مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ

seperti kebiasaan kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka; dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْmitsla da'bi qawmi nuuhin wa-'aadin wa-tsamuuda wa-lladziina min ba'dihimseperti kebiasaan kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka
  2. وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِwa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-'ibaadidan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. مِثْلَmitslaseperti
  2. دَأْبِda'bikebiasaan
  3. قَوْمِqawmikaum
  4. نُوحٍnuuhinNuh
  5. وَعَادٍwa-'aadindan Ad
  6. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud
  7. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  8. مِنْmindari
  9. بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. اللَّهُllaahuAllah
  12. يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
  13. ظُلْمًاzhulmankezaliman
  14. لِلْعِبَادِli-l-'ibaadibagi para hamba

Inti bacaan

Susunan (وَعَادٍ وَثَمُودَ, wa-'aadin wa-tsamuuda) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:70, 14:9, dan 40:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مِثْلَ دَأْبِ, mitsla da'bi) yang berarti "seperti kebiasaan". Kata (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" sudah dipakai di 40:30, (مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ, mitsla yawmi l-ahzaabi) yang berarti "seperti hari golongan-golongan yang bersekutu", dan bentuknya sama di kedua ayat. Kata (دَأْبِ, da'bi) berakar د-أ-ب, dan akar ini ada di enam ayat, yaitu 3:11, 8:52, 8:54, 12:47, 14:33, dan 40:31. Di 12:47 bentuknya (دَأَبًا, da'aban) yang berarti "terus-menerus", untuk tujuh tahun bercocok tanam, dan di 14:33 bentuknya (دَائِبَيْنِ, daa'ibayni) yang berarti "yang terus-menerus beredar", untuk matahari dan bulan. Kedua ayat itu menunjukkan arah makna akar ini, yaitu sesuatu yang berlangsung berulang tanpa putus, sehingga terjemahan 40:31 memakai "kebiasaan". Kata "nasib" tidak dipakai karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Bentuk (دَأْبِ, da'bi) ada di empat ayat, yaitu 3:11, 8:52, 8:54, dan 40:31. Di tiga ayat pertama bentuknya (كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ, ka-da'bi aali fir'awna), yaitu kata itu disusul (آلِ فِرْعَوْنَ, aali fir'awna) yang berarti "keluarga Firaun", lalu orang-orang (مِنْ قَبْلِهِمْ, min qablihim) yang berarti "sebelum mereka". Di 40:31 kata itu disusul kaum Nuh, dan daftarnya berakhir pada (مِنْ بَعْدِهِمْ, min ba'dihim) yang berarti "setelah mereka". Patokan di tiga ayat itu adalah keluarga Firaun beserta orang-orang yang mendahuluinya, sedangkan patokan di 40:31 adalah kaum Nuh beserta orang-orang yang menyusulnya.

Sesudah itu datang (قَوْمِ نُوحٍ, qawmi nuuhin) yang berarti "kaum Nuh". Kata (قَوْمِ, qawmi) di depan nama diterjemahkan "kaum", sedangkan sesudah sapaan yaa menjadi "kaumku", seperti di 40:32. Susunan qawmi nuuhin ada di empat ayat, yaitu 7:69, 9:70, 14:9, dan 40:31. Dua nama berikutnya, (وَعَادٍ وَثَمُودَ, wa-'aadin wa-tsamuuda) yang berarti "dan Ad dan Tsamud", berurutan seperti itu di tiga ayat, yaitu 9:70, 14:9, dan 40:31. Di 9:70 daftar itu berlanjut ke kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan. Di 14:9 daftar berhenti pada Tsamud lalu disambung (وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ, wa-lladziina min ba'dihim) yang berarti "dan orang-orang setelah mereka". Susunan penutup itu ada di dua ayat saja, yaitu 14:9 dan 40:31. Kedua ayat itu berbeda di kalimat berikutnya. Ayat 14:9 menambahkan (لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ, laa ya'lamuhum illaa llaahu) yang berarti "tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah", dan ayat 40:31 berhenti pada orang-orang setelah mereka tanpa nama dan tanpa jumlah.

