وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌ
Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata, tetapi kalian senantiasa dalam keraguan tentang apa yang ia bawa kepada kalian, hingga ketika ia wafat, kalian berkata, ‘Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun setelahnya.’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِwa-la-qad jaa'akum yuusufu min qablu bi-l-bayyinaatidan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata
- فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِfa-maa ziltum fii syakkin mimmaa jaa'akum bihitetapi kalian senantiasa dalam keraguan tentang apa yang ia bawa kepada kalian
- حَتَّىٰ إِذَا هَلَكَhattaa idzaa halakahingga ketika ia wafat
- قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًاqultum lan yab'atsa llaahu min ba'dihi rasuulankalian berkata, Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun setelahnya
- كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌka-dzaalika yudhillu llaahu man huwa musrifun murtaabundemikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- يُوسُفُyuusufuYusuf
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- فَمَاfa-maamaka senantiasa
- زِلْتُمْziltumkalian tetap
- فِيfiidalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِمَّاmimmaatentang apa yang
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- بِهِbihidengannya
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- هَلَكَhalakabinasa
- قُلْتُمْqultumkalian berkata
- لَنْlantidak akan
- يَبْعَثَyab'atsamembangkitkan
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنْmindari
- بَعْدِهِba'dihisesudahnya
- رَسُولًاrasuulanseorang rasul
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يُضِلُّyudhilluDia menyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- مَنْmanorang yang
- هُوَhuwaia
- مُسْرِفٌmusrifunyang melampaui batas
- مُرْتَابٌmurtaabunyang ragu
Inti bacaan
Kalimat (كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ, ka-dzaalika yudhillu llaahu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:34, 40:74, dan 74:31.
Penjelasan pilihan kata
Pembuka (وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ, wa-la-qad jaa'akum yuusufu) berarti "dan sungguh, Yusuf telah datang kepada kalian". Awalan (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh" menegaskan kalimat sesudahnya. Susunan wa-la-qad jaa'akum ada di dua ayat, yaitu 2:92, (وَلَقَدْ جَاءَكُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ, wa-la-qad jaa'akum muusaa bi-l-bayyinaati) yang berarti "dan sungguh, Musa telah datang kepada kalian dengan keterangan-keterangan yang nyata", dan 40:34. Pembicara di 40:28 memakai kata kerja yang sama untuk lelaki yang hendak dibunuh, (وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, wa-qad jaa'akum bi-l-bayyinaati) yang berarti "padahal ia telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata". Kata (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) ada di 24 ayat, dan lima di antaranya berada di surah 40, yaitu 40:22, 40:28, 40:34, 40:50, dan 40:83. Nama Yusuf bentuk (يُوسُفُ, yuusufu) ada di tujuh ayat, yaitu 12:4, 12:8, 12:29, 12:46, 12:77, 12:90, dan 40:34, sedangkan bentuk (يُوسُفَ, yuusufa) ada di sembilan belas ayat, yaitu 6:84 dan delapan belas ayat di surah 12. Di luar surah 12 nama itu hanya ada di 6:84 dan 40:34. Ayat 40:34 tidak menerangkan di mana atau kapan Yusuf datang kepada kaum yang diajak bicara.
Kalimat (فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ, fa-maa ziltum fii syakkin) yang berarti "tetapi kalian senantiasa dalam keraguan" memuat (زِلْتُمْ, ziltum), kata kerja dari akar ز-ي-ل, yang bentuknya hanya ada di 40:34. Terjemahan memakai "senantiasa" karena keraguan itu berlanjut sampai (حَتَّىٰ إِذَا هَلَكَ, hattaa idzaa halaka) yang berarti "hingga ketika ia wafat". Frasa (فِي شَكٍّ, fii syakkin) ada di empat belas ayat, dan susunan (فِي شَكٍّ مِمَّا, fii syakkin mimmaa) di empat ayat, yaitu 10:94, 11:62, 14:9, dan 40:34. Di 10:94, (فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ, fa-in kunta fii syakkin) yang berarti "maka jika engkau dalam keraguan", keraguan itu persyaratan, sedangkan di 11:62 dan 14:9 keraguan itu pengakuan sebuah kaum tentang seruan rasul mereka, dan di keduanya kata (مُرِيبٍ, muriibin) yang berarti "yang menggelisahkan" menyifati keraguan itu. Kata muriibin menyifati keraguan di enam ayat, yaitu 11:62, 11:110, 14:9, 34:54, 41:45, dan 42:14, sedangkan di 50:25, (مُعْتَدٍ مُرِيبٍ, mu'tadin muriibin), kata itu menyifati orang. Di 40:34 sifat itu berpindah ke orangnya lewat kata yang berkerabat, yaitu (مُرْتَابٌ, murtaabun) yang berarti "ragu-ragu", yang bentuk ini hanya ada di 40:34.
