim li-ya'khudzuuhu) yang berarti "dan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya", lalu Allah berfirman (فَأَخَذْتُهُمْ, fa-akhadztuhum) yang berarti "maka, Aku menyiksa mereka". Niat terhadap seorang rasul di 40:5 serupa dengan perintah dan keinginan Firaun di 40:25 dan 40:26. Hari yang dikhawatirkan lelaki itu karenanya mempunyai dua rujukan di dalam surah, yaitu keterangan di awal tentang apa yang menimpa golongan-golongan itu dan adegan di tengah yang memperlihatkan niat serupa.
Sebutan itu mungkin mencakup nama pendengarnya sendiri. Di 38:12 Firaun termasuk dalam daftar yang ditutup 38:13 dengan penamaan "golongan-golongan yang bersekutu". Lelaki itu tidak menyebut Firaun di 40:30, dan ayat 40:31 yang menyusul menyebut kaum Nuh, Ad, dan Tsamud. Bahwa Firaun sendiri ada dalam daftar 38:12 adalah pembacaan lintas ayat, dan 40:30 tidak mengatakannya.
Renungan dan Hikmah
- Peringatan lelaki ini dirumuskan sebagai kecemasan, (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku khawatir atas kalian". Di 7:59 dan 26:135 rangkaian yang sama langsung memuat (عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaaba yawmin 'azhiimin) yang berarti "azab hari yang agung", sedangkan di 40:30 yang disebut adalah keserupaan dengan sebuah hari. Peringatan yang berbentuk kecemasan menaruh perhatian pada keadaan pendengar, dan keadaan hati pembicara menjadi dasarnya. Pembaca dapat memperhatikan peringatan yang pernah diterimanya dalam dua bentuk itu. Mana yang membuatnya mendengarkan lebih lama?
- Seruan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) diucapkan lelaki ini enam kali dalam rangkaian 40:29 sampai 40:41, kepada pendengar yang di 40:28 baru saja dibicarakan sebagai pihak yang berencana membunuh. Di 40:41 lelaki itu bertanya (مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ, maa lii ad'uukum ilaa n-najaati wa-tad'uunanii ilaa n-naari) yang berarti "mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan, sedangkan kalian menyeruku kepada api", dan di 40:42 lelaki itu menyebut mereka menyerunya agar kufur kepada Allah. Sebutan "kaumku" bertahan di tengah dua seruan yang berlawanan arah. Seberapa lama pembaca dapat tetap menyapa seseorang dengan sebutan semacam itu ketika orang tersebut menyerunya ke arah sebaliknya?
- Di 38:12 nama Firaun ada dalam daftar yang ditutup 38:13 dengan (أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ, ulaa'ika l-ahzaabu) yang berarti "mereka itu golongan-golongan yang bersekutu", dan hari yang dikhawatirkan lelaki di 40:30 memakai sebutan yang sama. Pembacaan ini lintas ayat dan 40:30 tidak menyebut nama Firaun. Bila pembacaan itu benar, peringatan di 40:30 memuat nama pendengarnya sendiri dalam contohnya, dan contoh itu terdengar seperti sejarah orang lain. Allah menyebut nama Firaun di antara kaum yang mendustakan sebelum mereka, dan lelaki itu menyebut hari kaum itu tanpa menunjuk. Pembaca dapat memeriksa contoh sejarah yang pernah dipakainya untuk menegur orang lain. Apakah golongannya sendiri ada di dalam contoh itu?
- Kata (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" membuat yang dikhawatirkan lelaki ini berupa keserupaan dengan hari golongan-golongan itu, tidak hari yang sama persis. Di 7:59 pembicaranya menyebut azab hari yang agung secara langsung, sedangkan di 40:30 lelaki ini membandingkan. Perbandingan memberi pendengar ruang untuk membayangkan akibat tanpa diharuskan menerima ramalan yang pasti. Ayat 40:31 menutup perbandingan itu dengan (وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ, wa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-'ibaadi) yang berarti "dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba". Kapan sebuah perbandingan dari sejarah dipakai untuk menolong pendengar menimbang, dan kapan untuk menekannya?
- Firaun menyela di 40:29, dan 40:30 menandai lelaki itu berbicara lagi dengan penanda pembicara yang ditulis ulang. Ayat tidak mencatat marah, perubahan nada, atau penyesuaian isi, dan ucapannya berlanjut dengan seruan yang sama. Di 40:44 lelaki itu menutup ucapannya dengan (وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ, wa-ufawwidhu amrii ilaa llaahi) yang berarti "dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah", dan 40:45 menulis bahwa Allah melindungi seseorang dari keburukan makar mereka, yang dapat dibaca merujuk pada dirinya. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana ucapannya sendiri dilanjutkan sesudah disela oleh orang yang berkuasa. Dari mana ketenangan untuk melanjutkan itu datang?
- Pembaca surah ini sudah bertemu golongan-golongan yang bersekutu di 40:5 sebelum lelaki ini menyebutnya, lengkap dengan (وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ, wa-hammat kullu ummatin bi-rasuulihim li-ya'khudzuuhu) yang berarti "dan setiap umat telah berniat terhadap rasul mereka untuk menangkapnya" dan firman Allah (فَأَخَذْتُهُمْ, fa-akhadztuhum) yang berarti "maka, Aku menyiksa mereka". Yang disampaikan lelaki ini kepada pendengarnya sudah dibacakan Allah kepada pembaca lebih dulu. Apa yang berubah ketika sejarah yang sudah diketahui pembaca diucapkan oleh seorang yang berada di tengah orang-orang yang sedang mengulang polanya? Apakah pembaca mendengarnya sebagai pengetahuan, atau sebagai peringatan?