Bagian kedua dibuka (وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا, wa-maa llaahu yuriidu zhulman) yang berarti "dan Allah tidak menghendaki kezaliman". Kata kerja (يُرِيدُ, yuriidu) berakar ر-و-د, dan pelakunya Allah, sehingga terjemahan memakai "menghendaki" dan tidak "mau" atau "berniat". Susunan empat kata itu ada di dua ayat, yaitu 3:108 dan 40:31, dan perbedaannya terletak pada penerima. Di 3:108 sambungannya (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam", dan di 40:31 sambungannya (لِلْعِبَادِ, li-l-'ibaadi) yang berarti "hamba-hamba".

Kata (ظُلْمًا, zhulman) berakar ظ-ل-م dan bentuk ini ada di delapan ayat, yaitu 3:108, 4:10, 4:30, 20:111, 20:112, 25:4, 27:14, dan 40:31. Di enam ayat lain kata itu menyangkut manusia, yaitu cara memakan harta anak yatim di 4:10, perbuatan yang disertai pelanggaran di 4:30, apa yang didatangkan orang-orang kufur di 25:4, penyebab pengingkaran di 27:14, beban yang dipikul di 20:111, dan hal yang tidak dikhawatirkan orang beriman di 20:112. Di antara delapan ayat itu, kezaliman dinafikan dari kehendak Allah hanya di 3:108 dan 40:31. Kata zhulman di ayat ini tidak disusul keterangan tentang jenisnya, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan semacam "sedikit pun".

Kata (لِلْعِبَادِ, li-l-'ibaadi) tersusun dari huruf li yang berarti "terhadap" dan 'ibaad, bentuk jamak dari 'abd yang berarti "hamba". Terjemahan memakai "hamba-hamba" sesuai padanan untuk akar ع-ب-د. Bentuk persis li-l-'ibaadi ada dua kali, yaitu di 40:31 dan di 50:11, (رِزْقًا لِلْعِبَادِ, rizqan li-l-'ibaadi) yang berarti "sebagai rezeki bagi hamba-hamba". Penafian kezaliman terhadap hamba di lima ayat lain memakai jamak yang berbeda, (لِلْعَبِيدِ, li-l-'abiidi), dalam susunan (بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ, bi-zhallaamin li-l-'abiidi) yang berarti "penzalim bagi hamba-hamba". Susunan itu ada di 3:182, 8:51, 22:10, 41:46, dan 50:29. Lima ayat itu menafikan sifat penzalim, sedangkan 40:31 menafikan kehendak untuk berbuat zalim.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi perbandingan yang dibuka di 40:30. Pembicaranya adalah lelaki beriman dari keluarga Firaun (40:28), yang di 40:30 berkata bahwa dirinya takut atas pendengarnya seperti hari golongan-golongan yang bersekutu. Di 40:31 lelaki itu menambahkan perbandingan kedua, yaitu kebiasaan kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka. Hari yang tertentu dan kebiasaan yang berulang diletakkan berdampingan, sehingga pendengar diajak melihat satu peristiwa sekaligus polanya.

Pasangan nama di ayat ini sudah muncul di awal surah, dalam suara surah itu sendiri. Ayat 40:5 menyebut (قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ, qawmu nuuhin wa-l-ahzaabu min ba'dihim) yang berarti "kaum Nuh dan golongan-golongan setelah mereka" sebagai pihak yang mendustakan. Ucapan lelaki beriman memakai kata golongan-golongan di 40:30 dan kata setelah mereka di 40:31, sehingga dua unsur dari 40:5 hadir di dua ayat yang berurutan. Teks tidak menyebut apakah pendengarnya mengenal daftar itu.

Tiga ayat lain yang memuat kata kebiasaan, yaitu 3:11, 8:52, dan 8:54, menjadikan keluarga Firaun sebagai patokan. Pembicara di 40:31 berasal dari keluarga itu, dan daftar yang disebutnya tidak memuat mereka. Ayat 40:45 kemudian menyebut keluarga Firaun diliputi seburuk-buruk azab, tetapi 40:31 tidak mengaitkan daftar itu dengan mereka.