Kata kerja (هَلَكَ, halaka) berakar ه-ل-ك dan bentuk persis ini ada di empat ayat, yaitu 4:176, 8:42, 40:34, dan 69:29. Arti kata kerjanya mengikuti pelakunya. Di 4:176, (امْرُؤٌ هَلَكَ, imru'un halaka) yang berarti "seseorang meninggal", pelakunya manusia yang meninggalkan harta. Di 8:42, (مَنْ هَلَكَ, man halaka) yang berarti "orang yang binasa", dan di 69:29, (هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ, halaka 'annii sulthaaniyah) yang berarti "kekuasaanku telah lenyap dariku", pelakunya kekuasaan. Pelaku di 40:34 adalah Yusuf, seorang manusia, sehingga terjemahan memakai "wafat".
Ucapan kaum itu dibuka (قُلْتُمْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ, qultum lan yab'atsa llaahu) yang berarti "kalian berkata, Allah tidak akan mengutus". Susunan lan yab'atsa llaahu ada di dua ayat, yaitu 40:34 dan 72:7. Sasaran kata kerjanya yang membedakan terjemahan. Di 72:7 sasarannya (أَحَدًا, ahadan) yang berarti "seorang pun" dan kata kerjanya diterjemahkan "membangkitkan", sedangkan di 40:34 sasarannya (رَسُولًا, rasuulan) yang berarti "seorang rasul", sehingga kata kerjanya diterjemahkan "mengutus", seperti di 28:59, (حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا, hattaa yab'atsa fii ummihaa rasuulan) yang berarti "sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya". Kata kerja yab'atsa ada di enam ayat, yaitu 6:65, 7:167, 17:79, 28:59, 40:34, dan 72:7. Susunan (مِنْ بَعْدِهِ رَسُولًا, min ba'dihi rasuulan) ada di 40:34 saja.
Penutup ayat (كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ, ka-dzaalika yudhillu llaahu) yang berarti "demikianlah Allah membiarkan sesat" ada di tiga ayat, yaitu 40:34, 40:74, dan 74:31. Orang yang dibiarkan sesat di 40:34 disifati langsung sesudah kata kerjanya, (مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌ, man huwa musrifun murtaabun) yang berarti "orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu". Susunan (مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ, man huwa musrifun) ada di dua ayat, yaitu 40:28 dan 40:34. Di 40:28, (إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ, inna llaaha laa yahdii man huwa musrifun kadzdzaabun) yang berarti "sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi banyak berdusta", sifat kedua adalah kadzdzaabun dan kata kerjanya laa yahdii. Di 40:34 sifat kedua adalah murtaabun dan kata kerjanya yudhillu.
Tafsiran
Ayat ini membawa ucapan lelaki beriman dari hari yang akan datang ke masa lalu pendengarnya sendiri. Dua ayat sebelumnya berisi peringatan tentang sebuah hari, dan 40:34 menyebut seorang pembawa bukti yang sudah datang lebih dulu kepada mereka. Peristiwanya tersusun dari tiga kata kerja yang berurutan: Yusuf datang, kalian tetap ragu, kalian berkata bahwa tidak akan ada rasul lagi. Keraguan bertahan selama pembawa bukti itu hidup, dan kepastian baru diucapkan sesudah Yusuf wafat.
Kalimat pertama ayat ini memakai kata yang sama dengan 40:28. Di sana lelaki beriman menanyakan apakah mereka akan membunuh seorang lelaki yang berkata bahwa Tuhannya adalah Allah, padahal lelaki itu telah datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Di 40:34 kata kerja dan kata bukti-bukti yang sama dipakai untuk Yusuf, sehingga pembawa bukti di masa lalu dan lelaki yang hendak dibunuh dibicarakan dengan kata yang sama, dan ayat ini tidak menyatakan hubungan di antara keduanya. Gabungan unsur ayat ini, yaitu bukti-bukti yang nyata dan keraguan tentang apa yang dibawa, ada juga di 14:9, yang memuat daftar kaum Nuh, Ad, dan Tsamud seperti 40:31, sehingga 40:31 dan 40:34 mengisi satu pidato dengan unsur yang di 14:9 berada dalam satu ayat.
