الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

Orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan yang datang kepada mereka, sangat besar kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْalladziina yujaadiluuna fii aayaati llaahi bi-ghayri sulthaanin ataahumorang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan yang datang kepada mereka
  2. كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُواkabura maqtan 'inda llaahi wa-'inda lladziina aamanuusangat besar kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman
  3. كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍka-dzaalika yathba'u llaahu 'alaa kulli qalbi mutakabbirin jabbaarindemikianlah Allah mengunci setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يُجَادِلُونَyujaadiluunamereka membantah
  3. فِيfiitentang
  4. آيَاتِaayaatitanda-tanda
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  7. سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
  8. أَتَاهُمْataahumdatang kepada mereka
  9. كَبُرَkaburaterasa berat
  10. مَقْتًاmaqtankemurkaan
  11. عِنْدَ'indadi sisi
  12. اللَّهِllaahiAllah
  13. وَعِنْدَwa-'indadan di sisi
  14. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  15. آمَنُواaamanuuberiman
  16. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  17. يَطْبَعُyathba'uDia mengunci
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. عَلَىٰ'alaaatas
  20. كُلِّkullisegala
  21. قَلْبِqalbihati
  22. مُتَكَبِّرٍmutakabbirinyang sombong
  23. جَبَّارٍjabbaarinyang bengis

Inti bacaan

Kalimat (كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ, ka-dzaalika yathba'u llaahu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:101, 30:59, dan 40:35.

Penjelasan pilihan kata

Pokok ayat ini ditandai oleh (الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ, alladziina yujaadiluuna fii aayaati llaahi) yang berarti "orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah". Susunan ini ada di tiga ayat, yaitu 40:35, 40:56, dan 40:69, dan bentuk tunggalnya (يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ, yujaadilu fii aayaati llaahi) ada di 40:4, sehingga seluruh pemakaiannya berada di surah 40. Kata kerja (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) berakar ج-د-ل, dan terjemahan memakai "memperdebatkan" seperti di 40:4 dan 40:56.

Kata (سُلْطَانٍ, sulthaanin) di sini diterjemahkan "keterangan". Di 69:29 kata yang sama menyebut daya kuasa, (هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ, halaka 'annii sulthaaniyah) yang berarti "kekuasaanku telah lenyap dariku". Di 40:35 kata itu berada dalam perbantahan dan disusul (أَتَاهُمْ, ataahum) yang berarti "datang kepada mereka", sehingga artinya adalah bukti yang datang kepada orang yang berdebat. Susunan (بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ, bi-ghayri sulthaanin ataahum) yang berarti "tanpa keterangan yang datang kepada mereka" ada di dua ayat, yaitu 40:35 dan 40:56. Kata sulthaan dengan sifat (سُلْطَانٍ مُبِينٍ, sulthaanin mubiinin) yang berarti "keterangan yang nyata" ada di delapan ayat, yaitu 11:96, 14:10, 23:45, 27:21, 40:23, 44:19, 51:38, dan 52:38. Di 14:10, (فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, fa-tuunaa bi-sulthaanin mubiinin) yang berarti "maka datangkanlah kepada kami keterangan yang nyata", sebuah kaum memintanya dari rasul mereka, dan di 40:23 keterangan itu menyertai Musa.