Kalimat penutup ayat berdiri di tempat yang sama dengan 9:70. Di sana daftar yang dibuka kaum Nuh, Ad, dan Tsamud disusul pernyataan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, lalu pernyataan kedua bahwa merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Ayat 40:31 memasang penafian itu langsung sesudah daftar, dengan kata kehendak, dan tidak memuat pernyataan kedua. Ayat 3:108 juga menafikan kehendak itu, tetapi tanpa daftar kaum dan dengan penerima yang lebih luas, yaitu seisi alam. Ayat 40:32 lalu kembali ke rasa takut pembicara dan menyebut harinya.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga ayat lain memakai keluarga Firaun sebagai patokan kebiasaan (3:11, 8:52, 8:54), sedangkan lelaki di 40:31 berasal dari keluarga itu dan menyebut kaum yang lain. Ayat 40:28 menyebut lelaki itu menyembunyikan imannya, sehingga daftar yang tidak memuat kaumnya sendiri dapat dibaca sebagai cara berbicara yang masih memberi pendengar ruang untuk mendengar sampai selesai. Pembacaan itu kemungkinan saja. Contoh yang dipilih saat menegur keluarga atau atasan ikut menentukan seberapa jauh teguran itu didengar. Apakah contoh itu jauh dari ruangan tempat teguran diucapkan, atau dekat dengan semua orang di dalamnya, dan contoh mana yang masih bisa didengar sampai kalimat terakhir?
  • Daftar kaum di 40:31 tidak ditutup dengan peringatan tambahan. Penutupnya pernyataan tentang kehendak Allah, yaitu bahwa Dia tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba. Di 9:70 daftar yang serupa disusul dua pernyataan, bahwa Allah tidak menzalimi mereka dan bahwa merekalah yang menzalimi diri sendiri, sedangkan 40:31 berhenti pada pernyataan pertama. Urutannya begini: lebih dulu cerita tentang kaum yang binasa, sesudahnya pernyataan tentang apa yang tidak dikehendaki Allah. Apakah pembaca menelusuri kisah-kisah itu dengan kalimat penutup ini di sampingnya, atau menyimpulkan lebih dulu dan baru mencari kalimat itu belakangan?
  • Penafian di 40:31 menyebut hamba-hamba tanpa sifat tambahan. Kata yang beriman, yang taat, atau yang baik tidak mengikutinya. Pendengar lelaki itu adalah orang-orang yang di 40:28 ditanya apakah mereka akan membunuh seorang lelaki karena lelaki itu berkata bahwa Tuhannya adalah Allah, dan mereka termasuk dalam kalimat ini karena ayat tidak mengeluarkan siapa pun. Kata hamba di sini sama dengan kata di 50:11, yang menyebut rezeki bagi hamba-hamba. Kata apa dalam ayat ini yang mengizinkan pembaca menempatkan sebagian orang di luar jangkauan keadilan, dan siapa yang menetapkan batasnya?
  • Akar kata kebiasaan dipakai di 12:47 untuk tujuh tahun menanam yang berjalan terus, dan di 14:33 untuk matahari dan bulan yang beredar tanpa putus, yang di ayat itu Dia tundukkan bagi manusia. Dengan akar itu nasib kaum-kaum di 40:31 terbaca sebagai garis yang panjang. Garis yang panjang terbentuk dari langkah kecil yang diulang. Apa yang berjalan terus dalam hidup pembaca seperti penanaman dan peredaran itu, dan ke arah mana garisnya menunjuk bila dilihat dari jauh?
  • Daftar di 40:31 berakhir pada orang-orang setelah mereka, tanpa nama dan tanpa jumlah. Ayat 14:9 menyusulinya dengan kalimat bahwa tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah, dan kalimat itu tidak ada di 40:31. Susunan ayat ini membiarkan bagian terakhir daftarnya terbuka. Berapa banyak kehidupan di sekitar pembaca yang tidak tercatat di mana pun namun berada dalam pengetahuan Allah menurut 14:9. Di bagian daftar yang tidak bernama itu, adakah tempat yang dibayangkannya untuk dirinya sendiri?
  • Ucapan lelaki beriman memuat dua kalimat takut dengan rumus yang sama, di 40:30 dan 40:32, dan di tengahnya 40:31 menaruh pernyataan tentang Allah. Rasa takut terhadap sebuah hari berjalan di kedua sisi, sedangkan di tengahnya pembicara berbicara tentang apa yang tidak dikehendaki Allah. Saat cemas atas orang lain, apa yang ditaruh pembaca di tengah kecemasannya: tuduhan, dugaan, atau pernyataan tentang Allah? Dan apakah pernyataan itu menenangkan pendengarnya, atau menambah gelisah mereka?