مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ

seperti kebiasaan kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka; dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْmitsla da'bi qawmi nuuhin wa-aadin wa-tsamuuda wa-lladziina min ba'dihimseperti kebiasaan kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka
  2. وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِwa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-ibaadidan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar m-ts-l, d-a-b, q-w-m, '-w-d, b-'-d, a-l-h, r-w-d, zh-l-m, '-b-d): maa llaah yuriidu zhulman lil-'ibaad diterjemahkan 'Allah tak menghendaki kezaliman bagi hamba' (akar r-w-d + akar zh-l-m + akar '-b-d, teodisi: kebinasaan itu ulah mereka sendiri, cf. 3:108, 40:17); da'b diterjemahkan 'kebiasaan' (akar d-'-b). gloss '(Yakni)/(yang ditimpa bencana)' dibuang.

Aplikasi

Referensi eksplisit ke 'kebiasaan kaum Nuh, 'Ad, Tsamud' ditutup penegasan 'Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya', pola kehancuran adalah konsekuensi pilihan, bukan kesewenangan ilahi.