وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌ

Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata, tetapi kalian senantiasa dalam keraguan tentang apa yang ia bawa kepada kalian, hingga ketika ia wafat, kalian berkata, ‘Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun setelahnya.’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِwa-laqad jaa'akum yuusufu min qablu bi-l-bayyinaatidan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata
  2. فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِfa-maa ziltum fii shakkin mimmaa jaa'akum bihitetapi kalian senantiasa dalam keraguan tentang apa yang ia bawa kepada kalian
  3. حَتَّىٰ إِذَا هَلَكَhattaa idzaa halakahingga ketika ia wafat
  4. قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًاqultum lan yab'atsa llaahu min ba'dihi rasuulankalian berkata, Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun setelahnya
  5. كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌka-dzaalika yudillu llaahu man huwa musrifun murtaabundemikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-y-a, q-b-l, b-y-n, z-y-l, sh-k-k, h-l-k, q-w-l, b-'-ts, a-l-h, b-'-d, r-s-l, d-l-l, s-r-f, r-y-b): bi-l-bayyinaat diterjemahkan 'bukti nyata' (akar b-y-n); shakk diterjemahkan 'keraguan' (akar sh-k-k); halaka diterjemahkan 'wafat' (akar h-l-k); yudillu llaah man huwa musrif murtaab diterjemahkan 'membiarkan sesat orang melampaui batas lagi ragu' (akar d-l-l + akar s-r-f + akar r-y-b, inkonsistensi pengingkar: ragu saat Yusuf hidup, lalu klaim tak ada rasul setelahnya). Selaras.

Aplikasi

contoh serupa Yusuf yang diragukan bahkan setelah kematiannya memicu penolakan terhadap rasul berikutnya, pola skeptisisme yang mengunci diri dari kemungkinan kebenaran baru berdasarkan sejarah keraguan sebelumnya.