Ayat 40:36
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ
Dan Firaun berkata, “Wahai Haman, bangunkanlah untukku sebuah menara, agar aku sampai ke jalan-jalan itu,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَ فِرْعَوْنُwa-qaala fir'awnudan Firaun berkata
- يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًاyaa haamaanu bni lii sharhanwahai Haman, bangunkanlah untukku sebuah menara
- لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَla'allii ablughu l-asbaabaagar aku sampai ke jalan-jalan itu
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
- يَاyaawahai
- هَامَانُhaamaanuHaman
- ابْنِbniputra
- لِيliibagiku
- صَرْحًاsharhanistana
- لَعَلِّيla'alliiboleh jadi aku
- أَبْلُغُablughuaku mencapai
- الْأَسْبَابَl-asbaabajalan-jalan
Inti bacaan
Proyek ambisius Firaun membangun menara untuk 'menengok Tuhan Musa', kesalahpahaman mendasar membayangkan Tuhan sebagai entitas fisik yang bisa dicari lewat ketinggian bangunan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyambung langsung ke 40:37 tanpa titik penuh, sesuai struktur kalimat Arab yang berlanjut ('asbaaba s-samaawaati' sebagai penjelas apositif dari 'al-asbaaba').
Tafsiran
Ayat ini menampilkan proyek kesombongan Firaun: membangun menara demi menantang keyakinan Musa akan Tuhan yang esa.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam usaha mencari Tuhan lewat ketinggian. Bangunkan menara. Yang dicari disangka ada di atas.
- Ia memerintah orang lain untuk membangunnya. Bukan mencari sendiri. Kesombongannya memakai tangan bawahan.
- Kesalahannya bukan soal bangunan, melainkan soal gambaran. Allah merekam salah paham itu. Yang dicari bukan benda di langit.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, b-n-y, s-r-h, b-l-gh, s-b-b): ibni sarhan diterjemahkan 'bangunkanlah menara' (akar b-n-y + akar s-r-h); ablughu l-asbaab diterjemahkan 'sampai ke sarana (pintu)' (akar b-l-gh + akar s-b-b). Selaras.
Ayat 40:37
أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا ۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ ۚ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ
jalan-jalan langit, lalu, aku dapat menengok Tuhan Musa; dan sesungguhnya aku benar-benar mengiranya seorang pendusta.” Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Firaun keburukan amalnya, dan ia dihalangi dari jalan; dan tidaklah tipu daya Firaun kecuali dalam kerugian.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِasbaaba s-samaawaatijalan-jalan langit
- فَأَطَّلِعَ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰfa-aththali'a ilaa ilaahi muusaalalu, aku dapat menengok Tuhan Musa
- وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًاwa-innii la-azhunnuhu kaadzibandan sesungguhnya aku benar-benar mengiranya seorang pendusta
- وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِwa-ka-dzaalika zuyyina li-fir'awna suu'u 'amalihidan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Firaun keburukan amalnya
- وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِwa-shudda 'ani s-sabiilidan ia dihalangi dari jalan
- وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍwa-maa kaydu fir'awna illaa fii tabaabindan tidaklah tipu daya Firaun kecuali dalam kerugian
Terjemahan per kata (23 kata)
- أَسْبَابَasbaabajalan-jalan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- فَأَطَّلِعَfa-aththali'amaka aku menengok
- إِلَىٰilaakepada
- إِلَٰهِilaahiSembahan
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya aku
- لَأَظُنُّهُla-azhunnuhusungguh aku mengiranya
- كَاذِبًاkaadzibandusta
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- زُيِّنَzuyyinadihiasi
- لِفِرْعَوْنَli-fir'awnakepada Firaun
- سُوءُsuu'ukeburukan
- عَمَلِهِ'amalihiamalnya
- وَصُدَّwa-shuddadan dihalangi
- عَنِ'anidari
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَيْدُkaydutipu daya
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- إِلَّاillaakecuali
- فِيfiidalam
- تَبَابٍtabaabinkerugian
Inti bacaan
Upaya yang berujung 'kerugian' karena berdasarkan premis yang keliru sejak awal, kegagalan yang tak terhindarkan ketika proyek besar dibangun di atas kesalahpahaman fundamental tentang hakikat yang dicari.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(yaitu)' dan '(yang benar)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab. Tanda kutip ganda ditutup setelah 'seorang pendusta': ucapan Firaun berakhir di situ, narasi kembali ke suara narator.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap kesombongan Firaun yang berujung pada kehancuran: tipu dayanya melawan kebenaran hanya berakhir pada kerugian.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Firaun hendak menengok Tuhan Musa lewat bangunan. Naik ke langit. Rencananya dibangun di atas salah paham tentang apa yang dicari.
- Ia menutup dengan aku mengiranya seorang pendusta. Cuma mengira. Yang dijadikan dasar membangun menara sekadar dugaan.
- Allah menyebut keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya. Terbalik rasanya. Yang paling merusak justru yang paling menyenangkan untuk dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-b-b, s-m-w, t-l-', a-l-h, zh-n-n, k-dz-b, z-y-n, s-w-a, '-m-l, s-d-d, s-b-l, k-y-d, t-b-b): attali'a ilaa ilaah muusaa diterjemahkan 'menengok Tuhan Musa' (akar t-l-' + ilaah); azhunnuhu kaadhiban diterjemahkan 'menyangkanya pendusta' (akar zh-n-n + akar k-dz-b); zuyyina li-fir'awn suu' amalihi diterjemahkan 'dihiasi bagi Firaun keburukan amalnya' (akar z-y-n, cf. 6:43, 8:48); sudda an as-sabiil diterjemahkan 'dihalangi dari jalan' (akar s-d-d); kaydu fir'awn illaa fii tabaab diterjemahkan 'tipu daya Firaun dalam kerugian' (akar k-y-d + akar t-b-b). Selaras.