الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
Orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan yang datang kepada mereka, sangat besar kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْalladziina yujaadiluuna fii aayaati llaahi bi-ghayri sulthaanin ataahumorang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan yang datang kepada mereka
- كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُواkabura maqtan 'inda llaahi wa-'inda lladziina aamanuusangat besar kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman
- كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍka-dzaalika yathba'u llaahu 'alaa kulli qalbi mutakabbirin jabbaarindemikianlah Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang
Terjemahan per kata (23 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يُجَادِلُونَyujaadiluunamereka membantah
- فِيfiitentang
- آيَاتِaayaatitanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
- أَتَاهُمْataahumdatang kepada mereka
- كَبُرَkaburaterasa berat
- مَقْتًاmaqtankemurkaan
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَعِنْدَwa-'indadan di sisi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يَطْبَعُyathba'uDia mengunci
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- قَلْبِqalbihati
- مُتَكَبِّرٍmutakabbirinyang sombong
- جَبَّارٍjabbaarinyang bengis
Inti bacaan
Diagnosis tegas 'memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka' sebagai 'kemurkaan besar', perdebatan tanpa dasar argumen valid dikategorikan pelanggaran serius, bukan sekadar perbedaan pendapat netral.
Tafsiran
Ayat ini menutup nasihat panjang lelaki beriman dengan penegasan tentang akibat kesombongan: hati yang terkunci dari kebenaran karena penolakan yang keras kepala.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kemurkaan datang dari dua pihak. Dari sisi-Nya. Dan dari sisi orang beriman.
- Yang dipersoalkan berdebat tanpa keterangan. Bukan berdebat. Tanpa bekal.
- Kalimat penutupnya menyebut hati dikunci. Allah menaruh akibatnya di ujung. Yang keras berulang menjadi tertutup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. '