Pernyataan (كَبُرَ مَقْتًا, kabura maqtan) yang berarti "sangat besar kemurkaan" ada di dua ayat, yaitu 40:35 dan 61:3. Kata kerja (كَبُرَ, kabura) berakar ك-ب-ر dan ada di enam ayat, yaitu 6:35, 10:71, 18:5, 40:35, 42:13, dan 61:3. Pada empat ayat lainnya artinya mengikuti apa yang menyertainya. Di 6:35 dan 10:71, (كَبُرَ عَلَيْكَ, kabura 'alayka) dan (كَبُرَ عَلَيْكُمْ, kabura 'alaykum), terjemahannya "terasa berat", di 42:13, (كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ, kabura 'alaa l-musyrikiina), "sangat berat bagi orang-orang musyrik", dan di 18:5, (كَبُرَتْ كَلِمَةً, kaburat kalimatan), "alangkah besarnya perkataan". Di 40:35 dan 61:3 kata kerja itu disusul kata benda tak tentu yang menjadi pokoknya, yaitu (مَقْتًا, maqtan), sehingga terjemahan memakai "sangat besar". Kata maqt berakar م-ق-ت dan ada di lima ayat, yaitu 4:22, 35:39, 40:10, 40:35, dan 61:3, dan terjemahan memakai "kemurkaan" di 35:39, 40:35, dan 61:3. Frasa (عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُوا, 'inda llaahi wa-'inda lladziina aamanuu) yang berarti "di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman" hanya ada di 40:35, dan kata 'inda diulang untuk dua pihak.

Kalimat (كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ, ka-dzaalika yathba'u llaahu) yang berarti "demikianlah Allah mengunci" ada di tiga ayat, yaitu 7:101, 30:59, dan 40:35. Di 7:101 dan 30:59 sasarannya jamak, (عَلَىٰ قُلُوبِ, 'alaa quluubi) yang berarti "atas hati-hati", sedangkan di 40:35 sasarannya (عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ, 'alaa kulli qalbi) yang berarti "atas setiap hati", dan susunan itu hanya ada di 40:35. Kata kerja yathba'u berakar ط-ب-ع, dan bentuk lampaunya (طَبَعَ اللَّهُ, thaba'a llaahu) ada di empat ayat, yaitu 4:155, 9:93, 16:108, dan 47:16.

Pasangan sifat (مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ, mutakabbirin jabbaarin) yang berarti "yang sombong lagi sewenang-wenang" ada di 40:35 saja. Kata mutakabbirin sendiri ada di dua ayat, yaitu 40:27, (مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ, min kulli mutakabbirin) yang berarti "dari setiap orang yang sombong", dan 40:35, sedangkan bentuk jamaknya (الْمُتَكَبِّرِينَ, l-mutakabbiriina) ada di 16:29, 39:60, 39:72, dan 40:76. Kata jabbaar ada di 11:59, 14:15, 40:35, dan 50:45 dalam bentuk jabbaarin. Di 11:59 dan 14:15 kata itu berpasangan dengan kata lain dalam (كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ, kullu jabbaarin 'aniidin) yang berarti "setiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala", dan terjemahan memakai "sewenang-wenang" juga di 19:14 dan 19:32. Di semua ayat itu kata mutakabbir dan jabbaar menyifati orang, sehingga terjemahan 40:35 membaca keduanya sebagai sifat pemilik hati.

Tafsiran

Ayat ini menggeser pembicaraan dari kaum yang diajak bicara lelaki beriman ke satu golongan yang ditandai cara mereka berdebat, lalu menilai golongan itu dengan satu ukuran, yaitu keterangan. Ukuran itu sejalan dengan 40:23, yang menyebut Musa diutus dengan tanda-tanda dan keterangan yang nyata. Di satu sisi ada pembawa keterangan, dan di sisi lain ada pendebat yang menurut ayat ini tidak didatangi keterangan.

Ayat 40:34 berakhir dengan orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu, dan 40:35 membuka dengan orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah. Dua ayat itu berakhir dengan kalimat yang dibuka kata demikianlah: di 40:34 Allah membiarkan sesat orang yang disifati, dan di 40:35 Allah mengunci hati yang disifati. Kedua kali sifat orangnya disebut berdampingan dengan tindakan Allah dalam kalimat yang sama. Ayat 7:101 menyusun hal serupa. Di sana sifat orangnya, yaitu tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya, mendahului kalimat tentang hati yang dikunci.

