وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ

Dan wahai kaumku, sesungguhnya aku takut atas kalian akan hari saling memanggil,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِwa-yaa qawmi innii akhaafu 'alaykum yawma t-tanaadidan wahai kaumku, sesungguhnya aku takut atas kalian akan hari saling memanggil

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَيَاwa-yaadan wahai
  2. قَوْمِqawmikaumku
  3. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  4. أَخَافُakhaafuaku takut
  5. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  6. يَوْمَyawmahari
  7. التَّنَادِt-tanaadipanggil-memanggil

Inti bacaan

Kata (التَّنَادِ, t-tanaadi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:32, sedangkan kata kerja sekerabatnya (فَتَنَادَوْا, fa-tanaadaw) muncul satu kali di 68:21.

Penjelasan pilihan kata

Sapaan (وَيَا قَوْمِ, wa-yaa qawmi) yang berarti "dan wahai kaumku" memulai ayat ini. Huruf wa menyambungkan sapaan itu dengan ucapan yang sedang berjalan. Kata (قَوْمِ, qawmi) sesudah sapaan yaa diterjemahkan "kaumku", sedangkan di depan nama, seperti di 40:31, diterjemahkan "kaum". Susunan wa-yaa qawmi ada di sembilan ayat, yaitu 11:29, 11:30, 11:52, 11:64, 11:85, 11:89, 11:93, 40:32, dan 40:41. Tujuh yang pertama berada di surah 11, dan dua yang terakhir berada di surah 40, keduanya dalam ucapan lelaki beriman dari keluarga Firaun. Tanpa huruf wa, sapaan yaa qawmi di surah 40 ada di 40:29, 40:30, 40:38, dan 40:39, sehingga ucapan itu memakai sapaan yang sama enam kali antara 40:29 dan 40:41.

Kalimat (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku takut atas kalian" tersusun dari innii yang berarti "sesungguhnya aku", kata kerja (أَخَافُ, akhaafu) yang berarti "aku takut" dan berakar خ-و-ف, serta (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) yang berarti "atas kalian", yaitu orang-orang yang dikhawatirkan nasibnya. Kalimat ini ada di delapan ayat, yaitu 7:59, 11:3, 11:26, 11:84, 26:135, 40:30, 40:32, dan 46:21. Di enam di antaranya kalimat itu disambung (عَذَابَ يَوْمٍ, 'adzaaba yawmin) yang berarti "azab suatu hari" beserta sifat hari itu, misalnya (عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaaba yawmin 'azhiimin) yang berarti "azab hari yang agung" di 7:59, 26:135, dan 46:21. Hanya di 40:30 dan 40:32 kalimat itu langsung disambung dengan nama sebuah hari tanpa kata azab. Pembicara di 7:59 adalah Nuh dan di 11:84 Syuaib, sedangkan di 40:30 dan 40:32 pembicaranya lelaki beriman dari keluarga Firaun (40:28). Terjemahan 40:32 memakai "takut atas kalian" tanpa menambahkan kata azab, karena kata itu tidak ada di ayat ini.

Hari yang ditakutkan disebut (يَوْمَ التَّنَادِ, yawma t-tanaadi) yang berarti "hari saling memanggil". Kata (التَّنَادِ, t-tanaadi) berakar ن-د-و dan hanya ada di ayat ini. Kata benda lain dengan pola yang sama menyebut perbuatan dua pihak atau lebih yang saling menuju satu sama lain. Contohnya (عَنْ تَرَاضٍ, 'an taraadhin) yang berarti "berdasarkan kerelaan" dan (وَتَشَاوُرٍ, wa-tasyaawurin) yang berarti "dan musyawarah" di 2:233, yang keduanya dikatakan berlaku di antara dua orang, lalu (تَخَاصُمُ, takhaashumu) yang berarti "pertengkaran" di 38:64, dan (تَحَاوُرَكُمَا, tahaawurakumaa) yang berarti "percakapan kalian berdua" di 58:1. Kata kerja dari akar yang sama ada di 68:21, (فَتَنَادَوْا, fa-tanaadaw) yang berarti "lalu mereka saling memanggil", tentang para pemilik kebun yang memanggil satu sama lain pada pagi hari. Karena itu terjemahan memakai "saling memanggil" dan tidak "memanggil" saja. Bentuk lain dari akar ن-د-و dipakai untuk pihak yang diseru oleh orang lain, yaitu (يُنَادَوْنَ, yunaadawna) yang berarti "diseru" di 40:10 dan "dipanggil" di 41:44.

Surah ini memuat beberapa nama hari. Ayat 40:15 menyebut (يَوْمَ التَّلَاقِ, yawma t-talaaqi) yang berarti "hari pertemuan", dengan pola kata yang sama seperti t-tanaadi, ayat 40:18 menyebut (يَوْمَ الْآزِفَةِ, yawma l-aazifati) yang berarti "hari yang mendekat", dan ayat 40:32 menyebut hari saling memanggil. Tiap nama menunjuk satu segi, dan teks tidak menyatakan apakah ketiganya satu hari yang sama. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 40:33.

Tafsiran

Ayat ini mengulang rumus 40:30 dengan satu perubahan. Lelaki beriman kembali berkata bahwa dirinya takut atas pendengarnya, dan hari yang disebut berganti. Di 40:30 hari itu dibandingkan dengan hari golongan-golongan yang bersekutu, sedangkan di 40:32 hari itu diberi nama dari apa yang terjadi di dalamnya, yaitu saling memanggil. Sapaan wahai kaumku diulang, sehingga 40:31 menjadi bagian tengah yang diapit dua pernyataan takut yang berbentuk sama.