Ayat 40:33 menyebut orang yang disesatkan Allah tanpa sifat, dan 40:34 menutup dengan dua sifat orang yang dibiarkan sesat. Dengan begitu pernyataan umum di 40:33 mendapat keterangannya satu ayat kemudian. Penutup ayat ini juga membuka rangkaian kata demikianlah yang berlanjut di 40:35, tempat kalimat serupa tentang hati yang dikunci menyusul sesudah sifat orangnya disebut.
Renungan dan Hikmah
- Yusuf yang disebut di 40:34 datang kepada kaum yang diajak bicara pada masa sebelum itu, dan pembicara memakainya sebagai bukti. Dengan nama itu lelaki beriman mengambil contoh dari riwayat pendengarnya sendiri dan tidak dari tanda yang baru. Ayat ini tidak mencatat bagaimana mereka menanggapi nama itu. Bukti apa yang sudah tersimpan dalam riwayat orang itu sendiri, dan apakah orang itu pernah melihat sendiri bukti tersebut atau hanya mendengarnya dari orang lain?
- Selama Yusuf hidup, kaum itu tetap dalam keraguan, dan sesudah Yusuf wafat mereka berkata bahwa Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun setelahnya. Keraguan tentang yang hadir berubah menjadi kepastian tentang yang tidak akan hadir, dan kepastian itu menyangkut apa yang akan dilakukan Allah. Ayat ini mencatat kalimat itu sebagai ucapan mereka. Kapan keraguan pembaca sendiri berubah menjadi kalimat yang tegas tentang apa yang tidak akan dilakukan Allah, dan apa yang terjadi di antara keduanya?
- Yang datang kepada kaum itu adalah bukti-bukti dalam bentuk jamak, dan keraguan mereka bertahan juga. Ayat ini menyebut dua sifat pada orang yang dibiarkan sesat oleh Allah di akhirnya, yaitu melampaui batas dan ragu-ragu, dan sebab keraguan itu tidak dikaitkan dengan sedikitnya bukti. Keraguan yang berlangsung lama belum tentu berasal dari bukti yang kurang. Ketika sebuah bukti terasa cukup namun ragu tetap ada, apa yang masih memeliharanya?
- Orang yang dibiarkan sesat di 40:34 disifati dengan dua kata, yaitu melampaui batas dan ragu-ragu. Di 40:28 sifat pertama yang sama berpasangan dengan sifat banyak berdusta, dan kata kerjanya adalah Allah tidak memberi petunjuk. Di kedua ayat orang yang dimaksud digambarkan lewat sifat itu dalam kalimat yang sama dengan kata kerja Allah. Pasangan sifat mana yang sedang dipelihara pembaca: melampaui batas dengan ragu, atau melampaui batas dengan dusta? Dan apakah salah satunya tampak lebih ringan dari yang lain?
- Kata setelah muncul dua kali dalam pidato ini. Di 40:31 daftar kaum ditutup dengan orang-orang setelah mereka, dan di 40:34 kaum itu berkata bahwa tidak akan ada rasul setelah Yusuf. Satu kali kata itu menunjuk orang-orang yang menyusul, dan satu kali menunjuk rasul yang mereka yakini tidak akan menyusul. Kata yang sama dipakai untuk dua urusan yang berlawanan arah. Di ujung garis mana pembaca berdiri ketika menyebut kata setelah, dan siapa yang dipikirkannya akan datang?
- Seluruh masa hidup seorang pembawa bukti dilewati ayat ini dalam tiga anak kalimat: Yusuf datang dengan bukti-bukti, kaumnya tetap ragu, lalu Yusuf wafat dan kaumnya berbicara. Ayat ini tidak mencatat apa yang dikatakannya, dikerjakannya, atau dialaminya di antara kedatangan dan wafatnya. Pembaca dapat membayangkan bila hidup orang yang paling dekat dengannya diringkas orang lain dalam tiga anak kalimat. Anak kalimat mana yang akan ditulis tentang pembaca sendiri, dan siapa yang akan menulisnya?