Kalimat tentang pendebat ini diulang di 40:56, dan di sana disusul pernyataan bahwa dalam dada mereka tidak ada kecuali (كِبْرٌ, kibrun) yang berarti "kesombongan", (مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ, maa hum bi-baalighiihi) yang berarti "yang tidak akan mereka capai". Akar ب-ل-غ yang sama dipakai di ayat sesudah ini, dalam (أَبْلُغُ, ablughu) yang berarti "aku sampai", yaitu ucapan Firaun di 40:36. Satu akar dipakai untuk sesuatu yang diinginkan seorang penguasa dan untuk sesuatu yang disebut tidak akan dicapai oleh para pendebat. Ayat 40:35 sendiri tidak menghubungkan keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Kemurkaan di 40:35 disebut berada di dua tempat, di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Susunan itu tidak ada di ayat lain, dan 61:3 menyebut sisi Allah saja. Orang-orang yang beriman juga disebut memiliki sikap itu terhadap perdebatan tanpa keterangan. Perdebatan macam apa yang membuat pembaca sendiri jengkel: yang tidak membawa keterangan, yang mengulang-ulang, atau yang hanya ingin menang? Dan pernahkah pembaca sendiri menjadi sebabnya?
  • Ukuran yang dipakai ayat ini adalah keterangan yang datang kepada pelakunya. Musa di 40:23 diutus dengan tanda-tanda dan keterangan yang nyata, dan di 14:10 sebuah kaum meminta rasul mereka mendatangkan keterangan yang nyata. Dalam perbantahan, permintaan dan pemilikan keterangan muncul di ayat yang berlainan. Saat hendak membantah sesuatu, keterangan apa yang dibawa pembaca dari luar dirinya, dan dari mana keterangan itu datang kepadanya? Apakah pembaca dapat menyebut sumbernya kepada orang yang dibantahnya?
  • Hati yang dikunci di ayat ini sudah lebih dulu disifati sombong dan sewenang-wenang. Allah mengunci hati itu, dan teksnya menaruh sifat berdampingan dengan tindakan-Nya dalam satu kalimat. Di 7:101 kalimat serupa menyusul orang-orang yang tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Kunci di ayat ini jatuh pada hati yang sudah penuh dengan kebiasaan tertentu, dan kebiasaan seperti itu perlahan membuat hati sulit dibuka. Kebiasaan manakah yang paling sering diulanginya dalam seminggu terakhir?
  • Dua ayat lain memakai bentuk jamak, hati-hati, untuk kalimat tentang kunci (7:101 dan 30:59), sedangkan 40:35 memakai setiap hati. Kalimatnya berjalan hati demi hati, dan sasarannya tiap hati yang disifati sombong lagi sewenang-wenang. Kalimat tentang golongan di luar sana terasa mudah dibaca, sedangkan kalimat tentang tiap hati membuat pembaca berhenti sejenak. Apakah pembaca menemukan dirinya di antara hati-hati yang dimaksud, atau menaruh semuanya pada orang lain?
  • Di 40:56 kalimat yang sama tentang orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan disusul pernyataan bahwa dalam dada mereka tidak ada kecuali kesombongan yang tidak akan mereka capai, lalu perintah untuk memohon perlindungan kepada Allah. Di 40:36 Firaun berkata agar dirinya sampai ke jalan-jalan yang ingin dituju. Akar kata sampai yang sama dipakai di kedua tempat, untuk sesuatu yang diinginkan dan untuk sesuatu yang disebut tidak akan dicapai. Pembaca dapat bertanya apa yang sedang berusaha dicapai oleh kesombongan dalam dirinya, dan apakah tujuan itu termasuk yang disebut tidak akan sampai?
  • Perdebatan tentang tanda-tanda Allah disebut empat kali di surah ini, yaitu di 40:4, 40:35, 40:56, dan 40:69, dan tiap kali dari sisi yang berbeda. Di 40:4 perdebatan itu sifat orang-orang yang kufur, di 40:35 sasaran kemurkaan, di 40:56 isi dada, dan di 40:69 orang-orang itu disebut dipalingkan. Surah ini tidak memberi satu rumusan tunggal tentang perdebatan itu. Di antara empat rumusan itu, mana yang paling dekat dengan cara pembaca sendiri berdebat, dan mana yang paling jauh?