Rasa takut dengan rumus yang sama diucapkan Firaun di 40:26. Kalimat (إِنِّي أَخَافُ, innii akhaafu) di sana disambung dengan dua kemungkinan tentang Musa, yaitu ia menukar pertanggungjawaban kaum atau menampakkan kerusakan di bumi. Di 40:30 dan 40:32 kalimat yang sama menunjuk sesuatu yang dapat menimpa pendengar, dan kata 'alaykum menandai arah itu. Dua orang di surah yang sama memakai pembuka yang sama untuk dua sasaran yang berbeda.

Nama hari saling memanggil menggambarkan keramaian, dengan banyak pihak yang masing-masing menyeru yang lain. Siapa memanggil siapa dan apa isi panggilannya tidak disebut di ayat ini. Surah ini memuat adegan lain yang melibatkan banyak pihak. Di 40:47 orang-orang (يَتَحَاجُّونَ, yatahaajjuuna) yang berarti "saling berbantah" di dalam api, dan di 40:49 mereka berkata kepada penjaga-penjaga Jahanam. Kata kerja di 40:47 berkerabat dengan t-tanaadi dalam arah timbal baliknya, dan hubungan itu sebatas kemiripan arah, sebab kedua ayat tidak saling menunjuk. Ayat 40:33 lalu menambahkan gambar lain bagi hari yang dibicarakan, yaitu kalian berpaling ke belakang.

Renungan dan Hikmah

  • Dua kali, di 40:30 dan 40:32, lelaki beriman berkata bahwa dirinya takut atas pendengarnya, padahal 40:28 menyebutnya menyembunyikan imannya. Kalimat itu menunjuk keselamatan orang-orang di depannya dan tidak menyebut keselamatan dirinya. Pendengarnya adalah orang-orang yang di 40:28 ditanya apakah mereka akan membunuh seorang lelaki karena lelaki itu berkata bahwa Tuhannya adalah Allah. Jawaban mereka atas rasa takut itu belum tertulis di ayat ini. Orang yang berkata bahwa dirinya khawatir dapat bertanya siapa sebenarnya yang dikhawatirkannya, dirinya sendiri atau orang yang berdiri di hadapannya?
  • Kalimat sesungguhnya aku takut atas kalian diucapkan Nuh di 7:59 sesudah ajakan agar kaumnya mengabdi kepada Allah, dan oleh Syuaib di 11:84 sesudah ajakan yang sama. Pembicara di 40:32 adalah lelaki beriman dari keluarga Firaun, dan 40:28 tidak menyebutnya diutus kepada siapa pun. Susunan kalimatnya sama dengan para pembawa peringatan itu, dan kalimat itu diucapkan kepada orang-orang yang belum mau mendengar. Dalam percakapan pembaca sendiri, kapan kalimat semacam itu terucap kepada orang yang belum mau mendengarnya, dan siapa yang mengucapkannya kepada pembaca?
  • Kata kerja takut dengan sebuah hari sebagai sasarannya ada juga di 24:37, untuk orang-orang yang tidak dilalaikan perniagaan dari mengingat Allah, dan di 76:10, untuk orang-orang yang berkata bahwa mereka takut kepada Tuhan mereka akan suatu hari. Di 76:7 sampai 76:9 orang-orang yang sama menepati nazar dan memberi makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. Teks menaruh rasa takut kepada sebuah hari berdampingan dengan perbuatan, sedangkan perasaan pembicara di 40:32 tidak diuraikan lebih jauh. Rasa takut apa dalam diri pembaca yang berdiri berdampingan dengan perbuatannya, dan apa yang dilakukan rasa itu terhadap hari-harinya?
  • Hari saling memanggil dinamai dari tindakan banyak pihak, sedangkan di 40:10 orang-orang kufur diseru dengan kalimat yang membandingkan sikap Allah dengan sikap mereka terhadap diri sendiri ketika mereka diseru untuk beriman lalu menolak. Dua ayat itu berbeda: yang satu memuat nama hari, yang lain memuat isi seruan, dan teksnya tidak menyatukan keduanya. Dalam satu surah ada seruan yang datang kepada orang dan ada panggilan yang dilakukan orang kepada sesamanya. Bila pembaca ikut dipanggil, suara siapa yang diharapkannya terdengar, dan suara siapa yang sudah tertulis di 40:10?
  • Akar kata saling memanggil dipakai di 68:21 untuk para pemilik kebun yang memanggil satu sama lain pada pagi hari, dan isi panggilan mereka di 68:22 adalah agar berangkat pagi-pagi ke kebun jika hendak memetik. Urusan sehari-hari itu memakai akar yang sama dengan nama sebuah hari yang ditakutkan di 40:32. Kedua ayat berbeda suasananya, sehingga keduanya tidak disamakan. Memanggil sesama untuk pekerjaan biasa dan saling memanggil pada hari yang besar memakai kata yang berkerabat. Siapa yang biasa dipanggil pembaca ketika ada pekerjaan yang harus dimulai bersama, dan siapa yang memanggilnya?
  • Pembicara memakai kata kaumku untuk pendengarnya sebanyak enam kali antara 40:29 dan 40:41, termasuk ketika yang disampaikan adalah hal yang menakutkan seperti di 40:32. Ayat 40:28 menyebut lelaki itu berasal dari keluarga Firaun dan menyembunyikan imannya, sedangkan sapaan kaumku tetap dipakainya kepada pendengarnya. Perasaannya terhadap mereka tidak diuraikan, dan sapaan itu berdiri di dalam ucapan tentang hari yang akan datang dan tentang Allah di 40:33. Sapaan kepada lawan bicara yang belum sependapat dapat memberi tahu banyak hal tentang pemakainya. Dengan sapaan apa pembaca memanggil orang yang berseberangan, dan kata mana dari ayat ini yang akan dipakainya?